Partager

Bab. 8

Auteur: Rizkymutha14
last update Date de publication: 2026-07-04 01:36:47

Sekembalinya Xiu Jian ke Markas Sui Han, kabar kepulangannya segera menyebar ke seluruh markas. Belum sempat ia beristirahat setelah perjalanan panjang, pintu kamarnya telah diketuk dengan tergesa-gesa.

Ceklek.

Pintu terbuka, menampakkan sosok Pangeran Ketiga yang berdiri di ambang pintu. Begitu melihat Xiu Jian dalam keadaan selamat, wajah tampan sang pangeran langsung dipenuhi kelegaan.

"Kakak... akhirnya kau kembali."

Tanpa memedulikan etika seorang pangeran, ia segera menghampiri Xiu Jian l
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • ANTAR DENDAM DAN CINTA. CIUMAN YANG MENGUBAH SEGALANYA   Bab. 33

    Suasana di pelataran Markas Besar Pasukan Sui Han kian mencekam. Angin malam berembus dingin, memutar lidah api pada barisan obor dan melemparkan bayangan-bayangan panjang yang bergetar di atas lantai batu. Enam mata pisau berzirah emas berkilau tajam, terkunci pada titik-titik mematikan di sekitar tubuh Amaou.Kangjian mengamati adegan di hadapannya dengan tatapan dingin yang dipenuhi penghinaan. Langkah kakinya terdengar perlahan namun mantap, mendekati Xiu Jian yang masih berdiri kokoh merentangkan tangan, memagari Amaou dengan tubuhnya sendiri."Panglima Perang yang termasyhur... bersedia menukarkan lehernya demi seorang pria asing berpikiran dangkal," desis Kangjian, suaranya sarat akan nada intimidasi yang menekan udara di sekitar mereka. Ia berhenti tepat di hadapan Xiu Jian, menyipitkan mata meneliti gemetar halus di jemari sang jenderal yang memegang hulu pedang. "Kau mengecewakanku, Xiu Jian. Cinta telah meracuni akal sehatmu hingga kau lupa pada siapa sumpah setiamu dibakti

  • ANTAR DENDAM DAN CINTA. CIUMAN YANG MENGUBAH SEGALANYA   Bab. 32

    Langkah kaki Xiu Jian mendadak terhenti tepat di ambang pintu gerbang utama Markas Besar Pasukan Sui Han. Udara malam yang semula hangat oleh sisa-sisa kemeriahan festival mendadak berubah menjadi dingin dan mencekam. Aroma kayu cendana dan asap dupa kerajaan tercium pekat, memotong aroma malam yang biasa menyelimuti tempat itu.Di tengah pelataran utama, di bawah pendar obor yang menyala dalam barisan presisi, berdiri belasan pengawal zirah emas Kerajaan Tengah. Dan di hadapan mereka, duduk santai di kursi kayu cendana yang sengaja dikeluarkan dari aula utama, adalah seorang pria bertubuh tegap dalam balutan jubah sutra naga emas-hitam.Putra Mahkota Kangjian."Jenderal Xiu Jian," suara Kangjian bergema datar, memecah keheningan malam. Ia memutar-mutar cawan teh di tangannya sebelum perlahan mendongak, menatap Xiu Jian dengan mata elang yang penuh intimidasi. "Menyenangkan sekali melihat panglima perangguku berkeliaran di festival saat perbatasan Utara sedang bergejolak."Xiu Jian me

  • ANTAR DENDAM DAN CINTA. CIUMAN YANG MENGUBAH SEGALANYA   Bab. 31

    Rasa manis dari kue kukus hangat yang baru dibeli sedikit mengalihkan fokus Xiu Jian. Namun, keheningan di antara mereka berdua justru terasa lebih membakar dibandingkan riuh rendah festival yang mulai menjauh di belakang mereka.Amaou berjalan di sampingnya dengan langkah santai, kedua tangannya disilangkan di balik punggung. Senyum tipis yang tersisa di bibirnya begitu kentara, membuat Xiu Jian berkali-kali mengunyah gigitan kuenya dengan gestur berlebihan demi menutupi rasa canggung."Kau... tidak usah senyum-senyum begitu!" gertak Xiu Jian, matanya melirik tajam meski rona merah di pipinya belum sepenuhnya surut. "Aku cuma lapar. Jangan berpikir ciuman tadi mengubah apa pun!"Amaou menghentikan langkahnya tepat di bawah bayangan pohon willow di tepi jalan yang sepi, menatap Xiu Jian yang mendadak ikut terpaku."Memangnya aku ada bilang sesuatu?" suara Amaou terdengar tenang, namun sorot matanya yang keemasan berpendar jenaka. Ia memiringkan kepalanya sedikit. "Tapi kalau Jenderal

  • ANTAR DENDAM DAN CINTA. CIUMAN YANG MENGUBAH SEGALANYA   Bab. 30

    "Amaou, aku serius!" tegur Xiu Jian dengan mata memelotot indah. Ia membalikkan tubuhnya sepenuhnya menghadap Amaou, menatap mata keemasan itu dengan raut penuh ketegangan. "Tatapan mereka tadi bukan tatapan biasa. Mereka menatapmu seolah... seolah kau ini adalah hantu yang tiba-tiba bangkit, atau sosok penting yang sudah lama mereka cari!"Amaou tak langsung menjawab. Ia hanya menatap raut khawatir yang terpatri di wajah cantik Xiu Jian. Senyum jahilnya perlahan memudar, berganti dengan sorot mata yang begitu dalam dan lembut."Lalu... apa yang membuatmu secemas ini, Jenderal?" tanya Amaou pelan, suaranya sehalus gesekan kain sutra. "Apakah kau khawatir jika aku ternyata musuh Kerajaanmu? Atau kau khawatir aku akan pergi?"Pertanyaan itu menampar Xiu Jian. Jantungnya berdesir hebat. Kenapa ia harus sekhawatir ini? Bukankah ia seorang Jenderal? Bukankah tugas utamanya adalah menjaga perbatasan dan mencurigai setiap sosok asing? Tapi kenapa rasa takut di dadanya justru murni karena mem

  • ANTAR DENDAM DAN CINTA. CIUMAN YANG MENGUBAH SEGALANYA   Bab. 29

    Meski Amaou kembali bertingkah santai, Xiu Jian bisa merasakan ada beban misteri yang sangat berat tersimpan di balik identitas pria di sampingnya ini. Siapa sebenarnya pria bertopeng besi yang bisa berubah jadi rubah putih ini? Dan kenapa hilang kontak selama enam bulan terakhir begitu mengguncang para prajurit Kerajaan Utara sampai menatapnya dengan tatapan penuh kepanikan? Xiu Jian menatap lekat mata keemasan Amaou. Meskipun pria itu sudah kembali memasang senyum jahil yang menyebalkan, ketajaman insting seorang jenderal tidak bisa dibohongi. Keheningan dan tatapan dingin Amaou beberapa detik lalu adalah refleks murni dari seseorang yang terbiasa bertahan hidup di tengah ancaman. "Kau selalu pandai berpura-pura tenang," gumam Xiu Jian pelan, meski ia tidak lagi memaksakan tangannya untuk lepas dari genggaman Amaou. Amaou hanya terkekeh tipis, menuntun Xiu Jian berhenti di depan sebuah jembatan batu yang melengkung di atas sungai kota. Di bawah mereka, lentera-lentera teratai

  • ANTAR DENDAM DAN CINTA. CIUMAN YANG MENGUBAH SEGALANYA   Bab. 28

    Suasana malam terasa kian hangat saat mereka menyusuri deretan kedai makanan dan pertunjukan seni rakyat. Genggaman tangan Amaou yang erat dan hangat di jemari Xiu Jian perlahan membuat sang jenderal wanita tak lagi berusaha melepaskan diri. Di tengah lautan pengunjung pasar yang riuh, dari arah berlawanan melangkah sekelompok pria bertubuh tegap dengan mantel kulit tebal. Dari lambang serigala perak yang terukir di sabuk zirah mereka, Xiu Jian langsung mengenali identitas mereka—prajurit dari Kerajaan Utara. Mata Xiu Jian secara refleks menyipit waspada. Sebagai prajurit, insting pertahanannya langsung bersiaga. Namun, karena ini adalah wilayah netral perayaan malam, kedua belah pihak tak memicu keributan. Saat berpapasan, prajurit Kerajaan Utara itu hanya mengangguk sopan dan melemparkan senyum ramah sekilas ke arah Xiu Jian dan pasangannya. Xiu Jian membalas anggukan itu dengan senyum tipis yang agak canggung, lalu terus melangkah berdampingan bersama Amaou. Namun, pemimpin

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status