Beranda / Romansa / Adik Ipar Yang Jadi Suamiku / Bab 83 Alea harus pulang

Share

Bab 83 Alea harus pulang

Penulis: Dhisa Efendi
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-04 18:28:40
"Aku.. Enggak.." Kata Adamis seraya melihat pelayan yang masih mempertahankan senyumannya.

Ia akhirnya menyadari kekeliruan ini. Ia menatap pelayan yang terlihat centil itu dengan sebal.

"Aku sudah mau pergi. Bill nya juga sudah kubayar. Untuk apa Aku pesan lagi?"

Senyum di bibir pelayan itu langsung menghilang.

"Maaf, Tuan. Saya pikir.."

"Nggak usah mikir! Pergi sana!" Selak Adamis galak.

Pelayan itu berlari pergi karena takut dan malu sekaligus. Banyak mata yang kini menatap mereka penuh tanya.

"Dia udah ngacir, Ma. Jangan bilang Eva, ya?" Kata Adamis cemas.

Ia benar - benar takut Evara akan cemburu. Ariana langsung tertawa terbahak - bahak. Suara tawanya begitu lepas. Ia juga melepaskan pikirannya dari Sunny, laki - laki dari masa lalu itu.

"Mama, Aku harus segera keluar dari sini. Aku tutup dulu, ya?" Kata Adamis.

Ia mulai tidak nyaman menyadari tatapan aneh orang - orang di sekitarnya.

"Ya." Jawab Ariana sambil terus tertawa.

'Adamis benar - benar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 84 Alea batal mengunjungi Adamis

    "Tenang, Alea. Mama akan sabar menemanimu sampai Kamu bosan." Jawab Artika yang tidak melihat ekspresi Alea karena ia fokus menatap wajah suami tercintanya. Alea berdiri sedikit gemetar menahan emosinya. 'Dami! Kenapa sulit sekali jalanku untuk bertemu denganmu?!' teriak hatinya putus asa. Alea menghentakkan kakinya sebelum keluar dari kamar. Andara juga langsung menutup telponnya setelah memberi kecupan mesra pada sang istri. Artika sedikit heran dengan sikap Alea barusan. Kenapa ia marah mendengar mamanya akan tinggal? Notif di ponselnya berbunyi. Dari Andara. Ia kembali merasa heran. Apa ada yang Andara lupakan? Notif berbunyi lagi. Andara mengirimkan pesan lagi. Artika dengan tidak sabar segera membukanya. 'Sayang, Aku takut Alea akan menyusul Adamis kalau Kamu pulang. Makanya Aku memintamu untuk tetap tinggal.' itu chat yang Andara tulis. 'Hapus chat ini dan yang tadi. Aku nggak mau Alea sampai membacanya.'Artika menutup mulutnya yang terbuka. " Ya Tuhan! Apa Alea akan s

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 83 Alea harus pulang

    "Aku.. Enggak.." Kata Adamis seraya melihat pelayan yang masih mempertahankan senyumannya. Ia akhirnya menyadari kekeliruan ini. Ia menatap pelayan yang terlihat centil itu dengan sebal. "Aku sudah mau pergi. Bill nya juga sudah kubayar. Untuk apa Aku pesan lagi?" Senyum di bibir pelayan itu langsung menghilang. "Maaf, Tuan. Saya pikir.." "Nggak usah mikir! Pergi sana!" Selak Adamis galak. Pelayan itu berlari pergi karena takut dan malu sekaligus. Banyak mata yang kini menatap mereka penuh tanya. "Dia udah ngacir, Ma. Jangan bilang Eva, ya?" Kata Adamis cemas. Ia benar - benar takut Evara akan cemburu. Ariana langsung tertawa terbahak - bahak. Suara tawanya begitu lepas. Ia juga melepaskan pikirannya dari Sunny, laki - laki dari masa lalu itu. "Mama, Aku harus segera keluar dari sini. Aku tutup dulu, ya?" Kata Adamis. Ia mulai tidak nyaman menyadari tatapan aneh orang - orang di sekitarnya. "Ya." Jawab Ariana sambil terus tertawa. 'Adamis benar - benar

