Share

pagi terakhir

Penulis: Amelia afsheen
last update Tanggal publikasi: 2026-05-24 02:43:10

Malam di penginapan kecil itu berakhir dengan tawa yang masih tersisa di udara ,api unggun perlahan mengecil, para tamu satu per satu kembali ke kamar masing-masing, dan pegunungan kembali tenggelam dalam kesunyian yang damai.

Aruna tidur nyenyak malam itu mungkin karena sebagian beban yang selama ini ia pendam sudah ia bagi dengan Nina ,pikirannya untuk sementara tidak sedang berperang dengan apa pun.

Pagi datang dengan cahaya pucat yang menembus tirai kamar ,Aruna membuka mata per
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Bukan Sekadar Pengkhianatan

    Dua hari setelah konferensi pers, suasana perlahan mulai kembali tenang. Pihak rumah sakit merilis kronologi lengkap penanganan pasien beserta hasil evaluasi medis yang telah diverifikasi oleh tim independen ,rekaman CCTV pada beberapa titik kunci juga ditunjukkan secara tertutup kepada pihak keluarga korban untuk transparansi ,tidak seluruhnya dipublikasikan ke publik demi privasi medis, namun cukup untuk memperlihatkan bahwa tenaga kesehatan memang telah bekerja sesuai prosedur prioritas kegawatdaruratan, tidak ada penelantaran ,tidak ada birokrasi yang menghambat nyawa.Keluarga pasien akhirnya memberikan pernyataan kepada media melalui pengacara mereka ,dengan wajah lelah namun lebih tenang, mereka mengaku emosi sesaat dan terpancing suasana duka saat kehilangan anggota keluarga ,mereka juga menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik-baik bersama pihak rumah sakit melalui jalur mediasi, termasuk kompensasi ,perlahan nada pemberitaan mulai berub

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Depan Kamera

    halaman depan Pratama Medical Center masih dipenuhi kendaraan media , menghalangi sebagian akses jalan ,beberapa wartawan telah datang sejak sebelum pukul delapan, menyeruput kopi sambil mengecek baterai kamera ,lensa-lensa panjang mengarah ke pintu utama seperti moncong senjata yang siap menembak ,mikrofon dengan berbagai logo stasiun televisi berjajar di atas meja kecil yang disiapkan pihak rumah sakit ,semua menunggu penjelasan resmi ,jawaban atas tuduhan "pembunuhan terselubung" yang viral semalam.Di ruang rapat Humas dipenuhi wajah-wajah tegang ,udara terasa pengap "Media sudah lengkap bu ,hampir semua stasiun nasional ada." lapor seorang staf muda"Kita mulai lima menit lagi." jawab Kepala Humas, wanita paruh baya bernama Ibu Ratna"Kepolisian juga sudah mengirim perwakilan untuk memantau," tambah staf lain.Ibu Ratna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang kencang."Baik."Ia menatap timnya satu per satu."Laporan me

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Retakan Pertama

    Audit dimulai keesokan paginya dengan ketegasan yang mengejutkan seluruh staf ,semua kepala unit diminta menyerahkan laporan pelayanan, jadwal dinas, hingga dokumentasi operasional beberapa bulan terakhir ,tidak ada pengecualian ,tidak ada toleransi untuk keterlambatan. Bagian IGD menjadi fokus utama penyelidikan awal, mengingat kasus viral tersebut bermula dari sana ,namun Oxavio bukan tipe pemimpin yang hanya melihat satu sisi masalah ,baginya sebuah masalah besar hampir tidak pernah berdiri sendirian ,jika ada satu celah dalam prosedur ,berarti ada kemungkinan celah lain yang lebih besar dan lebih berbahaya, yang selama ini luput dari perhatian karena tertutup oleh rasa percaya buta. Sejak pagi, lantai administrasi berubah seperti sarang lebah yang diserang ,suasana tegang mencekam ,staf keuangan keluar masuk membawa map-map tebal dengan wajah pucat ,tim audit internal, yang didatangkan khusus dari konsultan eksternal agar independen, memeriksa dokumen satu pe

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ketika Dunia Berisik, Aruna Baru Terbangun

    Pukul tiga sore ,sinar matahari kemerahan menerobos sela-sela gorden kamar yang tidak tertutup rapat, debu-debu halus menari dalam cahaya itu ,Aruna tidak bergerak ,ia masih terlelap dalam tidur yang berat, seolah tubuhnya ditindih oleh beban kelelahan ,perlahan dengan usaha keras, ia membuka mata ,matanya perih lengket karena sisa-sisa kantuk yang enggan pergi ,rasa lemas menjalar dari pinggang hingga ke paha ,perutnya terasa kram ringan, tanda bahwa siklus bulanan yang biasanya datang tepat waktu, kali ini datang bersamaan dengan puncak kelelahannya."huft .." gumamnya dalam hati, menyadari kenapa tidurnya begitu dalam dan sulit dibangunkan bahkan oleh suara bising sekalipun ,rasa nyeri haid yang dipadukan dengan shift malam membuatnya benar-benar "mati suri" selama berjam-jam ,tubuhnya memaksa istirahat total, mengabaikan dunia luar demi pemulihan energi.Ia menggapai ponsel yang tergeletak di atas nakas ,layar menyala dan seketika jantungnya melonjak kaget ,notifikasi bu

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Satu Malam yang Mengubah Segalanya

    Tidak ada seorang pun yang datang bekerja malam itu dengan firasat buruk ,langit malam tampak cerah, bintang-bintang bersinar di balik polusi kota ,semuanya berjalan sebagaimana mestinya ,rutinitas yang membosankan, namun menenangkan. Di ruang perawat ,beberapa tenaga kesehatan sibuk menyelesaikan dokumentasi ,jari-jari mereka menari di atas keyboard, mencatat asupan cairan, tanda vital, dan obat-obatan ,sementara di lorong, dokter jaga bergantian memeriksa pasien yang terus berdatangan melalui pintu putar IGD. Menjelang pukul sebelas malam ,suara sirine ambulans memecah keheningan malam, semakin keras saat mendekat ,sebuah ambulans berhenti mendadak ,pintu belakang dibuka dengan tergesa-gesa oleh paramedis. "Dok! Tolong!" teriak seorang pria muda, wajahnya pucat pasi, matanya melebar karena panik. Seorang pria paruh baya diturunkan dengan hati-hati ,napasnya tersengal-sengal, istrinya menangis histeris sambil terus menggenggam tangan suaminya yang mulai melemas. "Tolong suami say

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Sebelum Badai

    Hari-hari kembali berjalan sebagaimana mestinya atau setidaknya begitulah yang Aruna rasakan ,sebuah ilusi kestabilan di atas permukaan air yang tenang.Sejak jadwal dinasnya diubah menjadi shift malam secara permanen, hidupnya seperti berputar dalam lingkaran yang sama setiap hari ,monoton ,terprediksi dan melelahkan.Berangkat ketika langit gelap, disambut oleh lampu jalan yang menyala ,pulang saat matahari baru menampakkan diri, menyilaukan mata yang sudah terbiasa dengan kegelapan lalu berusaha mencuri waktu tidur di siang hari, meski tirai tebal di kamarnya tidak pernah mampu membendung kebisingan dunia luar sepenuhnya , tubuhnya perlahan mulai mengikuti ritme baru itu ,jam biologisnya bergeser, menyesuaikan diri dengan paksaan namun tetap saja ada rasa lelah yang berbeda ketika seseorang dipaksa hidup berlawanan dengan alam ,tubuh manusia dirancang untuk aktif di siang hari dan istirahat di malam hari ,melawan itu berarti melawan kodrat.Matanya lebih mudah sembab,

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Perhatian yang terlalu jelas .

    Pagi di Pratama Medical Center selalu dimulai dengan kesibukan Para perawat berjalan cepat di koridor ,dokter keluar masuk ruang pemeriksaan suara mesin medis dan percakapan pelan bercampur menjadi satu ,di ruang bersalin, Aruna Larasati sedang memeriksa peralatan seperti biasa ,ia selalu datang

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Perintah Sang CEO

    Malam sudah turun ketika Pratama Medical Center mulai sedikit lebih tenang ,koridor yang tadi siang dipenuhi langkah kaki kini hanya terdengar sesekali dilewati oleh perawat yang sedang bertugas malam ,lampu-lampu putih di langit-langit membuat suasana terasa dingin dan steril ,di lantai paling a

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Tatapan yang tak biasa

    Hari di Pratama Medical Center berjalan seperti biasa Koridor rumah sakit dipenuhi suara langkah kaki yang tergesa, bunyi roda ranjang pasien yang didorong perawat, dan percakapan pelan antara keluarga pasien yang menunggu kabar dari dalam ruangan ,Bagi banyak orang, suasana itu terasa menegangka

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Delapan Tahun Kemudian

    Delapan tahun bisa mengubah banyak hal dalam hidup seseorang ,beberapa luka memudar beberapa mimpi akhirnya tercapaiDan beberapa kenangan… tetap tinggal seperti bayangan yang tidak pernah benar-benar pergi.Pagi itu, udara di kota jakarta masih terasa dingin ketika Aruna Larasati berdiri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status