LOGINDiana Charlotte adalah wanita aneh dan misterius yang terpaksa harus dibawa oleh Albert Valentino untuk dijadikan santapan bagi Tuannya, Raizel Harrison de Haltz yang merupakan seorang pemimpin klan vampir bernama Haltz. Diana merupakan gadis pemberani dan tidak takut pada apapun, sekalipun itu adalah Raizel yang merupakan vampir terkuat. Saat detik-detik kematiannya akan tiba, Diana tetap tenang, dan masih sempat menatap iris berwarna merah darah milik Raizel dengan iris berwarna biru miliknya. Setelah darahnya dihisap habis, seharusnya Diana sudah mati. Namun entah ini disebut keajaiban atau keanehan, jantung Diana masih terus berdetak walau sangat lemah.
View MoreZara Adigun looked blankly at the cracked ceiling of the hospital room, the sterile air with fear. The relentless beeping echoed beside her father’s bed like a grim lullaby to her thoughts. How did everything fall apart?
Twelve months ago, Adigun & Co was a household name in the Nigerian construction industry. Her father had been a visionary,ethical, passionate, and goal driven leader. But one dishonest partner and a failed government contract later, the legacy he had built teetered on the edge of ruin. And now, here he lay, his once-energetic voice silenced by a stroke, his future held hostage by mounting hospital bills and lawsuits.
Zara squeezed his lifeless hand. “I’m going to make things right, Daddy. I promise you.”
A gentle knock interrupted her thoughts. She turned to find her mother at the doorway, her face was tight with worry.
“Zara, you have a visitor. He says it’s about your father’s debt.”
Zara’s heart sank. Another creditor?
She stepped out with her mother into the hallway and came face to face with a man in a fitted navy-blue suit likely in his mid-thirties, neat and polished, with a sophisticated case in hand. He extended a business card.
“Ms. Adigun, my name is Mr. Afolabi. I represent Mr. Dami Adeyemi.”
Zara blinked. That name wasn’t unfamiliar. Everyone in Lagos knew the Adeyemi name. Billionaire. Real estate tycoon. Cold-hearted transactional fellow.
“What does someone like Dami Adeyemi want with me?”
“May we speak privately?” Mr. Afolabi asked.
Zara hesitated but nodded. They walked to the hospital cafeteria to discuss, quiet, except for the faint whirr of a cooling unit and the faint voice of a news anchor.
He put the briefcase in front of him on the table, unlocked it, and handed her the documents.
“This is a contract. Mr. Adeyemi is proposing to pay off your father’s debts in full, settle the hospital bills, and restore the Adigun company’s reputation.”
Zara said with suspicion. “There is always a catch. What is it?”
“You will enter into a one-year marriage with Mr. Adeyemi. Legal, binding, and confidential.”
She paused, struggling to respond. “You are not serious, are you?”
“Deadly.”
Zara laughed bitterly. “Is this some kind of rich-man fantasy? Buying a wife like a commodity?”
Mr. Afolabi didn’t flinch. “It’s not a fantasy, Ms. Adigun. It’s a business arrangement. Mr. Adeyemi has his reasons both personal and professional. He needs a wife who won’t fall in love, won’t ask questions, and will fulfill the role for appearances.”
Zara rose abruptly, her chair scraping the floor. “Inform your boss that I’m not interested.”
She turned to leave, but Mr. Afolabi said calmly, “your lack of interest means that your father’s treatment will cease immediately. The debt collectors will seize your family home. And Adigun & Co? It will be auctioned off by next week.”
Her legs froze.
“You have three days to decide.”
Back at home, Zara sat in the dark, phone in hand, rereading the contract for the tenth time. Her mother sat across from her, quiet.
“You’re not considering this, are you?” her younger brother, Tunde, asked.
“What other option do we have?” she murmured. “We can’t afford another week in the hospital.”
“You’d marry a man you do not even know?”
