Chapter: Membuatku Tertegun“Tuan, ini selimutnya.” Malam semakin larut, sesuai rencana sang ibu, Virgo tidur di kamar Bela. Sementara Bela sudah berencana tidur berdua dengan ibunya di kamar lainnya. Sejenak Virgo mengamati selimut pemberian Bela, lalu menerimanya dengan cepat karena hawa dingin yang terus menusuk tubuhnya. Meski telah mengenakan 3 lapis pakaian dan jaket tebal, bagi Virgo masih terasa sangat dingin. Udara di dataran tinggi Dieng di malam hari benar-benar terasa sangat dingin meski ia sudah menutup semua tubuhnya dengan pakaian bahkan kaos kaki. “Apa kamu tidak memiliki mesin pemanas?” tanya Virgo sembari menahan rasa dingin di sekujur tubuhnya. “Jangankan mesin pemanas, kipas angin pun kami tak punya, Tuan.” jawab Bela. Virgo terkekeh mendengar jawaban Bela yang begitu polos baginya. Seharusnya gadis itu menutupi kekurangannya pada dirinya sebagai seorang tamu, namun ternyata gadis itu malah mengatakan hal apa adanya. Bela pun menyadari tatapan mata itu, yang tanpa sadar sedikit menert
Last Updated: 2026-09-11
Chapter: Bersiaplah!“Mana bisa seperti itu Tuan!” Bela masih berusaha agar Virgo tak bermalam di rumahnya. ‘PAAKK!’ Gemas melihat tingkah Bela yang berusaha menggagalkan keinginan Virgo untuk menginap, membuat Bu Asih memukul bahunya. Bela pun spontan menggosok-gosok punggungnya sembari melirik ke arah sang ibu dengan tatapan kesalnya. “Kenapa ibu memukulku?” protes Bela dengan diikuti bahasa tangannya yang mempermuda ibunya untuk memahami perkataannya. “Jangan bersikap tidak sopan seperti itu! Bagaimana pun juga, dia akan menikahimu! Minta maaflah padanya.” ucap sang ibu dalam simbol-simbol yang ia tunjukkan dari kedua tangannya. “Ta-tapi tetap saja, Tuan tak bisa menginap di sini, Bu.” Bela kembali berusaha untuk menggagalkan niat Virgo. “Ah, SERA! Iya, karena Sera!” “Sera?” kini Virgo turut merespon. “Ada apa dengan Sera?” Bela beralih menghadap Virgo yang sedari tadi hanya menjadi penonton dari perdebatan yang terjadi di antara ibu dan anaknya itu. Kedua matanya menampakkan keceriaan yang
Last Updated: 2026-09-11
Chapter: Kenangan Apa Yang Aku Lupakan?“Sekarang ikutlah denganku, kita akan mengantar ibumu terlebih dahulu.”Pertengkaran yang begitu hebat, membuat Tuan Arman bersedia melepaskan Bela dan ibunya. Ia tak ingin membuat Virgo berlama-lama menyaksikan bagaimana keributan yang ada di rumahnya. Ia bisa membawa Bela dan ibunya keluar dari rumah itu dengan kesepakatan yang sudah ia sepakati bersama dengan Tuan Arman untuk melunasi semua hutang pembantunya itu hari ini. Kini, Bela ada di dalam mobil bersama Virgo dan ibunya. Ia duduk di depan bersama Virgo sesuai dengan permintaan sang ibu. Sementara Asih-ibunya, duduk di kursi belakang bersama beberapa barang yang dibawahnya menuju ke rumah baru. Meski sudah terbebas, Asih hanya ingin kembali ke rumahnya yang dulu. Tempat itu terletak di sebuah pemukiman kecil dengan hamparan pantai yang luas. Tempat dimana dahulu Bela dilahirkan dan menikmati masa kecilnya sebelum kemudian keluarganya pindah ke Jakarta untuk bekerja dengan keluarga Tuan Arman.Di dalam mobil, Bela tampak tak
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Dia Tahu Luka Lama yang Aku LupakanAsih masih tak percaya jika anaknya akan menikah dengan salah seorang pengusaha yang terkenal dengan kesuksessannya. Ia memandangi Asih , yang kini menyeringai di hadapannya, karena tanpa sadar kedatangan Virgo di antara mereka membuat ibunya sangat terkejut. Lalu dengan bahasa isyaratnya pun, Asih mulai menanyakan keheranannya itu kepada Bela-anaknya.“Apa ini sungguh-sungguh Bela? Bagaimana bisa kamu dan Tuan Virgo tiba-tiba saja memutuskan hal ini?”Bela mendekati ibunya yang ada di hadapannya. Ia meraih tangan ibunya dan mendekapnya di depan dada. “Ibu, berjanjilah untuk tak lagi menanyakan mengapa dan bagaimana ini terjadi mulai detik ini juga.” ucapnya pelan. “Hanya satu yang harus ibu ketahui, Bela hanya ingin kita kembali bahagia seperti dulu. Bela hanya ingin melihat senyuman ibu dan amarah ibu kepadaku seorang. Bela hanya ingin penderitaan ini berakhir. Dan Bela berharap, ibu tidak menanyakan lagi tentang apa yang ada di dalam hati ini sesungguhnya. Anggap saja, aku telah b
