Share

Pesan Tersirat

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-09-23 15:00:06

Makan siang yang awalnya sudah dibayangkan Velia sebagai kesempatan emas untuk mendekati Leo kini berubah menjadi mimpi buruk kecil yang tidak pernah ia bayangkan.

Mereka bertiga tiba di sebuah restoran yang cukup eksklusif tidak jauh dari gedung Hartono Group.

Begitu sampai di meja, Velia langsung memilih kursi yang berhadapan dengan Leo.

Namun, baru saja ia menarik kursinya, Elisa sudah duduk di sebelah Leo dan mereka saling bertatapan mesra. Velia sudah menahan dirinya dan mencoba bersikap b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Unboxing Jahitan Dokter

    Velia benar-benar ingin berteriak saat mendapat pesan tersirat dari Elisa. Ia bukan orang bodoh yang tidak mengerti apa maksud Elisa, tapi sebisa mungkin, ia tetap bersikap tenang dan memaksakan senyumnya. "Tentu saja, Elisa. Kalau aku jadi kau, aku juga akan menjaga baik-baik suamiku dan tidak akan membiarkan wanita lain mendekatinya." Lagi-lagi Elisa tersenyum dan mengangkat gelasnya. "Kalau begitu, mari kita bersulang untuk pikiran kita yang sejalan, Velia. Aku sedih sekali memikirkan para wanita seperti Susan dulu yang harus mencintai pria yang salah, pria yang sudah terikat dengan wanita lain." Elisa mengembuskan napas panjangnya. "Masih banyak pria single yang bisa dikejar, yang jelas, jangan suami orang!" tegas Elisa yang lagi-lagi membuat senyuman Velia memudar. Tangannya mengepal lagi di bawah meja dan hatinya panas. Untung saja, sebelum ia sempat menyahut, Leo sudah datang duluan. "Apa yang kalian bicarakan, hmm?" Lagi-lagi Leo membelai singkat punggung Elisa. Elisa la

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pesan Tersirat

    Makan siang yang awalnya sudah dibayangkan Velia sebagai kesempatan emas untuk mendekati Leo kini berubah menjadi mimpi buruk kecil yang tidak pernah ia bayangkan.Mereka bertiga tiba di sebuah restoran yang cukup eksklusif tidak jauh dari gedung Hartono Group.Begitu sampai di meja, Velia langsung memilih kursi yang berhadapan dengan Leo.Namun, baru saja ia menarik kursinya, Elisa sudah duduk di sebelah Leo dan mereka saling bertatapan mesra. Velia sudah menahan dirinya dan mencoba bersikap biasa. "Ah, restoran ini ramai sekali. Tapi mari kita pesan dulu!" seru Velia untuk memisahkan Leo dan Elisa. "Aku dan Leo suka sekali makan di restoran ini, Velia. Dan Leo lebih tahu apa yang aku suka dibanding aku sendiri. Benar kan, Sayang?" Elisa sengaja menunjukkan kemesraannya dengan Leo. Elisa sendiri sudah tahu Velia akan datang ke kantor dari Leo dan Elisa tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bertemu dengan wanita itu. Leo pun langsung memesan makanan pada pelayan, sampai Velia lagi-

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Jadi Obat Nyamuk

    "Susan, aku datang lagi!" Velia mengunjungi Susan lagi hari itu. Jadwal kunjungan di penjara tidak setiap hari, tapi satu atau dua minggu sekali, Velia pasti mengunjungi Susan. "Velia?" Susan mengernyit bingung. "Baru dua hari yang lalu kau datang, mengapa hari ini sudah datang lagi?" "Apa kau tidak suka dengan kedatanganku?" "Bukan begitu, ini tidak biasanya." "Karena memang ada hal yang tidak biasa, Susan. Hal yang membuatku ingin meloncat kegirangan." Velia menangkup tangan Susan dengan penuh semangat. Susan pun makin mengernyit. "Ada apa? Apa yang membuatmu begitu senang, hah?" "Tebak siapa yang aku temui kemarin!" "Bagaimana aku bisa menebaknya. Apa ada clue-nya?" "Haha, kemarin aku menemui rekan kerja baruku, orang dari perusahaan yang akan bekerja sama denganku membangun proyek resort di Bali." "Oke, lalu?" "Clue-nya adalah pria tampan, dingin, pria yang aku sukai, Susan. Aku tidak menyangka dia akan menjadi rekan kerjaku, tapi sekarang aku bersemangat sekali!" Susa

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Radar Seorang Istri

    "Aku tidak menyangka dunia ini begitu sempit. Ternyata Velia bukan asisten biasa, tapi anak dari keluarga kaya. Dia begitu setia pada Susan sampai rela menjadi asistennya." Gary melirik Leo dari kaca spionnya sambil menyetir mobil pergi dari restoran. Leo balas melirik Gary dan mengangguk. "Ya, itu menjelaskan mengapa waktu itu dia bisa pergi keliling dunia bersama orang tuanya karena dia orang kaya. Ini mengejutkan, Gary. Tapi tidak masalah, kita tetap mengerjakan semuanya dengan profesional." "Err, kitanya selalu profesional, tapi dianya entahlah! Kau ingat bagaimana dia dulu yang selalu sinis pada Bu Elisa dan mendukung Susan kan, Bos? Apalagi sejak tadi aku mengamati bagaimana dia menatapmu, seperti mau memakanmu saja!" Leo tidak menjawab, hanya terdiam sejenak mengingat interaksinya dulu dengan Velia. Wanita itu genit dan sudah beberapa kali secara terang-terangan mengajaknya berkencan, tipe wanita yang suka memainkan pria dan membayarnya dengan uang. Namun, Leo tidak berkom

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Makin Tergila-Gila

    Beberapa detik berlalu tanpa ada yang berbicara. Velia tetap tersenyum seolah tidak ada sesuatu yang aneh."Apa kabar, Pak Leo?" sapanya lagi. Leo yang masih mematung akhirnya mengangguk dengan ekspresi yang tetap datar. "Velia?" Senyum Velia makin lebar. "Ah, untung saja kau belum melupakan aku, Pak Leo." Velia pun melangkah dengan anggun mendekati Leo sambil mengulurkan tangannya. Leo kembali mengangguk, sebelum membalas jabatan tangan Velia. "Kau Velia Liandro? Cucu Pak Liandro?" Velia mengangguk. "Ya, aku juga baru tahu kalau Grandpaku adalah temanmu di Singapore. Dunia begitu sempit kan? Tapi ayo duduk dulu, Leo! Hmm, maksudku ... Pak Leo, maaf aku sedang adaptasi memanggilmu Pak. Dan ini pasti Pak Gary, asistenmu kan? Apa kabar, Pak Gary?" Velia mengulurkan tangannya juga pada Gary dan Gary menyambutnya sambil melirik Leo. Wanita ini Velia, asisten Susan, salah satu wanita yang sama ularnya dengan Susan dan Hilda. Memang Velia sendiri belum banyak sepak terjangnya, tapi

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Rekan Kerja yang Baru

    "Selamat pagi, Bu Elisa! Selamat datang lagi di perusahaan!" Ririn langsung menyambut Elisa begitu ia tiba di pintu masuk perusahaan. Bukan hanya Ririn, tapi beberapa karyawan juga berjejer menyambutnya sambil memberi hormat. "Selamat pagi semua! Terima kasih sambutannya, tapi hari ini kita akan mulai bekerja seperti biasa lagi dan berikan usaha terbaik kalian!" "Siap, Bu Elisa!" Elisa mengangguk. "Baguslah! Silakan bubar semuanya! Kembali bekerja!" Para karyawan mengangguk dan segera bubar sesuai divisi dan tugasnya masing-masing, sementara Elisa melangkah bersama Ririn ke ruangannya. "Jadi bagaimana persiapan interview hari ini?" "Semuanya sudah siap, apalagi manager HRD-nya sangat berpengalaman." Elisa tertawa. Manager HRD mereka adalah manager HRD yang lama dan Elisa tidak akan meragukan kinerjanya. "Bagus, nanti aku juga akan memantau sendiri semuanya. Kali ini, aku mau mengenal siapa saja karyawanku. Walaupun mungkin aku tidak bisa mengingat semuanya, tapi aku berintera

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status