Home / Romansa / Aku ,Target balas dendam CEO / Delapan Tahun Kemudian

Share

Delapan Tahun Kemudian

last update publish date: 2026-03-15 11:00:56

Delapan tahun bisa mengubah banyak hal dalam hidup seseorang ,beberapa luka memudar beberapa mimpi akhirnya tercapai

Dan beberapa kenangan… tetap tinggal seperti bayangan yang tidak pernah benar-benar pergi.

Pagi itu, udara di kota jakarta masih terasa dingin ketika Aruna Larasati berdiri di depan cermin kecil di kamar kostnya ,kamar itu sederhana.

Hanya ada satu ranjang kecil, meja belajar yang sudah sedikit usang, lemari pakaian sempit, dan jendela yang menghadap ke gang kecil di belakang bangunan. Namun bagi Aruna, tempat ini adalah sesuatu yang sangat berharga, kebebasan.

Ia merapikan kerudung hitamnya yang sederhana, memastikan tidak ada lipatan yang berantakan. seragam bidan berwarna beige yang ia kenakan terlihat rapi, meskipun sudah beberapa kali dicuci ,aruna menarik napas dalam-dalam.

Delapan tahun yang lalu…

ia hampir kehilangan dirinya sendiri namun hari ini, ia berdiri di sini sebagai seseorang yang berbeda seorang bidan ,Ia mengambil tas kerjanya dan keluar dari kamar kost Koridor bangunan itu masih sepi, Hanya suara langkahnya yang terdengar pelan di lantai keramik.

Begitu sampai di luar, matahari pagi sudah mulai muncul di balik gedung-gedung kota.

Aruna berjalan menuju halte kecil di ujung jalan setiap pagi ia melakukan hal yang sama, Naik angkot, turun dua jalan sebelum rumah sakit

Lalu berjalan kaki beberapa menit ,Rutinitas sederhana yang ia syukuri setiap hari karena setiap langkah yang ia ambil menjauhkannya dari kehidupan yang dulu hampir menelannya.

Rumah Sakit Pratama Medical Center sudah terlihat sibuk ketika Aruna tiba ,gedungnya tinggi dan modern, dengan dinding kaca yang memantulkan cahaya matahari pagi.

Bagi banyak orang, tempat ini hanyalah rumah sakit biasa namun bagi Aruna, tempat ini adalah bukti bahwa ia berhasil bertahan.

Ia berjalan melewati pintu utama dan menyapa satpam yang sudah mengenalnya.

“Pagi, Mbak Aruna.”

“Pagi, Pak.”

Aruna tersenyum kecil sebelum masuk ke dalam

Di lantai dua, bagian ruang bersalin, suasana sudah cukup ramai.

Beberapa perawat dan bidan terlihat sibuk mempersiapkan peralatan.

“Aruna!” seseorang memanggil.

Seorang perempuan dengan rambut pendek melambai ke arahnya.

Nina, sahabat sekaligus rekan kerjanya.

“Kamu telat dua menit,” kata Nina sambil menyeringai ,aruna tertawa kecil.

“Angkotnya berhenti lama.”

“Alasan klasik.”

Aruna meletakkan tasnya di loker kecil di sudut ruangan.

“Pasien banyak?”

“Lumayan ,Ada satu yang sudah pembukaan tujuh.” aruna langsung mengambil sarung tangan medis “Baik, aku bantu.”

Beberapa menit kemudian ia sudah berada di ruang bersalin.

Seorang wanita muda berbaring di ranjang dengan wajah pucat dan keringat yang membasahi dahinya ,Suaminya berdiri di sampingnya, terlihat sangat gugup.

“Tenang ya, Bu,” kata Aruna dengan suara lembut. Wanita itu menggenggam tangannya erat “Sakit sekali…”

Aruna tersenyum menenangkan

“Sebentar lagi bayinya lahir.”

Momen seperti ini selalu membuat Aruna merasa hidupnya berarti. Setiap tangisan bayi yang baru lahir selalu terasa seperti keajaiban kecil.

Seolah dunia memberikan kesempatan baru bagi seseorang untuk memulai hidupnya,

Dan beberapa saat kemudian… tangisan itu akhirnya terdengar ,bayi kecil itu menangis keras begitu keluar ke dunia suasana ruangan berubah menjadi hangat suaminya hampir menangis.

“Istriku baik-baik saja, kan?”

“Baik,” jawab Aruna sambil tersenyum.

Bayi itu ia bungkus dengan selimut kecil sebelum memberikannya kepada sang ibu.

“Selamat ya.” Wanita itu menatap bayinya dengan mata berkaca-kaca

“Terima kasih…” Aruna hanya tersenyum

Namun ketika ia keluar dari ruangan itu, Nina sudah menunggunya di lorong dengan wajah penuh semangat.

“Kamu dengar kabar?”

“Kabar apa?”

Nina mendekat dan berbisik dramatis

“CEO datang hari ini.”

Aruna mengerutkan kening.

“CEO?”

“Pemilik rumah sakit ini.”

Aruna mengangkat bahu

“Terus?”

Nina menatapnya tidak percaya.

“Terus? Kamu tidak penasaran?”

“Tidak terlalu.”

Nina menghela napas panjang.

“Kamu benar-benar aneh.”

Aruna tertawa kecil ia memang tidak pernah terlalu peduli dengan hal-hal seperti itu.

Selama ia bisa bekerja dengan baik, itu sudah cukup ,namun ia tidak tahu…

hari ini akan menjadi hari yang berbeda hari yang tanpa ia sadari akan mengubah hidupnya

Di lantai paling atas gedung rumah sakit itu…

seorang pria berdiri di depan jendela besar,

Dari sana, seluruh kota terlihat jelas ,pria itu mengenakan jas hitam mahal yang pas di tubuhnya ,posturnya tinggi, tatapannya tajam.

Wajahnya tampan dengan garis rahang yang tegas dialah Oxavio Pratama.

CEO muda dari jaringan rumah sakit yang semakin berkembang pesat.

Seorang pria yang dikenal dingin, perfeksionis, dan hampir tidak pernah tersenyum.

Di belakangnya, seorang asistennya berdiri sambil memegang tablet.

“Jadwal inspeksi sudah siap, Tuan.” Oxavio tidak langsung menjawab ,ia masih menatap pemandangan kota di luar jendela.

“Mulai dari ruang bersalin,” katanya akhirnya.

“As you wish.” Beberapa menit kemudian…

Oxavio berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah tenang ,para staf yang melihatnya langsung berdiri lebih tegak.

Beberapa bahkan menunduk sedikit sebagai tanda hormat.

Namun Oxavio tidak memperhatikan mereka, pikirannya sibuk dengan banyak hal sampai akhirnya ia berhenti di depan sebuah ruangan ,

Ruang Bersalin ,Pintu itu sedikit terbuka.

Dari dalam, terdengar suara seorang wanita yang berbicara lembut pada pasiennya.

Oxavio menoleh sedikit ke arah pintu itu.

Dan untuk pertama kalinya…

matanya melihat seseorang yang tidak ia kenal seorang wanita dengan kerudung hitam sederhana ,Seragam bidan berwarna beige ,wajahnya tenang ,tangannya bergerak cekatan membantu seorang ibu yang sedang kesakitan ,namun yang membuat Oxavio berhenti bukanlah pekerjaannya melainkan ekspresi di wajah wanita itu ,ada ketulusan di sana sesuatu yang jarang ia lihat. Oxavio berdiri beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya.

Sampai asistennya akhirnya berkata pelan,

“Tuan?”

Oxavio mengalihkan pandangannya.

“Lanjut.”

Namun entah kenapa…

ketika ia berjalan pergi dari ruangan itu, satu pikiran kecil muncul di kepalanya ,Wanita itu.

Ada sesuatu yang terasa aneh… tapi ia tidak tahu apa dan tanpa ia sadari wanita itu adalah Aruna Larasati.

Wanita yang suatu hari akan menjadi pusat dari rencana balas dendam yang sudah ia simpan bertahun-tahun ,namun saat ini…

tak satu pun dari mereka tahu bahwa takdir sudah mulai mempertemukan jalan hidup mereka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Akhir dari semua .

    Hari-hari pertama Aruna di apartemen barunya terasa tenang ,apartemen itu tidak besar namun nyaman. Cahaya matahari masuk setiap pagi melalui jendela besar di ruang tamu ,dari sana Aruna bisa melihat sebagian kota yang mulai hidup sejak dini hari ,orang-orang berangkat kerja, kendaraan mulai memenuhi jalan, dan langit yang perlahan berubah warna. Hari pertama ia bangun di sana, Aruna duduk di tepi tempat tidur ,tidak ada rasa takut ,ia hanya duduk, menatap cahaya pagi yang masuk ke kamarnya lalu tanpa sadar… ia menarik napas panjang seperti paru-parunya akhirnya bebas dari sesuatu yang selama ini menekan dari dalam. “Aku masih hidup,” gumamnya pelan. Kali ini kalimat itu tidak terdengar seperti kesedihan ,lebih seperti kesadaran baru. Beberapa minggu pertama berlalu dengan tenang , Aruna mulai membangun rutinitas baru ,bangun pagi, membuat kopi untuk dirinya sendiri, lalu berjalan ke rumah sakit ,jarak dari apartemen ke rumah sakit hanya sekitar sepuluh menit, m

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Hal kecil dari Oxavio

    Aruna tetap tinggal di rumah itu ,semua tampak normal di permukaan ,namun nyatanya tidak seluruh harapannya kosong. Malam ini hujan turun pelan Aruna sedang duduk di meja makan dengan beberapa berkas yang sedang ia baca, Oxavio mendekat. “Aruna.” Aruna mengangkat kepalanya pelan. “Iya.” Nada suaranya tetap sama seperti beberapa minggu terakhir, Oxavio menarik kursi di hadapannya ,beberapa detik berlalu tanpa kata, Akhirnya Oxavio berbicara. “Aku ingin bicara.” Aruna menutup berkasnya perlahan. “Silakan.” Tidak ada rasa gugup dalam suaranya ,ia menunduk sebentar, lalu menghela napas panjang. “Aku selalu merasa bersalah.” Aruna tidak bergerak, Oxavio melanjutkan dengan suara yang pelan. “Sejak hari itu.” Ia mengusap wajahnya sebentar. “saat aku mengirimmu pesan tentang ibumu.” Aruna menatapnya tanpa ekspresi Oxavio menelan ludah. “Aku tidak benar-benar ingin menjadikan ibumu sebagai gantinya

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ketika Pulang Bukan Lagi Pilihan

    Sore mulai turun ketika Nina akhirnya kembali ,pintu kamar terbuka dengan suara cukup keras.“Runaa!”Nina masuk sambil membawa dua kantong plastik besar di kedua tangannya ,wajahnya ceria “Lihat aku bawa apa!”Ia meletakkan semua kantong itu di atas meja.“Aku tadi dapat voucher TikTok banyak banget ,jadi sekalian borong makanan ,ada ayam, minuman, dessert juga ,kita makan yuk kamu belum makan, kan?”Tidak ada jawaban ,Nina yang sedang sibuk mengeluarkan satu per satu makanan akhirnya menoleh ,baru saat itulah ia menyadari sesuatu ,Aruna duduk dengan wajah murung , matanya sembap dan di atas kasur tepat di samping tubuhnya, ada sebuah tas yang sudah terisi pakaian ,senyum Nina perlahan menghilang.“Run…” Aruna menunduk.“Kamu mau ke mana?”Beberapa detik berlalu tanpa jawaban ,kemudian satu air mata jatuh dari sudut mata Aruna.“Aku harus kembali, Nin.”Tangan Nina yang masih memegang kotak makanan langsung berhenti.“Hah?”Aruna

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ancaman Terakhir

    Tiga hari ,sudah tiga hari sejak ambulans itu membawa Aruna pergi, dan sejak itu, rumah besar Oxavio terasa dingin dan hampa.Oxavio tidak tidur nyenyak ,setiap kali ia menutup mata, bayangan wajah pucat Aruna dan jeritan kesakitannya pagi itu masih menghantuinya. Ia merasa kehilangan ,rasa bersalah itu menggerogoti dirinya namun egonya terlalu tinggi untuk mengakuinya ,sebagai gantinya, ia menghabiskan waktu berjam-jam di ruang keamanan, menonton rekaman CCTV dari malam kejadian berulang-ulang.Di layar monitor, ia melihat Aruna yang lemah dibawa keluar oleh Nina ,ia melihat bagaimana Nina memeluk Aruna dengan protektif, bagaimana Aruna menangis di pelukan sahabatnya Oxavio tidak mengusik mereka ,ia membiarkan mereka pergi karena pada saat itu, ia tahu jika ia menghalangi, ia mungkin akan melakukan hal yang lebih buruk lagi atau mungkin... ia takut melihat tatapan jijik di mata Aruna sekali lagi.Namun, ketiadaan Aruna mulai membuatnya gerah ,rasa tidak nyaman itu

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Luka yang Tak Terucap

    Suara sirine ambulans membelah keheningan pagi di kompleks perumahan elit itu ,Nina duduk di sampingnya, tangannya terus memegang tangan lain Aruna yang sehat, sementara paramedis lain seorang pria muda bernama Dika yang kebetulan mereka kenal dari jaringan rumah sakit lain sedang mempersiapkan peralatan stabilisasi leher dan bahu.“Bu Aruna, kami akan bawa ke RS Medika Utama ya? Itu paling dekat dan fasilitas traumanya lengkap,” kata Dika sambil memeriksa tensi Aruna.Aruna menggeleng lemah, matanya setengah tertutup karena rasa sakit yang menyengat setiap kali ambulans melewati jalan bergelombang kecil. “Tidak… jangan ke sana.”Nina menatap Dika, lalu menoleh ke Aruna ,ia mengerti ,RS Medika Utama adalah rumah sakit rekanan tempat Oxavio sering datang ,jika mereka masuk ke sana, data medis Aruna akan tercatat, dan bukan tidak mungkin Oxavio akan mengetahuinya dalam hitungan jam ,dan yang paling parah dia tidak mau ada kabar yang tidak baik kalau ada yang menganalinya

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ketika Aruna Tidak Datang

    Nina datang lebih awal , seperti biasa ia membawa beberapa bungkus cemilan dari rumah memang bukan sesuatu yang istimewa ,hanya makanan ringan yang hampir selalu mereka habiskan bersama sebelum pergantian shift.Nina meletakkan kantong plastik itu di meja ruang jaga, kemudian mulai menyusun beberapa buku laporan yang nanti akan ia periksa ,sesekali matanya melirik ke arah pintu. Biasanya, pada jam seperti ini, Aruna sudah muncul, seharusnya perempuan itu sudah selesai menjalankan shift malam dan sedang bersiap pulang.Namun Nina belum melihatnya ,ia melihat jam tangannya kemudian kembali menatap pintu.“Aruna belum pulang kan?”Tasya yang sedang membereskan beberapa dokumen menoleh. “Aruna?”“Iya.” Nina menunjuk kantong camilan di atas meja. “Biasanya sebelum dia pulang kita ngemil dulu.”Tasya terdiam ,wajahnya berubah sedikit. “Nin...”“Hm?”“Aruna semalam nggak masuk.”Nina langsung mengernyit. “Bukan jadwal OFF dia kan hari ini ?”“Iya.”

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Perhatian yang terlalu jelas .

    Pagi di Pratama Medical Center selalu dimulai dengan kesibukan Para perawat berjalan cepat di koridor ,dokter keluar masuk ruang pemeriksaan suara mesin medis dan percakapan pelan bercampur menjadi satu ,di ruang bersalin, Aruna Larasati sedang memeriksa peralatan seperti biasa ,ia selalu datang

  • Aku ,Target balas dendam CEO   luka yang dibawa pulang.

    Langit sudah mulai berubah jingga ketika Aruna berjalan pulang dari sekolah ,Langkahnya pelan, tapi pasti. Tas sekolahnya terasa lebih berat, meskipun isinya tidak bertambah apa-apa. Mungkin karena pikirannya yang penuh oleh kata-kata yang masih terngiang di kepalanya ,Perempuan malam ,

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Luka yang Tidak Terlihat

    Sekolah seharusnya menjadi tempat yang tenang.Tempat di mana aku bisa melupakan rumah kecil yang selalu penuh dengan orang asing.Tapi kenyataannya… tidak pernah benar-benar seperti itu ,Aku berjalan melewati gerbang sekolah dengan langkah cepat ,Matahari pagi masih hangat, dan halaman s

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Malam yang Tidak Pernah Sunyi

    Malam di rumah itu tidak pernah benar-benar sunyi ,Selalu ada suara. Kadang suara tawa laki-laki yang berat dan kasar ,Kadang suara gelas yang beradu di meja kayu tua ,Kadang juga suara pintu kamar ibuku yang tertutup keras diikuti suara yang membuatku menutup telinga dengan kedua tangan. Aku sud

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status