Home / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 240 - Tuduhan

Share

Chapter 240 - Tuduhan

Author: Nyx
last update publish date: 2026-09-12 23:28:47

Jika tidak sedang menyamar maka Ning Xueqin pasti akan tertawa sinis di hadapan Chu Xinling.

Seperti yang diharapkan dari seorang Tuan muda yang dimanjakan di dalam kediaman dan mencoba untuk mengisi keserakahan nya sendiri.

Serakah namun bodoh, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sikap dan perilaku Chu Xinling saat ini.

Ning Xueqin tidak tahu harus mengatakan apa lagi terhadap Chu Xinling ini, hanya saja dia tidak terkejut bahwa Chu Xinling ini mengaku hanya karena sedikit tekanan yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 240 - Tuduhan

    Jika tidak sedang menyamar maka Ning Xueqin pasti akan tertawa sinis di hadapan Chu Xinling.Seperti yang diharapkan dari seorang Tuan muda yang dimanjakan di dalam kediaman dan mencoba untuk mengisi keserakahan nya sendiri.Serakah namun bodoh, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan sikap dan perilaku Chu Xinling saat ini.Ning Xueqin tidak tahu harus mengatakan apa lagi terhadap Chu Xinling ini, hanya saja dia tidak terkejut bahwa Chu Xinling ini mengaku hanya karena sedikit tekanan yang diberikan oleh Ayahnya.Seperti yang diharapkan dari mentalitas pecundang Paman Ketiganya, namun dia harus berterima kasih atas mentalitas pecundang ini.Karena itu rencananya berhasil dan berjalan dengan lancar. Paman Pertamanya memang lebih cerdik dan cerdas, namun tidak dapat dipercaya.Dia layak untuk menerima hukuman itu karena mengkhianati Ning Xueqin dan berusaha untuk menjual Ning Xueqin demi bersekutu dengan Ning Chuan.Sebenarnya hal ini tidak aneh juga, hanya saja membayangkannya saja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 239 - Pembunuhan di Istana

    Kaisar Ning merasa bahwa putrinya agak menggemaskan murni karena melihat putrinya yang sangat bersemangat untuk meminum arak pertamanya setelah acara kedewasaannya.Hanya saja minum empat cangkir sekaligus memang terlalu banyak, tapi Kaisar Ning pada akhirnya memaklumi nya.Tidak apa-apa, anak-anak memang terkadang cukup impulsif terutama pada benda baru yang baru bisa mereka rasakan atau miliki.Hanya ada satu orang yang tetap tenang melihat sikap impulsif milik Ning Xueqin, yaitu Xie Guang.Murni karena Xie Guang tahu bahwa ini bukan pertama kalinya Ning Xueqin meminum arak, kadang-kadang saat sedih atau suasana hati memburuk dia akan menghabiskan beberapa cangkir sendirian atau bahkan setengah kendi!Tentunya hal ini dilakukan diam-diam, atau lebih tepatnya Ning Xueqin membuat araknya sendiri dengan fermentasi buah-buahan.Dia selalu membuat araknya terasa manis dengan sedikit pahit, tentunya tidak dengan kadar yang terlalu kuat.Jika tidak tubuh kecil ini akan dengan mudah tumbang

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 238 - Petunjuk Lagi?

    Ketika memikirkan nama ini, Ning Xueqin terdiam dan diam-diam memandang ke arah orang yang dia pikirkan. Ning Xueqin melihat ke arah pandang Xie Guang yang menuju ke arah seorang gadis yang duduk di seberangnya.“Itu adalah Nona Zhu, tidak disangka-sangka bahwa dia memilih masuk ke dalam Kediaman Perdana Menteri Meng dan menjadi Selir bagi orang tua busuk itu,” bisik Mei Qian.“Jaga perkataanmu, kamu sedang di Istana saat ini,” tegur Ning Xueqin.Mei Qian menganggukkan kepalanya dan tidak berkomentar lagi hanya untuk melihat Ning Xueqin yang menatap dengan tatapan kosong ke arah Xie Guang dan Zhu Yuezhi.Zhu Yuezhi memilih masuk ke Kediaman Meng dan menjadi Selir Meng Long yang bahkan lebih tua daripada Ayahnya.Meninggalkan Xie Guang sendirian, tidak tahu bagaimana perasaan Xie Guang saat ini. Ning Xueqin menghela napas dan tidak memikirkannya lagi.Karena hanya dengan memikirkannya saja sudah membuat Ning Xueqin merasa bahwa sebagian nyawanya terkuras habis.Kemudian makanan pun di

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 237 - Dijodohkan?

    “Silakan duduk, semuanya,” balas Kaisar Ning.“Terima kasih atas kebaikanmu, Yang Mulia!” seru orang-orang dan duduk di tempat mereka masing-masing termasuk Ning Xueqin.“Hari ini aku ingin mengajak para Pejabat sekalian untuk merayakan kedewasaan putriku satu satunya, Xueqin. Karena itu aku berharap bahwa Pejabat Sekalian mendapatkan kebahagiaan juga dari hal ini,” ucap Kaisar Ning.“Selamat Yang Mulia! Selamat Tuan Putri Xueqin!” ucap orang-orang di aula secara serempak.Ning Xueqin menundukkan kepalanya dengan sopan sementara dirinya dipanggil ke depan dan seorang pelayan membawa nampan yang berisikan banyak perhiasan.Selir Agung Su sebagai pengganti Permaisuri melangkah turun dan meletakkan sebuah jepit rambut dengan ukuran yang paling besar dan indah lalu meletakkannya di rambut Ning Xueqin.“Dengan ini maka kamu sudah menjadi Tuan Putri dewasa, kamu harus banyak mempertimbangkan ucapan dan tindakanmu,” nasihat Selir Agung Su.Ini adalah hal biasa, namun biasanya dilakukan oleh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 236 - Upacara Kedewasaan

    Pengawal Kekaisaran itu terkejut dengan reaksi dari Ning Xueqin yang sangat dingin, tidak seperti orang yang anggota keluarganya baru saja mengalami kecelakaan.Orang-orang bilang bahwa Ning Xueqin sangat menjaga Chu Xingjun, bahkan secara pribadi merekomendasikannya kepada Kaisar agar bisa masuk ke dalam Pengawal Kekaisaran.Namun siapa yang menyangka bahwa reaksi Ning Xueqin akan begitu datar? Bahkan terkesan tidak peduli dengan hal ini?“Apakah ada hal lain lagi yang ingin kamu sampaikan?” tanya Ning Xueqin dengan dingin.“Tidak, tidak, hanya ini saja Tuan Putri. Kalau begitu maka hamba izin pamit,” jawab Pengawal itu dan segera kabur dari sana.“Zilan, hubungi Zhen Ming dan minta dia untuk selidiki hal ini dengan baik!” perintah Ning Xueqin.“Baik, Tuan Putri!”Seru Zilan.Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan langsung bergerak ke depan untuk melanjutkan persiapannya, waktu terus berjalan dan waktu yang dia miliki semakin menipis dari waktu ke waktu.“Ayo kita pergi, jangan sampa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 235 - Patah Kaki

    Mei Qian dan Zilan tidak terlalu memahami perkataan Tuan Putri mereka namun asalkan Tuan Putri sudah mengatakan begitu maka seharusnya semua akan baik-baik saja.Ning Xueqin langsung menyampaikan kepada Zilan untuk mengirimkan pesan kepada Kaisar Ning mengenai prestasi-prestasi Paman Ketiganya dan menyarankan untuk mengangkat Paman Ketiganya sebagai pejabat kelas empat.Juga menyarankan Chu Xingjun, kakak sepupunya sebagai anggota Pengawal Kekaisaran yang belakangan ini kekurangan banyak anggota.“Tuan Putri, apakah semua ini akan baik-baik saja?” tanya Zilan dengan khawatir.“Tidak apa-apa, Ayahanda akan menerima maksud baikku mengingat bahwa Ayahanda selalu ingin aku bergaul dengan Keluarga Chu,” jawab Ning Xueqin dengan senyum ambigu.“Kamu jangan bersantai lagi, Tuan Putri. Satu minggu lagi adalah waktu upacara kedewasaanmu, kekuatanmu akan diuji. Jangan sampai kamu mendapatkan hewan yang memalukan seperti tikus atau ular, “ucap Xie Guang dari belakang.Mendengar ini membuat Ning

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 2 - Penyelamat Tampan

    Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status