Home / Romansa / Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin / BAB 51: Metode Penelitian?

Share

BAB 51: Metode Penelitian?

Author: TenMaRuu
last update Petsa ng paglalathala: 2025-09-16 09:36:18

Oke, mari kita jujur satu sama lain.

Di momen seperti ini, di dalam sebuah ruangan rahasia yang terasa lebih privat daripada kamar tidur mana pun, dengan seorang pria yang baru saja membongkar makam mimpinya di hadapanmu, ada sejuta hal yang bisa seorang wanita katakan.

"Ini indah." (Klise, tapi aman). "Kau sangat berbakat." (Jujur, tapi terdengar seperti pujian HRD). "Kenapa kau berhenti?" (Terlalu menusuk, bisa-bisa dia membangun lagi dindingnya).

Alina Cantika Dewi tidak memilih satu pun dar
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 63 : Merakit Bom (Dengan Kertas dan Kopi)

    Jadi gini.Punya ide brilian itu satu hal.Ngerjainnya? Itu cerita lain.Euforia setelah Alina menemukan konsep "Api dan Air" itu cuma bertahan sekitar... dua belas jam. Setelah itu, yang tersisa adalah realita yang menampakkan wujudnya dalam bentuk tumpukan pekerjaan setinggi Gunung Everest.Studio Alina di Bintan, yang tadinya sudah mirip kapal pecah, sekarang naik level jadi lokasi syuting film post-apocalypse."Nggak, nggak, nggak!" Suara Deni terdengar nyaring dari speaker laptop, nadanya terdengar seperti orang yang baru saja lihat anak kucingnya dilindas sepeda. "Material fasad untuk Sayap Api nggak bisa pakai komposit kayu, Bu! Kurang garang! Harus pakai panel titanium hitam! Biar kayak Batmobile!"

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 62 : Dapur Neraka (Versi Arsitek)

    Oke, mari kita luruskan satu hal.Momen puitis di mana seorang arsitek jenius menarik satu garis ajaib dan jreng! jadilah sebuah mahakarya?Itu bohong. Omong kosong yang dijual film-film buat bikin orang normal merasa hidup mereka membosankan.Kenyataannya jauh lebih brutal.Seminggu setelah "paket amunisi" dari Revan mendarat, studio Alina di Bintan lebih mirip lokasi bencana daripada tempat lahirnya sebuah ide brilian.Ada tumpukan kertas kalkir yang gagal di sudut ruangan, tingginya sudah bisa jadi kursi tambahan. Cangkir-cangkir kopi kosong berjejer di setiap permukaan datar kayak pion-pion catur yang kalah perang. Dan bau di ruangan itu adalah campuran aneh antara bau kertas, tinta, dan keputusasaan.

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 61 : Selamat Datang di Surga (Para Arsitek Gila Perang)

    Kalau di film-film, adegan kayak gini biasanya diiringi musik yang menegangkan. Montage cepat. Kopi dituang, kertas dilempar, orang-orang nggak tidur tiga hari tiga malam, terus tiba-tiba jreng! jadilah sebuah mahakarya.Kenyataannya... yah, kurang lebih sama. Cuma lebih bau kopi basi dan lebih banyak umpatan.Studio kecil Alina di Bintan berubah fungsi dalam semalam.Dari tempat menyepi yang tenang, menjadi ruang situasi perang yang nggak pernah tidur."Oke, jadi Pak Antono ini ternyata nggak suka sama sudut yang terlalu tajam di lobi hotel," kata Deni lewat panggilan video, matanya merah karena kurang tidur tapi suaranya penuh semangat. "Di catatannya soal proposal Hote

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 60 : Amunisi Tiba (Tanpa Resi Pengiriman)

