Beranda / Romansa Pria / Ajari Aku, Mbak Ipar! / 148. Ajari Aku, Mbak!

Share

148. Ajari Aku, Mbak!

Penulis: MoonCake
last update Tanggal publikasi: 2026-09-22 21:18:24

"Ja-ja-jadi gimana sama kakek-kakek itu? Apa setelah ini kamu bakalan bawa dia pulang ke rumah kita?"

Arga melerai pelukannya perlahan. Lalu menangkup wajah Wulan dan mengusapnya dengan lembut.

Selanjutnya, pemuda itu menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Setelah kakek itu sembuh, kita bisa lapor ke polisi buat mencari tahu siapa dan di mana keluarganya. Jadi nggak perlu bawa dia tinggal sama kita."

Mendengar perkataan Arga, Wulan menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Matanya yang berkaca-kaca m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   230. Ajari Aku, Mbak!

    "Astaga, dari mana Arga dapet uang sebanyak ini? Jangan-jangan dia jual diri sama tante-tante yang dia bilang tadi?"Wulan bergumam sambil menatap uang di dalam Arga dengan mata melotot lebar tanpa berkedip. Lalu, ia menoleh, menatap sang suami yang tengkurap di atas kasur tanpa melepaskan sepatunya.Wanita itu membuka mulut dan hendak berbicara, namun dengkuran halus Arga membuatnya mengurungkan niat. Ia membiarkan suaminya yang mengantuk berat dan kelelahan itu terlelap di pagi hari itu.Melihat Arga yang terlelap begitu saja, Wulan menghela napas pelan dan menggelengkan kepalanya. Ia menutup kembali tas sang suami lalu menggantungnya di gantungan baju."Dari dulu sampai sekarang, nggak berubah sama sekali. Mudah banget molor," gumam Wulan.Setelah menggantung tas tersebut, Wulan mendekati Arga dan membuka sepatu yang melekat di kakinya secara perlahan.Banyak pertanyaan yang kini memenuhi kepalanya. Hatinya merasa curiga dan penasaran, tetapi wanita itu memilih untuk menahannya.Na

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   229. Ajari Aku, Mbak!

    Setelah setengah jam mengobok-obok liang kenikmatan Mira, Arga pun akhirnya keluar dari klub Happy Fun tersebut. Tentunya, ia keluar dengan tubuh yang sudah bersih dari cairan squirting Mira yang membasahi bagian depan bajunya.Kini, pemuda itu memakai baju kaos oblong milik salah satu gigolo yang bekerja di klub tersebut, dilapisi dengan hoodienya. Sedangkan bajunya sendiri tinggal di ruangan Mira dan akan dibawa pulang oleh wanita itu ke apartemennya untuk dicuci.Dengan langkahnya yang santai, Arga berjalan menuju parkiran. Tak lupa, menggendong tas ranselnya yang berisi uang tip hasil kerja semalaman."Moga aja Mbak Wulan belum bangun," kata Arga. Lalu setelahnya membuka mulut lebar-lebar. "Hoam...."Arga lalu menaiki motornya dan melajukan motor tersebut meninggalkan klub Happy Fun dengan kecepatan yang cukup tinggi, menembus jalanan kota di pagi buta yang masih begitu sepi pengendara.Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu kurang lebih setengah jam, motor yang dikendarai

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   228. Ajari Aku, Mbak!

    "Maaf, Ga. Aku kelepasan, nggak tahan lihat bibirmu yang menggoda banget."Mira yang memagut bibir Arga tanpa izin itu pun meminta maaf. Ia benar-benar tidak tahan untuk tidak menjamah dan menyerang Arga yang begitu menggoda di matanya.Suara wanita itu pelan, tertahan, dan terdengar bergetar. Jelas jika ia sedang berusaha mati-matian menahan hasratnya menggebu dan mengontrol tubuhnya.Bukannya marah, Arga justru menarik tengkuk Mira dengan kasar dan membalas pagutan wanita itu dengan pagutan yang beringas.Slurp!Cup!"Ngeh...." Lenguhan tertahan itu keluar dari sela-sela bibir Mira yang dibungkam oleh Arga. Sementara itu, tangannya menelusup ke baju kaus Arga dan meraba-raba punggung lebarnya menggunakan kedua telapak tangannya yang begitu mulus.Aroma alkohol dari mulut Mira beradu dengan rasa manis candu rokok di bibir Arga. Keduanya saling pagut, saling mengecap, dan saling mengeksplor satu sama lain.Deru napas Arga dan Mira yang memburu beradu dengan suara lenguhan tertahan. Me

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   227. Ajari Aku, Mbak!

    "Aduh, Ga. Jangan digigit pentilku!" Mira yang duduk di hadapan Arga dengan posisi paha terbuka dan kepala mendongak, dibuat terkesiap oleh gigitan pemuda itu pada salah satu puting susunya. Ia memekik, tubuhnya seketika menegang dan kedua pahanya menjepit tangan Arga yang meraba-raba bagian atas vaginanya dengan jepitan yang kuat. Sesaat, wanita pemilik payudara besar brutal itu menahan napas. Berusaha mengurangi rasa terkejutnya akibat terkaman Arga yang begitu tiba-tiba dan tanpa aba-aba. Merasa cukup tenang, Mira pun menyentuh dan mencengkeram lengan Arga yang lumayan kekar. "Ngeh... Ga. Katanya tadi cuma mau bantuin aku orgasme pakai tangan, kenapa sekarang bibir dan lidahmu ikutan main? Ahh...." kata Mira dengan suara tertahan dan napas tersengal. Arga yang penasaran dengan puting payudara Mira yang berukuran super itu, seolah tak mendengar saat diajak berbicara. Mulutnya mengulum puting Mira dan menghisapnya dengan hisapan yang lumayan keras. Hingga membuat bos pemilik klu

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   226. Ajari Aku, Mbak!

    "Sekali aja, Ga. Sentuh aku pakai tanganmu. Aku pingin ngerasain disentuh kamu sampai orgasme!"Gluk!Pemuda yang kini duduk di pinggiran tempat tidur dengan tubuh dipeluk erat itu meneguk ludah dengan susah payah. Ia menggigit bibir, sedangkan tangannya yang berada di atas paha terkepal erat hingga membuat buku-buku tangan dan urat kecilnya menonjol.Di satu sisi, Arga kasihan setelah mendengar cerita Mira. Di sisi lain, ia takut kelepasan kontrol dan justru berujung melanggar janjinya pada Wulan."Mau nggak, Ga? Kali ini aja ... aku beneran nggak minta lebih. Aku orgasmenya nggak lama kok, palingan lima belas menit," kata Mira dengan suaranya yang amat pelan. Saking pelannya, layak disebut sebagai gumaman, sedangkan matanya menatap penuh harap.Arga menghela napas pelan sebelum akhirnya mendorong kedua bahu Mira agar melerai pelukannya."Ga, aku...."Swos!Belum sempat Mira menyelesaikan kalimatnya, Arga sudah lebih dulu menyingkirkan selimut yang menutup area bawah Mira yang telanj

  • Ajari Aku, Mbak Ipar!   225. Ajari Aku, Mbak!

    "Jadi maksudnya, kalau saya yang ngelakuin itu, Mbak Mira nggak akan nolak?"Pertanyaan tersebut lolos begitu saja dari bibir Arga. Keningnya berkerut, matanya yang menyipit menatap Mira tanpa berkedip.Sedangkan Mira sendiri menggigit ujung bibir bawahnya kuat-kuat. Jemarinya meremas pinggiran seprai tempatnya duduk. Ia yang ditanya oleh Arga menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu menunduk dalam.Melihat respons yang diberikan Mira, Arga pun memejamkan matanya seraya menghela napas pelan."Tapi saya nggak bisa ngelakuin itu sama kamu, Mbak. Saya udah janji ke diri saya sendiri kalau saya nggak akan berhubungan seks sama perempuan lain. Saya mencintai istri saya dan nggak ingin berbagi sama siapa pun," lanjut Arga. Suaranya pelan dan sengaja ditahan, sedangkan matanya kembali menatap Mira yang terduduk di hadapannya.Mira mengangkat wajahnya dan menatap Arga. Lalu, memaksakan senyumnya dan menarik selimut yang sebelumnya tak sengaja disingkap oleh Arga, menutup kembali bagian bawa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status