Share

Kenapa Harus Kamu ?

Penulis: Amelia afsheen
last update Tanggal publikasi: 2026-07-23 14:57:45

Aruna keluar dari rumah makan itu dengan langkah yang terasa tidak nyata, karena Aruna tahu betul ibunya tidak pernah mengancam tanpa benar-benar melakukannya ,jika Saraswati mengatakan akan datang dan membuat keributan di tempat kerja Aruna, maka kemungkinan besar ia benar-benar akan melakukannya "Sembilan puluh juta " angka itu terasa seperti sesuatu yang tidak mungkin ia dapatkan dalam waktu semalam ,gajinya cukup untuk hidup ,cukup untuk membantu kebutuhan sehari-hari ,cukup untuk memberi

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Malam panjang

    Oxavio tidak langsung masuk ke kamarnya setelah meninggalkan Aruna ,ia berdiri sendirian di ruang tengah ,lampu hanya menyisakan cahaya redup di sudut ruangan, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang seolah menertawakannya ,pikirannya terus memutar kembali pada percakapan mereka. "Aku takut ketika kamu marah ,aku takut kehilangan pekerjaanku ,aku takut kehilangan orang-orang di sekitarku dan akhirnya hanya diriku sendiri " Oxavio memejamkan mata, mencoba mengusir suara Aruna dari kepalanya namun kalimat-kalimat itu tidak terdengar seperti pembelaan seorang istri yang lemah ,melainkan pengakuan jujur dari orang yang telah hancur berkeping-keping jauh sebelum ia mengenal Oxavio. Ia baru sadar bahwa selama ini, setiap kali ingin membuat Aruna menyerah, ia selalu mencari titik terlemah perempuan itu ,ia mengira itu adalah strategi tapi hari ini Aruna justru menunjukkan kepadanya bahwa titik terlemahnya bukan sesuatu yang bisa digunakan untuk menang dalam permainan keku

  • Aku ,Target balas dendam CEO   harus baik baik saja .

    Aruna baru saja selesai merapikan meja makan ,meski tubuhnya lelah setelah seharian bekerja, ia memastikan semuanya rapi, membersihkan debu terakhir, dan menata kursi kembali ke tempatnya ,ia melakukannya dengan gerakan mekanis, mencoba mengalihkan pikiran dari tatapan tajam yang sudah membakar punggungnya sejak beberapa menit lalu. Oxavio duduk di sofa, kedua tangannya bertaut erat , rahangnya mengeras, menandakan badai yang sedang ia tahan ,sejak pertengkaran tentang Eran atau lebih tepatnya, sejak ia melihat Aruna tersenyum pada laki-laki lain itu kemarahannya tidak pernah benar-benar padam ,nama Eran terus berputar di kepalanya seperti racun bahkan cara Aruna memberikan nomor ponselnya tanpa rasa bersalah. Hal-hal kecil itu seharusnya tidak berarti apa-apa bagi seorang CEO dingin seperti Oxavio namun justru karena hal itu "tidak berarti" bagi Aruna, Oxavio semakin membencinya ,ia tidak seharusnya peduli ,tidak seharusnya merasa terusik dan terlebih lagi, ia tidak seharusnya mer

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Batas yang Mulai Retak

    Aruna datang ke rumah sakit seperti biasa ,langkahnya terasa berat karena pikirannya masih terasa penuh setelah pertengkaran dengan Oxavio ,ucapan pedas tentang ibunya masih bergema di telinga, meninggalkan luka yang belum kering namun Aruna tidak ingin membawa masalah rumah ke tempat kerja ,ia mengenakan topeng profesionalismenya, menyembunyikan kerapuhan di balik seragamnya yang rapi. Begitu memasuki ruang VK, ia langsung memeriksa laporan pasien dan mengambil alih pekerjaan seperti biasanya ,ia mencoba menjalani malam seolah tidak terjadi apa-apa, sampai sebuah pesan masuk dari bagian administrasi. "Bu Aruna, ada beberapa laporan yang harus segera diselesaikan sebelum pagi " Aruna membuka lampiran yang dikirimkan matanya langsung berhenti ,rekap pelayanan VK selama satu bulan terakhir ,evaluasi jumlah pasien per jam ,laporan penggunaan obat dan alat kesehatan ,Aruna terdiam bukan karena tugas itu tidak masuk akal secara teknis ,semua memang masih berkaitan dengan pekerjaannya

