Share

Part 210

Penulis: Zizara Geoveldy
last update Tanggal publikasi: 2026-06-30 15:59:54
Zivanya menghamburkan diri ke tempat tidur. Ia benar-benar lelah dan ingin segera tertidur tanpa memikirkan apa-apa. Nyatanya, pikiran tentang Kaisar yang akan bertemu dengan Ariyan terus memenuhi kepalanya, membuatnya begitu berat. Di saat-saat seperti ini ia butuh Kaivan. Tapi entah mengapa tidak ada secuil pun kabar dari lelaki itu.

Apa Kaivan marah padanya?

Zivanya menjangkau ponselnya dengan gerakan malas. Ditatapnya layar benda pipih itu di bawah temaram lampu tidur. Ia menggulir ruang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Ambar Tanti
mau2nya ziva ini nanggung kesalahan ariyan didepan ortunya..knp sih ga bs jujur sebejad apa mantannya..seruni ini sprt tak pny hati
goodnovel comment avatar
Adfazha
Gk usah lah Kai sm Syabila /Ziva drpd pya mertua toxic kyk Serundeng "Seruni gendeng" wkekkkk Ziva auto travelling bygin tdr bertiga sm Kaisar & Ari see trnyta km emang cinta buta bucin akut sm mantan bau kecut
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Dah lah, biar aja Ziva balik lg sm Ari tp Kaivan jgn sm Syabila. Ga ikhlas punya mertua modelan Seruni. Mendingan Kaivan sm cewek lain yg single tp kayak Ziva, tp bukan Syabila
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 298

    Ariyan membuka kaus hitamnya yang basah oleh keringat. Saat ini ia sedang berada di ruang khusus trainer. Ia memandang refleksi dirinya di kaca besar di hadapannya. "Bang, tato lo itu asli keren banget," puji Jodi, salah satu trainer muda yang baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia menatap lekat detail ukiran di tubuh bosnya. "Cakep, Bang. Lo bikin di mana dulu? Terus makna di balik simbol burung sama rantai putus itu apa sih? Kayak dalam banget filosofinya."Di punggung Ariyan, tepatnya di sebelah kanan, terlihat sekumpulan tato. Seekor burung yang mengepakkan sayap terbang lepas melintasi tautan rantai besi yang putus. Di bagian tengahnya ada garis-garis kompas, memayungi deretan fase bulan dan ukiran matahari yang melengkung rapi.Ariyan mengangkat tangan meraba permukaan punggung kanannya. Kulitnya terasa dingin. Tetapi ia sama sekali tidak mampu mengingat kisah, tempat pembuatan, maupun arti di balik simbol-simbol tersebut.Memutar tubuh meng

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 297

    Kaisar Fitness berjarak tidak jauh dari rumah Ariyan. Kaivan tiba di sana dalam lima belas menit. Itu pun ia menyetir pelan-pelan karena terjebak kemacetan.Kaivan menatap tulisan Kaisar Fitness yang terukir di gedung dari balik kemudi. Ia merasa haru sekaligus kasihan.Setelah menata kembali emosinya, Kaivan keluar dari mobil dan mendorong pintu kaca pusat kebugaran tersebut.Embusan pendingin udara yang bercampur dentuman musik bertempo sedang dan menyambut kedatangannya. Suasana di dalam tampak hidup dan sangat profesional. Beberapa trainer berseragam khusus terlihat sedang mendampingi para member, sementara deretan peralatan fitness kelas atas tertata rapi di tempatnya.Kaivan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan hingga akhirnya matanya tertuju pada satu titik di area free weights.Di sana, Ariyan sedang berdiri di depan cermin besar. Lelaki itu tampak sedang memberikan instruksi teknik gerakan deadlift kepada salah seorang trainer muda. Kaivan tertegun di tempatnya berdiri.

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 296

    [Kai, orang percetakan nelepon aku. Katanya sampel undangan pernikahan kita udah selesai dicetak. Mereka minta kita ke sana sebentar buat approval desainnya sebelum diproduksi massal.]Kaivan mengembuskan napas setelah membaca chat dari Zivanya. Setelah berpikir beberapa detik, ia memutuskan untuk membalas.[Kamu aja ya. Aku ada sidang sebentar lagi. Terus sorenya juga masih ada meeting sama klien. Kalau menurut kamu desainnya udah oke, aku juga oke. Aku percaya sama pilihan kamu.]Beberapa detik kemudian, Kaivan kembali mengetik.[Maaf ya nggak bisa nemenin.]Setelah menekan tanda kirim, Kaivan menyandarkan punggungnya di kursi. Satu helaan napas kembali lolos dari bibirnya.Hatinya sebenarnya ingin selalu berada di samping Zivanya, terlebih setelah kejadian menguras emosi kala itu. Namun, tuntutan pekerjaannya sebagai pengacara tidak bisa ia tinggalkan begitu saja. Jadwal sidang hari ini sudah tertata ketat dan melibatkan nasib kliennya.Tak sampai satu menit, layar ponselnya kembal

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 295

    Perkataan lugas Ariyan membuat semua orang refleks memandang padanya dengan berbagai ekspresi.Kaivan hanya bisa membisu di tempatnya berdiri. Sebagai sahabat yang pernah sangat dekat dengan Ariyan, posisi Kaivan saat ini sungguh membuatnya serba salah. Ada gumpalan rasa bersalah, canggung, sekaligus iba melihat kondisi Ariyan. Ia hanya mampu menunduk, membiarkan jemarinya terkepal rapat di samping tubuh tanpa berani membalas tatapan menantang dari mantan suami calon istrinya itu.Kaisar yang berada dalam dekapan Ariyan mulai merasa tidak nyaman dengan aura tegang yang tercipta. Anak kecil itu meliuk-liuk gelisah, mengulurkan tangannya ke arah Zivanya. "Ibu... Kai mau turun. Kai nggak mau gendong lagi.”"Tolong turunin Kaisar,” kata Zivanya yang melangkah mendekat dan bermaksud mengambil alih sang putra.Alih-alih melepaskan, Ariyan malah semakin mengeratkan dekapannya.“Ariyan, tolong lepasin Kaisar.” Zivanya mengulangi permintaannya dengan lebih tegas.Ariyan bergeming menatap Zivan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 294

    Suasana di kediaman Abi hari itu terasa jauh lebih hangat dibanding hari-hari sebelumnya. Kaisar tampak begitu ceria dan tertawa saat Kaivan yang membantu memasangkan tali sepatunya sesekali menggelitik pinggangnya.Seruni yang biasanya selalu melempar tatapan dingin atau kalimat sinis, hari ini tampak jauh lebih tenang. Setelah mendapat teguran keras dari suaminya, wanita itu memilih untuk tidak banyak bicara.“Udah siap, Jagoan?” tanya Kaivan lembut seraya menepuk pelan bahu Kaisar.Kaisar mengangguk antusias, melompat kecil lalu menggenggam jemari Kaivan erat-erat. “Siap, Ayah! Kai mau coba kue yang ada coklatnya banyak!”Hari ini mereka semua dijadwalkan untuk food tasting atau mencicipi menu catering pernikahan Zivanya dan Kaivan yang tinggal tidak lama lagi.“Ayo, semuanya sudah siap?” Abi muncul dari arah dalam. “Jangan sampai kita terlambat, pihak catering sudah menyiapkan tempat khusus buat kita.”“Sudah, Pi. Yuk,” sahut Zivanya seraya mengambil tasnya.Mereka melangkah berir

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 293

    Malam semakin larut, tetapi Zivanya masih duduk di beranda sendiri. Ia menunggu Abi pulang, menagih janji pada papinya itu.Saat mobil Abi memasuki halaman, Zivanya refleks berdiri dari duduknya. Tidak sabar ingin segera berbicara.“Belum tidur?” sapa Abi yang terlihat lelah.“Aku nunggu Papi.”“Tumben Papi ditungguin? Ada maunya pasti,” kekeh Abi sambil merangkul Zivanya membawa masuk ke dalam rumah.“Papi udah ngomong sama Mami?” tanya Zivanya di sela-sela langkah mereka.“Belum. Tahu sendiri Papi baru pulang.”“Jadi kapan dong Papi ngomongnya?”“Setelah ini Papi akan langsung ngomong.”“Janji ya, Pi? Aku nggak mau lagi Mami bikin huru-hara.”Abi mengangguk sambil tersenyum tipis. “Sekarang kamu istirahat, tidur yang nyenyak. Jangan dipikirin lagi. Biar Papi yang urus Mami.”Mereka kemudian berpisah menuju kamar masing-masing. Zivanya menaiki tangga ke lantai dua, sementara Abi ke kamarnya di lantai satu.Abi mendapati Seruni sedang mengaplikasikan skincare. Istrinya itu menatapnya

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status