Share

Berbaikan

Penulis: Mommykai22
last update Tanggal publikasi: 2026-10-04 17:30:10

"Selamat sore, Pak Leo!"

Liandro menelepon Leo sore itu begitu suasana agak tenang. Ia merasa tidak enak hati dengan apa yang menimpa Elisa dan tidak mau Leo sampai salah paham padanya.

"Selamat sore, Pak Liandro. Aku senang sekali Anda meneleponku, apa ada yang bisa kubantu? Ini belum jadwal kita bertemu kan?"

"Belum, Pak. Belum. Tapi aku mau minta maaf atas apa yang terjadi di kantorku tadi."

Leo mengernyit mendengarnya karena ia belum tahu apa pun. "Ada masalah apa, Pak?"

"Bu Elisa belu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kencan Sederhana

    Leo dan Elisa benar-benar meninggalkan semua urusan pekerjaan sore itu.Tidak ada rapat, tidak ada telepon bisnis, tidak ada dokumen yang harus ditandatangani.Untuk beberapa jam, Leo dan Elisa hanyalah sepasang suami istri yang sedang ingin menikmati waktu bersama.Begitu sampai di mall, Elisa langsung menggenggam tangan Leo erat-erat. Leo menoleh sambil tersenyum."Mengapa pegangannya erat sekali, Sayang?" "Takut kau kabur."Leo tertawa kecil. "Memangnya aku bisa kabur? Aku sudah terikat seumur hidup denganmu." Elisa tergelak. "Haha, aku menyukai fakta itu." Elisa menyandarkan kepala ke bahu Leo. Mereka pun melewati toko baju bayi dan pandangan Elisa langsung berbinar-binar. "Leo, ada topi lucu sekali. Alden pasti lucu memakainya." "Ayo kita masuk, Sayang." Mereka masuk ke sana dan membeli beberapa topi yang lucu untuk Alden. "Oh, baju yang pink lucu sekali, tapi tidak mungkin Alden pakai pink." "Hmm, kalau begitu mari kita membuat anak perempuan agar kita bisa membeli baju

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Berbaikan

    "Selamat sore, Pak Leo!" Liandro menelepon Leo sore itu begitu suasana agak tenang. Ia merasa tidak enak hati dengan apa yang menimpa Elisa dan tidak mau Leo sampai salah paham padanya. "Selamat sore, Pak Liandro. Aku senang sekali Anda meneleponku, apa ada yang bisa kubantu? Ini belum jadwal kita bertemu kan?" "Belum, Pak. Belum. Tapi aku mau minta maaf atas apa yang terjadi di kantorku tadi." Leo mengernyit mendengarnya karena ia belum tahu apa pun. "Ada masalah apa, Pak?" "Bu Elisa belum bercerita pada Anda?" "Elisa? Tidak! Elisa tidak menceritakan apa pun. Apa yang terjadi?" "Bu Elisa ke kantorku tadi dan sempat cekcok dengan Velia. Bahkan ... maafkan aku, tapi Velia sempat mendorongnya begitu keras." Jantung Leo langsung memacu kencang dan tangannya terkepal. Kemarahannya selalu mencuat mendengar ada yang menyakiti keluarganya. "Apa yang Velia lakukan? Bagaimana itu bisa terjadi?" Nada suara Leo sudah tidak sabar. "Maafkan aku. Bu Elisa bilang Velia sempat mendekati And

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Penghinaan

    Saat Elisa memutuskan menemui Velia, ia tidak pernah membayangkan akan terjadi kekerasan seperti ini. Ia hanya ingin memperingatkan Velia agar berhenti mendekati Leo dan bahwa semua yang Velia lakukan tidak akan berpengaruh pada rumah tangganya. Hanya itu. Tapi mendadak Velia menyerangnya. Elisa kaget dan tidak menyangka. Saat tubuhnya didorong begitu keras, Elisa sudah siap menahan sakit, tapi ia malah jatuh ke pelukan Liandro yang mendadak masuk. "Velia, apa yang kau lakukan?" pekik Liandro sambil memeluk Elisa. "Anda tidak apa, Bu Elisa? Ada apa ini? Apa yang terjadi, hah?" Napas Elisa masih tersengal dan rambutnya acak-acakan, tapi ia berusaha berdiri dibantu Melda, ibu Velia. "Anda tidak apa, Bu Elisa? Maafkan Velia! Ada apa di sini, Velia? Mengapa kau mendorong Bu Elisa?" bentak Melda juga. "Kau tidak sedang mabuk kan, Velia?" bentak Garren juga, ayah Velia. Velia menggeleng panik. "Grandpa, Ayah, Ibu, masalahnya tidak seperti yang kalian pikir." "Lalu seperti apa? Jelas

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Serangan

    Elisa segera bersiap pagi itu. Setelah mendapat pencerahan dari Bik Imah, Elisa kembali bersemangat. Dari yang awalnya ia tidak niat ke mana-mana, sekarang ia tahu apa yang harus ia lakukan. Elisa menelepon Ririn dan memintanya memastikan sesuatu, sebelum Elisa pergi ke Liandro Group untuk menemui Velia di sana. Sementara Velia sendiri sudah kembali dari Bali sejak kemarin. Begitu mendapat peringatan dari Leo, ia tidak tahan lagi. Setelah memastikan Heri pergi dari sana, ia pun pulang dan tahu lagi apa yang Leo lakukan. Velia berniat mengurung dirinya di rumah saja, tapi sialnya, ada banyak pekerjaan yang menunggunya sampai akhirnya ia harus pergi ke kantor. Namun, pikirannya tidak pernah benar. Velia ketakutan menghadapi Leo, bahkan ketakutan ini melebihi rasa takutnya waktu Susan disekap. "Sial! Jangan memikirkannya, Velia! Jangan memikirkannya!" Velia pun masih mencoba kembali fokus saat pintu ruangannya diketuk dan asistennya masuk ke dalam. "Selamat pagi, Bu. Ada yang menc

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ujian Rumah Tangga

    Elisa tidak bisa tidur lagi malam itu. Bahkan setelah suaminya pulang, ia makin tidak bisa tidur. Air matanya tidak mau berhenti mengalir walaupun Leo sudah menjelaskan semuanya dengan jujur. Leo yang melihat istrinya tidur memunggunginya sambil menangis pun merasa bersalah. Ini yang ia takutkan, membuat istrinya bersedih. Lebih baik Elisa marah, lebih baik Elisa berteriak dan menamparnya, tapi yang ada, istrinya itu malah diam. "Sayang, aku tahu kau belum tidur." Leo mendekat dan memeluk istrinya dari belakang, tapi air mata Elisa mengalir makin deras. "Elisa, Sayang, maafkan aku karena ada kejadian seperti ini. Tapi aku bersumpah aku tidak merasa melakukan apa pun dengannya. Bahkan di saat seperti itu, hanya kau yang ada di pikiranku. Maafkan aku, Sayang." Leo mencium mesra bahu Elisa, tapi Elisa tetap diam dan memejamkan matanya. Ia tidak tidur, tapi juga tidak membuka matanya dan tidak bicara. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak tahu harus berkata apa. Bahkan Elisa ak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pengakuan

    "Dia sama sekali bukan pria yang mudah, Velia! Sama sekali bukan pria yang mudah!" seru Rosie begitu Leo dan timnya sudah keluar dari sana. "Aku sudah bilang sejak awal kalau ini salah kan? Tapi kalian tidak mau mendengarkan aku!" omel Terry. Velia yang masih berjalan mondar-mandir pun makin marah. "Diam! Diam semuanya! Jangan membuatku makin pusing!" bentaknya. Rosie dan Terry pun terdiam dengan napas yang masih tersengal. "Baiklah, lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, Velia?" "Aku tidak tahu, Rosie! Aku tidak tahu! Berhenti bertanya dan berhenti bicara! Aku makin pusing! Sial! Yang pasti aku tidak melangkah sejauh ini untuk membiarkannya begitu saja, tapi aku juga takut untuk melangkah lebih jauh! Siallll!!!"Velia masih ketakutan dan ia tidak bisa berpikir apa pun. Ia pun memastikan Heri tidak bicara dan menyuruhnya keluar saja dari hotel. Tentu saja Velia memberinya banyak uang sebagai ganti gajinya selama satu tahun. Sedangkan Leo yang seharusnya pulang besok, malah ak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status