بيت / Fantasi / Anak Rahasia Sang Alpha / 52. Sembuh Tanpa Bekas

مشاركة

52. Sembuh Tanpa Bekas

مؤلف: malapalas
last update تاريخ النشر: 2026-04-29 19:55:59

Aku menelan ludah, merasa perutku semakin berat di bawah telapak tanganku sendiri.

Wajah Aaron tetap tenang, bahkan terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja terluka parah. Ada keyakinan di sana, sesuatu yang tidak dibuat-buat dan sangat kontras dengan ketegangan di dalam ruangan ini. Dia tampak jauh lebih baik dibandingkan saat racun perak itu pertama kali menyerangnya.

Perlahan tanganku terangkat, menggantung sesaat di udara sebelum menyentuh ujung perban itu. Ujung jari-jariku hampir men
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Anak Rahasia Sang Alpha   229. Sebelum Kami Bertemu

    Aaron mengernyit. "Seberapa cepat?""Saya tidak bisa menentukan tanggal pastinya. Namun, melihat perkembangan janin yang sangat aktif dan kekuatan yang saya rasakan selama mendampingi pemeriksaan Luna, ada kemungkinan kelahirannya terjadi lebih awal."Aku menoleh kepada Aaron.Wajahnya langsung terlihat serius. Ia masih duduk di kursi dekat kepalaku, sementara jemarinya menggenggam tanganku di atas seprai."Jadi kami harus bersiap mulai sekarang?" tanyaku."Lebih baik begitu, Luna.""Apa saja yang harus kami persiapkan?""Perlengkapan bayi, tempat untuk sang pewaris, kebutuhan Luna selama masa pemulihan, dan tentu saja orang-orang yang akan membantu setelah kelahiran."Aaron langsung menyela sebelum aku sempat bertanya lebih jauh."Semua sudah disiapkan."Aku menoleh cepat. "Sudah?"Dokter Reynard hanya tersenyum kecil, seolah jawaban Aaron sama sekali tidak mengejutkannya."Saya tidak terkejut, Alpha."Aku mengerutkan kening lalu memandang Aaron. "Kamu sudah menyiapkan semuanya?""Se

  • Anak Rahasia Sang Alpha   228. Sang Pewaris yang Dinanti

    Sejak aku pindah ke mansion Aaron, seluruh pemeriksaan kehamilanku dilakukan di sini. Dokter Reynard bahkan beberapa kali datang langsung ke kamar kami agar aku tidak perlu bepergian hanya untuk menjalani pemeriksaan.Aaron memang tidak suka melihatku terlalu sering keluar rumah, terlebih usia kandunganku sekarang sudah semakin besar. Gerakan bayi di dalam perutku pun semakin aktif dari hari ke hari.Seperti pagi ini.Begitu mengetahui jadwal pemeriksaanku sudah tiba, Aaron langsung membatalkan semua agenda yang seharusnya ia hadiri di kantor.Aku bahkan sempat mengira aku salah dengar ketika ia mengatakan tidak akan pergi ke mana pun hari ini."Semua rapat dibatalkan?" tanyaku sambil menatapnya.Aaron hanya mengangguk santai. Ia menggulung lengan kemejanya hingga batas siku, memperlihatkan lengannya yang kokoh dan berotot. Gerakannya sederhana, tetapi entah kenapa aku malah terpaku beberapa detik.Aku buru-buru mengalihkan pandangan ketika menyadari bahwa diam-diam aku sedang terpeso

  • Anak Rahasia Sang Alpha   227. Firasat dari Hutan Pinus

    Sudah lebih dari seminggu Elena tinggal di rumah ibunya yang berada di pinggir hutan pinus. Selama itu pula, kehidupan yang sempat terasa begitu jauh dari ingatannya perlahan kembali terasa akrab.Tidak ada kemewahan. Tidak ada kesibukan kota. Hanya rumah sederhana yang dikelilingi pepohonan pinus, udara sejuk, dan suara alam yang menemani setiap pagi hingga malam.Elena dan ibunya melakukan hampir semuanya bersama.Mereka saling membantu memasak, mencuci pakaian, memotong rumput, hingga membersihkan rumah. Hal-hal sederhana yang dahulu terasa biasa, kini justru menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi Elena.Mereka juga banyak bercerita. Tentang kehidupan Elena selama bertahun-tahun. Tentang hal-hal kecil yang terjadi di rumah. Tentang masa lalu yang perlahan mereka buka kembali.Bahkan beberapa kali, mereka tertawa hanya karena mengingat tingkah Elena ketika masih kecil.Tentang bagaimana gadis kecil itu dulu sering berlari tanpa alas kaki di halaman. Tentang bagaimana ia pernah me

