Se connecter“Kamu tidak ingin masuk ke dalam rumah? Apakah karena takut sempit?” tanya Ning Xueqin dengan heran.Xiao Hei menggelengkan kepalanya sekali lagi dan bersuara namun sayang sekali bahwa Ning Xueqin tidak memahaminya.Ning Xueqin masih ingin membawa Xiao Hei masuk namun untuk pertama kalinya Xiao Hei melanggar perintahnya dan terbang untuk bertengger di luar.“Apakah kamu tidak kedinginan? Kamu bisa masuk angin dan mati kedinginan jika bersikeras di luar,” bujuk Ning Xueqin dengan lembut.Xiao Hei menggelengkan kepalanya dengan kuat sekali lagi, lalu Ning Xueqin menghela napas dan membiarkan burung itu untuk bertengger di luar sebentar dan berniat membawanya masuk setelah beberapa saat.Namun tidak menyangka bahwa satu persatu helaian bulu Xiao Hei mulai berjatuhan dan semakin lama menjadi semakin banyak.Ning Xueqin ingin mendekati Xiao Hei dan melihat kondisinya namun Xiao Hei menatapnya dengan tajam seolah-olah memperingatkannya untuk mundur.Ning Xueqin tahu rasanya konyol diminta m
Nama itu sangat menarik perhatiannya dan nama itu berada di urutan paling bawah, sekilas tidak menarik namun Ning Xueqin justru sangat tertarik.Bagaimana tidak? Nama terbawah itu adalah Li Ming, Ayah dari Li Zhen yang saat ini bekerja untuknya.Selain itu jabatannya juga adalah yang paling rendah, sungguh terkejut melihat bahwa seorang pejabat kelas lima bisa melakukan tindakan jahat pada Tuan Putri Kekaisaran.Ning Xueqin terkekeh namun suaranya dingin dan tajam membuat Zilan merasa merinding dan agak takut.“Sayang sekali bahwa aku terlalu berbelas kasih, aku bahkan menahan diri dan tidak memukulnya terlalu keras. Bukankah aku seharusnya membunuhnya di tempat?” tanya Ning Xueqin dengan lembut.“Para bajingan ini benar-benar layak untuk kematian mereka! Tuan Putri, siapa yang ingin kamu tindak pertama?” tanya Zilan.Ning Xueqin terkekeh dan dengan yakin menunjuk nama Li Ming. Sejak awal hingga akhir, dia tidak menyukai Li Ming sama sekali bahkan merasa jijik dengan pria tua itu.“Ca
Ning Xueqin mengatur segalanya dari balik layar dan di hadapan orang-orang, dia bersikap sangat pasif bahkan orang-orang pun mulai melupakan keberadaannya.Ning Xueqin duduk di samping kolam ikannya dengan malas sebelum akhirnya Zilan berlari masuk dengan membawa sepucuk surat.“Tiga bulan sudah berlalu sejak kepergian Tuan Xie, ini adalah surat pertama yang dikirimkannya kepada Tuan Putri,” ucap Zilan.“Bacakan untukku,” balas Ning Xueqin tidak bergeming sedikitpun dari posisinya.Sudah tiga bulan, tidak terjadi apapun dan sebaliknya dia justru mendapatkan beberapa informasi yang penting.Diam di rumah bukan berarti dia tidak melakukan tindakan, hanya saja dia memang merasa kesepian selama tiga bulan ini.Rasanya seperti kembali ke masa-masa kurungan saat itu, tidak ada yang menemuinya dan dia tidak bisa keluar.Jadi rasanya agak membosankan, namun apa boleh buat? Titah Kaisar tidak boleh dilanggar untuk saat ini.“Tuan Putri, seluruh bantuan militer telah sampai dengan selamat. Kond
“Letakkan di sini saja, aku akan segera mengerjakannya. Waktunya tidak banyak lagi,” ucap Ning Xueqin langsung mengambil nampan berisikan kain tebal itu.“Tuan Putri apakah kamu baik-baik saja ? Perlukah aku membantumu?” tanya Mei Qian.“Ya, kamu bantu buatkan untuk Su Zhen. Kemampuan menjahit mu cukup baik, buatlah lebih hangat untuk anak manja itu,” jawab Ning Xueqin.“Baiklah, Tuan Putri tenang saja. Dijamin Tuan muda Su pasti akan tidak merasakan sedikitpun hawa dingin,” janji Mei Qian.Ning Xueqin tertawa ringan lalu dengan begitulah pekerjaan terbagi, Ning Xueqin belum berencana untuk bertindak saat ini di Pengadilan Istana.Apalagi mengingat bahwa kondisi Istana saat ini masih dalam kekacauan besar, kedatangannya mungkin akan menghasilkan ombak yang lebih besar.Ini mungkin menguntungkan baginya namun pada saat yang sama juga ada kemungkinan merugikan dirinya.Dia tidak suka bertaruh pada sesuatu jadi dia menunggu dengan sabar, menjahit pakaian hangat dengan tenang di dalam kam
Ning Xueqin mengerutkan dahinya dan berpikir keras untuk menemukan letak keanehan yang dia rasakan ini sebelum akhirnya menemukannya.Kekasih masa kecil? Sahabat? Menjalin hubungan untuk waktu yang lama? Kecantikan yang dapat membuat bunga malu dan bulan tunduk? Siapa? Kenapa Ning Xueqin tidak pernah mendengarnya dan melihatnya sama sekali selama tinggal di Istana ini.Tidak peduli sehati-hati apa Ning Chuan, jika dia menjalin hubungan dengan seseorang maka Ning Xueqin pasti akan mendapatkan sedikit kabar.Namun selama ini Ning Chuan sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita manapun sehingga membuat Ning Xueqin kebingungan.Di saat Ning Xueqin memikirkan hal ini tiba-tiba ada sesuatu yang berbisik di samping telinganya.“Tuan Putri, bangunlah. Bangunlah, Tuan Putri!” panggil suara itu.Ning Xueqin langsung terbangun dengan napas yang terengah-engah dan melihat bahwa langit telah berubah menjadi hitam.Ning Xueqin memegang kepalanya yang berdenyut kencang dan berusaha mengingat pet
Ning Xueqin mengucapkan kata-kata ini dengan ringan tanpa beban apalagi terdengar dibuat-buat, dia mengatakannya dengan ceria dan tulus.Membuat siapapun yang mendengarnya mau tidak mau merasa ikut berbahagia dan gembira.Wajah Su Lingqi langsung merona dan bercahaya ketika mendengarkan pujian dari Ning Xueqin.“Bagus! Memang harus seperti ini! Karena kamu sudah memanggilku Kakak maka aku tidak akan sungkan padamu,” ucap Su Lingqi.Su Lingqi mengayunkan tangannya dan pelayannya mendekat membawa satu peti yang mirip dengan milik Zhen Lingyu.Ning Xueqin mendadak langsung merasakan sakit kepala yang tak terhitung jumlahnya saat melihat ini.Dia sudah bisa menduga apa yang ada di dalam kotak yang diberikan oleh Su Lingqi ini, dia merasa bahwa sekarang penyakit matanya akan kambuh kembali.Hanya memikirkan bahwa orang-orang ini memaksanya untuk menerima uang mereka saja sudah membuat Ning Xueqin pusing.Namun demi keramahan, Ning Xueqin mempertahankan senyumannya dan berpura-pura antusias
Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja
Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp
Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.
“Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri







