Beranda / Fantasi / Ayah, Jangan Bunuh Aku! / Chapter 52 - Hampir Mati

Share

Chapter 52 - Hampir Mati

Penulis: Nyx
last update Tanggal publikasi: 2026-04-26 23:32:52

“Bisakah kamu melepaskan dulu? Lukaku terasa sangat sakit. “Ringis Ning Xueqin hampir saja menangis saat ini.

Mei Qian langsung menyadari bahwa Tuan Putrinya memiliki luka terbuka yang cukup besar di bagian punggungnya dan darah pun masih mengalir hingga saat ini.

“Tuan Putri, Mei Qian akan segera memanggil tabib untuk memeriksa luka Tuan Putri! “Seru Mei Qian dengan panik.

Namun Ning Xueqin menggunakan sisa sisa kesadarannya untuk menahan lengan Mei Qian dan menggelengkan kepalanya dengan p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 275 - Tujuan Kedatangan Ning Chuan

    “Adik, korban perang sudah bermunculan dimana-mana. Kita harus menghentikan perangnya dan membiarkan semuanya berjalan dengan damai, bagaimana?” tanya Ning Chuan.Ning Xueqin menghentikan air matanya dan memandang Ning Chuan dengan tatapan berkaca-kaca.Ternyata inilah tujuan keduanya, dua tujuan ini sangat besar dan Ning Chuan bisa melakukannya dalam sekali perjalanan.“Tidak bisa! Tuan Xie sudah berpesan bahwa peperangan tidak boleh dihentikan bahkan meski dia menjadi abu sekalipun, aku tidak bisa mengecewakan dirinya…”lirih Ning Xueqin.“Namun bagaimana kamu bisa membiarkan orang-orang mati demi keegoisan dirimu?”tanya Ning Chuan.“Keegoisan diriku? Tidak! Ini adalah demi harga diri Kekaisaran ini! Kakak, kamu adalah Kaisar masa depan apakah kamu bahkan tidak mengetahui prinsip dasar seperti ini?”tanya Ning Xueqin dengan sinis.Ning Chuan mengerucut kan bibirnya dan jelas tidak senang setelah dimaki oleh Ning Xueqin seperti ini.Tiba-tiba pintu terbuka dan menunjukkan Zilan dan Mei

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 274 - Kedatangan Tamu yang Tak Diinginkan

    Bukan Ning Xueqin namanya jika tidak bisa beradaptasi dengan cepat, dirinya tertawa dan menutupi mulutnya dengan tangan lalu menundukkan kepalanya dengan hormat.“Bagaimana mungkin Xueqin tidak menyambut Kakak? Semua ini karena Kakak terlalu jarang menemui Xueqin sehingga Xueqin merasa sangat terkejut,”balas Ning Xueqin membuka pintu sepenuhnya.Pintu sudah dibuka sebagian, sia-sia saja baginya jika ingin melarikan diri karena dia sudah terlambat.Sejak dia sudah membuka pintu ini tadi, dia ditakdirkan harus menyambut dan menjamu Ning Chuan di dalam rumahnya.Rasanya memuakkan dan ingin membuatnya muntah namun Ning Xueqin menyembunyikan semua itu dengan baik.Untunglah dirinya sudah menyembunyikan Xiao Hei di kamarnya, jika tidak maka rencananya akan kacau balau.Ning Xueqin membuka pintu rumahnya dan mengundang Ning Chuan untuk melangkah masuk ke dalam rumahnya.“Silakan masuk, Kakak. Jamuan di sini sederhana, semua ini karena Xueqin tidak sempat untuk menyiapkannya,” ucap Ning Xueqi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 273 - Penjahat yang Mengetuk Pintu

    Phoenix… Ning Xueqin masih menggumamkan kata-kata ini berulang kali seolah-olah tidak percaya dengan apa yang dia alami saat ini.Dia tidak percaya bahwa keberuntungan dirinya justru sangat baik, padahal sebelumnya dia selalu merasa bahwa takdir tidak berpihak padanya.“Selamat Tuan Putri! Phoenix adalah tanda keberuntungan yang luar biasa, Tuan Putri sudah berhasil mengubah bencana menjadi berkah, itu semua karena hati Tuan Putri yang sangat tulus!” puji Mei Qian dengan tulus Ning Xueqin jelas tidak percaya pada omong kosong semacam ini namun sulit rasanya untuk tidak merasa bahagia ketika hal ini tiba di hadapannya.Di saat dirinya dengan pasrah merawat gagak hitam kecil itu tanpa dendam atau amarah, dia justru diberikan kejutan yang lebih besar.Ning Xueqin mengelus kepala Xiao Hei dan melihat Xiao Hei yang sangat manja padanya, Ning Xueqin tidak dapat menahan senyumannya.“Tuan Putri, kabar bahagia sebesar ini harus diberitahukan ke seluruh penjuru dunia. Dengan begitu maka tidak

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 272 - Berubah Wujud?

    “Kamu tidak ingin masuk ke dalam rumah? Apakah karena takut sempit?” tanya Ning Xueqin dengan heran.Xiao Hei menggelengkan kepalanya sekali lagi dan bersuara namun sayang sekali bahwa Ning Xueqin tidak memahaminya.Ning Xueqin masih ingin membawa Xiao Hei masuk namun untuk pertama kalinya Xiao Hei melanggar perintahnya dan terbang untuk bertengger di luar.“Apakah kamu tidak kedinginan? Kamu bisa masuk angin dan mati kedinginan jika bersikeras di luar,” bujuk Ning Xueqin dengan lembut.Xiao Hei menggelengkan kepalanya dengan kuat sekali lagi, lalu Ning Xueqin menghela napas dan membiarkan burung itu untuk bertengger di luar sebentar dan berniat membawanya masuk setelah beberapa saat.Namun tidak menyangka bahwa satu persatu helaian bulu Xiao Hei mulai berjatuhan dan semakin lama menjadi semakin banyak.Ning Xueqin ingin mendekati Xiao Hei dan melihat kondisinya namun Xiao Hei menatapnya dengan tajam seolah-olah memperingatkannya untuk mundur.Ning Xueqin tahu rasanya konyol diminta m

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 271 - Xiao Hei

    Nama itu sangat menarik perhatiannya dan nama itu berada di urutan paling bawah, sekilas tidak menarik namun Ning Xueqin justru sangat tertarik.Bagaimana tidak? Nama terbawah itu adalah Li Ming, Ayah dari Li Zhen yang saat ini bekerja untuknya.Selain itu jabatannya juga adalah yang paling rendah, sungguh terkejut melihat bahwa seorang pejabat kelas lima bisa melakukan tindakan jahat pada Tuan Putri Kekaisaran.Ning Xueqin terkekeh namun suaranya dingin dan tajam membuat Zilan merasa merinding dan agak takut.“Sayang sekali bahwa aku terlalu berbelas kasih, aku bahkan menahan diri dan tidak memukulnya terlalu keras. Bukankah aku seharusnya membunuhnya di tempat?” tanya Ning Xueqin dengan lembut.“Para bajingan ini benar-benar layak untuk kematian mereka! Tuan Putri, siapa yang ingin kamu tindak pertama?” tanya Zilan.Ning Xueqin terkekeh dan dengan yakin menunjuk nama Li Ming. Sejak awal hingga akhir, dia tidak menyukai Li Ming sama sekali bahkan merasa jijik dengan pria tua itu.“Ca

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 270 - Surat dari Xie Guang

    Ning Xueqin mengatur segalanya dari balik layar dan di hadapan orang-orang, dia bersikap sangat pasif bahkan orang-orang pun mulai melupakan keberadaannya.Ning Xueqin duduk di samping kolam ikannya dengan malas sebelum akhirnya Zilan berlari masuk dengan membawa sepucuk surat.“Tiga bulan sudah berlalu sejak kepergian Tuan Xie, ini adalah surat pertama yang dikirimkannya kepada Tuan Putri,” ucap Zilan.“Bacakan untukku,” balas Ning Xueqin tidak bergeming sedikitpun dari posisinya.Sudah tiga bulan, tidak terjadi apapun dan sebaliknya dia justru mendapatkan beberapa informasi yang penting.Diam di rumah bukan berarti dia tidak melakukan tindakan, hanya saja dia memang merasa kesepian selama tiga bulan ini.Rasanya seperti kembali ke masa-masa kurungan saat itu, tidak ada yang menemuinya dan dia tidak bisa keluar.Jadi rasanya agak membosankan, namun apa boleh buat? Titah Kaisar tidak boleh dilanggar untuk saat ini.“Tuan Putri, seluruh bantuan militer telah sampai dengan selamat. Kond

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 98 - Hewan Spiritual

    Mendengar ini membuat Ning Xueqin tidak dapat menahan diri untuk tidak tersenyum miris. Dirinya ternyata hanyalah seorang anak yang lahir dari kesalahan, pantas saja… Kaisar Ning selalu menatapnya dengan tatapan rumit. Seolah olah pria itu selalu mengalami perdebatan batin setiap kali melihat dir

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 5 - Pilih Kasih

    Sebuah jarum perak yang tajam telah menancap di telapak tangan pelayan kanan itu sampai sampai dirinya pingsan setelah meraung kesakitan. Jarum perak itu mungkin sepanjang dua inci dan itu memaku di telapak tangannya sampai menembus kedua sisi telapak tangannya. Sebelumnya, Ning Xueqin telah berh

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 4 - Jebakan

    Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 3 - Terluka

    Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status