Share

Part 380

last update publish date: 2026-09-02 19:35:32

Setelah melalui sedikit kemacetan, Zelena dan Jeandra tiba di rumah sakit. Tadi di perjalanan mereka sudah menghubungi Zivanya, mengatakan akan ke sana. Jadi, setelah tahu letak kamar Kaisar, keduanya melesat ke sana.

Zelena akan mengetuk pintu ketika pintu lebih dulu dibuka dari dalam, memunculkan Seruni yang mukanya langsung berubah masam.

“Run, gimana keadaan Kaisar? Ziva udah cerita semuanya. Aku khawatir banget.” Zelena menanyakannya baik-baik tetapi respons Seruni sungguh di luar dugaan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (9)
goodnovel comment avatar
Siti Hayatul Amalia
Seruni,,,,oh Seruni, heran kagak berubah2. Dah tuir masih aja mulutnya kayak comberan. Memang bener membela harga diri anak, tp berlebihan & salah tempat. Dulu aja pas Ziva bahagia sm Kaivan, ga percaya sm ucapan Ziva, skrg Ziva memperdalam perasaan ke Ari sesuai instruksi mulutnya sombreng
goodnovel comment avatar
Dara fadilah
gedeg juga sma seruni. gak anaknya, gak suaminya, siapa" kena marah terus. gak takut tekanan naik kah? wkwkwk lanjut kak.
goodnovel comment avatar
Adfazha
Seruni gk sadar diri dl siapa yg maksa2 Ziva rujuk Sm Ari pdhl jelas2 lg dkt sm Kaivan dl jg Ziva bucin akut sm Ari jls2 Ari gk cinta & plh Aira mlh ttp mau nkh sm Ari yg durjanah hm sbr ya Zelena Je yg waras ngalah aee
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 384

    Malam itu berjalan terasa sangat lambat. Syukurlah tadi mamanya bisa dibujuk setelah ia berjanji besok pagi-pagi sekali mereka akan berangkat. Ariyan hampir tidak bisa memejamkan mata walau hanya sekejap. Bayangan keterkejutan kedua orang tuanya besok terus menari-nari di depan mata. Barulah menjelang subuh ia bisa tidur. Itu pun hanya sebentar.Saat terjaga, pikirannya kosong seperti biasa. Tetapi nalurinya sudah terlatih. Setelah melihat catatan di handphone, Ariyan mengesah membuang napas. Hari ini akan menjadi hari yang sangat berat.*Ariyan sudah berdiri di samping mobil menunggu kedua orang tuanya. Tak lama, keduanya muncul. Keduanya masuk ke mobil tanpa memberi sapaan pada Ariyan.Mobil yang dikendarai Ariyan mulai bergerak membelah jalanan kota yang berangsur ramai. Jeandra dan Zelena duduk membisu di kursi belakang. Jeandra terus menggenggam erat jemari istrinya, sementara mata Zelena menatap kosong ke luar jendela, memerhatikan deretan gedung bertingkat yang berganti menjad

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 383

    Setelah rahasia kelam dirinya diketahui oleh orang-orang, terutama kedua orang tuanya, Ariyan sudah menduga cepat atau lambat pertanyaan barusan akan ia dengar. Bagi Ariyan, melihat Zelena sudah mau berbicara dengannya adalah sebuah kemajuan luar biasa yang sangat ia syukuri.“Ada, Ma. Dia ada,” jawab Ariyan kemudian.“Di mana kalau memang ada?”“Di tempat yang aman, Ma.”Zelena mengamati wajah Ariyan lebih lekat. Ia sama sekali tidak puas oleh jawaban tersebut. “Di tempat yang aman itu yang gimana? Aman menurut kamu belum tentu aman dalam arti sebenarnya.”“Kalau soal itu nggak perlu Mama khawatirkan. Dia memang berada di tempat yang aman, Ma. Bukan hanya aman menurut aku.”“Jadi Mama nggak boleh tahu dia di mana?”“Kalau Mama udah tahu Mama mau apa?” tanya Ariyan hati-hati. Ariyan khawatir Zelena akan menyakiti Arabella. Sebesar apa pun kebencian Ariyan pada Aira saat ini, tetapi Arabella tetaplah seorang anak kecil tidak berdosa. Anak itu hanya korban dari kesalahan orang dewasa.“

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 382

    Di balik handphone, Zivanya memejamkan mata. Ia terdiam cukup lama yang terasa sangat menyiksa bagi Ariyan. “Ziva?” Zivanya terbatuk. Ia melangkah ke tepi jendela dan berdiri di sana. “Ziva?” panggil Ariyan sekali lagi. Ia mulai cemas karena Zivanya belum juga menjawab. “Aku nggak tahu.” “Nggak tahu gimana?” Ariyan tidak puas oleh jawaban Zivanya. “Saat ini pikiranku masih dipenuhi kejadian itu. Beberapa kali Kai mimpi buruk, dan dia terus nanya apa kamu betul-betul sayang sama dia, apa memang aku ini bodoh seperti yang dikatakan Aira. Udah gitu, Mami juga ngomel tiap hari dan ngungkit-ngungkit kesalahan kamu,” urai Zivanya panjang lebar merincikan kejadian yang terjadi di rumah beberapa hari belakangan. “Tapi kamu nggak berubah, kan? Kamu nggak akan batalin pernikahan kita, kan?” kejar Ariyan cepat. Satu embusan napas lepas dari bibir Zivanya sebelum kembali memberi jawaban. “Aku nggak bisa kasih kamu kepastian apa-apa sekarang,” ucapnya dengan suara yang terdengar le

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 381

    Satu minggu telah berlalu sejak kejadian itu. Zivanya dan Ariyan untuk sementara sengaja menjaga jarak demi meredakan ketegangan di antara orang tua mereka. Terutama Seruni yang mendadak tidak menyetujui pernikahan keduanya setelah rahasia kelam masa lalu terbongkar secara brutal.Sementara itu, saat ini Aira sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan.Di ruang pemeriksaan, Aira duduk didampingi seorang pengacara yang ditunjuk oleh pihak kepolisian karena ancaman hukumannya di atas lima tahun. Wajahnya yang biasa dipoles riasan kini kusam dan dipenuhi lingkaran hitam akibat stres berhari-hari di dalam sel."Pak, tolong usahakan lagi penangguhan penahanan buat saya,” desak Aira setengah berbisik sambil memegang lengan pengacaranya. “Saya nggak betah di dalam. Saya bisa gila lama-lama di sana!”"Bu Aira, tolong realistis," jawab sang pengacara dengan nada datar. "Pihak pelapor yaitu Ibu Zivanya dan juga Bapak Ariyan menutup rapat-rapat semua pintu damai sejak awal. T

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 380

    Setelah melalui sedikit kemacetan, Zelena dan Jeandra tiba di rumah sakit. Tadi di perjalanan mereka sudah menghubungi Zivanya, mengatakan akan ke sana. Jadi, setelah tahu letak kamar Kaisar, keduanya melesat ke sana.Zelena akan mengetuk pintu ketika pintu lebih dulu dibuka dari dalam, memunculkan Seruni yang mukanya langsung berubah masam.“Run, gimana keadaan Kaisar? Ziva udah cerita semuanya. Aku khawatir banget.” Zelena menanyakannya baik-baik tetapi respons Seruni sungguh di luar dugaan.“Khawatir? Baru sekarang kalian khawatir?! Setelah cucuku kepalanya hampir pecah gara-gara perempuan piaraannya si Ariyan?! Hati kalian itu terbuat dari apa, hah?!"Zelena akan membuka mulut tapi lagi-lagi sang besan mendahuluinya.“Ini semua gara-gara anak kalian. Gimana sih cara kalian mendidik dia? Apa kalian ajarkan dia jadi laki-laki pecundang, kurang ajar, nggak bermoral, dan pezina?!""Run, Ari memang salah besar, dan kami sama sekali nggak membela dia.” Jeandra mencoba membuka suara deng

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 379

    Pengacara Ariyan sudah tiba lebih dulu di kantor polisi. Tadi saat di mobil Ariyan menghubunginya.“Pak Farhan, saya mau perempuan itu dihukum selama dan seberat mungkin. Dia sudah mencelakai anak saya,” kata Ariyan langsung. Ia benar-benar takut. Sesuatu yang berhubungan dengan cedera kepala selalu menimbulkan trauma baginya.“Tenang, Pak Ariyan. Saya sudah berkoordinasi dengan Kasat Reskrim," ujar Farhan tenang, menunjukkan otoritasnya "Laporan dari Bu Zivanya sangat solid. Ditambah bukti visum luka memar di kepala Kaisar dan cakar di wajah Bu Seruni. Bu Aira tidak akan lolos dari pasal penganiayaan anak dan kekerasan fisik. Saya pastikan tidak ada penangguhan penahanan untuk dia.""Bawa saya menemui dia sekarang, Pak.”Farhan mengangguk pelan. Ia memberi tanda pada dua penyidik yang bertugas. Kehadiran pengacara ternama bersama klien dari keluarga konglomerat itu membuat para petugas memberi akses khusus tanpa penolakan berarti. Mereka digiring menuju sebuah ruang interogasi khusus

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 4

    Ariyan memacu kendaraannya menembus rintik hujan dengan rahang yang terkatup rapat. Tangannya mencengkeram kemudi dengan kuat saking kesalnya pria itu pada istrinya.Sementara Zivanya memandang dengan sorot kosong ke luar jendela di sisi kirinya, membiarkan lampu-lampu kota yang buram menjadi latar

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status