مشاركة

Bab 85

مؤلف: Mr. Kis
last update تاريخ النشر: 2026-06-05 21:10:24

Matahari pagi di kota tampak enggan bersinar terang, terhalang oleh gumpalan awan kelabu yang menggantung rendah di langit. Udara yang lembap dan dingin seolah ikut mencerminkan suasana hati dua orang wanita yang kini tengah melangkah bersisian menaiki anak tangga marmer putih di gedung Pengadilan. Langkah kaki mereka yang berbalut sepatu hak tinggi terdengar berketuk teratur, menggema di antara pilar-pilar beton yang kokoh dan berwibawa.

​Mereka adalah Winda dan Helen. Hari ini, kedua wanita m
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 103

    Prosedur kuretase itu akhirnya selesai setelah melewati satu jam yang terasa bagai selamanya. Helen perlahan-lahan sadar dari pengaruh obat bius total. Ia dipindahkan ke ruang perawatan VIP yang sepi, dingin, dan didominasi warna putih yang menyakitkan mata.​Saat matanya terbuka sempurna, hal pertama yang dilakukan Helen adalah menggerakkan tangan kanannya yang gemetar, meraba perutnya sendiri. Perut yang beberapa jam lalu masih terasa penuh dan hangat, kini terasa kosong, kempis, dan menyisakan rasa nyeri yang tumpul di bagian dalamnya.​"Len... kamu sudah sadar?" tanya Winda yang dari tadi duduk di sisi ranjang langsung menggenggam jemari Helen yang dingin. Di sebelah Winda, Ratna berdiri dengan mata yang masih sembab.​Helen menatap kedua sahabatnya dengan pandangan kosong, sebelum air matanya meluncur deras membasahi bantal hospital tersebut. "Bayiku, Win... Rat... Anakku sudah tidak ada, ya?" tanyanya dengan suara yang teramat lirih, parau, dan hancur.​"Len, tolong dengerin ka

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 102

    Ciiiiiittttt!​Suara lengkingan ban mobil yang bergesekan hebat dengan aspal basah seketika memecah ketegangan di dalam kabin Alphard tersebut. Tubuh Helen, Winda, dan Ratna terdorong keras ke depan akibat sang sopir yang menginjak pedal rem secara mendadak. Sebuah bayangan hitam baru saja melintas, menyeberang jalanan yang temaram secara sembarangan tanpa memperhatikan laju kendaraan.​"Ya ampun! Siapa sih itu? Kalau jalan pakai mata dong!" seru Ratna dari kursi belakang, jantungnya berdegup kencang karena terkejut.​Sang sopir segera menoleh ke belakang dengan wajah pucat pasi. "Maaf, Ibu-ibu... Maaf sekali. Tadi ada orang menyeberang tiba-tiba, hampir saja ketabrak."​"Iya, Pak, tidak apa-apa. Yang penting tidak ada yang luka," sahut Winda sambil mengelus dadanya, mencoba menenangkan diri.​Namun, di tengah kepanikan kecil itu, Winda menyadari sesuatu yang aneh. Di sampingnya, Helen sama sekali tidak mengeluarkan suara. Winda menoleh dan seketika merasakan dingin menjalar ke seluru

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 101

    Mobil Alphard itu terus melaju pelan membelah jalanan yang basah, sementara keheningan kembali merayap, jauh lebih pekat dari sebelumnya. Kalimat Ratna tentang pernikahan formalitas masih menggantung di udara, memaksa isi kepala Helen berputar dengan sangat kencang.​Winda, yang awalnya menentang keras ide tersebut, perlahan-lahan memperbaiki posisi duduknya. Ia melepaskan pandangannya dari jendela luar dan menatap Helen dengan helaan napas panjang.​"Len..." panggil Winda, suaranya mengalun sangat lambat dan terdengar sedikit berat. "Setelah kupikir-pikir pakai kepala dingin... saran Ratna itu sebenarnya masuk akal."​Helen menoleh, menatap Winda dengan tatapan tidak percaya. "Win? Kamu mendukung ide gila ini?"​Winda tersenyum kecut, ada sedikit riak emosi yang coba ia sembunyikan di balik sepasang matanya. Jujur saja, sejak pertama kali menginjakkan kaki di gym milik Reno, Winda-lah yang paling terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada pria muda itu. Karakter Reno yang tegas

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 100

    Di dalam mobil Alphard milik Helen yang bergerak membelah kemacetan jalanan kota, suasana perayaan yang tadinya direncanakan penuh tawa mendadak menguap, digantikan oleh keheningan yang cukup pekat. Musik jazz yang mengalun pelan dari pengeras suara mobil seolah tak mampu mengusir kegelisahan yang menggelayuti pikiran Helen.​Meski akta cerai sudah di depan mata dan statusnya sebagai istri Surya akan segera berakhir, ada satu kenyataan besar yang kini menghantam kesadaran Helen: perutnya kian hari kian membesar.​Anak itu adalah anak Reno. Tapi di antara dirinya dan Reno tidak ada ikatan cinta sama sekali. Bahkan, Helen tahu betul bahwa Reno tidak memiliki perasaan asmara padanya. Semua yang dilakukan Reno selama ini, mulai dari menjadi pelatih privat, menemani mereka, hingga momen malam itu yang membuat Helen hamil. Itu murni terjadi karena Reno profesional mencari uang, menghargai Helen sebagai kliennya, dan yang paling penting: semua itu terjadi atas dasar perintah dan permintaan H

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 99

    Waktu bergerak dengan dinamika yang tak terduga. Di luar perkiraan banyak orang, bayang-bayang ancaman dari mantan Jenderal Anton menguap begitu saja. Pria tua yang dulunya begitu ditakuti itu kini benar-benar telah kehilangan taringnya. Seiring dengan bergulirnya kasus hukum lain yang menjeratnya, seluruh jaringan, pengaruh, dan anak buah yang dulu tunduk padanya kini berbalik arah dan meninggalkannya sendirian. Anton tidak lagi memiliki kemampuan atau kekuasaan untuk mengendalikan siapa pun, apalagi untuk mengusik kehidupan Reno dan keluarganya.Sementara Surya, dia juga memilih tidak mau ada urusan lagi dengan Helen dan keluarganya. Bahkan dia tidak peduli dengan kehamilan Helen. Ingin dia sebarkan bukti perselingkuhan Helen dengan Reno sampai hamil, tapi hal itu hanya akan memperjelas bahwa dirinya yang mandul.​Dengan hilangnya salah dua ancaman itu, fokus kini sepenuhnya beralih pada ruang sidang pengadilan agama. Berkat kerja keras tim pengacara papan atas yang disewa oleh kelu

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 98

    Waktu terus bergulir, merayap lambat di antara ketegangan yang tak pernah benar-benar surut. Seperti putaran roda yang tak bisa dihentikan oleh ketakutan manusia, hari demi hari berganti menjadi minggu, membawa kasus perceraian Helen dan Surya masuk ke ranah hukum yang sesungguhnya. Di saat yang hampir bersamaan, gugatan cerai Winda terhadap suaminya juga mulai bergulir di pengadilan agama yang berbeda.​Bagi dua wanita dari kasta sosial tertinggi ini, menghadapi ruang sidang bukanlah perkara yang menguras tenaga dari segi finansial. Rumah mewah Helen yang berdiri kokoh atas namanya sendiri, ditambah dengan seluruh aset warisan keluarga besarnya yang tak tersentuh oleh Surya, menjadi fondasi yang teramat kuat. Helen dan Winda tidak perlu memusingkan biaya sepeser pun untuk menyewa tim pengacara papan atas yang paling disegani di ibu kota.​Di dalam ruang kerja pengacara senior yang sejuk dan beraroma kayu manis, Helen duduk dengan posisi tegak, mengusap lembut perutnya yang kini mulai

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 34

    Setelah gagal mencari adiknya ke sana kemari, Reno memacu motornya dengan kalap menyisir jalanan protokol yang mulai lengang. Kepalanya terasa mau pecah. Setiap kali ia melihat siluet seorang gadis di pinggir jalan, jantungnya mencelos, namun saat didekati, itu bukanlah adiknya. Rasa putus asa mula

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 33

    Reno baru saja kembali dari pertemuan dengan Winda, sebuah pertemuan yang terasa hambar dan kosong karena pikirannya terus tertuju pada pintu kamar Reni yang terkunci. Ia berharap, setelah beberapa jam ditinggalkan, amarah adiknya sedikit mereda.​"Ren? Kakak pulang. Kakak bawa makanan kesukaan kam

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 32

    Hari sudah menjadi gelap. Lampu merkuri di pelataran terminal bus yang remang-remang memancarkan cahaya kekuningan yang sakit, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menakutkan di aspal yang retak. Bau asap knalpot bercampur dengan aroma sampah basah menyesakkan dada Reni yang masih sesak oleh

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 30

    Rumah kecil yang biasanya menjadi tempat bernaung bagi Reno dan Reni kini terasa seperti penjara yang dingin dan mencekam. Aroma kayu lapuk dan debu seolah kian menyesakkan dada Reno saat ia berdiri terpaku di depan pintu kamar adiknya yang tertutup rapat. Sejak ledakan amarah tadi siang, tak ada l

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status