แชร์

27. Terjebak Di Hutan

ผู้เขียน: Miss Kyo
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-16 11:23:09

Elina merasa sangat takut saat Galiard datang membaca barang yang diminta oleh Charless. Tidak ada satu pun yang bicara. Apalagi saat Charless nampak sedang menempelkan besi di bara yang menyala.

"Maafkan saya, Nona. Tapi separuh perjalanan hidup, saya habiskan bersama pekerjaan ini," ujar Charless.

Elina tidak menjawab. Matanya tidak bisa berpaling dari besi yang sebagiannya sudah berwarna merah.

"Baiklah. Saya akan mulai dengan pertanyaan yang mudah," ujar Zetrian sembari berjalan ke belakang
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   27. Terjebak Di Hutan

    Elina merasa sangat takut saat Galiard datang membaca barang yang diminta oleh Charless. Tidak ada satu pun yang bicara. Apalagi saat Charless nampak sedang menempelkan besi di bara yang menyala."Maafkan saya, Nona. Tapi separuh perjalanan hidup, saya habiskan bersama pekerjaan ini," ujar Charless.Elina tidak menjawab. Matanya tidak bisa berpaling dari besi yang sebagiannya sudah berwarna merah."Baiklah. Saya akan mulai dengan pertanyaan yang mudah," ujar Zetrian sembari berjalan ke belakang Elina.Elina menelan ludahnya dengan kasar. Besi panas itu sudah digenggam oleh Charless. Hanya jawabannya yang bisa menentukan besi itu menempel di wajahnya atau tidak."Apa Nona tau rencana ayah Anda?" tanya Zetrian.Elina menggeleng pelan. Tatapannya bertemu dengan Charless. Zetrian mendeham beberapa kali, namun tidak ada pergerakan."Duke?" panggil Zetrian.Charless mengerjap, lalu menoleh ke arah Zetrian. "Ya?""Mengapa kau melamun? Dasar bodoh!"Zetrian langsung mengambil alih besi itu, n

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   26. Elina Diintrogasi

    Charless merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia mengusap wajah dengan kasar saat teringat ucapan Zetrian. Nampaknya pria itu benar-benar ingin membuat Ellisha membuka mulut terkait aktivitas ilegal yang dilakukan ayahnya."Bagaimana jika gadis itu tidak bicara, bahkan setelah besi panas menempel di wajahnya?"Charless mendesah gusar. Ia bergegas bangun dan mengenakan mantel hitam panjangnya. Begitu keluar kamar, ia langsung menemukan Ellisha tengah berdiri di balkon lantai dua.Entah mengapa Charless selalu merasa ada kesedihan yang menyelimuti gadis itu. Apalagi saat tengah berdiri sendirian di tengah malam seperti ini."Anda tidak tidur, Nona?" tanya Charless."Se-sebentar lagi."Kedua tangan Charless terkepal kuat. Bagaimana bisa gadis yang terlihat sangat rapuh itu terlibat dengan Torico. Salah satu kandidat yang dicurigai ingin melakukan pemberontakan.Charless berdiri di samping Ellisha yang hanya setinggi dadanya. Gadis itu nampak kedinginan karena tidak mengenakan mantel. Tanpa di

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   25. Kelicikan Zetrian

    Elina meronta saat Zetrian secara langsung turun tangan merantai kedua tangannya. Padahal ia yakin selama ini tidak pernah melakukan kesalahan yang melibatkan kerajaan."Tunggu sebentar, Yang Mulia Pangeran!" seru Elina sembari membungkuk. Ia masih harus menjaga sopan santunnya."Kebohongan apa lagi yang ingin Anda sebarkan, Nona Faelwen?" tanya Zetrian, senyum miring terpasang di wajahnya.Kedua tangan Elina terkepal kuat. Jika tidak dirantai, mungkin saja ia sudah memukul wajah tampan pria tersebut."Saya tidak tahu alasan Yang Mulia menangkap saya.""Tidak perlu alasan untuk menyeret keluarga Faelwen, termasuk Anda, Nona!"Dahi Elina mengkerut. "Tapi saya tidak melakukan kesalahan apa pun!""Bawa dia keluar!" seru Zetrian.Tubuh Elina yang belum terisi makanan apa pun itu nyaris terbang saat pengawal menarik rantai yang ada di tangannya. Ia bisa merasakan nyeri hebat di sekitar pergelangan tangan. Namun memohon seperti apa pun tidak akan mendapat belas kasihan dari Zetrian yang sud

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   24. Pangeran Zetrian Mencurigai Elina!

