แชร์

Bab 84

ผู้เขียน: Mr. Kis
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-04 20:38:00

​Ratna mendengus kesal, ikut menimpali dengan menggebu-gebu. "Padahal kenyataannya, Surya yang mandul, Reno! Beberapa bulan lalu, Helen tidak sengaja menemukan dokumen pemeriksaan medis rahasia milik Surya di laci kerjanya. Di situ tertulis jelas kalau kualitas sperma Surya nol persen alias mandul total secara biologis sejak lahir!"

​Winda mengangguk membenarkan, tatapan matanya tajam. "Betul, Ren. Surya itu tahu kalau dirinya mandul. Tapi karena egonya yang setinggi langit sebagai pengusaha ka
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 103

    Prosedur kuretase itu akhirnya selesai setelah melewati satu jam yang terasa bagai selamanya. Helen perlahan-lahan sadar dari pengaruh obat bius total. Ia dipindahkan ke ruang perawatan VIP yang sepi, dingin, dan didominasi warna putih yang menyakitkan mata.​Saat matanya terbuka sempurna, hal pertama yang dilakukan Helen adalah menggerakkan tangan kanannya yang gemetar, meraba perutnya sendiri. Perut yang beberapa jam lalu masih terasa penuh dan hangat, kini terasa kosong, kempis, dan menyisakan rasa nyeri yang tumpul di bagian dalamnya.​"Len... kamu sudah sadar?" tanya Winda yang dari tadi duduk di sisi ranjang langsung menggenggam jemari Helen yang dingin. Di sebelah Winda, Ratna berdiri dengan mata yang masih sembab.​Helen menatap kedua sahabatnya dengan pandangan kosong, sebelum air matanya meluncur deras membasahi bantal hospital tersebut. "Bayiku, Win... Rat... Anakku sudah tidak ada, ya?" tanyanya dengan suara yang teramat lirih, parau, dan hancur.​"Len, tolong dengerin ka

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 102

    Ciiiiiittttt!​Suara lengkingan ban mobil yang bergesekan hebat dengan aspal basah seketika memecah ketegangan di dalam kabin Alphard tersebut. Tubuh Helen, Winda, dan Ratna terdorong keras ke depan akibat sang sopir yang menginjak pedal rem secara mendadak. Sebuah bayangan hitam baru saja melintas, menyeberang jalanan yang temaram secara sembarangan tanpa memperhatikan laju kendaraan.​"Ya ampun! Siapa sih itu? Kalau jalan pakai mata dong!" seru Ratna dari kursi belakang, jantungnya berdegup kencang karena terkejut.​Sang sopir segera menoleh ke belakang dengan wajah pucat pasi. "Maaf, Ibu-ibu... Maaf sekali. Tadi ada orang menyeberang tiba-tiba, hampir saja ketabrak."​"Iya, Pak, tidak apa-apa. Yang penting tidak ada yang luka," sahut Winda sambil mengelus dadanya, mencoba menenangkan diri.​Namun, di tengah kepanikan kecil itu, Winda menyadari sesuatu yang aneh. Di sampingnya, Helen sama sekali tidak mengeluarkan suara. Winda menoleh dan seketika merasakan dingin menjalar ke seluru

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 101

    Mobil Alphard itu terus melaju pelan membelah jalanan yang basah, sementara keheningan kembali merayap, jauh lebih pekat dari sebelumnya. Kalimat Ratna tentang pernikahan formalitas masih menggantung di udara, memaksa isi kepala Helen berputar dengan sangat kencang.​Winda, yang awalnya menentang keras ide tersebut, perlahan-lahan memperbaiki posisi duduknya. Ia melepaskan pandangannya dari jendela luar dan menatap Helen dengan helaan napas panjang.​"Len..." panggil Winda, suaranya mengalun sangat lambat dan terdengar sedikit berat. "Setelah kupikir-pikir pakai kepala dingin... saran Ratna itu sebenarnya masuk akal."​Helen menoleh, menatap Winda dengan tatapan tidak percaya. "Win? Kamu mendukung ide gila ini?"​Winda tersenyum kecut, ada sedikit riak emosi yang coba ia sembunyikan di balik sepasang matanya. Jujur saja, sejak pertama kali menginjakkan kaki di gym milik Reno, Winda-lah yang paling terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada pria muda itu. Karakter Reno yang tegas

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 100

    Di dalam mobil Alphard milik Helen yang bergerak membelah kemacetan jalanan kota, suasana perayaan yang tadinya direncanakan penuh tawa mendadak menguap, digantikan oleh keheningan yang cukup pekat. Musik jazz yang mengalun pelan dari pengeras suara mobil seolah tak mampu mengusir kegelisahan yang menggelayuti pikiran Helen.​Meski akta cerai sudah di depan mata dan statusnya sebagai istri Surya akan segera berakhir, ada satu kenyataan besar yang kini menghantam kesadaran Helen: perutnya kian hari kian membesar.​Anak itu adalah anak Reno. Tapi di antara dirinya dan Reno tidak ada ikatan cinta sama sekali. Bahkan, Helen tahu betul bahwa Reno tidak memiliki perasaan asmara padanya. Semua yang dilakukan Reno selama ini, mulai dari menjadi pelatih privat, menemani mereka, hingga momen malam itu yang membuat Helen hamil. Itu murni terjadi karena Reno profesional mencari uang, menghargai Helen sebagai kliennya, dan yang paling penting: semua itu terjadi atas dasar perintah dan permintaan H

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 99

    Waktu bergerak dengan dinamika yang tak terduga. Di luar perkiraan banyak orang, bayang-bayang ancaman dari mantan Jenderal Anton menguap begitu saja. Pria tua yang dulunya begitu ditakuti itu kini benar-benar telah kehilangan taringnya. Seiring dengan bergulirnya kasus hukum lain yang menjeratnya, seluruh jaringan, pengaruh, dan anak buah yang dulu tunduk padanya kini berbalik arah dan meninggalkannya sendirian. Anton tidak lagi memiliki kemampuan atau kekuasaan untuk mengendalikan siapa pun, apalagi untuk mengusik kehidupan Reno dan keluarganya.Sementara Surya, dia juga memilih tidak mau ada urusan lagi dengan Helen dan keluarganya. Bahkan dia tidak peduli dengan kehamilan Helen. Ingin dia sebarkan bukti perselingkuhan Helen dengan Reno sampai hamil, tapi hal itu hanya akan memperjelas bahwa dirinya yang mandul.​Dengan hilangnya salah dua ancaman itu, fokus kini sepenuhnya beralih pada ruang sidang pengadilan agama. Berkat kerja keras tim pengacara papan atas yang disewa oleh kelu

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 98

    Waktu terus bergulir, merayap lambat di antara ketegangan yang tak pernah benar-benar surut. Seperti putaran roda yang tak bisa dihentikan oleh ketakutan manusia, hari demi hari berganti menjadi minggu, membawa kasus perceraian Helen dan Surya masuk ke ranah hukum yang sesungguhnya. Di saat yang hampir bersamaan, gugatan cerai Winda terhadap suaminya juga mulai bergulir di pengadilan agama yang berbeda.​Bagi dua wanita dari kasta sosial tertinggi ini, menghadapi ruang sidang bukanlah perkara yang menguras tenaga dari segi finansial. Rumah mewah Helen yang berdiri kokoh atas namanya sendiri, ditambah dengan seluruh aset warisan keluarga besarnya yang tak tersentuh oleh Surya, menjadi fondasi yang teramat kuat. Helen dan Winda tidak perlu memusingkan biaya sepeser pun untuk menyewa tim pengacara papan atas yang paling disegani di ibu kota.​Di dalam ruang kerja pengacara senior yang sejuk dan beraroma kayu manis, Helen duduk dengan posisi tegak, mengusap lembut perutnya yang kini mulai

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 71

    Di tengah perdebatan yang masih memanas antara Helen, Ratna, dan Winda yang masih terjebak dalam kebimbangan batinnya, pemandangan di dalam ruang keluarga mewah itu mendadak mendingin seketika. Suara derit pintu besar di lantai bawah yang terbuka dengan kasar, disusul oleh langkah kaki yang menghen

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 70

    Di sudut ruangan, di dekat jendela besar yang menampakkan siluet pepohonan yang bergoyang ditiup angin senja, Reno mengembuskan napas panjang. Suara kemarahan Helen dan Ratna yang menggebu-gebu masih memenuhi udara, menciptakan suasana yang panas dan penuh dendam. Reno tahu, emosi kedua sahabat Win

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 69

    Tangisan Winda semakin pecah, bersahut-sahut dengan sunyinya ruang keluarga yang redup itu. Setiap isakan yang keluar dari bibirnya terdengar begitu menyayat hati, sebuah cerminan dari luka batin yang teramat dalam. Tubuhnya yang ramping terus terguncang hebat, seolah-olah seluruh beban dunia baru

  • Awas Nyonya, Nanti Ketagihan!   Bab 68

    Ketakutan yang membayangi wajah Reni masih belum memudar. Bibirnya yang pucat sedikit terbuka, hendak merangkai kata demi kata untuk menjelaskan betapa mengerikannya bayangan sekolah di dalam benaknya saat ini. Namun, belum sempat seuntai kalimat pun keluar dari mulutnya, keheningan ruang tamu yang

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status