Hal ini memang diketahui Fandy, kesembilan senior wanitanya memang berlatih dengan teknik yang berbeda-beda, dan guru mereka memang pernah mengatakan hal itu."Lima tahun lalu, karena sebuah kebetulan, aku mendapatkan sebuah kitab teknik, sangat cocok untukku, jauh lebih hebat dari yang sedang kulatih sekarang. Pada akhirnya, aku tetap nggak bisa menahan godaan untuk berlatih itu, berpikir kalau nanti ada masalah, aku bisa meminta bantuan Guru. Hasilnya ternyata, nggak ada masalah sama sekali!"Di dalam hati Fandy merasa sangat tak berdaya."Hanya karena hal seperti ini, kamu sampai harus bertindak ekstrem?"Larangan untuk melatih teknik lain mungkin ada alasannya, mungkin dulu Guru punya pertimbangannya sendiri, tapi seharusnya tidak perlu sampai berlebihan begitu, 'kan?"Menurutmu aku ini orang yang sempit hati? Kalau hanya sebatas itu, tentu saja nggak. Setelah aku melatih teknik itu, kemajuanku sangat cepat, lebih dari dua tahun lalu aku sudah berlatih sampai ke tingkat tertinggi!
Di televisi, seorang wanita duduk dengan wajah tanpa ekspresi.Siapa pun yang melihat wanita ini, kesan pertama pasti anggun dan berwibawa. Benar, kata "cantik" atau "indah" sudah tidak cukup untuk menggambarkannya, benar-benar seperti melihat seorang ratu agung, membuatmu seketika merasa rendah diri.Lain halnya dengan Fandy yang tidak berperasaan demikian. Hanya dia melihat dengan ternganga, tidak percaya penglihatan sendiri.Tidak ada alasan lain, hanya karena saat ini wanita di televisi itu adalah Kak Bellanya.Fandy tidak percaya ada orang yang bisa menyamar jadi Kak Bellanya, bagaimanapun yang pernah benar-benar melihatnya tidak banyak, apalagi sampai berani menyamar. Lagi pula, tidak ada orang yang punya keberanian seperti itu."Kak Bella?"Sebutan itu mewakili gejolak di hatinya saat ini."Dik Fandy."Terutama ketika wanita di televisi itu menjawab, Fandy benar-benar terguncang. Dia bahkan berharap semua ini hanyalah mimpi, bukan kenyataan.Kak Bella ternyata adalah Uskup Agung
Karena tidak ada hubungannya dengan Gestin, maka Fandy tidak peduli lagi, bisa saja pergi membuat keributan besar."Aku bahkan sudah menyuap seseorang di penjara, kapan saja bisa kasih informasi."Fandy agak merasa tersentuh."Mytha, terima kasih sudah melakukan semua ini."Baru saat itu dia teringat, sebelumnya ketika melihat-lihat ponselnya, Mytha juga mengirimkan SMS padanya, memesan kalau Fandy sudah kembali, supaya menghubunginya. Sepertinya Mytha memang ingin memberikan informasi."Untukmu, apa pun yang kulakukan aku rela."Meskipun tidak terlalu ingin mengatakannya saat ini, tetapi Fandy tetap membuka mulut."Aku sudah menikah, dia bernama Fiona."Tak disangka, Mytha malah tersenyum."Terima kasih sudah kasih tahu, tapi aku nggak pernah berharap bisa bersamamu. Bisa begini saja sudah sangat baik, seenggaknya membuat hidupku punya satu goresan paling tebal."Ah! Fandy hanya bisa mendesah dalam hati. Utang pada perempuan memang yang paling merepotkan, tapi terkadang juga ada banya
Setelah tiga tahun berkelana dan kembali naik pesawat, Fandy tidak merasakan apa-apa. Dia memikirkan hal lain.Selama Imelda dan Romli masih hidup, maka tidak ada masalah. Kali ini dia turun tangan sendiri, bagaimana mungkin tidak bisa menyelamatkan mereka.Lebih banyak pikirannya masih tercurah pada roh jahat.Sejauh ini, mereka belum pernah berhadapan dengan roh jahat tingkat A, jadi seberapa kuatnya masih belum diketahui. Fandy juga tidak terlalu percaya diri sampai merasa dirinya tak terkalahkan.Menurut penuturan Fitri, markas besar memiliki sebuah rahasia ilmu jiwa yang bisa menyelidiki di antara rakyat, siapa saja yang merupakan penyamaran roh jahat. Namun saat ini mereka tidak berani mengajarkannya kepada orang lain, sebab ada begitu banyak pendekar, siapa yang bisa menjamin semua bisa dikendalikan? Begitu roh jahat dibantai habis-habisan, semua rencana akan sia-sia. Jadi bahkan kepada Fandy, mereka pun tidak berani memberitahukannya."Kak Fandy?"Tiba-tiba seorang memanggilnya
Tidak boleh membunuh? Fandy hampir mengira ini lelucon. Sekarang tubuh jiwanya sudah sempurna, ditambah ada Belati Neon dan Perisai Tak Terbatas, dia pulang memang untuk menunjukkan taringnya habis-habisan, lalu sekarang kamu bilang tidak boleh membunuh?"Walaupun di Negara Limas sekarang ini nggak banyak pakar serangan jiwa, tapi tetap ada, dan setelah tiga tahun, beberapa jenderal perang serta banyak pendekar juga sudah memiliki daya serang terhadap roh jahat, Seenggaknya menghadapi level B–C sama sekali bukan masalah. Sedangkan Almaz yang kamu kenal, membunuh level A juga bisa. Tapi tetap saja nggak boleh dibunuh."Fandy menatap dengan serius."Kalau begitu, sebaiknya kamu bisa yakinkan aku."Untuk itu, Fitri memang sudah bersiap."Ini adalah perintah markas besar. Roh jahat hanya batu uji jalan bagi mereka yang datang ke bumi kita, mereka dikerahkan untuk mengumpulkan informasi! Kamu bunuh satu roh jahat, bagaimana cara kamu membunuhnya? Apa seketika atau setelah bertarung, maka se
Fandy terdiam sangat lama, baru mengeluarkan satu kalimat."Mereka sudah mati?"Fitri tahu bahwa Fandy saat ini tampak tenang, tapi sebenarnya sudah seperti bom waktu, sedikit saja bisa meledak."Nggak! Tak lama setelah kamu pergi, mereka ditangkap oleh Gereja Barat."Gereja Barat! Fandy mengepalkan tinjunya, tak menyangka hutang lama yang dia tinggalkan dulu justru menyeret Imelda dan yang lainnya jadi korban.Saat itu tugas Fandy terlalu mendesak, ditambah kekuatannya juga belum cukup kuat, tentu saja dia tidak sempat mencari Gereja Barat. Tak disangka, setelah kepergiannya, pihak itu masih terus bergerak."Maaf."Fandy mengibaskan tangannya."Itu bukan salah kalian. Waktu itu Imelda dan Romli seharusnya sedang melakukan perjalanan keliling dunia, berada di luar jangkauan perlindungan kalian."Awalnya dirinya mengira, kekuatan Romli cukup untuk menghadapi keadaan darurat. Gereja Barat untuk serangan pertama pasti tidak akan mengirim orang yang terlalu kuat, setelah diatasi, Imelda da