Share

AIP 66

last update publish date: 2026-10-29 14:57:34

Melan menggeliat saat mendengar bunyi alarm jamnya. Ia mengerjap pelan untuk menghilangkan kantuk, lalu membuka mata. Namun, pemandangan di depannya membuat tubuhnya membeku seketika.

Bagaimana bisa ia tidur di lengan Ferdi semalaman?

Melan menggelengkan kepalanya. Baru teringat jika semalam laki-laki itu izin untuk menginap dan mereka menonton film hingga tengah malam.

"Aku pasti ketiduran," gumamnya pelan.

Yang masih Melan syukuri adalah mereka tertidur dengan posisi duduk di sofa. Setidakny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku Ingin Pisah   AIP 71

    Melan tengah bersantai di kamarnya ketika tiba-tiba tercium aroma aneh. Merasa penasaran, ia bangkit dari ranjang dan berjalan pelan ke dekat jendela. Disingkapnya tirai di jendela, hanya sedikit hingga membuat celah. Lewat celah itulah Melan mengintip. Dan betapa terkejutnya ia melhat seseorang berpakaian serba hitam tengah menaburkan suatu cairan ke seluruh bagian depan rumahnya. Tubuh Melan seketika bergetar. Apalagi saat ia menyaksikan dengan matanya sendiri ketika orang itu melempar korek api. Dan seketika api kecil dari korek api itu merembet, berubah menjadi api-api ganas. Melan segera mundur dari jendela. Ia meraih ponselnya untuk meminta bantuan, tapi urung karena pasti api akan lebih dulu melahapnya sebelum bantuan datang. Maka perempuan itu mencari cara lain. Hingga ia teringat pada halaman belakang kontrakan. Segera ia menyelamatkan diri lewat sana sambil terus memeluk ponselnya, sebab hanya benda itu yang kemungkinan bisa Melan selamatkan. Namun, ketika sampai di bela

  • Aku Ingin Pisah   AIP 70

    Melan mengerjapkan matanya pelan saat merasakan cahaya yang menyilaukan. Sesuatu terasa masuk ke hidungnya ketika ia sadar. Perlahan ia mengangkat tangan dan meraba wajah, barulah paham jika kini selang oksigen sedang terpasang di hidungnya. Tapi, tunggu! Apa Melan sedang berada di rumah sakit? Perempuan itu segera mengedarkan pandangan ke sekeliling. Benar saja, ia sedang berada di sebuah ruangan serba putih. Tubuhnya tebaring di ranjang pesakitan. Bahkan kini jarum infus sudah tertancap di tangannya, entah sejak kapan. Melan sendiri tidak ingat apa-apa lagi setelah terakhir kali melihat wajah Ferdi dan tenggelam di pelukan laki-laki itu. "Ferdi?" Melan baru ingat pada laki-laki itu. "Di mana dia?" Tidak mungkin Melan dibawa ke rumah sakit ini sendirian, sebab ia ingat betul Ferdi pun ikut terjebak. "Apa jangan-jangan ... Ferdi berhasil bawa aku ke sini?" gumamnya pelan. Suaranya masih terdengar lemah. Perempuan itu memutuskan untuk mengubah posisi menjadi duduk. Ia

  • Aku Ingin Pisah   AIP 69

    Kening Ferdi mengkerut saat melihat orang-orang yang berbondong tadi berjalan ke arah gang kontrakan Melan. Mobil-mobil di jalan sampai kesulitan lewat karena sebagian orang-orang itu membuat jalur kendaraan terhalang.Termasuk mobil taksi yang ditumpangi Ferdi. Karena itu ia memutuskan untuk berhenti beberapa ratus meter sebelum gang, dan memilih untuk melanjutkan dengan berjalan kaki. Sementara sang sopir sudah ia minta untuk menunggu di sana.Laki-laki itu berjalan sambil menenteng paper bag dari kafe tadi. Saat langkahnya sejajar dengan salah satu warga, gegas ia bertanya, "Ada apa, Pak? Kenapa orang-orang kumpul ke sini?""Itu, lho, Mas ... kontrakan di ujung sana kebakaran!"Degh!Langkah Ferdi seketika terhenti. Lututnya lemas setengah mati."Ko-kontrakan ujung?"Tuhan ... itulah kontrakan yang ditempati Melan!Butuh beberapa saat untuk Ferdi mengembalikan kesadaran sampai seorang warga tadi menepuk pundaknya."Mas! Masnya nggak apa-apa?"Seketika Ferdi langsung melempar paper

  • Aku Ingin Pisah   AIP 68

    Sejak membaca pesan mencurigakan di ponsel Lila, isi kepala Ardian seketika penuh dengan pertanyaan. Siapa laki-laki itu? Apa hubungannya dengan Lila? Dan apa yang mereka lakukan di belakangnya?Beruntung Ardian sempat menyalin nomor tersebut sebelum menghapus pesan itu dari ponsel Lila. Ia bahkan sudah berusaha menghubungi lewat pesan, tetapi belum kunnjung mendapat balasan. Padahal ia sudah sangat penasaran.Akhrnyaa Ardian harus bersabar dan bersikap seolah tak ada apa-apa di depan Lila.Seperti saat ini. Ia diantar perempuan itu untuk melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Diam-diam ia meneliti setiap ekspresi Lila, tapi tidak ada yang mencurigakan. Perempuan itu tampak tenang.Namun, seprtinya hal ini bagus untuk Ardian jadikan kesempatan."Aduh ... aku kebelet pipis, Mas. Aku tinggal ke toilet sebentar nggak apa-apa?"Ardian hanya mengangguk saja, membiarkan Lila bangkit dari kursi tunggu dan berjalan cepat hingga menghilang di koridor. Sementara ia sendiri kembali membawa pandan

  • Aku Ingin Pisah   AIP 67

    Senyuman indah terus terukir di wajah tampan Ferdi. Ia masih teringat bagaimana Melan memberinya salam perpisahan di bandara tadi.Saat ia kembali dari toilet dan berjalan tergesa menuju area keberangkatan, tiba-tiba saja ia melihat Melan tengah berdiri kebingungan. Tanpa pikir panjang, Ferdi menghampiri perempuan itu."Melan?"Perempuan itu berbalik. Lalu ...Grep!Tiba-tiba sepasang tangan ramping melingkar di leher Ferdi. Tubuhnya sampai membeku karena terkejut dengan apa yang terjadi. Untuk beberapa saat ia hanya diam tanpa membalas pelukan Melan."Ke-kenapa, Mel?" Laki-laki itu baru tersadar dan perlahan membalas pelukan perempuan di depannya."Ada apa?" bisiknya.Namun, Melan malah menggeleng dalam pelukannya.Entah berapa lama mereka berpelukan, sampai Ferdi mendengar pengumuman bahwa penumpang maskapai yang akan ia tumpangi, diminta untuk segera bersiap-siap.Melan yang juga mendengar, perlahan melepaskan pelukannya."Sorry. Aku cuma mau kasih salam perpisahan," kata perempua

  • Aku Ingin Pisah   AIP 66

    Melan menggeliat saat mendengar bunyi alarm jamnya. Ia mengerjap pelan untuk menghilangkan kantuk, lalu membuka mata. Namun, pemandangan di depannya membuat tubuhnya membeku seketika.Bagaimana bisa ia tidur di lengan Ferdi semalaman? Melan menggelengkan kepalanya. Baru teringat jika semalam laki-laki itu izin untuk menginap dan mereka menonton film hingga tengah malam."Aku pasti ketiduran," gumamnya pelan.Yang masih Melan syukuri adalah mereka tertidur dengan posisi duduk di sofa. Setidaknya itu masih aman daripada mereka berbaring dan saling berpelukan.Perempuan itu menatap Ferdi yang masih tertidur tenang dengan kepala yang disandarkan pada punggung sofa. Sementara satu lengannya menjadi bantal untuknya. Perlahan ia mengangkat kepala agar tidak membangunkan laki-laki itu.Akan tetapi, baru juga menggerakan tubuh, suara serak Ferdi sudah terdengar menyapa."Pagi, Mel. Ini jam berapa?"Melan menoleh kikuk. Agak canggung setelah mereka menghabiskan malam berdua."I-ini masih pagi.

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 5

    Tatapan Melan menajam. Tangannya terkepal melihat Ferdi berdiri di depan pintu rumahnya. Tanpa berkata apa pun, ia melewati laki-laki itu begitu saja.Tentu Ferdi tidak tinggal diam. Ia pun bingung dengan sikap melan. Gegas laki-laki itu masuk ke rumah dan mengejar langkah Melan yang sudah hendak m

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 4

    Ketukan pintu kamar terdengar saat Melan tengah menyisir rambut panjangnya di depan meja rias. Ia letakkan sejenak sisir tersebt pada tempatnya, lalu berjalan ke dekat pintu. Dibukanya pintu kamar yang semula masih dikunci itu."Mas Ardian?"Ya, ternyata Ardian yang menyambangi kamarnya pagi-pagi b

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 3

    "Melan, tunggu!"Suara Ardian berhasil menghentikan langkah kaki Melan yang hendak menaiki anak tangga. Perempuan itu menoleh sedikit pada sang suami. "Apa?" tanyanya datar."Apa yang Ferdi bilang sama kamu?"Kening Melan jelas mengkerut mendengar pertanyaan itu. "Maksudnya?"Ardian maju selangkah

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 2

    "Kamu yang harus menggugat cerai dia." Melan terpaku beberapa saat. Kemudian, ia mengubah posisi duduk dengan benar sambil menatap laki-laki di sampingnya. Saran Ferdi terdengar gila, tapi cukup menarik untuk dicoba. "Jadi, apa yang harus—" "Jadi begini kelakuan kalian di belakangku?" Suara it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status