Share

Persiapan Pernikahan

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-09-07 13:29:01

"Sekali lagi selamat, Leo dan Elisa!"

Kepulangan Leo dan Elisa disambut oleh Bik Imah di apartemen. Bukan hanya Bik Imah, tapi keluarga Handi dan keluarga Rahmat juga.

"Astaga, semua berkumpul di sini!" pekik Elisa senang.

"Selamat, Bu Elisa! Selamat karena sebentar lagi Anda akan menikah dengan Pak Leo," seru Nila sampai menangkup tangan Elisa.

Elisa sampai tersipu malu sambil melirik calon suaminya itu. Padahal ini akan menjadi pernikahan keduanya, tapi mengapa rasanya sama mendebarkan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Banyak Halangan

    Saat Leo mengatakan untuk percaya, itu berarti percaya sepenuhnya. Kesungguhan Leo tidak hanya diucapkan, tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Bahkan keesokan harinya, Leo langsung menelepon Liandro. Entah apa yang mereka bicarakan di telepon, tapi Liandro mendadak akan berangkat ke Bali hari itu juga. "Apa yang kau katakan pada Pak Liandro, Leo? Bagaimana Pak Liandro bisa berangkat ke Bali hari ini?" Elisa panik. "Memang kami berencana bertemu di sini untuk melihat jalannya pembangunan, Sayang. Untuk proyek sebesar ini, tidak mungkin Pak Liandro tidak turun tangan sendiri kan?" "Tapi kemarin aku tidak dengar dia akan datang." "Dia akan datang, Sayang. Hanya memang dia tidak memberitahukan pada siapa pun." "Benarkah itu, Leo? Bukan karena aku kan?" Leo tergelak. "Tidak, Sayang. Aku dan Pak Liandro sangat dekat dan kami sudah terbiasa bersama. Dan tentang Velia, dengan datangnya Pak Liandro, aku bisa lebih banyak berinteraksi dengan Pak Liandro dibanding Velia. Itu bagus untukku

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Percayalah Padaku

    "Jangan halu, Velia!" Velia sudah melepaskan topengnya dan mengatakan yang sejujurnya pada Elisa. Karena itu, Elisa juga tidak harus menjaga kesopanannya lagi. Sejak dulu, hubungannya dengan Velia tidak pernah bagus karena Velia selalu mengikuti Susan. Velia menyindirnya, itu sudah biasa, Velia ketus padanya juga sudah biasa. Justru Velia yang berpura-pura manis selalu terasa aneh bagi Elisa. Dan Velia yang sekarang baru terasa benar. "Yang bersama Leo itu aku, bukan keluargaku, jadi tidak perlu melihat keluargaku. Dan aku sudah bilang aku tidak peduli apa pun yang kau katakan kan? Yang tahu bagaimana rumah tanggaku dengan Leo adalah aku, jadi aku tidak akan mendengarkanmu sedikit pun. Kalau tidak ada hal lain, aku permisi!" Elisa baru saja akan berbalik, tapi suara Velia sudah terdengar lagi. "Kau mau kabur? Kau kabur karena takut mendengar ucapanku lagi? Atau karena kau mulai berpikir kalau ucapanku benar? Kau takut Leo tidak mencintaimu kan? Ini hanya tanggung jawab semata da

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Lebih Pantas Untuknya

    "Maafkan aku karena memeluknya, Sayang. Aku benar-benar refleks karena dia jatuh tepat di sampingku." Leo segera menatap istrinya dan menjelaskan kejadian barusan. Ia tidak ingin istrinya itu salah paham. Namun, Elisa hanya mematung tanpa mengatakan apa-apa. Sungguh, ia melihat semuanya, bagaimana Velia sengaja menjatuhkan dirinya ke arah Leo. Elisa bukan orang bodoh sampai tidak menyadari yang mana sengaja, yang mana tidak. Elisa pun sempat kesal karena Leo memeluk wanita itu, tapi mendapati kaki Velia yang benar-benar terkilir, ia memilih tidak berkomentar. "Sayang? Sayang, kau baik-baik saja?" Suara Leo menyentak Elisa dari lamunannya. "Ah, ya? Aku baik-baik saja, Leo." "Kau melamun, Sayang." "Tidak! Tapi kau bilang apa tadi?" "Aku minta maaf karena memeluk Velia, Sayang. Aku refleks." "Ah, tentang itu ... ya, dia seperti pura-pura jatuh, tapi kakinya benar-benar terkilir." "Aku juga terkejut, kakinya merah sekali. Itu karena dia memakai sepatu hak tinggi, untung saja kau

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kebablasan

    "Ada apa lagi, Sayang? Apa yang kalian bicarakan? Semua baik-baik saja kan?"Leo membawa Elisa menjauh dan mulai bertanya. "Ya, Leo. Dia hanya sedikit menyindirku." Leo mengernyit. "Menyindir? Menyindir seperti apa? Kau tahu aku tidak suka ada yang mengganggumu kan, Sayang. Aku akan bicara padanya." Baru saja Leo akan berbalik, tapi Elisa langsung menahannya. "Tunggu! Tidak usah, Leo! Biarkan saja!" "Aku tidak bisa diam saat aku sudah tahu jelas ada yang menyakitimu, Sayang." "Tenang saja, istrimu bukan wanita lemah kan? Kalau kau menegurnya sekarang, kau akan membuatku merasa lemah, Leo." Leo terdiam mendengarnya. Ia tahu Elisa bisa mengatasi masalahnya sendiri. "Sayang, maafkan aku, aku tahu kau bukan wanita lemah. Aku tahu kau bisa menyelesaikan masalahmu sendiri, aku hanya ingin melindungimu dan aku merasa tidak berguna saat ada orang yang menyakitimu tapi aku diam saja." "Aku tahu itu, Leo, tapi tidak masalah, dia tidak menyakitiku. Dia hanya ... dia hanya iri pada kebah

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Belum Kalah

    Beberapa waktu kemudian, Leo dan Elisa akhirnya keluar dari kamar. Elisa sudah kembali mengenakan pakaian yang lebih nyaman untuk meninjau lokasi proyek. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara Leo tampil dengan kemeja putih dan celana panjang gelap.Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri biasa yang sedang menikmati perjalanan, bukan dua orang yang datang untuk memeriksa proyek besar.Velia sendiri sudah bersiap dan menunggu di lobi bersama asistennya. Sebenarnya ia belum lama menunggu, tapi otaknya terus membayangkan banyak adegan yang membuat Leo dan Elisa terlambat. Dan Velia sama sekali tidak menyukai apa yang ada di pikirannya. Tidak lam kemudian, Leo muncul. Begitu melihat Leo datang, tatapannya langsung berubah cerah. Namun, senyumnya kembali memudar ketika melihat Elisa berjalan menggandeng tangan Leo."Maaf membuatmu menunggu lagi, Bu Velia," kata Leo."Tidak masalah, Pak Leo. Apa kau akan ikut, Elisa?" Velia menatap Elisa dengan senyum yang dipaksa. "Ya, aku

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Honeymoon

    Velia melotot lagi menatap rombongan keluarga Leo sampai ia tidak bisa bicara, tapi Leo dan Elisa menyapanya lebih dulu. "Maaf membuatmu menunggu lama, Velia. Membawa bayi itu butuh lebih banyak waktu daripada yang kupikir," sahut Elisa santai. Velia masih membelalak sejenak. "Itu ... aku ... terkejut sekali melihat semua orang ikut berangkat, Pak Leo. Dan ya, Elisa, kudengar membawa bayi memang lebih sibuk," sahut Velia begitu memaksa.Elisa tertawa sumringah. "Tapi yang penting semua sudah selesai. Kau juga belum pernah bertemu anak kami kan? Ini Alden, bayi kami yang berumur empat bulan." Velia mengangguk menatap Alden yang memang sangat rupawan itu. Ada Elisa di wajah bayi itu dan ada Leo di tatapannya, tampan setampan Papanya. "Ah, dia tampan sekali. Ini pertama kali aku melihatnya. Senang berkenalan denganmu, Alden!" Velia memaksakan senyumnya tanpa mendekat sama sekali. Ia tidak suka bayi, apalagi bayi Elisa. Gary sendiri yang melihat ekspresi Velia sampai ingin tertawa l

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status