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Kedatangan VirgoSinar mentari pagi masuk melalui celah-celah jendela kamar Bela. Bela membuka perlahan kedua matanya sembari memegangi pipinya yang kian hari semakin terasa sakitnya. Hari ini ia harus mengantar Nyonya Arman ke salon untuk membawakan barang belanjaannya seperti biasa. Namun ketika ia membuka matanya.“Selamat pagi Nona Bela!”“AAAAAAAAAAAAAAAAA!” Ia berteriak karena terkejut melihat Virgo yang tiba-tiba saja ada di hadapannya. Lelaki itu sejak tadi sepertinya tengah memperhatikan wajahnya ketika tertidur. Melihat Bela yang terkejut, Virgo menatapnya dengan tatapan anehnya. Satu alisnya terangkat menatap wanita muda di hadapannya.Merasa tak nyaman dengan kehadiran sosok Virgo, Bela beranjak dari tidurnya dan menutup dadanya dengan selimut yang masih dipakainya. Kedua matanya terbelalak lebar menatap lelaki yang kini tengah memandanginya dengan ekspresi biasa saja.“Haish, apakah aku sejelek itu sampai kau berteriak?” sindir Virgo yang sudah berdiri dan melipat kedua tangannya di depa
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Alasan Mengapa Harus MenikahArya masih tak menyangka bahwa wanita yang pernah singgah di hatinya itu merobek buku rekeningnya begitu saja. Ia dapat melihat dengan jelas bagaimana sorot mata Bela yang menatapnya tajam. Wanita itu tak seperti biasanya. Ia memperlihatkan rasa bencinya terhadap Arya yang baru saja beberapa jam menyakitinya.“Bela, aku bisa mengerti jika kau masih sangat kesal bahkan mungkin membenci diriku.” ucap Arya pelan. “Tapi bagaimanapun juga, uang itu adalah milik kita. Dan sebagian besar adalah milikmu, hasil dari kerja kerasmu selama ini. Seharusnya kamu...”“Maka karena itulah aku harus menghancurkannya.” potong Bela kemudian. “Aku bekerja, mengumpulkan semua itu karena pernah memiliki mimpi yang indah denganmu. Tapi apa gunanya itu sekarang.”“Setidaknya, dengan uang itu kamu bisa menyelesaikan masalahmu dengan keluarga Arman, Bela.”Bela tersenyum smirk. Ia merasa aneh dengan wujud perhatian yang Arya tunjukkan kepadanya. Berminggu-minggu lelaki itu tanpa kabar, bahkan sedetik pun tak pe
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: Lelaki yang Manis... Menyadari bahwa dirinya tak sanggup untuk lama berdiri, Vander meminta Vanesha memapahnya ke sebuah kamar utama. Maka dengan susah payah Vanesha berusaha memapah tubuh besar itu untuk menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar utama. Dan beruntung Vanesha dapat bertahan membawa lelaki itu hingga membantunya tidur di atas ranjang. Perlahan-lahan Vanesha membuka sepatu kets yang Vander kenakan. Lalu membantu lelaki itu membuka kemejanya untuk menghilangkan rasa gerah. Ia juga mengatur suhu ruangan itu setelah mendengar interupsi dari Vander tentang suhu yang biasa ia pakai. "Tuan beristirahatlah, aku akan turun untuk menyiapkan air hangat.""Terimakasih Vanes..." tukas Vander seraya meraih tangan Vanesha, memandang wanita itu dengan mata sayu sebab suhu tubuh yang tak nyaman. Tentu genggaman itu berhasil membuat Vanesha berdebar, bahkan pipinya memerah karena sentuhan tangan Vander. Namun Vanesha tau diri. Karena tidak mungkin lelaki berperawakan sempurna itu akan menyukainya. "Sa
Last Updated: 2023-12-30
Chapter: Penawar LukaSetelah sepakat, Vander membawa Vanesha ke kediamannya. Bukan rumah keluarga besar dimana ada adik serta ibu Vander berada, namun tempat tinggal yang selama ini hanya di huni oleh Vander dan managernya. Vander mengajak Vanesha ke sana karena benar setiba mereka di sana terlihat seorang wanita berdiri di depan mobil mewah miliknya yang berparkir di depan rumah Vander. Di tengah terpesonanya Vanesha yang menamatkan wajah cantik wanita itu di kejauhan, ia dikejutkan dengan Vander yang tiba-tiba meraih tangannya. Seketika membuat jantungnya berdebar kencang saat menatap wajah nyaris sempurna Vander meski tanpa senyuman. “Kau hanya perlu di sampingku dan ikut masuk ke dalam. Apapun yang ia katakan ataupun yang ia tanyakan, kau tak perlu menjawabnya. Sampai di sini apa kau mengerti?” tukas Vander kemudian. “I-iya..” jawab Vanesha setengah gemetar ditatap tajam oleh Vander kala itu. “Ayo kita keluar!” Vanesha kembali mengangguk, lalu mengikuti langkah Vander keluar dari mobil setelah san
Last Updated: 2023-12-20
Chapter: Laki-laki Tua yang Mendebarkan! Mendadak keduanya terpaku. Baik Vanesha maupun Vander, keduanya terhanyut dalam debar. Vander merasa mata sejuk milik Vanesha itu menyihir dirinya. Namun kesadarannya dengan cepat merubah ekspresi wajahnya itu kembali datar. Ia tersenyum smirk dengan satu alis tebalnya yang terangkat seolah tengah menganggap remeh Vanesha yang masih terbelalak karena sikapnya. "Berdebar kan?" godanya tanpa peduli nyata benar dirinya pun jua tengah berdebar. Sontak hal itu membuat Vanesha tersadar dan langsung mendorong Vander agar menjauh dari tubuhnya. "Wanita di luar sana mungkin iya, tapi tidak dengan aku!" elak Vanesha sembari membuang pandangannya keluar jendela. Hal itu membuat Vander terkekeh. "Jelas pipimu memerah! Apa artinya jika bukan karena berdebar?!" Perkataan Vander membuat Vanesha perlahan meraba kedua pipinya. Lalu melirik lelaki yang sungguh berhasil menggodanya. "Itu karena blush on!" tukasnya lalu menarik diri dan membuang pandangannya ke arah yang berlawanan agar tak menatap
Last Updated: 2023-12-15
Chapter: Berdebar?‘I-ingin menyentuh? A-apa laki-laki gila i-itu sedang memperdalam perannya?! Tapi, me-mengapa matanya ketika menatapku...’ Tentu Vanesha tak bisa melupakan kata-kata akhir Vander yang tak hanya mengejutkan Nyonya Ana selaku ibunya, nyata perkataan itu sama mengejutkan bagi Vanesha. Terlebih lagi cara pandang Vander yang membingungkan. Membuatnya dilema tatkala melihat wajah itu ketika berlakon sebagai seorang kekasih di depan matanya. Hingga saat detik Vander tengah mengantar dirinya pulang pun sorot mata laki-laki itu benar-benar tak bisa ia lupakan. “Kita mampir ke mini market sebentar ya? Aku harus membeli beberapa benda untuk syutingku besok.” tukas Vander yang kemudian segera turun dari mobil setelah Vanesha menganggukkan kepalanya. Dari kaca jendela mobil yang nampak gelap dari luar itu ia memperhatikan langkah seorang aktor dengan pakaian serba hitam dan topi beserta masker bewarna senada yang ia kenakan. Ia mencoba menerka gerak tubuh yang sedang tampil misterius itu, Dahi V
Last Updated: 2023-12-05
Chapter: Menghadapi Ratu Sebenarnya! 'Sampai akhir hayat? Semudah itu ia mengatakannya?! Ck, benar-benar seorang aktor yang hebat!' batin Vanesha di sela senyuman yang ia layangkan pada semua mata kamera awak media di hadapannya. Ia hanya bisa menatap mereka dan tersenyum, sesuai bagaimana Vander memberi titahnya di dalam perjalanan tadi. Meski ada debar dasyat dalam benak ketika tangan besar Vander yang mulus itu menggenggam tangannya, Vanesha berusaha nampak se-relax mungkin. Selain ingin memenangkan sandiwaranya di depan awak media, ia juga tak mau membuat Vander yang selalu bangga dengan ketampanannya itu semakin besar kepala. "Cukup sampai di sini, kita akan bertemu di jumpa pers nanti, ya! Kami mohon pamit dulu, karena kebetulan Mama sedang menunggu di dalam!" jelas Vander yang seketika membuat para wartawan di hadapannya itu berbinar mendengar kalimat akhirnya. Mereka juga berdecak kagum sambil melanjutkan pengambilan gambar ketika sosok Nyonya Ana nampak menyapa mereka dari mulut pintu. Tentu kehadiran sosok ib
Last Updated: 2023-12-01
Chapter: Bukan CinderellaVanesha berdiam di depan loby apartement. Ia duduk di sofa panjang sembari memainkan ponselnya. Sesekali ia menghela napas, atau sekedar membenarkan posisi duduknya yang tak biasa dengan setelan dress mewah pemberian Vander. "Aku harus bagaimana jika bertemu dengan ibunya?" gumamnya sembari memutar-mutar ponselnya dengan satu tangan. "Dia memintaku bersikap apa adanya, seperti biasa, tapi dia memintaku berdandan seperti ini. Sungguh membingungkan!""Tak perlu bingung, karena aku bersamamu!"Vanesha terkejut ketika tanpa ia duga Vander sudah duduk di sampingnya. Lelaki itu dengan sangat enteng merangkul Vanesha hingga membuat beberapa orang yang berlalu di sekitar sama fokus pada mereka. Vanesha terpaku ketika Vander menatap matanya. Mendadak jantungnya berdegup kencang. Seolah dunia berhenti untuknya. "Tu-Tuan Va-Vander?"Vanesha sedikit kikuk menyadari bagaimana aktor tampan itu merangkulnya. Pipinya juga memerah saat menatap senyuman lebar superstar yang biasanya hanya ia pandan
Last Updated: 2023-11-29