LOGINNala Prasasatya merupakan wanita muda yang sangat menyukai cupcake. Kue berbentuk cup kecil itu memiliki rasa yang manis dan menggugah selera. Bentuknya yang mungil dan berwarna-warni menjadi pemikat tersendiri bagi Nala. Kecintaannya pada cupcake inilah yang membuat Nala sering mendatangi toko yang menjajakan beraneka ragam rasa dan warna kue cup ini. Siapa sangka karena kunjungannya ke toko cupcake itulah Nala bertemu dengan sang pemilik toko yang beridentitas sebagai pria single. Pemilik toko cupcake itu rupanya sedang mencari seorang wanita yang siap untuk menjadi calon istrinya. Laki-laki itu adalah Sandrio Dinanta, yang biasa dipanggil dengan Sandrio. Akankah perjalanan cinta Nala dan Sandrio semanis rasa krim cupcake kesukaan mereka? Simak kelanjutannya di sini.
View MoreSandrio telah lama memperhatikan Nala kali ini. Meskipun perempuan itu sedang meminum jus jeruk dingin darinya tetapi wajahnya tetap menawan. Tak terlihat sama sekali jika Nala sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya.Setelah Nala selesai minum, barulah perempuan itu menaruh segelas yang sudah kosong ke atas meja kembali. Dengan kesadaran penuh, Sandrio menuang lagi jus jeruk dari teko ke dalam gelas kosong tersebut."Jadi dari keluargaku, mereka sudah menyetujui jika kita menjalin hubungan mesra bersama," kata Sandrio.Sontak seluruh keluarga menoleh kepada Sandrio seakan-akan ada sesuatu hal yang terlewatkan. Bukan tanpa main, sebab Nala sendiri terhitung masih baru di dalam keluarga ini. Tentu saja ibunda hingga bapak kandung Sandrio merasa masih enggan untuk menerima Nala. Utamanya sang bapak, tentunya harus lebih bisa mengenali Nala sebagai pasangan dari si putra tunggal."Bolehkah kutahu, siapa namamu sebenarnya?" tanya bapak kandung."Saya Nala Prasasatya. Pan
"Jadi karena itu kamu datang kemari," kata ibunda Sandrio.Suaranya terdengar begitu sinis, dan terkesan tidak ramah. Apalagi saat Nala memperhatikan wajah ibu kandung dari Sandrio, tentunya sangat tidak bersahabat.Meskipun begitu, Nala tetap berusaha untuk bersikap baik di hadapan ibu kandung Sandrio. Nala tetap menunjukkan senyum di bibir, dan pandangannya masih tampak sabar dalam menghadapi perilaku tidak menyenangkan dari ibunda Sandrio."Sandrio yang memiliki rencana untuk mempertemukan aku dengan Tante dan keluarga," kata Nala, mengungkapkan kejadian yang sebenarnya.Ibunda Sandrio tidak memberi tanggapan atas perkataan Nala. Tetapi lebih memilih untuk membuang wajah. Sekarang perhatiannya tertuju kepada pria yang menjadi putra kesayangan."Lalu apa maksudmu aku akan memberikan izin kepada perempuan ini untuk kalian menjalin asmara bersama?" tanya sang ibunda kepada Sandrio.Setelah mendengar perkataan dari sang ibunda, Sandrio mengangguk dengan yakin. Tidak ada keraguan lagi d
Sandrio mengangguk, lantas bibirnya melengkungkan senyum dengan sempurna. Laki-laki dengan pakaian berjenis kemeja linen lengan panjang berwarna hijau itu tampak serasi dengan Nala yang mengenakan dress midi tosca.Saat ini wajah sepasang kekasih yang baru menjalin hubungan itu sedang bahagia. Nala terlihat senang dengan pipi merona merah, sedangkan Sandrio terlihat tersenyum lebar karena senang bisa mendapatkan pasangan seperti Nala.Sandrio masih memegang kendali atas kemudi mobil. Hingga tiga puluh lima menit kemudian, Sandrio menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah dengan bangunan yang megah dan besar. Rumah yang terlihat begitu anggun itu didominasi oleh cat berwarna putih dan kuning."Ayo turun, kita sudah sampai di depan rumahku," kata Sandrio.Nala terperanjat ketika Sandrio mengucapkan bahwa bangunan besar dan megah, berlantai tingkat dua itu adalah rumahnya. Tatapan mata Nala kini tertuju kepada bangunan dengan pagar besi yang menjulang tinggi. Sungguh berbeda dengan rum
Nandea mengangguk, ia lantas mengarahkan pandangan kepada kakak perempuannya, Nala. Sembari menikmati cupcake rasa raspberi, Nandea memperhatikan wajah Nala yang berseri."Lantas, kak? Kenapa kakak tiba-tiba cerita tentang pemilik toko cupcake itu," ujar Nandea."Pemilik toko cupcake itu sekarang sudah menjadi pasanganku. Baru saja dia dan aku meresmikan hubungan kami," kata Nala.Seketika itupula Nandea terperanjat. Matanya membulat seketika, dan hampir saja dirinya tersedak. Jika bukan karena ucapan kakaknya, mungkin Nandea tidak akan minum air saat ini.Nandea mengarahkan tatapan matanya kepada Nala, sekali lagi. Setelah berhasil meneguk beberapa air, Nandea mengatur napas."Jadi kakak sekarang punya hubungan mesra dengan si pemilik toko cupcake langganan kakak?" tanya Nandea masih tidak percaya."Ya, dan besok adalah kencan pertama kami. Sebenarnya aku sedikit gugup, kamu kan tahu sendiri jika aku tidak pernah berkencan dengan lelaki sebelumnya," ujar Nala.Nandea manggut-manggut,
"Hebat sekali Bapak. Sudah mengurus toko, tetapi masih harus meluangkan waktu untuk memeriksa kualitas tepung. Pantas saja jika tidak punya waktu untuk memikirkan pasangan," kata Nala."Ya, tetapi di usia sekarang sepertinya yang saya butuhkan adalah seorang wanita yang mau memahami saya. Seorang w
Seorang wanita cantik dan berparas lembut sedang berjalan menelusuri jalanan kota Kembang. Pakaian maxi dress motif bunga merahnya mengembang karena tertiup angin. Namanya adalah Nala Prasasatya, usianya terbilang masih muda.Wanita yang kerap dipanggil Nala itu hendak menuju ke toko cupcake yang b












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.