Share

Beda Kubu

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-09-20 13:32:14

Seorang wanita menatap terus layar ponselnya yang menampilkan berita tentang peresmian Wijaya Group. Dan wanita itu mengepalkan tangannya geram.

"Bagaimana bisa Elisa sekarang menjadi pimpinan Wijaya Group? Oh, bagaimana dia bisa begitu beruntung, Susan? Kalau aku tahu Leo adalah CEO yang menyamar, aku pasti tidak akan menunda dan akan langsung mengambil hatinya dulu!"

Velia duduk di ruang tamu penjara sambil berhadapan dengan Susan yang masih berada di penjara. Susan dihukum dua tahun, sudah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Jadi Obat Nyamuk

    "Susan, aku datang lagi!" Velia mengunjungi Susan lagi hari itu. Jadwal kunjungan di penjara tidak setiap hari, tapi satu atau dua minggu sekali, Velia pasti mengunjungi Susan. "Velia?" Susan mengernyit bingung. "Baru dua hari yang lalu kau datang, mengapa hari ini sudah datang lagi?" "Apa kau tidak suka dengan kedatanganku?" "Bukan begitu, ini tidak biasanya." "Karena memang ada hal yang tidak biasa, Susan. Hal yang membuatku ingin meloncat kegirangan." Velia menangkup tangan Susan dengan penuh semangat. Susan pun makin mengernyit. "Ada apa? Apa yang membuatmu begitu senang, hah?" "Tebak siapa yang aku temui kemarin!" "Bagaimana aku bisa menebaknya. Apa ada clue-nya?" "Haha, kemarin aku menemui rekan kerja baruku, orang dari perusahaan yang akan bekerja sama denganku membangun proyek resort di Bali." "Oke, lalu?" "Clue-nya adalah pria tampan, dingin, pria yang aku sukai, Susan. Aku tidak menyangka dia akan menjadi rekan kerjaku, tapi sekarang aku bersemangat sekali!" Susa

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Radar Seorang Istri

    "Aku tidak menyangka dunia ini begitu sempit. Ternyata Velia bukan asisten biasa, tapi anak dari keluarga kaya. Dia begitu setia pada Susan sampai rela menjadi asistennya." Gary melirik Leo dari kaca spionnya sambil menyetir mobil pergi dari restoran. Leo balas melirik Gary dan mengangguk. "Ya, itu menjelaskan mengapa waktu itu dia bisa pergi keliling dunia bersama orang tuanya karena dia orang kaya. Ini mengejutkan, Gary. Tapi tidak masalah, kita tetap mengerjakan semuanya dengan profesional." "Err, kitanya selalu profesional, tapi dianya entahlah! Kau ingat bagaimana dia dulu yang selalu sinis pada Bu Elisa dan mendukung Susan kan, Bos? Apalagi sejak tadi aku mengamati bagaimana dia menatapmu, seperti mau memakanmu saja!" Leo tidak menjawab, hanya terdiam sejenak mengingat interaksinya dulu dengan Velia. Wanita itu genit dan sudah beberapa kali secara terang-terangan mengajaknya berkencan, tipe wanita yang suka memainkan pria dan membayarnya dengan uang. Namun, Leo tidak berkom

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Makin Tergila-Gila

    Beberapa detik berlalu tanpa ada yang berbicara. Velia tetap tersenyum seolah tidak ada sesuatu yang aneh."Apa kabar, Pak Leo?" sapanya lagi. Leo yang masih mematung akhirnya mengangguk dengan ekspresi yang tetap datar. "Velia?" Senyum Velia makin lebar. "Ah, untung saja kau belum melupakan aku, Pak Leo." Velia pun melangkah dengan anggun mendekati Leo sambil mengulurkan tangannya. Leo kembali mengangguk, sebelum membalas jabatan tangan Velia. "Kau Velia Liandro? Cucu Pak Liandro?" Velia mengangguk. "Ya, aku juga baru tahu kalau Grandpaku adalah temanmu di Singapore. Dunia begitu sempit kan? Tapi ayo duduk dulu, Leo! Hmm, maksudku ... Pak Leo, maaf aku sedang adaptasi memanggilmu Pak. Dan ini pasti Pak Gary, asistenmu kan? Apa kabar, Pak Gary?" Velia mengulurkan tangannya juga pada Gary dan Gary menyambutnya sambil melirik Leo. Wanita ini Velia, asisten Susan, salah satu wanita yang sama ularnya dengan Susan dan Hilda. Memang Velia sendiri belum banyak sepak terjangnya, tapi

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Rekan Kerja yang Baru

    "Selamat pagi, Bu Elisa! Selamat datang lagi di perusahaan!" Ririn langsung menyambut Elisa begitu ia tiba di pintu masuk perusahaan. Bukan hanya Ririn, tapi beberapa karyawan juga berjejer menyambutnya sambil memberi hormat. "Selamat pagi semua! Terima kasih sambutannya, tapi hari ini kita akan mulai bekerja seperti biasa lagi dan berikan usaha terbaik kalian!" "Siap, Bu Elisa!" Elisa mengangguk. "Baguslah! Silakan bubar semuanya! Kembali bekerja!" Para karyawan mengangguk dan segera bubar sesuai divisi dan tugasnya masing-masing, sementara Elisa melangkah bersama Ririn ke ruangannya. "Jadi bagaimana persiapan interview hari ini?" "Semuanya sudah siap, apalagi manager HRD-nya sangat berpengalaman." Elisa tertawa. Manager HRD mereka adalah manager HRD yang lama dan Elisa tidak akan meragukan kinerjanya. "Bagus, nanti aku juga akan memantau sendiri semuanya. Kali ini, aku mau mengenal siapa saja karyawanku. Walaupun mungkin aku tidak bisa mengingat semuanya, tapi aku berintera

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bertemu Cucunya

    "Kau akan mulai ke kantor pagi ini, Sayang?" Leo baru saja keluar dari kamar mandi saat melihat istrinya sudah bersiap di depan cermin. "Ya, kemarin Alden sakit, jadi aku tidak pergi, hari ini aku akan mulai masuk kerja." Leo tersenyum dan langsung melangkah ke belakang Elisa. Leo mencium mesra bahu istrinya itu. "Aku selalu berhasrat setiap melihatmu dalam baju kerja, Sayang." Elisa menaikkan alis, menatap pantulan suaminya di cermin. "Benarkah? Dalam baju kerja? Bukannya kau berhasrat saat melihatku memakai lingerie atau sedang menyusui Alden?" Leo tergelak. "Sebenarnya, dalam balutan apa pun, kau selalu membuatku berhasrat, apalagi tanpa sehelai benang pun." "Dasar nakal!" "Haha, tapi aku serius, Sayang. Aku selalu kagum melihatmu dalam setelan formal, seperti saat aku melihatmu pertama kali." Elisa tersenyum dan saling menatap dengan suaminya dari cermin. Secuil ingatan pun muncul saat mereka pertama kali bertemu. Eddy membawa Leo ke ruang kerja Elisa untuk memperkenalkan

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kesempatan Datang

    "Selamat pagi, Alden Sayang!" Pagi itu, Leo dan Elisa berdiri di depan boks bayi sambil menatap Alden yang baru bangun tidur, tanpa drama, tanpa tangisan, dan Alden langsung tersenyum begitu membuka matanya. "Akkhh!" Alden berteriak pelan. "Auw ... auw ...." "Oh, anak Mama sudah berkicau lagi," seru Elisa gemas. "Anak Papa sudah tidak demam lagi." Leo menyentuh dahi dan leher Alden. Demam yang semalam benar-benar sudah tidak ada, suhu Alden sudah normal. Alden pun membuka mulutnya begitu lebar, seolah ingin bicara, tangan dan kakinya menendang seolah begitu bahagia pagi itu. "Oh, dia menggemaskan sekali, Leo!" "Iya, Sayang. Susui sebentar, lalu bawa keluar. Bik Imah dan semua pasti sudah menantikan kabar Alden." Elisa mengangguk. Ia pun menyusui bayinya dan Alden langsung menyusu dengan rakus seperti biasanya. Elisa terus tersenyum merasakan bayinya yang sudah normal seperti biasanya. Tidak lama kemudian, Alden selesai menyusu dan Elisa pun membawanya keluar. Di luar, Bik Ima

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status