Share

Part 133

last update publish date: 2026-06-08 13:06:11

Zivanya melangkah lunglai meninggalkan kamar suaminya. Satu beban baru saja lepas dari pundaknya, tetapi kini pikirannya bertambah lagi. Ia benar-benar takut Ariyan menjadikan Zevia sebagai pelampiasan.

Saat melintasi kaca, Zivanya berhenti sesaat. Ia bercermin memandangi refleksi diri di sana. Pujian Ariyan tadi tentang Zevia kembali terngiang.

Sexy dan cantik.

Hati istri mana yang tidak akan teriris mendengar suaminya terang-terangan memuji perempuan lain dengan pikiran kotor? Tidak masalah b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
eas
Kalau Ariyan ngak selingkuh sama Aira, Zivanya juga bisa jadi istri yang nurut. Kurang apa Zivanya, sdh cantik, baik hati, dan selalu lindungi perselingkuhan Ariyan. Tapi kalau dijahatin, yah berontaklah...
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
#KAYA CERITA SEBELAH# KELUARGA GUNADARMA, MALAH ANAK CUCUNYA GA BERES...
goodnovel comment avatar
Aurora Aurora
ZI... GA BIKIN ZEVIA ATAU ARIYANASUE JADIAN YA, GA MAU KETURUNAN ANANTA SAMA ANDARA JADIAN SAMA ARIYANASUE....!!!!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 336

    Tiga hari sudah Kaisar menginap di rumah Ariyan. Zivanya sengaja membiarkan agar anak itu puas dan ia juga memiliki waktu untuk dirinya sendiri.“Ibu, Kai heran deh. Kenapa Papa minta maaf tiap hari sama Kai?” beritahu Kaisar dengan suara berbisik melalui telepon sepuluh menit yang lalu. “Kata Papa, Papa banyak salah sama Kai dan Ibu. Tapi Kai, kan, udah maafin Papa. Masa Papa minta maaf terus.”Sulit bagi Zivanya menjelaskan pada putranya bahwa ingatan papa anak itu terhenti di Amsterdam.Zivanya memejamkan mata sejenak, mengembuskan napas panjang ke arah udara kosong di ruang tengahnya. Ia mencari kata yang paling pas agar anak sekecil Kaisar tidak kebingungan atau ketakutan mendengar kondisi ayahnya."Kai," panggil Zivanya pelan dan lembut. "Kai tahu, kan, kalau Papa lagi agak sakit?"“Tahu, Bu.”​"Nah, sakitnya Papa itu bikin pikiran Papa seperti papan tulis magnetik punya Kai," jelas Zivanya perlahan. "Setiap malam pas Papa tidur, papan tulis di kepala Papa terhapus bersih secara

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 335

    Zivanya tidak habis pikir, bagaimana mungkin Kaisar menjadi anak yang tidak seperti anak seumurannya? Kaisar terlalu cerdas dan menggemaskan untuk ukuran seorang anak berumur enam tahun."Kai ngomong apa sih, Sayang?" ucap Zivanya setelah berhasil mengendalikan diri. “Kai mau Ibu nikah lagi sama Papa.”“Astagaaa. Kau ngerti nggak nikah itu apa? Jangan asal bilang nikah nikah aja.”“Ngerti,” jawab Kaisar penuh percaya diri. “Nikah itu artinya Papa sama Ibu tinggal di rumah yang sama, makan bareng, tidur sama Papa, terus Papa boleh meluk dan cium Ibu kapan aja tanpa kena marah," jawab Kaisar dengan ringannya.Wajah Zivanya seketika memerah sampai ke ujung telinga. "Benar, kan, Pa?" Kaisar memandang Ariyan di sebelahnya, meminta dukungan penuh dari sang papa.Ariyan menganggukkan kepala dan tersenyum penuh arti yang membuat Zivanya kesal. Lelaki itu benar-benar memanfaatkan kesempatan ini.“Nikah itu nggak sesederhana yang Kai pikir. Kai masih kecil, Sayang. Nanti kalau Kai udah dewasa

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 334

    Aroma gurih dari makanan yang dimasak Zivanya menguar memenuhi penciumannya, membuatnya ikut lapar. Setelah menatanya di meja makan, ia memanggil Ariyan."Makanannya sudah siap. Makan dulu.”Ariyan menjawab dengan senyum tipis.Saat Zivanya bermaksud memanggil Kaisar, anak itu lebih dulu muncul dari arah dalam kamar dengan ransel tersandang di punggungnya.“Kai mau ke mana?” tanya Zivanya heran.“Kai mau ikut sama Papa, Ibu. Mau nginap di rumah Oma.”Satu embusan napas meluncur dari mulut Zivanya mendengarnya. Kalau Zivanya izinkan, otomatis nanti ia akan kembali bertemu dengan Ariyan saat lelaki itu mengantar Kaisar. Padahal saat ini Zivanya tidak ingin berinteraksi dengan banyak orang kecuali putra satu-satunya."Kai, Papa kan lagi kurang sehat," ujar Zivanya lembut, berusaha memberi pengertian pada putranya tanpa terkesan menolak kasar. "Nanti Papa makin capek kalau harus jaga Kai di rumah Oma."Kaisar langsung memajukan bibirnya, menatap sang ibu dengan binar mata memohon yang sul

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 333

    Sambil memasak, pikiran Zivanya tanpa sengaja melayang pada Kaivan. Sedang apa lelaki itu sekarang di saat pernikahan mereka harusnya terselenggara? Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya? Kenapa handphone Zivanya sunyi senyap? Maksudnya, tidakkah kedua orang tua lelaki itu merasa bersalah atau malu atas kelakuan anak mereka? Dan kenapa mereka tidak menghubungi Zivanya untuk sekadar minta maaf atau memberi penjelasan? Zivanya mengusir bayangan Kaivan dan pertanyaan-pertanyaan yang mulai menggerogoti pikirannya. Untuk apa ia memikirkannya? Kaivan saja sedikit pun tidak menunjukkan rasa bersalahnya. Pelukan di belakang tubuhnya menyentak Zivanya keluar dari lamunannya. Ia benar-benar terkejut saat mengetahui Ariyanlah sosok pemeluk yang dagunya kini bertumpu di pundak Zivanya. Sendok di tangan Zivanya nyaris terlepas. Detak jantungnya berpacu liar. Bukan karena romansa, melainkan karena ia betul-betul terkejut. Dengan gerakan cepat, ia melepaskan tangan Ariyan yang melingkar di

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 332

    Gerakan tangan Zivanya yang sedang mengompres dahi Ariyan seketika terhenti. Dengan cepat ia menariknya ketika menyadari pria di hadapannya sudah kembali sadar.“Papa! Papa udah bangun!" seru Kaisar gembira dan langsung memeluk dada Ariyan.“Hei jagoan Papa.” Ariyan mengusap punggung Kaisar."Papa jangan sakit lagi ya. Kai sedih kalau Papa sakit. Tadi Papa pingsan.” Dengan lancar Kaisar memberitahu. “Untung ada Kai dan Ibu. Coba kalau Papa sendirian.” Ariyan menggeser matanya pada Zivanya seolah ingin mengonfirmasi cerita anaknya."Kamu pingsan di lobi. Sekuriti yang gotong kamu sampai ke atas,” ujar Zivanya menjelaskan."Makasih. Aku nggak ada niat bikin kamu susah. Aku cuma mau nunggu kamu di bawah. Tadi itu—““Aku ambilin minum,” potong Zivanya memutus perkataan Ariyan.Selagi Zivanya menjauh, Ariyan mengobrol dengan Kaisar yang menceritakan kejadian tadi dengan lengkap. Mengetahui anak itu sangat menyayanginya, membuat Ariyan semakin terbunuh perasaan bersalah.Ariyan merengkuh

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 231

    Zivanya terpaksa turun setelah mendengar kabar dari resepsionis. Kaisar ikut mengekor dengannya Di sudut area lounge lobi yang luas, tampak beberapa petugas keamanan dan resepsionis berkerumun mengelilingi salah satu sofa kulit berukuran besar."Papa!" pekik Kaisar ketika matanya menangkap sosok pria yang terbaring di sofa tersebut. Anak itu melepaskan genggaman tangan ibunya dan berlari kecil menghampiri sang ayah dengan ekspresi panik.Zivanya tergesa mengikuti di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang karena tidak percaya, cemas, dan jengkel yang membuncah. ‘Beneran pingsan atau ini cuma akal-akalan Ariyan biar aku luluh?’ pikirnya getir.Saat Zivanya berdiri tepat di samping sofa dan melihat paras Ariyan dari dekat, seluruh prasangka buruk itu seketika sirna.Wajah mantan suaminya itu tampak pucat-pasi. Bulir-bulir keringat membasahi pelipis serta garis rahangnya. "Bu Zivanya,” sapa resepsionis lega dan juga cemas. "Tadi Pak Ariyan tetap menunggu di dekat meja resepsionis. Se

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status