  • Anak Rahasia Sang Alpha   226. Sebuah Kesempatan

    Jessi tidak langsung menjawab. Ruangan itu kembali sunyi. Hanya suara napas pelan dari seberang telepon yang terdengar samar di telinganya."Karena sekarang ... adalah saat yang paling tepat untuk membalas dendammu."Kalimat Damian terus berputar di benaknya. Namun bersamaan dengan itu, suara lain ikut melintas dalam ingatannya."Untuk sementara waktu, kita harus berhenti." Suara ayahnya terdengar begitu jelas. "Saat ini Aaron sedang berada di puncak kekuatannya. Dia baru mendapatkan kontrak besar. Menyerangnya sekarang adalah tindakan bodoh."Jessi mengepalkan jemarinya kuat-kuat. Ia masih mengingat setiap kata yang diucapkan sang ayah malam itu.Aaron baru memperoleh kontrak besar. Proyek Utara berkembang pesat. Seluruh klan sedang mengagungkannya, dan menyerang Alpha itu secara terbuka sama saja dengan menyodorkan leher ke meja pembantaian."Kita menunggu," lanjut bayangan suara Stanley. "Ketika perang besar antara Aaron dan Tetua Marcus pecah ... pada waktu itulah celah itu akan t

  • Anak Rahasia Sang Alpha   225. Godaan Sang Dalang

    Sudah beberapa hari berlalu sejak pertarungan itu. Namun, luka di dada Damian belum juga menunjukkan tanda-tanda pulih sepenuhnya.Bekas tusukan cakar Aaron masih meninggalkan rasa nyeri yang seolah terus menggerogoti tubuhnya dari dalam. Setiap kali menarik napas terlalu dalam, rasa sakit itu kembali menusuk, memaksanya menunda banyak hal, termasuk menggunakan kekuatannya secara berlebihan.Untuk sementara waktu, ia harus menjalani masa pemulihan dan beristirahat total.Damian tidak menyukai keadaan itu. Ia terbiasa bergerak di balik bayang-bayang, mengatur setiap bidak dengan tangannya sendiri.Namun kali ini ... ia harus meminjam tangan orang lain.Perlahan, senyum tipis muncul di sudut bibirnya."Kalau begitu ... biarkan pionku yang bergerak lebih dulu."Sebuah nama langsung muncul di benaknya.Jessi.Beberapa jam kemudian, seorang bawahan kepercayaan Damian diam-diam meninggalkan tempat tersembunyi itu.Ia sengaja mengintai dan menunggu hingga Stanley terlihat keluar meninggalkan

  • Anak Rahasia Sang Alpha   224. Malam yang Merenggut Segalanya

    Rumah kaca tenggelam dalam keheningan. Di antara rimbunnya dedaunan dan harum lembut bunga, aku bisa merasakan betapa mencekamnya suasana yang menyelimuti kami.Aaron tidak langsung menjawab. Tangan yang semula memeluk pinggangku erat perlahan terlepas.Ia berjalan melewatiku beberapa langkah, lalu berhenti. Kedua tangannya terselip di saku celana. Dengan punggung menghadap ke arahku, ia menatap hamparan bunga di hadapannya. Namun aku tahu, yang sedang dipandangnya bukanlah bunga-bunga itu.Dari tempatku berdiri, sosoknya mendadak terasa begitu jauh. Punggung yang selalu tampak kokoh itu kini seolah memikul kesepian dan kesedihan yang selama ini ia pendam sendirian.Aku hanya diam dan menunggu. Aku tidak ingin mendesaknya.Aku hanya ingin ia jujur kepadaku tentang apa pun. Namun aku juga mengerti, kepercayaan itu tidak mungkin tumbuh dalam sekejap, terlebih dunia yang selama ini Aaron jalani terasa begitu jauh dari jangkauanku.Keheningan kembali membentang di antara kami.Beberapa sa

  • Anak Rahasia Sang Alpha   99. Ayah yang Memilih Racun

    Klik.Suara putaran tutup botol kecil itu terdengar sangat samar, hampir tak terdengar, terbuka di balik meja kayu. Tangan Hendra yang memegang botol itu tetap stabil. Terlalu stabil untuk seseorang yang sedang bersiap merenggut sesuatu yang berharga. Gerakannya begitu tenang, mencerminkan sosok ya

  • Anak Rahasia Sang Alpha   94. Tatapan yang Berubah

    Beliau berdiri di dekat mobil sambil menatapku tanpa bergerak sedikit pun.Senyumku perlahan memudar. Untuk beberapa detik, tidak ada suara apa pun selain angin sore yang berembus pelan di antara pohon-pohon pinus.Aku masih berdiri di sana dengan perasaan bahagia yang belum hilang sedikit pun, sem

  • Anak Rahasia Sang Alpha   93. Penantian Fay

    Sejak tadi aku tidak bisa berhenti tersenyum sendiri. Padahal di telepon, ayah sama sekali tidak mengatakan kapan tepatnya beliau akan datang. Hanya bilang akan menemuiku secepatnya.Namun entah kenapa, aku sangat yakin. Sore ini Ayah pasti datang. Perasaan itu begitu kuat sampai membuatku sama sek

  • Anak Rahasia Sang Alpha   85. Jawaban yang Tidak Datang

    Aaron tidak menjawab pertanyaanku. Ia hanya diam. Dan itu membuatku sangat takut.Bahwa apa yang aku rasakan ... tidak sama dengan apa yang ia rasakan.Dadaku perlahan terasa sesak. Jantungku berdegup tidak karuan saat aku menatap wajahnya, berharap pria itu mengatakan sesuatu, apa saja, untuk mene

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status