    Gosip mengenai Ellisha De Faelwen menyebar luas. Ada yang mengatakan bahwa sang antagonis itu bertobat karena usianya tidak lama lagi. Ada pula yang mengatakan kalau Ellisha sang pembuat onar mengalami gegar otak saat jatuh ke sungai beberapa bulan lalu.Mau bertobat atau pun gegar otak, keduanya sama-sama menarik perhatian Pangeran Zetrian. Pria yang selama ini tutup mata soal Ellisha De Faelwen, mulai mengirim mata-mata untuk mengawasi wanita tersebut."Apakah kabar itu benar?" tanya Zetrian.Charless menghela napas pelan. "Masih belum dipastikan kebenarannya, Pangeran."Zetrian memijat keningnya. "Jangan sampai ada yang terlewat. Bisa saja ini direncanakan untuk menutupi kebusukan Count Faelwen.""Apa maksud Anda, Pangeran?"Zetrian menatap sahabat lamanya itu dengan wajah bingung. Ia tertawa pelan penuh paksaan. Sedetik kemudian raut wajahnya kembali serius."Jangan hanya karena perubahan kecil, kau sampai melupakan semua kejahatan gadis itu!" kata Zetrian dengan tegas.Charless m

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   23. Dugaan Galiard Tentang Elina

    Elina memacu langkahnya lebih cepat, namun Charless tetap bisa mengikutinya. Bahkan pria itu sampai bisa menyamakan langkah dengannya. Elina langsung menoleh saat Charless berada tepat di sampingnya."Mengapa Duke mengikuti saya?" tanya Elina. Ia membuang pandangannya ke sembarang arah.Elina bisa merasakan Charless yang terus memandanginya. Ia mendeham pelan untuk meredakan gugupnya."Anda tidak dengar?""Ada apa dengan penampilan Anda?" tanya Charless.Elina menunduk sembari melihat pakaiannya saat ini. Ia menggaruk tengkuknya sembari tertawa kaku."Sa-saya hanya ingin mencoba pakaian ini," jawab Elina sekenanya.Charless mengangguk pelan. "Pakaian itu bukan untuk menghindariku 'kan?""Tidak!"Charless tersenyum, ia langsung menghadang jalan Elina dengan tubuh besarnya. Elina mendecak pelan melihat tingkah pria tersebut."Bukankah Duke seharusnya sedang makan malam?" tanya Elina.Charless mengangguk. "Tapi saya tidak melihat Nona di sana. Nafsu makan saya langsung hilang.""Berhenti

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   22. Elina menghindari Charless

    Setelah sadarkan diri, Elina tidak berani keluar dari kamar. Ia masih sangat terkejut dengan kejadian di taman. Walau ia sangat menyukai Charless, namun sama sekali tidak terlintas dipikirannya untuk berciuman dengan pria tersebut. Sama sekali tidak!Selama ini rasa suka Elina pada Charless tidak lebih dari seorang penggemar. Ia ingin memberikan kisah yang indah pada pria tersebut. Walau sesekali saat membaca komik, terlintas rasa ingin menggenggam tangan Charless."Nona, Tuan Duke akan makan malam bersama Count dan Countess. Apa Nona ingin ikut?" tanya Mika.Kepala Elina langsung menggeleng. "Tidak! Saya akan makan di kamar.""Bagaimana kalau Tuan Duke mencari Nona?""Tidak akan!" sanggah Elina dengan cepat."Tapi saat mengantar Nona yang pingsan tadi siang, Tuan Duke kelihatan sangat khawatir. Mungkin saja—""Mika, bisakah kau mengambilkan makanan sekarang?" potong Elina.Mika mengangguk cepat. Gadis itu langsung menghilang secepat kilat.Setelah kepergian Mika, ia bergegas mengganti

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   05. Kunjungan Sang Ibu

    Walau berita Elina yang mengakui perbuatannya sudah sampai ke telinga Sang Raja. Tapi nyatanya ia masih harus di penjara selama lima hari sebagai bentuk ketegasan Raja Verdentia dalam menangani masalah."Jika Nona ikut berperang, lalu bagaimana dengan saya?" tanya Mika lirih.Elina sontak menoleh.

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   04. Elina Dipenjarakan!

    "Apa yang sedang Anda rencanakan, Nona Ellisha Faelwen? Anda mau membunuh Putri Casia?!"Elina mengerutkan dahinya. Namun saat hendak membela diri, ia langsung ditarik menuju kamar Casia. Terlihat jelas gadis itu terbaring di kasur dengan darah keluar dari hidung dan mulutnya.Sontak Elina menoleh

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   03. Peringatan Dari Ellisha Untuk Elina

    "Mundur kalian!" seru Elina sembari menodongkan sapu pada semua pelayan yang ada di depannya.Sejak kembali ke kamar tamu istana, pelayan berbondong-bondong datang untuk mengganti pakaiannya. Walau Elina menolak, mereka terus memaksa dengan membawa nama raja."Nona, jika kami tidak melakukan tugas,

  • Akhir Yang Indah Untuk Duke   02. Bertemu Karakter Kesukaan!

    "Begitu memasuki istana, kamu harus tersenyum, Ellisha!" bisik Torico de Faelwen, ayah Ellisha.Elina tidak punya pilihan lain selain mengangguk patuh. Sebab saat ini sebilah pisau sudah ditodongkan ayahnya dari samping. Sementara Roseria hanya diam sembari mengamati wajahnya di cermin.Saat melewa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status