LOGINPerjuangan Erna, gadis beusia 10 tahun yang masih duduk di bangku kelas 4SD. Berjuang meraih cita-citanya, dan mengangkat derajat orang tuanya dari lembah kemiskinan. Dengan segala keterbatasan membuat Erna menjadi sosok yang tangguh, pekerja keras dan pantang menyerah. Begitu juga Mak Siti-ibu Erna, yang memiliki kesabaran luar biasa menghadapi ujian pernikahannya. Suami yang sakit-sakitan ditambah ekonomi yang terasa mencekik tak membuatnya pasrah dan menyerah. Semua dia lakukan dengan ikhlas demi keluarga. Meligat suaminya sehat menjadi rejeki yang selalu dinanti. Kehidupan yang teramat sederhana, tapi mereka begitu bahagia. Cara pandang Pak Kasno-suami Mak Siti yang sangat positif mempengaruhi psikis anak dan istrinya. Mereka merajut setiap luka dan nestapa dengan rasa syukur yang tiada terkira. Membuat siapa saja akan iri melihatnya.
View MoreNASI BERKAT 45"Apa ada yang berkata buruk sama kamu?" tanya Pak Kasno menatap lekat wajah istrinya.Mak Siti tersenyum menatap wajah suaminya. Menyembunyikan lara hati yang masih basah. "Nggak ada, Pak. Ayo, makan! Mak udah lapar. Setelah salat harus kesana lagi."Mak Siti memilih menutup topik pembicaraan agar tak merembet kemana-mana. Ia menyendok nasi untuk dirinya sendiri karena Erna dan suaminya sudah lebih dulu makan sebelum ia pulang, tapi belum selesai.Usai salat dhuhur, Mak Siti segera ke rumah Bu Jaya kembali. Takut jika kelamaan jadi bahan gunjingan lagi. Serba salah jadi orang miskin, tapi Mak Siti tidak mau menyalahkan takdir, juga tidak mau meratapi nasibnya karena itu hanya akan membuat dirinya terpuruk."Kamu nggak ikut, Nduk?" tanya Pak Kasno saat Erna menatap kepergian Emaknya dari teras rumah."Enggak, ahh. Udah gede, malu. Mending di rumah bantuin Bapak," jawab Erna sambil mengayunkan kakinya masuk ke rumah.
NASI BERKAT 44Sinar matahari yang menerobos celah genteng membuat Mak Siti mengerjapkan mata. Perlahan ia membuka kelopak matanya. Ia merasakan badannya lebih ringan. Pundaknya pun tidak sepegal tadi.Dengan perlahan Mak Siti duduk, lalu beringsut menurunkan kedua kakinya. Duduk di tepian ranjang dengan kaki menggantung. Dua tangannya membenahi rambut yang sedikit berantakan.Pandangannya beralih pada jam tua di dinding. Sedikit terkejut karena rupanya ia tertidur cukup lama. Suaminya bilang akan membangunkannya sebelum azan dhuhur, tapi sekarang sudah jam satu.Saat hendak memakai sendal, samar suara gelak tawa terdengar. Mak Siti mengerutkan kening."Kayak suaranya Erna," gumam lirih Mak Siti.Mak Siti melangkahkan kakinya ke depan. Penasaran dengan suara riuh yang dia dengar. Dari ambang pintu dia melihat suaminya, Erna, juga Tejo sedang asik menata irisan gendar di rigen.Dua sudut bibirnya melengkung, menerbitkan s
NASI BERKAT 43Mungkin orang menganggap Tejo bodoh, tapi sebenarnya tidak. Dia ingin seperti anak-anak yang lain, tapi seringnya dibuli membuat Tejo seperti berontak.Dan anehnya, Tejo sangat peka. Dia tau mana orang yang tulus dan yang tidak. Itu sebabnya dia tidak pernah berbuat usil dengan keluarga Pak Kasno. Kenakalannya dianggap hal lumrah. Dan sepasang suami istri itu akan mengingatkan dengan sabar setiap kesalahan Tejo.Dalam pelajaran mungkin Tejo payah. Namun dia sangat pintar menggambar. Hanya dengan mendengar suaranya saja, Tejo bisa menggambar burung sesuai imajinasinya, dengan sangat detail. Ketrampilan inilah yang harusnya diasah. Lagi-lagi keterbatasan dana membuat bakatnya terpendam. Terlebih kemampuan yang dia miliki dianggap sepele dan tidak penting bagi sebagian orang. Tidak ada yang mengarahkan. Mbah Ratni hanya sekedar merawat. Perempuan sepuh itu mana mengerti akan hal seperti itu."Kamu ngapain di situ, Tajo?" tanya Pak Kasno menatap Tejo yang bengong di tengah
NASI BERKAT 42"Mak sakit?" Pak Kasno mengulurkan tangannya, menyentuh dahi istrinya. Tidak panas, tapi wajahnya sedikit pucat dan sayu. Terlihat jelas raut wajah cemas Pak Kasno.Mak Siti tersenyum, lalu menggeleng pelan untuk meyakinkan suaminya, bahwa ia baik-baik saja. "Mak gak apa-apa, Pak. Cuma sedikit capek. Badan kok tiba-tiba lemes banget abis numpuk gendar. Badan pegel, sakit semua. Rebahan sebentar nanti juga sembuh."Tiba-tiba mata Pak Kasno berkabut. Dengan cepat ia mengusap kasar matanya. Entah kenapa tiba-tiba takut kehilangan istrinya."Pak ... kenapa?" tanya Mak Siti lirih memegang lengan sang suami.Pak Kasno terkesiap, lalu menggeleng pelan. Berusaha mengubur pikiran buruknya."Bapak takut, Mak ninggalin bapak.""Astagfirullah. Gak boleh ngomong gitu, Pak" tegur Mak Siti pelan."Bukannya Bapak selalu mengingatkan, kalau kita akan kedatangan tamu yang tidak bisa dicegah kedatangannya. Rezeki, m
NASI BERKAT 36Indah bukan keluarga Pak Kasno dalam merajut nestapa menjadi bahagia. Ya, kuncinya ada pada rasa syukur.Entah sudah berapa banyak air mata yang tumpah. Seberapa berat beban yang mereka pikul. Semua itu mereka bingkai dengan senyum dan syukur. Menikmati apa yang m
Nasi Berkat 34Mak Siti begitu semangat menggoes sepeda tuanya. Terik matahari seolah tak mempan dikulitnya. Walau keringat sudah bercucuran, tapi senyum diwajahnya tidak pernah pudar.Begitupun dengan Erna. Sepanjang jalan ia terus saja berceloteh. Apapun hasilny
Nasi Berkat 32"Mak, galah yang di samping gubuk, kamu yang benahi ya?" tanya Pak Kasno sesaat setelah masuk kamar dan mendapati sang istri sedang merapikan tempat tidur dengan sapu lidi kecil."Iya, Pak!" jawab Mak Siti singkat tanpa menoleh, masih mengibas-ibaskan sa
Nasi Berkat 31"Mak...," panggil Pak Kasno pelan.Mak Siti mengusap air matanya kasar, dan mendongak. Menatap wajah Pak Kasno dengan tatapan yang entah, sulit diartikan."Kenapa?" Pak Kasno bertanya sembari menggelar sajadahnya."Gak apa, Pak!" Mak Siti menjawab sambil menundukkan wajah, tak berani mena












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews