Share

Chapter 12

last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-12 18:28:10

Brak!

Suara itu membuat Melan terlonjak. Ia yang belum siap, akhirnya terpaksa tetap berdiri di dekat jendela yang dipalang kayu. Ya, ia sudah berhasil membuka ikatan di tangan dan kakinya.

Semalam saat Lila tidak muncul lagi ke ruangan gelap ini, Melan berusaha pelan-pelan melonggarkan ikatan, lalu mencari celah agar tali itu bisa terlepas. Entah berapa jam waktu yang ia habiskan hingga ikatan di tangannya berhasil terlepas.

Setelah itu, Mela tak tinggal diam. Ia kemudian berusaha membuka ikat
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 39

    "Dasar ga tahu malu!" teriak Hera yang langsung mengundang tatapan banyak pasang mata.Melihat itu, Melan dan Ferdi sontak berdiri. "Ada apa, sih, Ma? Malu dilihat orang," tegur Ferdi dengan suara pelan, tapi tajam. Ia tahu maksud teriakan sang mama tadi adalah untuk Melan. Karena itu ia harus segera mengambil tindakan agar tidak sampai terjadi keributan besar."Diam kamu, Ferdi! Ini urusan Mama sama dia!" Hera mengarahkan telunjuknya ke depan wajah Melan.Melan yang bingung hanya diam sambil sesekali melirik orang sekitar yang tampak keheranan. Sementara Ferdi segera menurunkan tangan sang mama dan coba bicara baik-baik dengannya."Tolong jangan buat keributan di sini, Ma. Gak enak—""Mama bilang diam!" Hera berteriak lagi hingga memotong ucapan Ferdi. Ia menatap tajam putra satu-satunya itu. "Cukup kamu bela dia terus, Fer! Dia cuma mau memanfaatkan kamu biar bisa lepas dari Ardian! Iya, kan?!"Melan segera menggeleng saat Hera mengalihkan tatapan padanya. Tentu itu fitnah, karena

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 38

    "Tolong izinkan Ardian menikah dengan Lila." Kalimat itu masih terus terngiang di telinga Melan. Ia berusaha mengusirnya, tapi tak bisa. Kenapa dunia begitu tega padanya? Kenapa semua orang selalu bersikap egois dan tidak memikirkan perasaannya? Tadi di rumah sakit, Opa Hendra baru saja memintanya untuk mengizinkn Ardian menikahi Lila. Gila! Ini sungguh gila! Padahal, ia kira pria tua itu sama baiknya dngan Oma Risma. Ternyata tidak. Melan meenghapus kasar air mata di wajahnya ketika mendengar ponselnya berbunyi pertanda panggilan masuk. Ternyata dari Ferdi. "Halo, Fer." Ia berusaha menormalkan suaranya. Namun, sepertinya telinga Ferdi memang terlalu tajam. "Mel? Kamu nangis?" Perempuan itu terdiam sebentar. Sebenarnya ia tidak ingin melibatkan Ferdi dalam masalah malam ini. Ia takut laki-laki itu tidak bisa menahan emosi lagi. "Enggak." Akhirnya Melan memilih berdusta. "Ada apa?" tanyanya kemudian. "Aku udah cari Ardian ke rumah Lila tapi gak ada. Satpam bilang, Lila lagi d

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 37

    Darah Ferdi langsung mendidih ketika mendengar cerita Melan tentang Lila yang tengah mengandung anak Ardian. Ia ingin sekali membalik meja kafe saat itu juga, tapi tidak ingin membuat keributan di luar. Terlebih, Melan sudah lebih dulu memintanya untuk tidak terpancingg emosi.Beberapa jam Ferdi bisa diam dan mengubur amarahnya dalam-dalam. Namun, tidak ketika sudah tak ada Melan di sisinya. Setelah mengantar peerempua itu pulang, ia langsung melajukan mobilnya menuju rumah Ardian tanpa pikir panjang.Ferdi tidak mau tahu. Pokoknya Ardian harus membayar rasa sakit hati Melan malam ini juga.Laju mobil yang dikemudikan Ferdi makin menggila. Beberapa pengendara yang dilewati, sampai mengumpat karena ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Saking tingginya, untuk tiba di depan rumah Ardian saja hanya memerlukan waktu 30 menit. Padahal normalnya bisa menghabiskan waktu hingga 1 jam perjalanan.Ferdi gegas turun dari mobil dan melangkah tegas menuju teras. Begitu pintu utama dibuka

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 36

    "Opa ...." Lila berbisik lirih. Hatinya hancur melihat sang opa terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Pria yang satu-satunyan ia miliki itu bahkan belum membuka mata semenjak tak sadarkan diri di restoran."Ke-kenapa bisa sampai begini, Mas?" tanyanya pada Ardian, sebab laki-laki itu yang mengabarinya dan membawa Opa Hendra ke rumah sakit.Ardian lebih dulu mendekat pada sang kekasih dan mengusap pundaknya pelan. "Tadi aku datang ke restoran buat makan siang. Begitu keluar, Opa tiba-tiba tampar aku dan dia pingsan. Mungkin ... Opa masih belum terima kalau kita punya hubungan, La."Lila terdiam. Memang semalam ia sempat beradu mulut dengan sang opa ketika mengatakann hubungannya dengan Ardian. Apalagi ketika ia bilang tengah meengandung anak dari laki-laki itu.Opa Hendra benar-benar marah besar. Bahkan tangannya hampir saja mendarat di pipi Lila kalau tidak segera tersadar. Pria itu tidak terima bahwa selama ini ia menjadi simpanan Ardian.Tangis Lila makin pecah mengingat kejadian

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 35

    "Aku lagi meengandung anak Mas Ardian."Dunia Melan seketika runtuh mendengar pengkuan Lila yang tidak dibantah oleh Ardian. Laki-laki itu hanya diam, tanpa menjelaskan apa-apa.Meski hatinya hancur, Melan tetap tersenyum di depan mereka. Ia tidak ingin terlihat lemah, apalagi di depan Lila."Selamat, ya," ucapnya tanpa melunturkan senyuman. Ia kemudian beralih menatap suaminya. "Aku pulang, Mas."Ardian ingin menahan, tapi rasanya percuma karena Melan pasti akan tetap pergi sekarang. Akhirnya ia hanya diam, menatap punggung sang istri hingga hilang dari pandangan.Sementara itu, Melan langsung memasuki taksi setelah memberhentikannya. Ia memejamkan mata sembari menahan sesak yang terus menghantam dada.Tuhan ... baru kali ini Melan merasakan sakit yang amat sangat atas pengkhianatan suaminya.'Ini yang kamu bilang terpaksa, Mas?' batin perempuan itu melirih.Sungguh tidak masuk logika. Mana mungkin Ardian terpaksa jika sampai bisa menghamili Lila?'Kalian berdua memang bajingan!'Per

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 34

    "Kenapa kamu bawa dia, Mel?" Ardian bertanya sembari menatap tajam pada laki-laki yang berdiri di belakang Melan."Aku mau membersihkan namaku. Jadi Ferdi harus ikut," jawab Melan.Ia mempersilakan Ferdi untuk masuk ke ruangan Ardian meski laki-laki itu tampak masih menatap tajam."Aku ke sini cuma buaat bantu Melan," cetus Ferdi. "Jadi, kapan konferensi persnya dimulai?" tanyanya yang ditujukan pada Ardian.Laki-laki itu tak menjawab. Ia malah menghampiri Melan dan meminta perempuan itu duduk di sofa bersamanya. "Siska masih siapkan tempatnya."Sontak saja kening Melan mengerut. Ferdi yang bertanya, tapi Ardian malah berkata padanya. Namun, ia memilih diam dan menunggu Siska datang.Melihat sikap Ardian yang seolah sengaja mendekati Melan, Ferdi jelas geram. Namun, ia tak bisa melakukan apa-apa selain memantau dari jarak setengah meter.Ya, ia lebih memilih duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Ardian."Berapa lama lagi, Mas?" tanya Melan yang sudah mulai bosan.Sudah 15 men

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 25

    Melan segera membuka aplikasi sosial media miliknya begitu tiba di kamar. Ia menelusuri informasi mengenai lowongan kerja yang sempat ia lihat sebelumnya. Dan ... dapat! Melan berhasil menemukan akun yang memposting informasi tersebut.Perempuan itu langsung mengunduh banner informasi agar bisa dis

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 24

    "Ada apa, Sus?" tanya Melan pada seorang perawat yang baru saja keluar dari ruangan Ardan.Perempuan itu memaksakan diri datang ke rumah sakit meski rasanya sangat malas."Oh, ini ... pasien yang minta saya kirim pesan, Bu."Huft!Melan menghela napas kesal. Untuk apa Ardian menyuruhnya datang?"Ok

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 23

    "Pasien hanya kelelahan. Cukup istirahat untuk beberapa hari, nanti akan pulih. Hanya saja tetap harus menjaga pola tidur dan jangan terlalu memikirkan hal berat setelah ini," ucap dokter yang baru selesai menangani Ardian.Melan mengangguk, lalu mengucapkan terima kasih. Setelah dokter tersebut ke

  • Aku Ingin Pisah   Chapter 22

    "Karena percuma, Mel. Dokumen aslinya memang yang sekarang kamu pegang ini."Begitulah jawaban Ferdi ketika Melan mengajukan pertanyaan tadi. Jujur saja, sampai sekarang Melan masih merasa ada yang janggal. Namun, hanya akan membuang waktu saja jika terus dipikirkan. Lebih baik Melan segera ke ruan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status