LOGIN" da, hadiah buat anak andre dimana?" tanya bu sofi
" udah di mobil ma. sengaja ga di keluarin ." jawab ida " mbok tun , rendang nya udah di vacuum? " tanya bu sofi " sudah bu. ada di kulkas" jawab mbok tun dengan sopan" ini yang booking siapa tan?" tanya andre sesampai nya di hotel " Tante dre, pengen nyoba kayak anak anak zaman sekarang gitu" jawab bu sofi " dre, itu bapak bapak gimana? mereka langsung ke rumah kamu?" bu sofi kembali bertanya " iya tan... kayak nya mereka ada urusan penting ." bisik andre yang jawab anggukan oleh bu sofi " der, tolong turunin koper nya dong" perintah bu sofi " tan, ini mau nginep 1 malam aja kayak mau pindahan rumah" ucap deril sambil menurunkan koper " itu sedikit der, 1 koper punya berdua." jelas bu sofi " arif pun menurunkan koper nya dan m
" mereka ada dimana? gue kejauhan ga parkir di sini? " tanya Deril sesampai nya di gedung sate " itu yusuf sama arash" ucap pak Dirga " papa udah bangun?" " pas mau ke gedung sate tadi , da..." jawab pak dirga " hebat euy papa, langsung bisa langsung ketemu. kita dari tadi celingukan nyari mereka" puji ida " papa udah bertahun tahun kenal Yusuf, ya kali ga hapal bentukan nya dia" jawab pak dirga sambil tertawa " udah yu kita turun cepetan tar keburu mereka lihat" bu sofi membuka pintu mobil dengan cepat
" da, hadiah buat anak andre dimana?" tanya bu sofi " udah di mobil ma. sengaja ga di keluarin ." jawab ida " mbok tun , rendang nya udah di vacuum? " tanya bu sofi " sudah bu. ada di kulkas" jawab mbok tun dengan sopan " mbok, jangan semua nya di bawa. mbok kan ada di rumah." ucap ida " iya neng" " tan, besok mau mobil yang mana?" tanya deril " yang udah di cek ke bengkel yang biasa di pake der." jawab bu sofi " yakin mo pake
" assalamualaikum" ucap ida sambil membuka pintu " waalaikumsalam" jawab bu sofi " mereka bertiga langsung menuju ruang keluarga" " Mmmmm, wangi banget. masak apa nih tan?" teriak Deril " bikin rendang sekalian buat bekel besok" jawab bu sofi " Deril pun melangkahkan kaki nya menuju dapur" " emang besok Tante ga jadi ikut?" tanya deril sambil menuangkan air ke gelas " ya ikut lah... ini kan sekalian buat bawain ke andre terus buat makan di hotel juga" jawab bu sofi dengan santai " deril yang sedang minum hampir tersedak mendengar jawaban bu sofi."
" Nu, hadiah buat anak andre udah di beli?" tanya arif pada asisten nya " sudah pak.mau lihat dulu pak?"tanya danu " ga usah , saya percaya sama kamu" jawab arif " baik pak. ini saya simpan di mobil semu aya.." ucap danu sambil.keluar dari ruangan " mau kemana nu?" tanya deril ketika berpapasan di depan pintu " mau taro kado ke mobil pak" " bos loe lagi ngapain?" " biasa pak, lagi menatap laptopnya" jawab danu " ok
" deril mana? kok ga bareng kalian?" tanya bu sofi " ke apart nya dulu sekalian mau londry" jawab arif sambil merebahkan badan nya di sofa " kamu gimana sayang lancar aja semuanya?" bu sofi bertanya pada sang menantu " Alhamdulillah ma, ya walaupun masih ada yang agak bikin puyeng" jawab ida sambil mencium tangan sang ibu mertua " mama sama papa jadi ikut ga hari sabtu?" lanjut ida sambil duduk di samping sang suami " kamu ga ajak ibu ?" bu sofi balik tanya " aku dah tawarin tapi ibu ga mau takut nya nanti suasana nya jadi ga enak. sekarang ibu suruh aku aja dulu yang ke sana." jelas ida
" Aku mengikuti pak arif di belakang" " mba nurma sama pak andre juga mengikuti kami." " nur, ngapain kamu kesini?"
" da, ida bangun nak, ini udah jam 5 loh, tar kamu kesiangan lagi" ibu mengetuk pintu kamar ku " iya bu" aku melirik jam di dinding dan langsung keluar kamar " eh... mau kemana?" ibu memegang tangan ku
Dalam perjalanan menuju restoran, pak andre banyak bercerita. ternyata pak arif emang udah cool dari sono nya aku membayangkan kalau jiwa mereka tertukar, lucu kali nya, hihihi "Aida ,
"Assalamualaikum,.selamat pagi ibu ku yang cantik' ucapku sambil memeluk ibu. "Waalaikumsalam nak, sudah shalat subuh?' tanya ibu "sudah bu" sahut ku