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Penuh Amarah

    Oxavio tidak ke kantor ,sejak Aruna membelakanginya tadi, pria itu hanya duduk di sofa dengan pikiran yang tidak mau diam ,kalimat Aruna terus terngiang " Kamu cemburu "Oxavio mengusap wajahnya kasar.“Omong kosong.”Ia bahkan tidak tahu kepada siapa ia sedang menyangkal "Dirinya sendiri?" atau Aruna?Ia bangkit, berjalan menuju jendela, lalu menatap halaman rumah yang masih sepi.Biasanya jam segini ia sudah berada di Rumah sakit namun hari ini tidak ,ponselnya beberapa kali berdering nama asistennya muncul di layar akhirnya mengangkat.“Ada apa?”“Pak, rapat pagi ini tetap dilaksanakan ,bapak jadi datang?”Oxavio terdiam.“Tidak.”“Tapi ada beberapa agenda yang—”“Batalkan.”“Pak, beberapa .. ”“Aku bilang batalkan.”Sambungan diputus ,ponsel diletakkan begitu saja di atas meja ,Oxavio menarik napas panjang entah kenapa sejak semalam ia tidak ingin melihat siapa pun ,tidak ingin bekerja ,bahkan tidak ingin berada di rumah sa

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Batas yang Tidak Lagi Bisa Ditahan

    Aruna tiba di rumah menjelang pagi ,tubuhnya terasa seperti tidak lagi memiliki tenaga ,setelah menyelesaikan pekerjaannya, pikirannya justru terus kembali pada kejadian beberapa jam sebelumnya.Pangeran ,laki-laki yang dulu ia panggil Kak Eran ,sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu, tetapi anehnya, percakapan singkat itu meninggalkan rasa hangat yang asing di dalam dirinya, Eran hanya seseorang dari masa lalu yang pernah beberapa kali menolongnya ketika ia sedang kesulitan namun sekarang semuanya terasa berbeda ,mungkin karena mereka sudah dewasa ,mungkin karena Aruna baru menyadari betapa lama waktu telah berlalu atau mungkin karena tatapan perempuan yang bersama Eran tadi membuatnya merasa tidak enak.Aruna menggeleng pelan ,ia tidak ingin memikirkannya lagi yang ia inginkan hanya tidur.Namun begitu pintu kamar dibuka langkahnya berhenti Oxavio sudah ada di sana ,duduk di tepi tempat tidurnya ,diam dan seperti menunggu.Aruna menatapnya wajahnya datar ,tidak

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Seseorang dari Masa Lalu

    Perjalanan pulang sore itu ternyata jauh lebih lama dari yang mereka perkirakan ,kemacetan membuat mobil nyaris tidak bergerak selama beberapa waktu ,ditambah beberapa ruas jalan yang padat, mereka baru sampai di rumah setelah waktu isya ,begitu turun dari mobil, Aruna langsung melihat jam.“Aku harus bersiap.”Ia bahkan tidak sempat duduk berleha, tubuhnya memang lelah, matanya masih berat setelah acara tadi, tetapi malam ini ia kembali harus bekerja Aruna langsung masuk ke kamar mengganti pakaian, lalu memasukkan beberapa barang ke dalam tas ,tidak lama kemudian, ia keluar lagi ,Oxavio yang sejak tadi berada di ruang tengah memperhatikannya.“Kamu mau berangkat sekarang?”“Iya.”“Aku antar.”Aruna berhenti ia menatap Oxavio seolah baru saja mendengar sesuatu yang tidak biasa.“Kamu?”Oxavio mengerutkan kening.“Kenapa?”“Tidak apa-apa.”Aruna mengambil ponselnya.“Aku sudah pesan ojek.”Kalimat itu membuat Oxavio terdiam ,ia seb

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Delapan Tahun Kemudian

    Delapan tahun bisa mengubah banyak hal dalam hidup seseorang ,beberapa luka memudar beberapa mimpi akhirnya tercapaiDan beberapa kenangan… tetap tinggal seperti bayangan yang tidak pernah benar-benar pergi.Pagi itu, udara di kota jakarta masih terasa dingin ketika Aruna Larasati berdiri

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Racun yang dipaksakan

    Malam itu terasa berbeda ,Aruna menyadarinya bahkan sebelum ia benar-benar masuk ke dalam rumah. Langit sudah gelap ketika ia pulang dari perpustakaan sekolah seharian ia sengaja pulang lebih lama, Rumah selalu terasa lebih aman ketika ibunya belum membawa tamu Namun begitu ia membuka pintu, ia la

  • Aku ,Target balas dendam CEO   luka yang dibawa pulang.

    Langit sudah mulai berubah jingga ketika Aruna berjalan pulang dari sekolah ,Langkahnya pelan, tapi pasti. Tas sekolahnya terasa lebih berat, meskipun isinya tidak bertambah apa-apa. Mungkin karena pikirannya yang penuh oleh kata-kata yang masih terngiang di kepalanya ,Perempuan malam ,

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Luka yang Tidak Terlihat

    Sekolah seharusnya menjadi tempat yang tenang.Tempat di mana aku bisa melupakan rumah kecil yang selalu penuh dengan orang asing.Tapi kenyataannya… tidak pernah benar-benar seperti itu ,Aku berjalan melewati gerbang sekolah dengan langkah cepat ,Matahari pagi masih hangat, dan halaman s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status