共有

Bab 8: Semuanya Sudah Siap

作者: ashlair
last update 公開日: 2026-06-18 21:17:03

[Maria]

Damian tidak ada di sampingku ketika aku bangun tidur pagi ini. Tirai di kamar masih tertutup padahal sudah jam 10. Tidak ada suara vacuum cleaner atau langkah kaki manusia di lorong. Pasti belum ada pelayan yang ke lantai dua.

Aku membilas wajahku di wastafel sambil mengingat-ingat apa yang terjadi.

Kepalaku benar-benar kacau semalam setelah Cecilia menelepon. Aku pikir berbulan-bulan jauh dari mereka sudah akan membuatku lupa dan baik-baik saja. Tapi melihat nama dan mendengar suaranya saja terasa menyiksa buatku.

Aku turun ke bawah lalu duduk di meja makan dengan sarapan yang sudah disiapkan. Ines, pelayan yang biasa mengurus keperluan pribadiku, buru-buru menghampiriku.

“Tuan Lee sudah berangkat, Nyonya.”

“Aku tahu. Ini sudah jam segini.”

“Maaf, Tuan Lee bilang Nyonya tidak perlu dibangunkan.”

“It’s okay.”

Aku tidak menyalahkannya. Aku cuma tidak biasa bangun sesiang ini. Sambil memijit kepalaku, aku berusaha mengingat apa yang harus aku lakukan hari ini.

Pertama, untuk ulang tahun ayah, aku tidak punya waktu untuk membeli baju baru karena acaranya lusa. Tapi aku harus membelikan sesuatu sebagai hadiah untuknya. Mungkin wine dari Bellmoire, aku ingat ayah suka itu.

Lalu, aku juga harus menyiapkan sesuatu yang ceritanya hadiah dari Damian untuk ayah.

Ah, aku juga harus membereskan urusanku dengan sekretaris baru Damian. Kontraknya denganku harus segera kuurus di lawyer. Kulirik jam dinding, jika aku mengurusnya hari ini, mungkin besok pagi draftnya sudah bisa kuambil. Aku harus memastikannya selesai dan menandatangani kontrak denganku duluan sebelum ia menandatangani kontrak dengan HR.

“Ines, aku akan keluar sendiri hari ini tanpa supir. Bilang pada James ia bisa libur dua hari ini.”

“Baik, Nyonya.”

***

Hari berikutnya.

Satu hari berlalu tanpa ada hambatan berarti.

Rencanaku sejauh ini masih berjalan mulus. Kemarin, aku sudah bertemu dengan sebuah private lawyer kecil yang independent untuk membuat draft kontrak Hannah Barker.

Hari ini, aku akan membuatnya menandatangani kontrakku.

Sengaja aku meminta Hannah Barker untuk bertemu di Bellmoire supaya aku bisa membeli wine untuk ayah sekaligus.

Pagi ini, draft kontrak baru saja kuambil. Kuakui kerjanya bagus dan cepat. Aku suka ia menyusun hal-hal yang kuminta menjadi pasal-pasal yang menguntungkan buatku. Aku sudah membacanya dengan teliti.

Begitu di mobil, kacamata hitam dan topi aku lepas. Hanya berjaga-jaga, aku tidak ingin ada yang melihat aku keluar dari kantor pengacara.

Kontraknya kumasukkan ke dalam amplop yang kubeli sendiri. Juga memasukkan sejumlah uang dari ATM yang kuambil sendiri ke dalam amplop. Aku juga tidak diantar supir untuk pergi ke sini, atau ke tempat pertemuanku dengan Hannah Barker setelah ini.

Aku harus terbiasa melakukan semuanya sendiri untuk rencanaku, karena tidak boleh ada yang tahu.

Setibanya di Bellmoire, aku baru mengecek ponselku dan mendapati Hannah Barker mengirimkan pesan untukku beberapa menit lalu. Aku tidak membalas dan buru-buru masuk ke dalam café.

Bellmoire tidak terlalu asing bagiku karena ayah beberapa kali mengajakku ke sini. Tanpa yang lain, tentu. Kubilang pada pelayan bahwa aku sudah memiliki janji sehingga tidak perlu dicarikan meja kosong. Tidak sulit menemukan gadis berambut cokelat itu dari pintu masuk.

Aku berjalan ke arahnya lalu duduk tepat di hadapannya.

Dia mungkin lapar karena menungguku entah berapa lama. Aku memanggil pelayan untuk memesankan makanan untuknya. Tapi ia malah hanya memesan air putih.

“Itu saja?”

Hannah mengangguk mantap.

Oh, mungkin ia sedang diet.

Aku memperkenalkan diri sebagai istri Damian kemudian menjelaskan padanya tentang hal khusus yang harus ia lakukan.

Dari ekspresi wajahnya, terlihat ia masih belum paham yang aku bicarakan. Mungkin ia bingung sejak awal. Jadi kubiarkan ia memproses semua ini sambil menjelaskan lagi pelan-pelan.

Ia mengira ia akan menjadi mata-mata. Nyatanya ia akan jadi wanita penggoda. Kubiarkan kesalahpahaman itu, toh ujungnya dengan kontrak ini ia akan bergerak sesuai dengan perintahku.

Hannah terlihat lebih tertarik dengan uangnya daripada isi kontraknya. Yang mana tidak masalah buatku. Dari awal, dia sudah bilang bisa melakukan pekerjaan apapun bukan? Apapun isinya harusnya tidak masalah buatnya.

Aku hanya perlu meyakinkannya dengan uang. Itu yang ia butuhkan kan?

Ia tampak khawatir dengan risiko, tapi aku bisa meyakinkannya.

Lagipula apa yang akan terjadi padanya? Tidak ada. Paling-paling ia hanya kehilangan pekerjaan. Justru yang bahaya adalah posisiku. Makanya aku susah payah menyusun kontrak ini supaya Hannah Barker tidak membocorkannya ke siapa-siapa.

Hannah Barker tidak menyentuh makanan yang kupesankan untuknya sama sekali dan pergi dengan membawa botol air mineralnya. Oh, dia hampir memberikanku selembar uang dari amplop yang kuberikan, katanya untuk membayar pesanannya.

Pfft. Lucu sekali.

***

Malam ini, Damian pulang agak terlambat.

Setidaknya begitu pesan masuk yang aku terima, ia bilang akan terlambat. Aku mengira Damian Lee akan pulang larut malam, tapi tidak, ia hanya lewat tiga puluh menit dari waktu yang biasa.

Yang mana kali ini aku tidak mempermasalahkan hal itu. Aku katakan padanya tadi siang bahwa ada hal yang ingin aku bicarakan malam ini, hal yang cukup penting bagiku. Jadi lebih cepat ia pulang, lebih baik untukku.

Sebenarnya, aku menunggunya pulang untuk mengajaknya ke pesta ulang tahun ayahku.

Ketika pulang kerja, Damian membawa pulang sebuket bunga lily dan sekotak hadiah.

Istri lain mungkin akan tersipu dan terharu ketika suami mereka pulang dengan membawakan bunga. Tapi aku tidak. Karena aku tahu itu bukan untukku.

“Apa itu?”

“Besok kita harus menghadiri acara ulang tahun ayahmu, bukan?” Ia mengangkat kotak kecil di tangannya. “Jam tangan untuk ayahmu.”

Ah, aku mengangguk paham. Ayah mungkin sudah mengundangnya secara langsung. Baguslah, aku tidak perlu memohon Damian untuk datang.

“Kau tidak perlu membawakan bunga untuk ibu.” Aku berkata dengan getir sambil meraih bunga di tangannya. “Lagipula ibu benci bunga lily.”

Bahkan benci mendengar nama itu.

Aku memanggil Ines dan menyuruhnya menyingkirkan bunga itu dengan gestur tangan.

“Tapi terima kasih sudah membeli ini.” Tanganku meraih kotak di tangannya. “Sebetulnya aku sudah membeli wine kesukaan ayah untuk hadiah.” Aku menambahkan, “Kupikir kau tidak akan datang.”

Damian memandangku seolah aku mengatakan hal yang mengecewakan.

“Bagaimana mungkin aku tidak datang acara ulang tahun mertuaku?”

Ah, benar. Mereka punya relasi yang harus dijaga. Tidak bagus di mata orang-orang jika menantu tidak datang di acara penting mertuanya. Apalagi Damian akan membawa nama keluarganya dan RQL group.

Aku tahu betapa bencinya Cecilia dan ibunya padaku dan betapa mereka tidak menginginkan kehadiranku di sana besok.

Seandainya mereka tidak menghargaiku sebagai anak ayah,

setidaknya mereka akan terpaksa menghargaiku sebagai istri Damian Lee.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 118: Pelaku

    [Hannah]“Lucy?” Hannah menyebut namanya secara refleks.“Siapa itu?”“Sekretaris di tim asisten eksekutif sepertiku.” Hannah mengulum bibir cemas. “Aku berharap bukan dia tapi sepertinya memang iya.”“Dengar, aku sudah bilang kan kalau aku tidak tahu itu siapa. Kau harus berpikir objektif.”“Kau tidak tahu, Kevin. Dari sejak aku digosipkan di kantin, aku melihat Lucy membicarakanku di grupnya.”Hannah menggigit bibir. Sebenarnya Hannah tidak tahu siapa yang dibicarakan di grup Lucy tapi memangnya siapa lagi yang dicemooh dan ditertawakan ramai-ramai waktu itu? Dan sikap Lucy yang defensif membuatnya semakin curiga.“Kalau dipikir secara adil, banyak orang yang membicarakanmu. Kau jadi topik yang sedang ramai di forum itu. Karyawan yang aktif di sana pasti tahu lebih awal. Dan mereka mungkin menggosipkannya dengan karyawan lain yang ada di sekitar mereka di kantor.”“Kau yang bilang sendiri kan kalau subnet apa pun itu dari lantai 10?”“Ya, dan karyawan yang bekerja di lantai 10 itu b

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 117: IP

    [Hannah]Hannah baru sadar bahwa ia ketiduran di sofa Kevin Liu lagi. Ia tidak ingat mengambil selimut tadi malam, tapi entah mengapa sebagian tubuhnya tertutup selimut. Mungkin Hannah mengambilnya saat mengigau karena tidak mungkin Kevin yang melakukannya.Entah kenapa, sofa Kevin selalu membuatnya ketiduran meskipun Hannah biasa kesulitan tidur saat sedang banyak pikiran. Kalau ia tidur sendiri di rumahnya, sudah pasti tidak akan sepulas ini.Hannah menjulurkan tangannya, meraba-raba meja di samping sofa untuk mengambil ponselnya. Sudah pukul 6 pagi. Kevin mungkin masih tidur di kamarnya. Ia bangkit dari sofa, kemudian menghampiri pintu kamar Kevin yang sedikit terbuka.Hannah mengetuknya dua kali sebelum mendorongnya sedikit.“Kevin?”Di kamarnya, Kevin masih terlihat duduk di depan komputernya.“Kau tidak begadang semalaman, kan?” tanya Hannah dengan mata yang masih memicing karena mengantuk sambil menghampiri lelaki itu.Dua kaleng kopi yang sudah habis di mejanya mungkin sudah c

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 116: Akun

    [Hannah]“Aku mencoba menelusuri linimasa kapan pertama kali gosip itu muncul. Ada beberapa akun yang membicarakan gosip itu pada waktu yang sama.”“Beberapa? Berapa banyak?”“Lebih dari lima. Mungkin sepuluh? Aku tidak menghitungnya. Dan akun-akun itulah yang mengarahkan opini dengan membuat begitu banyak unggahan tentangmu, totalnya ratusan, mungkin ribuan. Mirip akun bayaran.”Jantung Hannah serasa diremas.“Yang membenciku sebanyak itu?”Hannah bahkan tidak mengenal sampai sepuluh orang di kantor. Ia masih bisa memahami jika ada orang yang tidak menyukainya. Ia memang bukan orang yang sempurna. Tapi membencinya sampai sesengaja itu?Sebenarnya apa salah Hannah?“Dengar, banyak akun belum tentu berarti banyak pemilik. Bisa saja semuanya dimiliki satu orang. Tidak ada proses verifikasi di forum itu. Siapa pun bisa mendaftar sebanyak

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 115: Sup Ayam

    [Hannah]Pencarian dengan kata kunci “Hannah” menghasilkan lebih dari 1.000 unggahan. Tapi bukan itu saja. Mereka juga membicarakannya dengan menggunakan kata kunci “HB”, “Perusak Rumah Tangga”, atau berbagai hinaan lainnya.Hannah nyaris tidak berkedip melihat begitu banyak tulisan itu. Sebagian besar tidak berdasar dan ditulis dengan nada yang sangat merendahkan. Padahal, kemungkinan besar mereka yang menulisnya bahkan tidak mengenalnya.Bola matanya bergerak cepat membaca satu demi satu unggahan itu.[Hannah Barker ada di kantor bos lagi. Pasti sedang membahas 'sesuatu' sampai tiga jam.][Aku lihat Hannah Barker baru turun dari lantai 10. Dia lembur lagi. 'Rajin' sekali, yaaa.][Aku juga lihat Hannah Barker keluar kantor sepuluh menit setelah bosnya. Kebetulan yang sangat kebetulan.][Lucu juga, perjalanan dinas kok harus mengajak sekretaris baru yang tidak

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 114: Bahagia

    [Maria]“Bagaimana menurutmu?”Damian memaksaku untuk memberi jawaban meskipun aku tidak ingin mengiyakan ataupun menolak. Membuatku terpaksa mengangguk menyetujui idenya.“Itu ide yang bagus,” kataku sambil menyuap mousse cokelat itu tanpa menatap matanya.Aku menunduk menatap makananku, tidak mencoba membaca ekspresinya. Apakah dia bahagia? Atau biasa saja?“Maria.”Ia memanggilku, membuatku sedikit tersentak.“Apa kau bahagia?”“Ya, tentu saja. Liburan ini cukup menyenangkan,” jawabku tanpa berpikir panjang.Aku tidak berbohong kali ini. Aku memang cukup puas dengan apa yang kudapatkan selama liburan. Hotel yang bagus, udara yang segar, makanan yang enak. Bahkan hal yang kupikirkan sebelum berangkat, soal pakaian dalam itu, ternyata tidak seburuk yang kubayangkan.“Bukan itu maksudku.” Damian menarik

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 113: Makan Malam

    [Maria]“Maafkan aku. Seharusnya kita punya agenda lain sore ini, tapi jadi batal,” ujarnya sambil mengenakan pakaiannya kembali.“Tidak apa-apa.”Salahku juga yang tiba-tiba mengenakan pakaian itu. Pakaian seperti itu memang diperuntukkan untuk menggoda. Damian pasti menafsirkannya seperti itu.“Kau tadi...” Ia berusaha keras ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak bisa.“Tidak apa-apa,” ulangku.Ia tidak perlu mengatakan apa-apa atau berkomentar apa-apa. Aku bahkan tidak mau membahas soal ini.“Kau tadi sangat... menggoda. Dan...” Ia memalingkan wajahnya. “Aku tidak bisa menahan diri.”Aku menundukkan kepala, menyembunyikan lengkungan senyum yang muncul di wajah.Aku mengulum bibir, menenangkan diri. Itu bukan sebuah pujian dan seharusnya aku tidak merasa senang. Itu hanya efek dari mengenakan pakaian itu. Artinya, jika Hannah Barker menggunakannya, pakaian itu akan sangat efektif u

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 9: Aku Tidak Akan Membiarkanmu Bahagia

    [Cecilia]Rumahnya berisik sejak pagi. Suara bising dari para tukang masak yang menyiapkan hidangan, tukang kebun yang menata anggrek dari pintu masuk, para pelayan yang biasanya membersihkan rumah dalam senyap. Mereka selalu sibuk jika hari-hari penting seperti ini tiba.Keluarga Wang sudah terbias

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 7: Kontrak yang Berbahaya... atau Tidak?

    [Hannah]Kedai roti yang sama, aroma butter yang sama, tapi bagi Hannah, hari ini terasa jauh lebih baik daripada sebelumnya.Tebak kenapa? Karena hari ini hari terakhirnya bekerja.Tidak, Hannah bahkan tidak bekerja. Buat apa ia bekerja kalau bosnya menolak membayar setengah gajinya karena Hannah

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 6: Dia kan Anak Gundik

    [Cecilia]Dulu, Cecilia Wang kecil selalu menganggap hidupnya sempurna. Bagaimana tidak? Ia memiliki mainan yang banyak, orang tua yang penyayang, dan kehidupan yang seperti tuan puteri. Cecilia tidak pernah iri jika temannya memiliki mainan baru, karena sebelum mereka membelinya, Cecilia sudah le

  • 1001 Cara Membuat Suamiku Selingkuh   Bab 5: Jerat Masa Lalu

    [Maria]‘Maria. Aku masih ada urusan. Grace akan kukirim ke sana.’Aku meremas kuat ponselku saat menerima pesan dari Damian. Setelah seseorang dari HR department meminta dilibatkan (katanya mereka harus memastikan karyawan yang diterima memenuhi standar minimal), sekarang seorang sekretaris senior

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status