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 82 Kisah lama

    Percakapan mereka berlangsung menyenangkan. Sunny bersedia menyuntikkan dana dengan cara bekerja sama. "Terimakasih, Paman. Kami tidak akan melupakan ini." Kata Adamis.Sunny tertawa. Ia seperti melihat Bramantyo muda dalam diri Adamis. Begitu tegas dan berkharisma. Tentu itu yang membuat Ariana dulu terpikat padanya. "Sebenarnya Aku sedikit kecewa, Adamis." Kata Sunny sedikit berteka - teki. "Dami. Panggil Aku Dami, Paman. Tapi apa yang membuat Paman kecewa?" Kata Adamis. Sunny mengangguk - angguk. "Karena Kamu sangat mirip dengan Bram." Sahut Sunny.Kenapa ia tidak memiliki garis wajah ibunya sama sekali? Adamis tertawa geli. "Tentu saja. Aku kan anaknya." Katanya dengan mimik lucu. Sunny menatap Adamis. Tentu saja ia tidak ingin Adamis tau perasaannya pada Ariana. "Mungkin Kakakmu yang lebih mirip Mamamu. Mendiang kakakmu, tepatnya." Kata Sunny berpraduga. Adamis menggeleng. "Nggak, Om. Kak Brian seperti Aku. Maksudku, seperti Papa."Sunny mengangguk - angguk lagi. Ia me

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 81 Ucapan Safira

    "Ini gajiku selama dua minggu, Bu." Kata Athena seraya menyerahkan sebuah kartu.Mata Safira berkilat karena senang. "Apa kubilang, Atha. Kalau Kamu minta pasti akan dikasih." Kata Safira sambil mengamati kartu yang kini sedang dipegangnya. Berapa ya, isinya? "Aku nggak memintanya, Ibu. Pak Robby yang memberikannya." Sanggah Athena. "Aku bukan memberikannya padamu, Bu. Aku hanya memberitahumu dan memintamu menyimpannya untukku." Kata Athena lagi. Mata Safira kembali berkilat. Kini karena gusar. "Apa maksudmu, Atha? Apa Ibu nggak boleh menggunakannya untuk keperluan Ibu?" Kata Safira gusar. "Tentu saja boleh, Bu. Tapi jangan dihabiskan, ya? Lagipula, memang Ibu perlu apa lagi? Semua kebutuhan Ibu selama di rumah ini sudah dicukupi oleh Eva, kan?"Safira mendengus. Ia tidak menyangka kalau Athena akan sepelit Evara. Itu yang ada dalam pikirannya. "Memang berapa sih, isinya?" Katanya sambil membolak - balik kartu itu. Athena menghela nafas. Ia merasa keputusannya memberikan kar

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 80 Alea kecewa

    "Anda siapa?" Tanya Smith heran. Ia sedikit menautkan alisnya. "Anthony. Aku Anthony dari Bramantyo corporate." Kata Anthony mengenalkan dirinya. "Ah, ya. Bramantyo. Kita akan mulai kerja sama ini hari ini. Tapi ada apa dengan Adamis?" Tanya Smith sambil menyambut uluran tangan Anthony. Anthony terlihat menarik nafas panjang sebelum mendekatkan kepalanya agar lebih mendekati Smith. "Apa yang Adamis tawarkan pada Tuan itu di luar otoritas Kami." Katanya. "Hah? Apa maksud Anda?" Tanya Smith mulai waspada. "Adamis terkenal selalu bergerak di luar jalur. Penawarannya terlalu rendah dan merugikan perusahaan. Hanya menunggu saat yang tepat untuk memecatnya." Kata Anthony lagi. Smith membuka mulutnya karena tercengang. Adamis memang memberikan penawaran dengan harga yang menarik dan sesuai dengan penawarannya. Apa itu sebuah kesalahan? "Sekarang Aku yang akan menghandle proyek ini, Tuan Smith." Kata Anthony. Ia merasa puas melihat reaksi Smith. Orang ini pasti akan membatalkan kerj

  • Adik Ipar Yang Jadi Suamiku   Bab 79 Jagoan Kandang?

    "Apa begitu santainya dirimu? Jam kerja baru saja dimulai dan Kamu sudah mau berleha - leha?" Lanjut Anthony seraya memicingkan matanya. Adamis berusaha untuk tidak menentang. Ia ingin menjaga perasaan staf yang lain."Maafkan Aku, Tuan. Aku belum terbiasa dengan jam kerja di sini." Sahut Adamis merendah.Tapi itu tidak membuat Anthony puas."Maka dari itu. Jangan samakan orang Belanda denganmu. Orang Indonesia memang pemalas!" Kecamnya.Adamis hampir terpancing untuk melawan saat tiba - tiba Vicky datang dan langsung menghampirinya dengan sebuah berkas."Kamu ingat Sandiago corp, Tuan Ada.." Tiba - tiba ia tersadar akan kehadiran Anthony. Anthony menatap mereka dengan pandangan ganjil. Kenapa Vicky memanggil Adamis dengan sebutan tuan? "Ada apa, Tuan? Apa ada yang bisa Aku lakukan?" tanya Adamis pura - pura tidak tahu dengan tatapan aneh Anthony. Vicky belum pulih dari rasa terkejutnya ketika Anthony mencoba masuk dalam pembicaraan. "Sandiago corp? Biarkan Aku yang menanganinya!

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status