LOGINLiving a double standard of lives is always very difficult for wizards and it becomes even more difficult when half of the magical world has already been destroyed by the evil dragons and the leftover kingdoms were living under the sword of getting conquered. In this deadly situation. Marcus and Mars who were also the victims of the attack survived since the age of 10. Their father, the king Richard was declared dead when people saw him falling down the abyss and didn’t return back even after 15 years and their mother, Queen Vincent slipped into a state of coma after her encounter with the strongest killing spell. Both the twin princes somehow grew up got educated both ways i.e wizardry education and the muggles way of education. MARCUS, the elder twin prince turned out to be the famous, rude and ruthless business tycoon of the country whereas MARS his 5 minutes younger brother grown up as kind and humble Doctor. One and the only thing is common in both is that both they want to take the revenge from the murderer of their father. Unfortunately, No one was there to answer their numerous questions about who in actual attacked their kingdom and killed their father.Jacob a betrayer minister grew them and took care of them, manipulative the children innocent mind to attack according to him. He sparks the flames in their heart.* Will the princes ever can take their revenge?*Will ever Queen woke up, unfolds the truth?* Will dragon get what they deserve?
View MoreLaki-laki itu bergerak kencang di atas perempuan yang terperangkap di bawah tubuhnya. Irama napasnya terdengar memburu bersama gairah yang membakarnya. Sedangkan perempuan di bawahnya tampak tertekan oleh gerakan beringas laki-laki itu.
“Pi, bisa pelan sedikit?” pinta Audry—perempuan itu. Ia meringis menahan sakit. Cara Jeff—suaminya, mencumbui, membuatnya tidak nyaman. Alih-alih akan memenuhi permintaan istrinya, Jeff malah marah. Ia tidak suka diinterupsi, diprotes, disela, atau apa pun namanya. Itu hanya akan membuat suasana hatinya jadi memburuk. “Apa aku menyuruhmu bicara? Sudah berapa kali kukatakan kamu tidak berhak untuk membantah apa pun yang kulakukan. Kamu tinggal ikuti dan nikmati!” sergahnya keras sambil menjambak rambut Audry. “Pi, sakit … tolong awaskan tanganmu.” Audry meringis lagi. Jambakan keras Jeff di kepalanya membuatnya kesakitan. Ini bukanlah untuk yang pertama. Jeff tidak segan-segan mengasarinya setiap kali ada hal yang tidak berkenan di hatinya. Termasuk saat mereka sedang bercinta. “Aku ingatkan sekali lagi, jangan pernah membantahku.” Jeff lantas melepaskan tangannya dari kepala Audry setelah perempuan itu memohon berkali-kali padanya. Pria itu kembali bergerak terburu-buru seperti tadi tanpa peduli pada perasaan wanitanya. Hingga kemudian tubuhnya menegang sempurna ketika mencapai pelepasannya. Detik berikutnya laki-laki itu menarik diri dan menggulingkan tubuhnya ke samping. Hanya sesaat, ia kemudian bangkit dan memberi perintah. “Sekarang bangun dan pakai pakaianmu. Kita harus segera ke ballroom.” Meski badan dan kepalanya terasa sakit, Audry mematuhi semua yang dikatakan Jeff. Ia cepat berpakaian sebelum Jeff memarahinya. Jeff menggandeng Audry dengan mesra memasuki ballroom tempat pesta diadakan. Malam itu mereka menghadiri sebuah pesta kaum old money yang diadakan di ballroom sebuah hotel ternama. Pria itu menebar senyum pada siapa saja yang ditemuinya dan merangkul Audry lebih erat. Ia ingin menunjukkan bahwa kehidupan pernikahannya begitu harmonis. Tidak ada yang tahu jika Audry tidak pernah bahagia menikah dengan laki-laki yang berumur tujuh belas tahun lebih tua darinya itu. Saat itu Audry masih berumur dua puluh dua tahun. Ia terpaksa menikah dengan Jeff lantaran orang tuanya tidak sanggup membayar hutang yang banyak pada keluarga Clayton, nama keluarga Jeff. Keluarga Clayton akan mengambil rumah orang tua Audry yang nilainya tidak seberapa dengan hutang tersebut. Mereka pun terancam akan kehilangan tempat tinggal. Keluarga Clayton yang kaya-raya akhirnya bersedia menganggap hutang tersebut lunas dengan syarat Audry harus menikah dengan Jeff, satu-satunya anak laki-laki di keluarga tersebut. Namun sesungguhnya, orang tua Jeff dan para saudaranya tidak pernah suka pada Audry. Mereka juga kerap bersikap kasar dan memperlakukan perempuan itu dengan buruk. Peggi—mertua perempuan Audry, menatapnya dengan sinis saat melihat Audry muncul. “Selamat malam, Ma, maaf aku agak terlambat.” Audry menyapa mertuanya dengan ramah. Bukannya mendapat sambutan hangat ia justru dikasari. “Jadi kamu juga di sini? Siapa yang menyuruhmu datang?” “Jeff yang mengajakku, Ma. Aku tidak mungkin tidak ikut.” ”Apa menurutmu pantas hadir di sini?” Peggi memindai Audry dari atas kepala hingga ujung kaki dengan tatapan penuh penghinaan. “Yang datang ke pesta ini hanya para bangsawan, bukan orang kampung sepertimu.” Estelle—kakak iparnya, ikut-ikutan menghina Audry. “Lihat saja pakaianmu, gaun itu pasti malu melekat di tubuhmu.” ”Tapi gaun ini pilihan Jeff, Kak. Lagi pula ini bukan gaun murah.” ”Aku tahu gaun itu mahal, tapi kamu yang murah. Kamu tidak pantas memakainya. Mau pakai baju semahal apa pun tapi asalmu tetap dari kampung!” Estelle mencebik merendahkan Audry. Lalu perempuan itu dan ibunya pergi setelah meninggalkan tatapan sinis. Audry terdiam di tempatnya berdiri. Sementara Estelle dan Peggi berlalu pergi dari hadapannya, bergabung dengan tamu lainnya yang merayakan pesta. Audry gagal menahan air mata. Penghinaan mertua dan kakak iparnya membuat perempuan itu sedih dan merasa terhina. Bukan hanya hari ini, tapi hampir di setiap kesempatan ia mendapat hinaan dari keluarga suaminya. Di saat orang-orang tengah berpesta, Audry duduk sendiri. Ia menenggak bergelas-gelas minuman. Perempuan itu melampiaskan segalanya karena hanya itu yang bisa dilakukannya. Ia tidak punya tempat untuk mengadu. Dalam keadaan setengah sadar ia mendapat pesan dari suaminya melalui ponsel untuk mengambil dompet di kamar. Audry melangkah dengan sempoyongan. Kepalanya terasa pengar. Pandangannya pun mulai nanar. Audry terus memegang kepalanya. Ia merasa tidak kuat lagi. Tapi perempuan itu bertekad harus berhasil sampai di kamar atau Jeff akan marah dan mengasarinya lagi. Pintu kamar terbuka. Audry yang mabuk berat tidak tahu kalau ia memasuki kamar yang salah. Ada seorang pria di sana. Pria itu juga sedang mabuk. Ia tersenyum saat melihat Audry datang. Ia pikir Audry adalah partner one night stand-nya. Untuk sesaat, Dypta—nama pria itu, terkesima. Semua jauh di atas ekspektasinya. Audry sangat cantik dan seksi dengan gaun malam berbelahan dada rendah. Sementara rambutnya yang panjang ditata dengan gaya messy bun, yang membuat leher jenjang perempuan itu terekspos dengan jelas. ‘Kenapa Jeff ada di sini? Bukankah tadi dia menyuruhku ke kamar untuk mengambil dompet?’ Audry bertanya-tanya sendiri di dalam hati. Ia pikir Dypta adalah Jeff. ”Kamu kenapa di sini?” Audry menyuarakan keheranan di hatinya. “Karena aku sedang menunggumu.” Pria itu tersenyum seduktif padanya. “Tapi tadi kamu kan-” “Ssst, jangan banyak bicara.” Dypta menempelkan telunjuk ke bibir Audry, memintanya untuk diam. Laki-laki itu kemudian menatapnya dengan mesra, sedangkan bibirnya menyunggingkan senyum lembut. Audry terpana. Ia tidak pernah melihat Jeff menatapnya semesra ini. Suaminya sangat keras dan bukanlah tipe pria yang romantis. Laki-laki itu lalu mengecupnya. Kecupan yang lembut, hangat dan berirama. Kecupan singkat yang kemudian menjelma menjadi kecupan yang dalam dan bergelora. Audry masih menganggap laki-laki itu sebagai suaminya. Meskipun terheran-heran atas cara Jeff yang berubah drastis men-treatment-nya. Laki-laki itu menuntun Audry ke ranjang. Membaringkannya dengan lembut dan perlahan, seakan Audry adalah barang berharga yang akan rusak jika diperlakukan dengan keras sedikit saja. Laki-laki itu mulai menjamahnya … Tidak ada gerakan kasar dan cercaan yang keluar dari mulutnya. Dia melakukannya dengan lembut. Matanya yang teduh tiada henti menatap Audry dengan mesra. Sesekali dia berhenti hanya untuk mengecup kening Audry dan menanyakan apa dia menyakiti perempuan itu. Audry menggelengkan kepalanya. Tidak. Pria itu tidak menyakitinya. Ia merasa bahagia malam ini. Selama bertahun-tahun menikah dengan Jeff, baru kali ini Audry bisa menikmati saat laki-laki itu mencumbuinya. Desahan halus mencuri keluar dari mulut Audry ketika laki-laki itu meledak di dalamnya, lalu merebahkan kepala di dada perempuan itu. Tidak ada sentakan kasar saat dia menarik diri. Laki-laki itu melakukannya dengan perlahan. “Terima kasih untuk malam yang indah ini,” bisiknya. Lalu mengakhiri romansa mereka dengan mengecup lembut kening Audry. Audry tersenyum bahagia untuk pertama kalinya. Kemudian mengunci dirinya dalam pelukan hangat laki-laki itu. ***All of them appeared in the water palace. Everyone was happy and relaxed. Lucifer was somehow sad, but later he also calms down. Marcus, Mars and Richard were injured in the war. Lord Reece healed their wounds with his magical spell powers. Everyone freshens up. Zohan called everyone for a small celebration and ordered his staff to start serving beverages and snacks to all of them. The situation changed from an intense situation to a beautiful peaceful family party. Happy faces, giggles and celebrations. "Mom, You did a fab job today!" Marcus said raising his wine glass. "Thanks, son." She replied "Marcus, you should learn some lessons from this!" Vincent exclaimed. "I mean, you shouldn't underestimate your enemies strength." "Yes, mom, you said it right," Marcus said. She continued "You didn't think about Plan B." "Apparently Draco was
All the dragon soldiers were taking the captives to the prison and Draco, Lucifer was laughing looking at their miserable condition. Dyna was about to take Marcus to her room, Three lighting tornadoes appear on the stage randomly attacking the dragons with their spell, thousands of flashes of lighting hitting and killing the dragons. Draco and Lucifers frowned at the unexpected attack. Lucifer's counter-attack at one of the tornados but his spell didn't work. Dyna jerked with the attack, Marcus immediately snatched Dyna's wand and broke it into pieces. All dragons soldiers started falling to the ground because of the powerful attack. Draco panicked looking around his defeating army, "Draco...YOUR GAME IS OVER." A loud voice echoed. One of the tornadoes changed to Queen Vincent while the other two tornadoes kept attacking the leftover dragons. Before Draco and other dragons could stabilize.
STOP IT!" "Lucifer's growled at the crowd Marcus and all others are busy celebrating their victory Suddenly his growling turned into a demonic laugh. Everyone stopped giggling and was stunned to see Lucifer laughing. People thought he lost his mental stability in shock. Dyna devilishly smirking wiping her tears. All of a sudden strong winds starting blowing, black clouds, darkening the ambience, Everyone panicked, winds turned into storms getting stronger and stronger. Everything started falling here and there, giggles turned into screams, people trembled couldn't able balance falling on the floors. Mars and Zenia crawled to Henry to save him, Marcus tightly held Richard preventing him to fall, Olivia and Lily couldn't balance themselves and fall down from the huge stage. both got injur
Draco thought for a while and everyone was also shocked to see this family drama of the dragons. Everyone started whispering... Draco looking at the guest disturbing expressions, unwillingly handed the crown to his father-in-law faking a smile. "You win father-in-law fetching my children," Draco said gritting his teeth in anger. Zohan took a step forward and takes the crowns from Draco's hands...his eyes glowered looking at the sparkling crown. He raised the crown over Lucifer's head, Lucifer slightly leans his head so that Zohan can put on the crown on his head. Zohan looked at Dyna. Dyna nodded smirking. Zohan grins and he slightly raised the crown towards Lucifer's head. Draco pulse was increasing with every moment of the crown. "Do it fast, you old man." Draco impatiently shouted. Zohan looked at Draco, h
The next four days. Marcus remains busy with Dyna and business meetings, therefore, he didn't get any time to meet Olivia. He spent his day with the clients and was swamped in the company events, in the evening Dyna always latches around so un
In the evening Marcus and Dyna came back home. everyone was enjoying their evening tea in the garden. Dyna deliberately pretends to fall and Marcus held from her waist preventing her to fall. which Olivia saw and her heart twitched with the scene. sadness pondered in h
Mars was shocked to hear that dragons still exist and desperate to capture their kingdom. "But Mom it's been 15 years now, We have hadn't been any attack or haven't seen any dragon around us," he frantically said holding Vincent hand tightly looking into her eyes. "Son, Dragon king
Mars and Marcus' pacing towards their mom's room. Olivia turned into an ant again slowly walking out of the room and through her tiny ant eyes, she saw both the boys coming to her. Through her ant eyes, the boys look like giants reaching her, she slowly crawling by the wall fearing
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews