Share

Menutup Jalan Mu

Penulis: Amelia afsheen
last update Tanggal publikasi: 2026-07-30 20:34:54

Aruna pulang dari shift malam ,begitu membuka pintu kamar, tubuhnya langsung terasa ingin roboh ia bahkan tidak sempat mengganti pakaian tasnya diletakkan begitu saja di lantai ia hanya duduk di tepi tempat tidur sambil menunduk ,kepalanya penuh ,hari itu ibunya tidak datang dan tidak ada keributan seharusnya ia merasa lega namun justru itulah yang membuatnya semakin gelisah.

Keheningan sering kali lebih menakutkan daripada pertengkaran karena ia tidak tahu apa yang sedang menunggunya.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Hal yang Dibenci Oxavio .

    Aruna tidak segera menjawab ,tatapan Oxavio masih tertuju padanya namun kali ini tatapan itu tidak lagi sekadar ingin melihatnya kesulitan, melainkan seperti tatapan seseorang yang sudah lelah menunggu."Aku lelah menunggumu memilih."Kalimat itu masih menggantung di udara ,Aruna menarik napas pelan."Lalu... apa yang kamu inginkan dariku?"Oxavio tersenyum tipis. "Kamu masih bertanya?"Aruna menatapnya. "Aku ingin mendengarnya langsung darimu."Ruangan kembali sunyi ,Oxavio melangkah semakin dekat, hanya menyisakan satu langkah di antara mereka."Aku ingin kamu berhenti mencari jalan lain." Suaranya rendah dan tenang dan justru terdengar lebih mengancam. "Aku ingin setiap kali kamu punya masalah kamu datang padaku memohon bantuanku."Aruna menggeleng pelan "Itu tidak akan terjadi.""Kamu yakin?" tanya Oxavio sambil tersenyum."Aku yakin.""Padahal jalanmu semakin sedikit."Aruna menggenggam ujung bajunya. "Aku akan tetap mencari."

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Menutup Jalan Mu

    Aruna pulang dari shift malam ,begitu membuka pintu kamar, tubuhnya langsung terasa ingin roboh ia bahkan tidak sempat mengganti pakaian tasnya diletakkan begitu saja di lantai ia hanya duduk di tepi tempat tidur sambil menunduk ,kepalanya penuh ,hari itu ibunya tidak datang dan tidak ada keributan seharusnya ia merasa lega namun justru itulah yang membuatnya semakin gelisah.Keheningan sering kali lebih menakutkan daripada pertengkaran karena ia tidak tahu apa yang sedang menunggunya. Aruna memejamkan mata baru beberapa detik menikmati sunyi terdengar ketukan pelan di pintu. Tok. Tok. Tok. Aruna membuka mata. "Masuk." Pintu terbuka perlahan Oxavio masuk tanpa tergesa sudah mengenakan pakaian kerja ,tatapannya langsung menemukan Aruna yang duduk diam di tepi ranjang ,ia tidak berkata apa-apa hanya berdiri beberapa langkah dari pintu seolah sedang menikmati pemandangan di depannya. "Capek?" Aruna mengangguk kecil. "Iya." Oxav

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ketenangan yang Pahit

    Satu minggu berlalu ,Oxavio menatap layar ponselnya setelah menerima laporan bahwa Saraswati sudah menerima uang tersebut ,kemudian ia meletakkan ponselnya, ia tidak melakukan itu untuk menyelamatkan Aruna ,jika ia ingin menyelamatkan Aruna, ia bisa saja memberikan tiga puluh juta itu sejak awal namun ia tidak ingin Aruna bebas dari tekanan ,ia hanya ingin mengubah sumber tekanan itu ,ia ingin Aruna berhenti memikirkan ibunya ,berhenti memikirkan uang. Oxavio ingin Aruna memikirkan dirinya , memikirkan apa yang akan terjadi jika ia terus menolak. Namun sebelum sepenuhnya fokus pada Aruna, ada urusan bisnis yang harus ia selesaikan malam ini juga ,urusan yang selama berminggu-minggu menggerogoti fondasi perusahaan warisan kakek-neneknya. Oxavio berdiri ,di sana dokumen audit final sudah tersusun rapi ,hasil penyelidikan tim eksternal yang independen telah rampung ,sudah diverifikasi tanpa celah ,Oxavio duduk di kursi menatap berkas tebal itu, ia teringat wajah pamannya yang puc

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Bertahanlah Selama Kamu Bisa !

    Namun .. Aruna tidak pernah memohon ,dan justru itulah yang membuat Oxavio semakin ingin menekanya ,selama ini Aruna selalu menemukan cara setiap kali Oxavio memberinya tekanan, ketika ia ingin Aruna bergantung kepadanya, Aruna memilih bertahan sendiri ,ketika ia membuka satu-satunya jalan keluar, Aruna justru memilih menjual sesuatu yang masih menjadi miliknya ,bahkan yang harus dikorbankan adalah mas kawinnya sendiri. Oxavio menatap tangga yang baru saja dinaiki Aruna, rahangnya mengeras ,ia bisa saja memaksa ,bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk menutup semua celah, membuat Aruna benar-benar tidak memiliki pilihan ,namun apa gunanya? Oxavio tidak ingin Aruna datang kepadanya karena dipaksa sampai ke titik itu , ia tidak ingin kemenangan yang terasa seperti perampasan ,ia ingin Aruna menundukkan kepalanya karena akhirnya menyadari bahwa tidak ada lagi tempat lain untuk dituju ,ia ingin perempuan itu menyerahkan dirinya dengan kemauannya sendiri ,itulah satu-satunya kemen

  • Aku ,Target balas dendam CEO   jadii ??

    Sebelum berangkat bekerja, Aruna masih duduk dalam diam di kamarnya ,ia bersandar pada sisi tempat tidur, punggungnya menempel pada kasur yang dingin ,lampu hanya menyala redup, menciptakan bayangan panjang di dinding ,ponselnya tergeletak di samping dengan layar mati sejak lama, seolah menolak dunia luar masuk ke dalam kesunyiannya ,jam dinding berdetak pelan ,setiap detiknya terasa menekan dada ,menghimpit napas "sembilan puluh juta " Angka itu terus berputar di dalam kepalanya seperti pita rusak yang macet , Aruna sudah menghitung semua kemungkinan ,tabungan? Habis ,rekening? Kosong ,uang pinjaman? Tidak akan ada yang memberinya sebanyak itu dalam waktu semalam ,Bank pun butuh proses yang tidak mungkin selesai dalam semalam. Aruna menutup wajahnya dengan kedua tangan ,air mata jatuh perlahan, membasahi telapak tangannya yang dingin karena kenyataan pahit bahwa hidupnya tidak pernah benar-benar lepas dari masa lalu ,setiap kali ia merasa bisa bernapas, masa lalu selalu d

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Kenapa Harus Kamu ?

    Aruna keluar dari rumah makan itu dengan langkah yang terasa tidak nyata, karena Aruna tahu betul ibunya tidak pernah mengancam tanpa benar-benar melakukannya ,jika Saraswati mengatakan akan datang dan membuat keributan di tempat kerja Aruna, maka kemungkinan besar ia benar-benar akan melakukannya "Sembilan puluh juta " angka itu terasa seperti sesuatu yang tidak mungkin ia dapatkan dalam waktu semalam ,gajinya cukup untuk hidup ,cukup untuk membantu kebutuhan sehari-hari ,cukup untuk memberikan sebagian kepada ibunya namun tidak pernah cukup untuk menyelesaikan masalah sebesar ini ,tangannya sedikit gemetar ketika ia membuka aplikasi perbankan di ponselnya ,ia memeriksa rekeningnya satu per satu ,menghitung tabungan ,menghitung uang yang bisa ia gunakan ,menghitung segala kemungkinan namun hasilnya tetap sama jumlahnya bahkan tidak sampai sepersepuluh dari yang diminta Saraswati ,Aruna menutup layar ponselnya ia berdiri cukup lama di depan rumah makan itu ,orang-orang berlalu-lalan

  • Aku ,Target balas dendam CEO   malam ketika semuanya berakhir

    Hujan masih menemani malam aruna ,langit seperti sedang menumpahkan sesuatu yang lama tertahan sama seperti hati Aruna saat itu ,langkahnya terasa berat saat ia memasuki gang sempit menuju kamar kostnya ,sepatu yang basah meninggalkan jejak kecil di lantai semen yang lembap ,tubuhnya masih gemet

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Luka yang tak pernah sembuh

    Malam itu hujan turun tanpa jeda bukan sekadar gerimis yang datang dan pergi, melainkan hujan deras yang seolah ingin menenggelamkan seluruh isi kota ,tetesannya menghantam jendela kecil kamar kost Aruna dengan ritme yang tidak teratur kadang pelan, kadang keras seperti detak jantung yang kehilan

  • Aku ,Target balas dendam CEO   wanita dari masa lalu

    Oxavio menghela napas pelan, tanda ketidaktertarikan yang tidak ia tutupi.“Sudah saya bilang, untuk hal seperti ini atur jadwal melalui sekretaris.”Rafael terdiam sejenak ,ada sesuatu dalam raut wajahnya yang membuat Oxavio akhirnya mengangkat pandangan.“Wanita itu…

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Perhatian yang terlalu jelas .

    Pagi di Pratama Medical Center selalu dimulai dengan kesibukan Para perawat berjalan cepat di koridor ,dokter keluar masuk ruang pemeriksaan suara mesin medis dan percakapan pelan bercampur menjadi satu ,di ruang bersalin, Aruna Larasati sedang memeriksa peralatan seperti biasa ,ia selalu datang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status