Share

Lebih Pantas Untuknya

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-09-27 23:55:31

"Maafkan aku karena memeluknya, Sayang. Aku benar-benar refleks karena dia jatuh tepat di sampingku."

Leo segera menatap istrinya dan menjelaskan kejadian barusan. Ia tidak ingin istrinya itu salah paham.

Namun, Elisa hanya mematung tanpa mengatakan apa-apa. Sungguh, ia melihat semuanya, bagaimana Velia sengaja menjatuhkan dirinya ke arah Leo.

Elisa pun sempat kesal karena Leo memeluk wanita itu, tapi mendapati kaki Velia yang benar-benar terkilir, ia memilih tidak berkomentar.

"Sayang? Say
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Lebih Pantas Untuknya

    "Maafkan aku karena memeluknya, Sayang. Aku benar-benar refleks karena dia jatuh tepat di sampingku." Leo segera menatap istrinya dan menjelaskan kejadian barusan. Ia tidak ingin istrinya itu salah paham. Namun, Elisa hanya mematung tanpa mengatakan apa-apa. Sungguh, ia melihat semuanya, bagaimana Velia sengaja menjatuhkan dirinya ke arah Leo. Elisa pun sempat kesal karena Leo memeluk wanita itu, tapi mendapati kaki Velia yang benar-benar terkilir, ia memilih tidak berkomentar. "Sayang? Sayang, kau baik-baik saja?" Suara Leo menyentak Elisa dari lamunannya. "Ya? Aku baik-baik saja, Leo." "Kau melamun, Sayang." "Tidak! Tapi kau bilang apa tadi?" "Aku minta maaf karena memeluk Velia, Sayang. Aku refleks." "Ah, tentang itu ... ya, dia seperti pura-pura jatuh, tapi kakinya benar-benar terkilir." "Ya, aku juga terkejut, kakinya merah sekali. Itu karena dia memakai sepatu hak tinggi, untung saja kau tidak, Sayang." Leo melirik sepatu Elisa. Sebenarnya Elisa sendiri membawa sepatu

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kebablasan

    "Ada apa lagi, Sayang? Apa yang kalian bicarakan? Semua baik-baik saja kan?"Leo membawa Elisa menjauh dan mulai bertanya. "Ya, Leo. Dia hanya sedikit menyindirku." Leo mengernyit. "Menyindir? Menyindir seperti apa? Kau tahu aku tidak suka ada yang mengganggumu kan, Sayang. Aku akan bicara padanya." Baru saja Leo akan berbalik, tapi Elisa langsung menahannya. "Tunggu! Tidak usah, Leo! Biarkan saja!" "Aku tidak bisa diam saat aku sudah tahu jelas ada yang menyakitimu, Sayang." "Tenang saja, istrimu bukan wanita lemah kan? Kalau kau menegurnya sekarang, kau akan membuatku merasa lemah, Leo." Leo terdiam mendengarnya. Ia tahu Elisa bisa mengatasi masalahnya sendiri. "Sayang, maafkan aku, aku tahu kau bukan wanita lemah. Aku tahu kau bisa menyelesaikan masalahmu sendiri, aku hanya ingin melindungimu dan aku merasa tidak berguna saat ada orang yang menyakitimu tapi aku diam saja." "Aku tahu itu, Leo, tapi tidak masalah, dia tidak menyakitiku. Dia hanya ... dia hanya iri pada kebah

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Belum Kalah

    Beberapa waktu kemudian, Leo dan Elisa akhirnya keluar dari kamar. Elisa sudah kembali mengenakan pakaian yang lebih nyaman untuk meninjau lokasi proyek. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara Leo tampil dengan kemeja putih dan celana panjang gelap.Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri biasa yang sedang menikmati perjalanan, bukan dua orang yang datang untuk memeriksa proyek besar.Velia sendiri sudah bersiap dan menunggu di lobi bersama asistennya. Sebenarnya ia belum lama menunggu, tapi otaknya terus membayangkan banyak adegan yang membuat Leo dan Elisa terlambat. Dan Velia sama sekali tidak menyukai apa yang ada di pikirannya. Tidak lam kemudian, Leo muncul. Begitu melihat Leo datang, tatapannya langsung berubah cerah. Namun, senyumnya kembali memudar ketika melihat Elisa berjalan menggandeng tangan Leo."Maaf membuatmu menunggu lagi, Bu Velia," kata Leo."Tidak masalah, Pak Leo. Apa kau akan ikut, Elisa?" Velia menatap Elisa dengan senyum yang dipaksa. "Ya, aku

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Honeymoon

    Velia melotot lagi menatap rombongan keluarga Leo sampai ia tidak bisa bicara, tapi Leo dan Elisa menyapanya lebih dulu. "Maaf membuatmu menunggu lama, Velia. Membawa bayi itu butuh lebih banyak waktu daripada yang kupikir," sahut Elisa santai. Velia masih membelalak sejenak. "Itu ... aku ... terkejut sekali melihat semua orang ikut berangkat, Pak Leo. Dan ya, Elisa, kudengar membawa bayi memang lebih sibuk," sahut Velia begitu memaksa.Elisa tertawa sumringah. "Tapi yang penting semua sudah selesai. Kau juga belum pernah bertemu anak kami kan? Ini Alden, bayi kami yang berumur empat bulan." Velia mengangguk menatap Alden yang memang sangat rupawan itu. Ada Elisa di wajah bayi itu dan ada Leo di tatapannya, tampan setampan Papanya. "Ah, dia tampan sekali. Ini pertama kali aku melihatnya. Senang berkenalan denganmu, Alden!" Velia memaksakan senyumnya tanpa mendekat sama sekali. Ia tidak suka bayi, apalagi bayi Elisa. Gary sendiri yang melihat ekspresi Velia sampai ingin tertawa l

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Para Pengganggu

    "Dua minggu, Susan! Dua minggu aku berusaha mendekatinya dan hasilnya nihil. Ditambah dengan satu minggu sebelumnya sejak pertama kali aku bertemu dengannya lagi, berarti total sudah tiga minggu lebih!" Velia mengunjungi Susan lagi di penjara untuk berkeluh kesah, dan kali ini, Velia sangat berapi-api."Mendekati dia benar-benar seperti mendekati Pastor, kau tahu itu! Bahkan Pastor masih ramah dan akan menanggapi kita, tapi Leo sangat dingin dan terus mengoper aku pada karyawan yang lain, padahal yang kuinginkan hanya dia! Hanya dia, Susan!" imbuh Velia penuh kesal. Namun, ekspresi Susan tampak biasa saja, malahan Susan lega. "Syukurlah kalau kau belum berhasil, Velia!" Velia membelalak kesal. "Susan, mengapa kau bukannya membelaku malah ada di pihak mereka, hah? Jangan lupa apa yang sudah Elisa lakukan padamu! Pasti dia senang melihatmu di penjara bahkan mengolokmu di luar sana! Lihat saja, bahkan satu kali pun, dia tidak pernah menjengukmu kan? Dia pasti tidak menganggapmu lagi!

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Dinding yang Kokoh

    Dua minggu berlalu, pasangan Leo dan Elisa makin mesra. Mereka mulai giat melakukan olahraga ranjang karena setelah merasakan satu kali, keduanya sama-sama ketagihan. Alden pun makin sering tidur di kamar bayi ditemani oleh Bik Imah. Dan bayi montok itu makin mandiri. Alden jarang menangis, sering tertawa, setiap minta susu, ia akan memanggil dengan suara lucunya. Leo dan Elisa pun menjadi makin tenang bekerja meninggalkan sang buah hati di rumah. Sementara itu, pertemuan Leo dan Velia sendiri juga makin sering karena pembahasan tentang proyek juga makin serius. Dan Velia pun berusaha makin dekat dan makin dekat. Dalam dua minggu terakhir ini, Velia terus berusaha mencari celah untuk mendekati Leo.Namun, semakin ia berusaha mendekat, semakin pria itu terasa seperti dinding tinggi yang tidak memiliki celah sedikit pun.Awalnya Velia mengira semuanya akan mudah karena hampir setiap hari dirinya ke kantor Leo untuk berunding bersama pria itu. Velia pikir akan ada celah mereka saling

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status