Short
Merengkuh Musim Panas, Menghargai Masa Muda

Merengkuh Musim Panas, Menghargai Masa Muda

By:  LizCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
23Chapters
0views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Arga Setiawan terkenal sebagai sosok yang sangat berprinsip. Dia selalu tepat waktu dan taat aturan, tak pernah sekali pun membuat pengecualian. Namun, untuk urusan mengurus buku nikah bersama Rania Pranoto, dia sudah mengingkari janjinya hingga delapan kali. Pertama, karena Clara Gunawan, adik tingkatnya yang telah delapan tahun berada di luar negeri, kembali ke tanah air dan dia harus menjemputnya di bandara. Kedua, karena jari Clara memerah akibat tersiram air panas saat memasak. Ketiga, karena anak Clara jatuh sakit. ... Kini, untuk kedelapan kalinya, dia kembali tidak muncul. Dia hanya sempat menelepon terburu-buru dan berkata singkat, "Aku ada urusan. Nanti aku nyusul." Rania menatap nomor antrean mereka berkali-kali dilewati, hingga petugas di loket mengetuk kaca jendela. "Nona, kok pacarnya nggak datang lagi? Kami sebentar lagi tutup, lho." Saat dia bersiap menelepon lagi, pesan dari Arga justru lebih dulu masuk. [Urusanku belum kelar. Buku nikahnya kita urus lain hari ya.] Membaca pesan itu, ada rasa perih yang tak terlukiskan menyelimuti hatinya. Tepat saat dia hendak memasukkan ponselnya dan beranjak pergi, dia tak sengaja melihat linimasa media sosial. Sebuah unggahan terbaru dari Clara membuat tubuhnya terpaku. Dalam foto itu, Clara tersenyum riang. Di sampingnya, Arga sedang menggendong putra Clara, menatap Clara dengan tatapan penuh kasih sayang. Dengan keterangan: [Kenzy ingin main ke taman hiburan. Makasih, Kak, sudah menemani kami seharian!] Menatap foto itu, tenggorokan Rania terasa tercekat, seolah dipenuhi timah yang berat dan getir. Ternyata, 'urusan penting' yang pria itu maksud kali ini adalah menemani putra Clara ke taman hiburan. Dada Rania terasa nyeri menusuk. Rasa sakit hati dan amarah membakar dirinya hingga sekujur tubuh gemetar. Tepat saat dia bersiap menelepon Arga untuk menuntut penjelasan, dia melihat komentar dari teman-teman mereka yang mulai menggoda di kolom komentar. [Udah bertahun-tahun berlalu, Dokter Arga masih aja lebih manjain adik tingkatnya kayak dulu.]

View More

Chapter 1

Bab 1

Tak lama kemudian, Clara membalas dengan komentar panjang di bawahnya.

[Kak Arga memang yang terbaik! Kita janjian jam tujuh, tapi aku ketiduran, dia rela nunggu di bawah selama tiga jam kayak orang bodoh.]

[Takut kami kelaparan pas bangun, dia juga udah beli bubur hangat dari awal, terus ngajak kami makan hot pot seafood kuah kelapa khas Tairana.]

[Udah bertahun-tahun, Kak Arga tetap jadi sosok kating yang paling penyayang.]

Sontak ada yang menyahut.

[Ini masih Arga Setiawan yang sama, yang dulu pernah mencabut hak magang seorang anak magang cuma karena telat lima menit pas hujan deras?]

[Yang bisa bikin dia ngelepasin semua prinsipnya cuma Clara seorang. Yang lain mah jangan harap.]

Tak lama, sahabat masa kecilnya ikut bertanya: [Bro, hari ini 'kan kamu harusnya urus buku nikah sama Rania? Kamu udah nggak tepatin janji sama dia tujuh kali. Jangan bilang kali ini kamu nggak tepatin janji lagi?]

Clara membalas dengan stiker wajah kaget: [Aduh! Aku lupa hari ini Kak Arga harus urus buku nikah!]

[Tapi Kenzy masih mau naik bianglala. Kak Arga juga maksa mau nemenin, biar aku yang suruh dia pulang sekarang.]

Di bawah balasan itu, Arga langsung memberikan balasan.

[Urus buku nikah kapan saja sama saja. Itu cuma formalitas, nggak masalah.]

Ada yang bercanda: [Menurutku, sekalian, ganti aja pengantin wanitanya jadi Clara.]

Arga langsung membalas komentar itu dalam sekejap.

[Jangan bercanda gitu, nanti malah bikin Clara kena gosip yang nggak-nggak.]

Lalu ada yang bertanya lagi: [Eh ... Rania nggak bakal lihat komentar-komentar ini, 'kan?]

Arga membalas, [Nggak apa-apa. Clara ngurus anak sendirian 'kan nggak gampang, aku bantu-bantu juga udah seharusnya. Rania juga selalu ngertiin keadaan, dia pasti paham.]

Menatap komentar-komentar di layar, ujung-ujung jari Rania yang mencengkeram ponselnya perlahan memutih.

Selama enam tahun berpacaran, meski Arga kaku, membosankan, dan tidak romantis, tetapi dia selalu ingat semua kesukaan Rania. Dia selalu siapkan air jahe hangat saat Rania datang bulan, dan selalu menyiapkan sepatu yang nyaman sebelum mereka jalan-jalan.

Dulu, pria itu pernah bilang, "Aku memang nggak jago ngomong manis, tapi aku bakal nepati setiap janji yang udah aku kasih ke kamu."

Dia mengira, itulah seluruh cinta yang Arga miliki untuknya.

Namun, baru setengah bulan sejak Clara kembali, Arga sudah delapan kali mengingkari janji untuk mengurus buku nikah mereka demi perempuan itu.

Dibandingkan dengan Clara, cinta yang selama ini dia percaya ternyata begitu murahan hingga terasa konyol.

Saat Rania duduk menunggu Arga datang untuk mengurus buku nikah, laki-laki itu malah berada di bawah apartemen Clara, menunggu Clara bangun sendiri.

Saat Rania duduk melamun dengan perut keroncongan, Arga justru menemani Clara menyantap hot pot seafood kuah kelapa khas Tairana yang sudah lama Rania ingin coba, tetapi dulu Arga malah menganggap pergi ke sana hanya buang-buang waktu.

Lalu saat Rania harus menanggung tatapan dan bisik-bisik para petugas di loket, Arga malah asyik mengajak Clara dan Kenzy bermain di taman hiburan.

Di detik ini, dia tiba-tiba merasa semua ini sangat sia-sia.

Kaca loket di depannya kembali diketuk.

"Nona, kami sudah tutup. Ini udah kedelapan kalinya kamu datang. Lain kali pastiin dulu jadwalnya sama pacarmu, ya. Jangan nunggu sendirian kayak gini lagi."

Rania menatap ke atas dan tersenyum tipis. "Nggak akan nunggu lagi."

Rania melangkah keluar dari Kantor Catatan Sipil, mengeluarkan sekotak permen pernikahan yang sudah disiapkan dari rumah, lalu membuangnya begitu saja ke tempat sampah.

Toh, buku nikah hanyalah sekadar formalitas.

Kalau begitu, pernikahan ini tidak usah dilangsungkan juga tidak apa-apa.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
23 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status