    Mari kita intip sebentar ke markas pemberontak di Bintan.Suasananya... sibuk.Kalau kamu bayangin tiga orang jenius lagi kerja bareng itu bakal keren dan canggih kayak di film-film, kamu salah besar. Kenyataannya lebih mirip indekos mahasiswa arsitektur seminggu sebelum sidang skripsi.Meja gambar Alina sudah penuh dengan kertas kalkir yang saling tumpang tindih. Ada bekas noda kopi di sudut, dan remah-remah biskuit di dekat tumpukan penghapus.Di layar laptop, wajah Deni dan Sinta terpampang, sama kacaunya.Deni lagi ngubek-ngubek Google kayak detektif kurang tidur, mencoba mencari profil dewan direksi Adhitama. "Oke, jadi Pak Suryo ini koleksi lukisan abstrak. Mungkin dia suka desain yang aneh-aneh, Bu?"Sinta, di sisi lain, lebih mirip

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 59 : Cara Seorang CEO Bilang 'Aku Dukung Kamu'

    Sementara itu di belahan dunia lain atau lebih tepatnya, di sebuah kantor di puncak gedung pencakar langit Jakarta, seorang pria baru saja menutup telepon.Revan Adhitama tidak langsung bergerak.Ia hanya berdiri di sana, di depan jendela raksasa, dengan ponsel yang masih tergenggam erat di tangannya.Di ujung jarinya, masih terasa sisa-sisa getaran dari kalimat terakhir Alina."Biar aku yang bekerja."Bukan nada memohon. Bukan nada bertanya.Itu adalah nada perintah.Dan entah kenapa, diperintah oleh wanita itu justru terasa... memuaskan.Sebuah senyum tipis—senyum yang benar-benar tulus, bukan senyum korporat hasil latihan—terukir di bibirnya.

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 58: Rapat Perang Pertama (Yang Nggak Direncanain)

    Ada dua jenis orang di dunia ini setelah menutup telepon penting.Jenis pertama bakal langsung buka media sosial, cari distraksi, atau mungkin bikin teh hangat buat nenangin diri.Jenis kedua... bakal langsung merakit bom.Alina Cantika Dewi jelas-jelas masuk kategori kedua.Begitu sambungan telepon dengan Revan terputus, ia tidak diam. Ia tidak merenung. Ia tidak panik.Energi di dalam studio kecil di Bintan itu berubah total.Kalau lima menit yang lalu tempat ini adalah surga seorang seniman, sekarang tempat ini adalah markas komando. Meja gambarnya bukan lagi kanvas, tapi meja strategi perang. Dan pensil di tangannya bukan lagi alat untuk menggambar, tapi tongkat komando.Hal pertama yang ia lakukan?

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 47 : Laporan Pengamatan?

    Ada beberapa jenis pria di dunia ini.Ada tipe puitis yang akan mengirimimu bunga setelah ciuman pertama. Ada tipe pemalu yang akan menghindarimu selama seminggu. Ada juga tipe brengsek yang akan langsung pamer ke teman-temannya.Lalu... ada Revan Adhitama.Pria yang mengubah sebuah momen intim men

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 46 : Data Macam Apa Ini!

    Pagi hari setelah sebuah keputusan buruk yang terasa sangat benar adalah momen paling jujur di alam semesta. Saat itulah otakmu, yang semalam dengan senang hati menyerahkan kemudi pada hormon, tiba-tiba kembali online dan berteriak, "KITA NGAPAIN, WOY?!" Alina Cantika Dewi sedang mengalami momen

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 45 : Hal Tak Terduga

    Revan masih berdiri mematung di koridor.Sendirian.Pintu kamar Alina sudah tertutup rapat di hadapannya, sebuah bidang kayu solid yang terasa seperti tanda titik di akhir kalimat yang tidak ia mengerti. Tapi ia tidak bergerak.Tangannya, seolah punya pikiran sendiri, terangkat menyentuh simpul das

  • Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin   BAB 44 : Jawaban di Ujung Jari

    Koridor hotel yang mewah itu terasa seperti ruang interogasi.Hanya ada mereka berdua, berdiri di depan pintu kamar masing-masing yang bersebelahan. Di antara mereka, menggantung sebuah pertanyaan yang terasa lebih berat daripada semua kesepakatan bisnis mereka."Kau belum menjawab pertanyaanku."

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status