She sighed. “It’s not a real marriage.”
“It’s still a prison.”
Zara didn’t respond. She thought about her dreams—her own architectural firm, independence, a life lived on her own terms. But dreams didn’t pay bills. Dreams would not save her father’s life.
She looked at the paper. One year. No intimacy. No emotional entanglements. Just public appearances and obedience to Dami Adeyemi’s terms.
Her pride screamed ‘’NO’’.
Her reality said otherwise.
The following afternoon, Zara gazed at the towering glass exterior of Adeyemi Holdings in Victoria Island. It was everything she wasn’t—polished, distant and unapproachable.
The receptionist welcomed her and led her upstairs. Behind a majestic marble desk, sat Dami Adeyemi.
Tall, sculpted, with a face carved in arrogance. His eyes were dark, unreadable. He didn’t rise as she entered.
“So you showed up,” he said without emotion.
“I needed to hear it from you,” she replied, crossing her arms firmly. “Why me?”
He looked her over once, expression unreadable. “You’re beautiful, but not the type to get clingy. Smart, but not a threat. Desperate enough to say yes. And, most importantly, you have no ties to my world.”
“Wow,” she scoffed. “Romantic.”
“This isn’t romance. This is damage control. My mother’s will states I must be married to claim full control of the company. Marriage is not something I believe in, but contracts, I do. You help me fulfil a condition, and I’ll help you hold your family together. We both win.”
Zara leaned forward. “And what if I bridge the contract and fall in love with you?”
A faint smile touched his lips, amusement flickering softly in his eyes like candlelight. “You won’t, he said quietly”
“And if you fall for me?”
His eyes turned to ice. “I don’t fall. Especially not for women like you.”
Zara’s jaw clenched. “Fine. Then let’s make something clear—I’m not your puppet. You get your perfect image, but I keep my dignity. Agreed?”
He extended a hand. “Agreed.”
Their hands clasped firmly, and a shiver ran through Zara. Right then, it dawned on her that she was walking into a golden cage, filled with hidden truths and guarded by a man whose heart seemed frozen in time.
But cages could be broken. And maybe—just maybe—ice would melt.
Halo semuanya! Saya Selist Emerald Valley, penulis dari novel Pure Blood. -Terima kasih untuk kalian para pembaca yang sudah mencintai dan membaca Pure Blood sampai akhir! Ini adalah akhir dari Pure Blood! Saya harap kalian menyukai Pure Blood dan para tokoh di dalamnya! - Tanpa adanya dukungan dari para sahabat dekat saya, tentu saja Pure Blood tidak akan pernah ada! Terima kasih untuk HAKUJI dan Affifah, kalian memang yang terbaik!!! -Senang rasanya mempublikasikan Pure Blood di Goodnovel, selain bisa menjangkau lebih banyak pembaca, Pure Blood juga bisa diakses dengan mudah, baik menggunakan aplikasi maupun website Goodnovel.-Pure Blood merupakan novel pertama saya, sekaligus debut karya pertama saya di dunia penulis dan novelis. Dari dulu hingga sekarang, Pure Blood selalu menjadi bagian utama dan penting dari kehidupan saya dan karir saya sebagai penulis dan juga novelis.-Rencananya, Pure Blood akan menjadi novel s
Lub. Dub. Lub. Dub. Lub. Dub.Suara detak jantung terdengar saling berirama. “Apa kamu mendengarnya?” dan sosok yang sedang ditanya ini menganggukkan kepalanya.Terlihat Diana yang masih berada di tempat tidur. Ia tidak bergerak dan juga tidak bernapas. Tubuhnya sedingin es, dan wajahnya sepucat salju.Ika menatap Iki, “Jadi, apa seorang vampir yang merupakan anggota keluarga utama dapat mendengarkan bunyi detak jantung seorang vampir?”“Aku rasa begitu, Ika,” jawab Iki menjawab pertanyaan kembarannya.“Apa sejak pertama, Kak Diana juga dapat mendengarnya?”“Shhh... Ika!” seru Iki.“Ada apa?” tanya Ika tidak mengerti.“Kita tidak bisa memanggilnya dengan Kak Diana. Itu sangat tidak sopan, Ika.”“Ah... ya... Aku lupa, maaf.”Ika lalu duduk di atas tempat tidur dan menyentuh tangan Diana, “
Kevin mencari keberadaan Pine dan menemukannya. “Pine, apa yang kamu lakukan di sana?” tanya Kevin.Pine berbalik dan tersenyum, “Hanya berpikir.”Kevin menghela napasnya, “Jangan terus menyalahkan dirimu, ini bukan salahmu,” dan Pine hanya menganggukkan kepalanya.Hap!Dua tangan kecil memeluk erat kaki Kevin dari belakang, “Ayah!”Kevin langsung menggendong anak ini, “Ada apa pangeran? Bukankah pangeran seharusnya bersama Julio?”Dan yang disebut namanya datang dengan tergesa-gesa, “Maafkan saya Yang Mulia, tapi pangeran berlari terlalu cepat!” ujar Julio.Pine mendekat dan menjentikkan jarinya pelan ke kening anak ini, “Regis...”Regis pun mengerutkan bibirnya, “Aku hanya bermain, Ibu. Tapi Julio sudah terlalu tua untuk mengejarku.”Julio memandang Regis dengan wajah tidak percaya, “Apa..
Dalam tidurnya, tangan dan kaki pria ini dirantai ke tempat tidur. Ia bagaikan seorang tawanan. Wajahnya terlihat pucat dan ia memiliki luka yang berada di sekujur tubuhnya.Walaupun begitu, sang kupu-kupu tetap mendekatinya, karena ia dapat mencium harum bunga Lily dari tubuhnya. Bau ini sangat kuat, membuat kupu-kupu mengira bahwa ia baru saja mendarat ke atas bunga.---“Kita harus menghentikan perjanjian ini, Christ. Kembalikan pria itu, aku tidak mau berhubungan dengan Harawaltz, apalagi dengan si pemimpin gila,” jelas Bianca.“Kau takut dengannya?”“Dengan Rai?”Christ menggeleng, “Dengan pria itu?”“Tidak.”“Lalu?”“Aku hanya tidak suka melihat pria itu ada di paviliun, apalagi Ben dan Dominic memperlakukannya bagaikan seorang tawanan.”Christ tersenyum, “Kau terlalu bermurah hati, Bianca. Mereka bisa saja men
Sebulan sudah berlalu sejak kejadian yang mengguncang Kastel Haltz terjadi. Rai dan Pine masih berada di tempat tidur yang ada di tengah-tengah ruang singgasana. Semua vampir baik Haltz dan Raltz berkumpul tanpa tahu harus melakukan apa.Walaupun Diana telah memberikan selu
Kevin dan Al langsung terdorong mundur karena atmosfer kuat tiba-tiba menerjang mereka. Sementara itu, para vampir di sana tidak dapat berbuat apapun. Mereka tertahan dan hanya bisa terdiam merunduk.Bersama dengan air mata yang terus mengalir, Diana melukai kedua telapak t
BANG!Sebuah tendangan terakhir dengan seluruh tenaga yang Dominic kerahkan berhasil membuat Al terlempar dan persis mendarat di atas tubuh Rai. "Sampai jumpa," dan Dominic langsung menghilang bagaikan angin.Al berdecak keras, ia ingin mengejar namun ia lang
Fos terus saja menyerang Diana, tapi serangannya selalu saja gagal. Sebaliknya, satu serangan dari Diana berhasil membuat luka di wajahnya. Luka yang sangat dalam dan Diana hanya melihat Fos dengan pandangan yang sangat dingin.Ketika wanita ini mencoba untuk menembus dadan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews