Home / Romansa / Alur Baru Sang Selir Ketiga / Chapter 79: Rasa Sakit yang Dibagi Dua

Share

Chapter 79: Rasa Sakit yang Dibagi Dua

Author: KIKHAN
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-21 19:51:15

Arlan Pradipta adalah sosok pria yang penuh kasih sayang—tenang, namun selalu hadir pada waktu yang tepat. Ia bertanggung jawab, tidak banyak bicara, tetapi setiap tindakannya terasa nyata.

Velian mengenalnya hampir tiga tahun lalu, dalam sebuah acara bedah buku.

Pertemuan itu sederhana.

Namun, dari sanalah semuanya bermula.

Velian, seorang penulis novel romansa dan fantasi yang hidup dalam imajinasi, bertemu dengan Arlan—pria yang mahir merangkai prosa, menciptakan kalimat-kalimat romantis
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 99: Wajah yang Tak Asing

    Retakan cahaya itu perlahan semakin melebar. Langit ruang kesadaran yang selama ini selalu tenang perlahan terbelah oleh garis-garis keemasan. Cahaya lembut mengalir dari celah tersebut, bukan menyilaukan, melainkan memberi kesan damai yang aneh. Sesosok pria muncul di bawah kilau keemasan, melangkah mendekati Velian dan Eira. Velian spontan berdiri, melangkah satu langkah ke depan, tanpa sadar menempatkan tubuhnya di depan Eira. Untuk pertama kalinya sejak berada di ruang kesadaran, ekspresi keduanya dipenuhi rasa heran. Suara langkah kaki terdengar. Semakin dekat, semakin jelas. Setelah bayangan sosok itu semakin jelas, Velian membelalak lebih dulu. Jubah putih berlapis benang emas menjuntai hingga mata kaki. Rambutnya yang berwarna hitam berkilau diterpa cahaya, sementara sepasang mata cokelatnya memandang lurus ke arah dua jiwa di hadapannya. Pria itu berhenti beberapa langkah dari mereka. Tatapannya bergantian memandang Eira dan Velian. Kemudian, ia tersenyum

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 98: Ruang yang Tak Lagi Hampa

    Keheningan menyelimuti ruang pengobatan. Hanya bunyi alat pemeriksaan tabib yang sesekali berdenting pelan, 0 dengan embusan napas Eira yang mulai terdengar lebih teratur.Tak seorang pun berani membuka suara. Rhys berdiri di sisi ranjang. Tatapannya tak pernah lepas dari wajah Eira yang masih pucat. Jemarinya menggenggam tangan wanita itu perlahan, seolah berharap kehangatan yang ia miliki dapat tersampaikan."Eira..." Suara itu nyaris tak terdengar.Dylen menurunkan kedua tangannya setelah selesai memeriksa aliran energi di dalam tubuh Eira. Wajahnya yang biasanya tenang kini dipenuhi keraguan.Ada terlalu banyak kemungkinan yang saling bertabrakan di dalam benaknya.Rhys menoleh. Kau menemukan sesuatu." Bukan pertanyaan. Melainkan sebuah kepastian.Dylen mengangguk pelan. "Saya menemukan sesuatu... tetapi saya belum berani menarik kesimpulan." "Jelaskan."Dylen mengembuskan napas panjang. "Selama bertahun-tahun saya mempelajari Kristal Marindor, inti magis, serta catatan kuno peni

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 97: Setitik Cahaya

    Suara langkah kaki tergesa menggema di sepanjang koridor Akademi Marindor.Seorang pengawal mansion berlari tanpa sempat mengatur napas. Rambutnya berantakan, peluh membasahi pelipis. Begitu melihat Rhys masih berada di aula bersama Dylen dan Garrick, ia langsung berlutut."Tuan Duke!"Rhys menoleh cepat. "Ada apa?""Nona Eira ... pingsan."Jantung Rhys seolah berhenti berdetak. "Apa?""Nona Eira tiba-tiba ambruk di depan kamarnya. Dame Raven memerintahkan saya segera memberi tahu Tuan."Wajah Rhys memucat. "Bagaimana keadaannya sekarang?""Sedang dibawa menuju tabib."Rhys belum sempat bernapas lega ketika pengawal itu melanjutkan dengan suara bergetar. "Dan ... Tuan Putri Alverine..."Tatapan Dylen langsung berubah tajam. "Alverine kenapa?""Tuan Putri terus menangis, berkata bahwa tidak sengaja membuat Nona Eira terluka."Ruangan mendadak sunyi. Rhys dan Dylen saling berpandangan.Tanpa mengatakan apa pun, Rhys segera melangkah lebar menuju pintu keluar. Garrick menyusul di belakan

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 96: Di Luar Kendali

    Dame Raven memutuskan berjalan-jalan sebentar mengelilingi taman mansion. Udara pagi yang sejuk berpadu dengan harum bunga-bunga yang bermekaran membuat suasana terasa menenangkan.Langkahnya terhenti di dekat kubah kaca.Di sana, Leona tengah menyiram deretan bunga bersama seorang pekebun yang bertugas merawat taman mansion. Tempat itu begitu familier bagi Raven. Dahulu hingga kini, Eira kerap menghabiskan waktu berjam-jam duduk di dalam kubah kaca, melamun dengan tatapan kosong yang menyiratkan kesedihan.Kenangan itu masih terasa menusuk.Raven hanya menyaksikan perubahan Eira yang kini jauh lebih ceria, tanpa pernah mengetahui bahwa jiwa yang menghuni tubuh itu sebenarnya adalah Velian.Ia pun menghampiri Leona."Mengapa tidak beristirahat saja?"Leona sedikit terkejut mendengar suara dari belakang. Ia segera meletakkan penyiram tanaman berwarna cokelat muda di bangku taman."Aku bosan hanya diam di kamar. Kebetulan pekebun sedang menyiram bunga, jadi aku menawarkan diri untuk mem

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   📍Curhatan

    Chapter 95: Keseimbangan yang Terganggu, adalah pembuka konflik novel ini. Baru konflik? IYA!😭 Aku mau cepat-cepat menamatkan cerita ini karena ada project di W* dan GN, lebih DAR DER DOR🤪 Doain ya semuanyaaaaa sayang kalian banyak-banyak. Salam hangat, Calon Selir Rhys yang Keempat

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 95: Keseimbangan yang Terganggu

    Kedatangan Rhys dan Garrick di Akademi Marindor seketika menggemparkan seluruh akademi. Mereka hanya datang berdua dengan pakaian formal yang sederhana, tetapi kehadiran keduanya cukup membuat aula yang semula ramai mendadak hening.Para murid menghentikan aktivitasnya. Dari lantai dasar hingga koridor di lantai empat, mereka berbondong-bondong mendekat ke pagar pembatas untuk menyaksikan langsung sosok Pedang Morwenia beserta ajudannya yang selama ini hanya mereka dengar melalui cerita.Para staf akademi pun segera berbaris rapi menyambut kedatangan mereka.Di barisan paling depan berdiri Dylen.Meski usianya jauh lebih muda dibandingkan para senior di belakangnya, kemampuan sihir dan pengetahuannya telah melampaui sebagian besar pengajar Akademi Marindor. Tak seorang pun mempermasalahkan posisinya sebagai pemimpin penyambutan.Sejarah mencatat bahwa kedua orang tua Dylen merupakan pewaris Akademi Marindor. Mereka gugur saat menumpas Fenomena Arwah Liar, peristiwa langka ketika arwah

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 6: Rhys Menghunuskan Pedang

    “Panggil tabib sekarang,” perintahnya rendah, tapi cukup untuk membuat udara di sekitar seolah menegang.Garrick segera berlari, sementara Rhys tetap menahan Velian di pelukannya—menatap wajah pucat yang berkeringat itu dengan rahang mengeras, seolah menahan sesuatu yang lebih dari sekadar kekhawa

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 5: Velian Mengubah Cerita

    Suara ketukan tiga kali di pintu kamar membuat Velian mengerang pelan. Ia masih ingin melanjutkan mimpi indahnya, tapi bunyi itu terus terdengar.Dengan mata setengah terbuka, Velian duduk, meregangkan tangan malas-malasan ke atas, lalu melangkah gontai menuju pintu. Begitu dibuka, koridor di depa

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 4 : Eira yang Lain

    Ketika Rhys sudah berdiri di hadapannya, Velian justru bergeser menutupi sebagian tubuh Garrick dengan tubuhnya sendiri. Garrick mengerutkan dahi, tak mengerti dengan sikap aneh itu.Jika ada yang paling mengenal Rhys, maka itu adalah Velian—karena dialah pencipta tokoh pria ini dalam dunia asliny

  • Alur Baru Sang Selir Ketiga   Chapter 3: Lepas Kendali

    Pundak Rhys tak setegang biasanya, seolah bersiap mendengar permintaan Eira. “Jika ingin bepergian, bawa saya atau Garrick untuk menemani.” Velian hampir mendengus. Bukankah sama saja? Rhys dan Garrick bagai pinang dibelah dua. “Kalau sendiri, tidak boleh?” tanyanya hati-hati. “Jika kamu ping

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status