author-banner
IntanFa
IntanFa
Author

Novels by IntanFa

Menyerahkan Diri Menjadi Kesayangan Tuan Mafia

Menyerahkan Diri Menjadi Kesayangan Tuan Mafia

"Dimana ibuku? cepat katakan!" Mahira Kamala harus pasrah dijual ayah kandungnya sendiri demi keselamat sang ibu kepada mafia berdarah dingin Kenrick Alonzo. Hidup mewah dan diratukan hanyalah iming-iming ayah dan ibu tirinya kenyataannya disana seperti penjara emas. Bagaimana kehidupan Mahira setelah dalam genggaman Tuan mafia?
Read
Chapter: Berserah
Mahira mengernyitkan dahinya, sedikit pergerakan membuatnya merasakan sakit ngilu di area sensitifnya itu. Bahkan untuk bangkit dari tempat tidur ia begitu kesulitan, tapi ia paksakan karena ingin membersihkan diri yang sudah kotor itu.“Mau kemana?” cetus Ken dengan suara paraunya.“A–aku mau ke kamar mandi,” jawab Mahira tersendat.Ken tidak bicara lagi dan Mahira melanjutkan langkahnya yang sempat tersendat itu. Masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower-nya, berdiri di bawahnya dan sekarang tubuh itu telah basah. Air mata telah bercampur membasahi tubuh mungil itu, menyesal tidak ada artinya lagi.“Bu, ini semua demi ibu. A–aku rela melakukan apapun agar ibu tetap hidup dan tunggu aku, aku akan segera membawamu pergi dari pria jahat itu!” lirihnya.Merasa sudah mendapatkan kekuatan lagi, Mahira menyelesaikan mandinya dengan cepat. Ia tidak ingin membuat Ken marah.Sementara Ken masih berbaring di tempat tidur, kemudian ponselnya berdering dan ia ban
Last Updated: 2026-02-26
Chapter: Pembuktian
Rasa penasaran itu harus terkubur sementara sampai Tuan Ken kembali. Bertanya pada pelayan dan pengawal percuma saja karena mereka punya aturan ketat tentang tidak memberi informasi apapun.Dua hari berlalu dan Ken kembali ke rumah di tengah malam dengan keadaan luka-luka. Dokter pribadi khusus datang untuk merawat Ken.“Kau ini, senang sekali turun tangan sendiri padahal anak buahmu banyak. Alhasil luka-luka lagi, kan? Bosen banget aku mengobatimu!” tutur dokter Arga. Terdengar akrab memang mereka adalah teman sekolah dulu.“Aku ingin semua selesai lebih cepat!” jawab Ken datar.“Untung besar dong?”“Yasudah pasti.”“Eh, bukannya beberapa waktu lalu kau menikah? Dimana istrimu, aku tidak melihatnya?” tanya Arga.“Untuk apa kau melihatnya? Tidak boleh!” jawab Ken.“Diihhh luluh juga ternyata sama cewek.”“Hehh kau bicara terus dari tadi. Sudah selesai belum? Kalau sudah sana cepatlah pergi. Kau tetap disini aku tidak akan membayarmu!” anc
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: Rangga mencari Mahira
Sinar matahari yang menyilaukan membuat Mahira terbangun. Ia terduduk seraya mengucek matanya untuk menjernihkan pandangan. Melihat di sampingnya tempat tidur masih rapi.“Apa Tuan Ken semalam tidak pulang? Atau tidur di kamar lain?” gumam Mahira.Waktu menunjukkan pukul delapan pagi, ia bangun terlambat. Bergegas beranjak dari tempat tidur dan membersihkan diri lalu menggunakan pakaian yang sudah tersedia.Menyadari dalam ruang wardrobe hanya ada pakaiannya saja, ia menyimpulkan kalau kamarnya terpisah dengan kamar Tuan Ken dan itu membuat hatinya sedikit lega.“Apa yang aku lakukan sekarang? Aghhh perutku lapar, lebih baik aku sarapan terlebih dahulu!”Keluar dari kamar dan mendapati dua penjaga masih ada disana. “Gak tidur mereka?” batin Mahira.“Selamat pagi Nona ...” sapa penjaga itu.“Selamat pagi. Saya mau ke meja makan untuk sarapan!” ujarnya melapor agar tidak ada pertanyaan aneh-aneh.“Silakan Nona ....”Mahira berjalan dan dua
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: Penjara
Menatap istrinya yang masih mengenakan gaun pengantin, keluar dari rumah itu tanpa membawa apapun. Kemudian Ken mengisyaratkan pada Fattan untuk membelikan pakaian dan barang-barang baru untuk Mahira.Tanpa penjelasan lebih lanjut, Fattan mengerti dan berlalu pergi.“Kau sudah menjadi istriku sekarang? Apa kau tahu tugas-tugas apa yang harus kau lakukan?” tanya Ken bicara tanpa melihat Mahira.“Aku tidak tahu apa-apa,” jawab Mahira datar.“Cukup menjadi istri yang penurut dan melayaniku setiap malam!” ungkap Ken.Di bawah meja tangan Mahira mengepal, lalu wajahnya ia angkat menatap suaminya yang sama sekali belum ia kenali. Merasa semurahan itu, di nikahi hanya untuk pemuas nafsunya saja.“Kau tidak perlu menatapku seperti itu, tidak ada gunanya marah kepadaku!” cetus Ken. Tanpa melihatnya ia tahu kalau Mahira menahan amarah padanya.“A–aku masih tidak habis pikir dengan ayahku sendiri yang tega menjualku untuk melunasi hutang yang bahkan aku sendi
Last Updated: 2026-01-02
Chapter: Pernikahan dadakan
Dengan langkah kaki yang berat, Mahira berjalan menuju meja akad lalu duduk di samping pria asing itu. Pria yang sama sekali belum pernah ia temui. Jantungnya semakin bergetar hebat, keringat dingin sudah bercucuran dan tangannya begitu gemetar.Ini adalah pernikahan resmi secara agama dan negara. Ternyata Khairi sudah menyiapkan itu semua dari jauh-jauh hari. Membuat rasa benci pada ayahnya semakin besar.Saat kata sah terucap dari para saksi, kehidupan baru Mahira akan di mulai.“Silakan kedua pengantin menandatangani berkasnya,” titah penghulu yang duduk di hadapan mereka.“Kalian sudah sah menjadi suami istri. Semoga hidup kalian di liputi kebahagiaan ...” ujar penghulu kemudian berlalu pergi. Pernikahan yang begitu singkat tanpa tamu undangan.Hanya keluarga inti Mahira dan beberapa orang berpakaian hitam-hitam yang menyaksikan pernikahan itu. Bahkan keluarga Ken sendiri tidak tampak hadir.Ken berbalik badan menatap Mahira yang tertunduk lesu. Mer
Last Updated: 2026-01-01
Chapter: Pasrah demi sang ibu
Dengan nafas terengah-engah, Mahira akhirnya sampai di kediaman Khairi–sang ayah. Menatap bangunan megah tiga lantai di hadapannya, rumah yang menjadi saksi tumbuh kembangnya selama lima belas tahun terakhir. Tidak terasa sudah delapan tahun Mahira dan Paramita–ibunya–meninggalkan rumah ini. Ia mengusap air matanya yang membasahi pipi kemudian melangkahkan kakinya memasuki rumah itu. “Aku kembali kemari untuk mencari ibu. Entah apa mau ayah membawa ibu pergi diam-diam saat aku sedang tidak di rumah?” gumamnya. Pelayan membukakan pintu rumah dan mempersilakan Mahira masuk. Ternyata semua orang sudah menunggu kedatangan Mahira. Khairi, Cecilia–ibu tirinya dan kedua adik kandungnya Ruby dan Rebecca. Akan tetapi, di sana tidak terlihat keberadaan Paramita sehingga membuat Mahira meradang. “Di mana ibuku? Cepat katakan!” Ruby dan Rebecca mendekat pada Mahira dan memeluknya. Di antara mereka tidak ada yang berani bicara kar
Last Updated: 2026-01-01
Suami kontrak jodohku

Suami kontrak jodohku

Aruna melarikan diri dari ibu tirinya dan tidak sengaja bertemu dengan Valda yang tiba-tiba mengajaknya menikah kontrak untuk menghindari perjodohan. Banyak yang Aruna pertimbangkan akhirnya setuju. akan tetapi, masalah tidak berhenti sampai disitu. Ibu tirinya tetap mengejar Aruna dan keluarga Valda tidak sepenuhnya menerima Aruna dan memperlakukannya dengan tidak baik. Bagaimana Aruna menjalani pernikahan kontraknya? Apakah Aruna akan mendapatkan kebahagiaan?
Read
Chapter: Bab 91 - Kebenaran yang sulit
Kabar bahagia itu seperti angin segar untuk hubungan Valda dan Aruna. Mereka benar-benar memulai semuanya dari awal, dengan cinta yang penuh dan pastinya dengan restu. “Aku tidak menyangka ...” ujar Aruna mendongak menatap Valda. Ia berada dalam pelukannya duduk berdua di sofa apartemen mereka. “Dunia ini sempit ternyata!” balas Valda. “Hmmm ... pasti papi juga bahagia melihat kita menikah, jadi kangen papi,” ujarnya seraya mengeratkan pelukannya. “Oke, besok kita ziarah ke makam papi mami ...” ucap Valda.“Terima kasih. Setelah ini, apa pun yang terjadi kita harus selalu bersama. Jangan pernah tinggalkan aku, aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu!” tatap Aruna.Valda tersenyum lalu mengecup dahi Aruna dengan lembut seraya berkata “tentu saja.”Terdengar pintu ada yang mengetuk. Aruna bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang datang. Sungguh terkejut saat melihat Delova sudah berada di depan pintu dengan menatap Aruna berlinang air mat
Last Updated: 2025-12-23
Chapter: Bab 90 - Kebenarannya
Valda dengan antusias menceritakan kebenaran yang terungkap itu pada Defria dan sama tidak menyangkanya. “Mungkin salah kita juga karena waktu pernikahan kalian, kita tidak peduli sehingga sampai tidak tahu nama papi Aruna,” jelas Defria. “Ya semuanya sudah terjadi, mungkin sekarang kita mulai lagi semuanya dari awal. Awal yang baik tentunya ...” timpal Valda. “Maafkan papa dan mama sebelumnya bersikap kurang baik padamu. Mulai hari ini, kita mulai lagi semuanya. Apakah kalian ingin melakukan resepsi ulang secara besar-besaran? Papa rasa itu harus di lakukan karena pernikahan kalian sebelumnya hanya di hadiri kerabat dan relasi dekat saja,” tutur Chand. Aruna dan Valda saling melihat seraya tersenyum tipis. “Benar itu,” timpal Defria. “Sepertinya itu ide yang bagus. Sebelumnya aku juga tidak mengundang teman-temanku,” timpal Valda. “Baiklah kalau begitu. Papa akan mengatur semuanya, menyelenggarakan pesta y
Last Updated: 2025-11-29
Chapter: Bab 89 - Jodoh
Valda menyusul Chand ke ruangan kerjanya. “Papa ....” “Ada apa lagi?” tanya Chand tanpa memedulikan kehadiran Valda. “Pa, jangan marah padaku dan Aruna seperti ini. Ya, aku tahu papa ingin kita semua berkumpul. Akan tetapi, aku juga tidak ingin rumah tanggaku berantakan.” Valda menjelaskannya. “Jadi benar, Aruna yang memintamu untuk pergi dari rumah ini?” cetus Chand. “Bukan begitu, pa. Aku hanya ingin membuat Aruna nyaman. Setelah kejadian kemarin tentang kesalahpahamannya dengan Delova, itu membuatnya takut,” jawab Valda. Chand menatap Valda dengan pasrah. Tidak ada gunanya bersikap selalu egois dan malah membuatnya semakin jauh dengan Valda. “Pa, jarak dari apartemen ke rumah ini tidaklah jauh. Mungkin nanti kami bisa setiap hari datang ke rumah ini. Pa, kebahagiaanku dengan bersama Aruna!” tegas Valda. Sementara itu, Aruna yang mendengar percakapan mereka merasa semakin bersalah. “
Last Updated: 2025-01-20
Chapter: Bab 88 - Kembali bersama
“Delova ...” panggil Valda.“Ada apa?” tatap Delova heran.Valda mencoba mengontrol emosinya, bagaimana pun dengan keadaan Delova seperti ini membuat hatinya terenyuh dan merasa kasihan.“Hmmm ... aku tahu kau menemui Aruna. Katakan jujur padaku, apa yang kau katakan padanya? Aku memang mengikhlaskannya untukmu, tapi kau tidak bisa sembarangan memfitnahku!” ungkap Valda.Chand dan Defria menghampiri mereka berdua. Berdiri diantara mereka dan mencoba menghentikan Valda agar tidak melakukan hal yang tidak-tidak.“Jangan sakiti adikmu lagi!” cetus Defria.“Papa tahu ini semua salah perempuan itu!” tunjuk Chand pada Aruna yang berdiri di pintu kamar.Aruna menatap semua orang bergantian, apa yang sekarang terjadi memang salah dirinya.“Apa maksud Papa? Jangan salahkan Aruna seperti itu!” timpal Delova membela Aruna.Valda menatap Delova dengan penuh amarah. Aruna tahu kemarahan itu dan harus menghentikannya.“Tu–tunggu ... emmmh Valda, k
Last Updated: 2025-01-08
Chapter: Bab 87 - Salah paham lagi
Aruna melangkah dengan sembarang, sesekali wajahnya menengadah menatap langit yang mulai meredup. Lampu-lampu jalanan cukup terang menyinari langkahnya.“Apakah Elisha benar-benar serius dengan apa yang di katakannya? Tapi Valda mengatakan hal lainnya,” gumamnya.“Aruna ....”Sebuah mobil hitam berhenti dan terdengar suara tidak asing memanggilnya.Aruna menoleh ke arah sumber suara dan senyuman tersungging di bibirnya.“Delova ...” mendekati mobil itu dengan antusias.“Kau mau kemana?” tanya Delova. Ia bicara dari dalam mobil dan hanya membuka kaca mobilnya.“Aku mau pulang, barusan habis ngajar les piano,” jawabnya.Delova membuka pintu mobil dan meminta Aruna untuk masuk. Ia akan mengantarnya pulang.Awalnya Aruna menolak karena merasa tidak enak, tapi Delova memaksanya. Terpaksa ia masuk dan di antar pulang oleh Delova.“Kau sudah lebih baik?” tanya Aruna penasaran. Bagaimana pun ia sangat khawatir pada keadaan Delova.“Aku
Last Updated: 2024-12-17
Chapter: Bab 86 - Les piano
Saat makan malam, Elisha datang menghampiri semua orang tanpa rasa malu. Sekarang ia berani kembali datang setelah tahu Aruna pergi.Defria dan Chand menyambutnya dengan ramah sama seperti sebelumnya. Sementara Valda merasa risih dan tidak nyaman.“Kenapa dia datang lagi kemari?” ujar Delova.Karena selesai makan, Valda beranjak pergi meninggalkan meja makan tanpa bicara dengan siapa pun.Elisha menatap kepergian Valda dan ia harus mengerti mendekatinya pelan-pelan membiarkannya pergi begitu saja.Keesokan harinya ....Di sore hari Aruna pergi ke rumah Grace untuk mengajari Briel bermain piano. Ia memulai pekerjaannya dengan semangat dan riang.Grace menyambutnya dengan hangat dan membawanya ke ruangan musik.“Hallo kakak cantik ...” sambut Briel.“Haiii cantik ... apa kau siap? Wah pianomu sangat bagus. Aku juga punya piano–“ cetusnya lalu bicara terhenti karena teringat dengan piano yang Valda belikan.“Cepatlah kakak, aku tidak sa
Last Updated: 2024-12-16
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status