مشاركة

Belum Kalah

مؤلف: Mommykai22
last update تاريخ النشر: 2026-09-26 12:39:23

Beberapa waktu kemudian, Leo dan Elisa akhirnya keluar dari kamar.

Elisa sudah kembali mengenakan pakaian yang lebih nyaman untuk meninjau lokasi proyek. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara Leo tampil dengan kemeja putih dan celana panjang gelap.

Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri biasa yang sedang menikmati perjalanan, bukan dua orang yang datang untuk memeriksa proyek besar.

Velia sendiri sudah bersiap dan menunggu di lobi bersama asistennya. Sebenarnya ia belum lama me
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Belum Kalah

    Beberapa waktu kemudian, Leo dan Elisa akhirnya keluar dari kamar. Elisa sudah kembali mengenakan pakaian yang lebih nyaman untuk meninjau lokasi proyek. Rambut panjangnya diikat sederhana, sementara Leo tampil dengan kemeja putih dan celana panjang gelap.Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri biasa yang sedang menikmati perjalanan, bukan dua orang yang datang untuk memeriksa proyek besar.Velia sendiri sudah bersiap dan menunggu di lobi bersama asistennya. Sebenarnya ia belum lama menunggu, tapi otaknya terus membayangkan banyak adegan yang membuat Leo dan Elisa terlambat. Dan Velia sama sekali tidak menyukai apa yang ada di pikirannya. Tidak lam kemudian, Leo muncul. Begitu melihat Leo datang, tatapannya langsung berubah cerah. Namun, senyumnya kembali memudar ketika melihat Elisa berjalan menggandeng tangan Leo."Maaf membuatmu menunggu lagi, Bu Velia," kata Leo."Tidak masalah, Pak Leo. Apa kau akan ikut, Elisa?" Velia menatap Elisa dengan senyum yang dipaksa. "Ya, aku

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Honeymoon

    Velia melotot lagi menatap rombongan keluarga Leo sampai ia tidak bisa bicara, tapi Leo dan Elisa menyapanya lebih dulu. "Maaf membuatmu menunggu lama, Velia. Membawa bayi itu butuh lebih banyak waktu daripada yang kupikir," sahut Elisa santai. Velia masih membelalak sejenak. "Itu ... aku ... terkejut sekali melihat semua orang ikut berangkat, Pak Leo. Dan ya, Elisa, kudengar membawa bayi memang lebih sibuk," sahut Velia begitu memaksa.Elisa tertawa sumringah. "Tapi yang penting semua sudah selesai. Kau juga belum pernah bertemu anak kami kan? Ini Alden, bayi kami yang berumur empat bulan." Velia mengangguk menatap Alden yang memang sangat rupawan itu. Ada Elisa di wajah bayi itu dan ada Leo di tatapannya, tampan setampan Papanya. "Ah, dia tampan sekali. Ini pertama kali aku melihatnya. Senang berkenalan denganmu, Alden!" Velia memaksakan senyumnya tanpa mendekat sama sekali. Ia tidak suka bayi, apalagi bayi Elisa. Gary sendiri yang melihat ekspresi Velia sampai ingin tertawa l

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Para Pengganggu

    "Dua minggu, Susan! Dua minggu aku berusaha mendekatinya dan hasilnya nihil. Ditambah dengan satu minggu sebelumnya sejak pertama kali aku bertemu dengannya lagi, berarti total sudah tiga minggu lebih!" Velia mengunjungi Susan lagi di penjara untuk berkeluh kesah, dan kali ini, Velia sangat berapi-api."Mendekati dia benar-benar seperti mendekati Pastor, kau tahu itu! Bahkan Pastor masih ramah dan akan menanggapi kita, tapi Leo sangat dingin dan terus mengoper aku pada karyawan yang lain, padahal yang kuinginkan hanya dia! Hanya dia, Susan!" imbuh Velia penuh kesal. Namun, ekspresi Susan tampak biasa saja, malahan Susan lega. "Syukurlah kalau kau belum berhasil, Velia!" Velia membelalak kesal. "Susan, mengapa kau bukannya membelaku malah ada di pihak mereka, hah? Jangan lupa apa yang sudah Elisa lakukan padamu! Pasti dia senang melihatmu di penjara bahkan mengolokmu di luar sana! Lihat saja, bahkan satu kali pun, dia tidak pernah menjengukmu kan? Dia pasti tidak menganggapmu lagi!

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Dinding yang Kokoh

    Dua minggu berlalu, pasangan Leo dan Elisa makin mesra. Mereka mulai giat melakukan olahraga ranjang karena setelah merasakan satu kali, keduanya sama-sama ketagihan. Alden pun makin sering tidur di kamar bayi ditemani oleh Bik Imah. Dan bayi montok itu makin mandiri. Alden jarang menangis, sering tertawa, setiap minta susu, ia akan memanggil dengan suara lucunya. Leo dan Elisa pun menjadi makin tenang bekerja meninggalkan sang buah hati di rumah. Sementara itu, pertemuan Leo dan Velia sendiri juga makin sering karena pembahasan tentang proyek juga makin serius. Dan Velia pun berusaha makin dekat dan makin dekat. Dalam dua minggu terakhir ini, Velia terus berusaha mencari celah untuk mendekati Leo.Namun, semakin ia berusaha mendekat, semakin pria itu terasa seperti dinding tinggi yang tidak memiliki celah sedikit pun.Awalnya Velia mengira semuanya akan mudah karena hampir setiap hari dirinya ke kantor Leo untuk berunding bersama pria itu. Velia pikir akan ada celah mereka saling

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bayi Pengertian

    Elisa membuka matanya pagi itu dan mendapati suaminya yang sedang menatapnya intens. Leo sudah bangun duluan, tapi bukannya melihat bayi mereka, Leo malah menatap istrinya yang masih tertidur pulas itu. "Selamat pagi, Sayang." "Leo! Selamat pagi! Kau sudah bangun dari tadi?" "Cukup lama untuk menatap berbagai ekspresi tidurmu." "Astaga, Leo! Haha! Kita sudah menikah dan punya anak, jadi jangan membuatku terus tersipu seperti anak remaja!" Leo tergelak dan langsung memeluk istrinya itu. Elisa pun bersandar nyaman di pelukan Leo. Saking nyamannya rasanya ia ingin memejamkan mata lagi. "Hmm, jam berapa ini? Aku masih ngantuk, kau membuatku begadang semalam," ucap Elisa dengan suara yang masih serak. Leo memang membuatnya begadang semalam. Setelah mereka menyelesaikan satu ronde, Leo masih belum puas. "Aku sudah puasa sangat lama, Sayang. Jadi buka puasanya harus dengan makan besar." "Seberapa besar, Leo?" Leo tidak pernah menjawabnya dengan kata-kata karena Leo langsung menyera

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Percintaan Liar

    Unboxing jahitan dokter ....Elisa benar-benar tersipu mendengar ucapan Leo yang begitu vulgar. "Haha, bahasamu makin menggila, Leo!" protes Elisa. "Apanya yang menggila, Sayang? Aku benar kan? Aku penasaran sesempit aja rasanya." "Leo!" Elisa tergelak dan memukul manja dada suaminya itu. Leo pun menangkap tangan Elisa, sebelum ia menggeser tubuhnya makin dekat. Keduanya saling tertawa sambil menatap intens. "Jadi pintu kamarnya sudah dikunci atau belum? Jangan sampai mendadak Bik Imah membawa Alden masuk," bisik Elisa tepat di depan wajah Leo. "Tentu saja sudah, Sayang." "Haha, kapan kau melakukannya, hah?" "Tadi begitu masuk." "Kau sudah merencanakan ini ya?" Leo tidak menjawab dan mulai mencium Elisa di pipinya. "Hmm, Leo ...," desah Elisa, apalagi saat tangan besar Leo mulai menyusuri lengan Elisa, bahunya, turun ke pergelangan tangan, lalu mengaitkan jari-jari mereka.Elisa memejamkan mata dengan jantung yang menderu kencang. "Kau tahu, Leo. Aku tegang sekali." "Apa

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status