Partager

Bab 89

Auteur: Alana Karin
last update Date de publication: 2026-09-05 09:00:00

Seusai menyudahi pesan Linda, ponselnya tiba-tiba kembali menyala.

Segera ia mendekat dan melihat nama Bagas tertera di sana.

"Halo, mas?" Sapa Kania setelah menekan tombol hijau di layar.

Tak ada balasan hanya terdengar suara kran yang menyala dan guyuran di sebrang panggilan.

"Mas, kamu lagi ngapain?"

"Saya lagi mandi, temenin saya mandi." Balas Bagas.

Kanja mendengus. "Yaudah kalau masih mandi, jangan nelpon dulu."

Namun belum
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 99

    "Shit! Perempuan ini berani sekali main blokir kaya gini." Ia menghembuskan napasnya, namun hasratnya untuk menariknya justru semakin kuat. "Ada apa sih, mas? Mukamu masam gitu?" Sebuah suara terdengar ketika Bagas sedang berada di meja makan di rumah eyang. "Bukannya udah dapet lampu hijau dari keluarga mbak Eliana, kenapa masih galau?" Ucap Damar yang menahan kekehannya sambil menuang botol minuman di depannya. Saat baru masuk ke ruangan ini ia tak sengaja mendengar obrolan kakaknya itu di telepon. "Pasti gak siap juga kan kehilangan mbak, Kania? Aduh mas kalau naksir gak usah malu-malu gitu, udah gas aja mbak Kania dari pada ilang." "Ah, gak asyik ngomong sama kamu." serunya sembari menjauhi Damar pergi dari sana. Sebelum itu ia sudah mengambil jaket dan pergi. Setelah itu Damar baru bisa tertawa puas. "Loh kok ngambek sih mas? Aku kan cuma kasih saran aja." Namun baru s

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 98

    "Mbak, ada yang titipin sesuatu buat mbak." Ucap salah satu staf kerjanya ketika Kania masih belum pergi dari cafe. Pandangan perempuan itu segera beralih pada sesuatu yang ada di tangan perempuan di depannya. "Dari siapa?" "Dari laki-laki yang tadi duduk di meja sama satu keluarga itu, mbak." Pada saat itu Kania langsung mengerti jika Bagas yang sudah memberinya. Untuk apa pria itu memberinya sesuatu seperti ini? Apa dia sengaja mencari-cari perhatian untuknya? "Isinya apa?" "Isinya kalo di cium-cium wangi kue mbak," ucap perempuan itu kemudian mencoba membuka beberapa kotak yang lain. "Kalian makan aja." Balas Kania dengan nada acuh sambil berjalan. "Oh, ada pakaian juga mbak. Blouse sama rok." Namun yang di beri tahu sudah menjauh dari hadapan staf itu. "Gimana mbak?" Teriak perempuan itu berharap Kania mendengar. "Buat k

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 97

    Sementara itu, di rumah besar keluarga Bagas, suasana sejak pagi terasa kacau. Sehari ini Bagas kewalahan mengurus Naren. Walaupun ia ayah anak itu, Bagas tidak terbiasa menangani balita yang rewel. Dan Naren hari ini tidak berhenti menangis. Bocah itu terus memanggil-manggil nama Kania, membuat Bagas merasa kesal. Ibu Bagas berjalan mondar-mandir, "Perempuan itu kok bisa kabur gitu aja," gerutunya. "Dia nggak pergi karena maling kan?" Di sebelahnya, Tuan Besar duduk di kursi panjang dengan wajah muram. "Aku percaya anak itu baik," gumamnya. "Tapi siapa yang lihat dia pergi? Ratih, rasanya aneh kalau dia pergi tanpa bicara apa-apa sama kamu." Tapi tatapannya tertuju pada Bagas seolah merasa pria itu tahu banyak hal tentang Kania. Bagas merasakan tenggorokannya mengering. Ia menelan ludah, tidak nyaman. "Dia cuma bilang ada keperluan mendadak, Tuan," jawab Rat

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 96

    “Ini kayanya aku ga sengaja terantuk pintu mas, tadi pas jalan gak liat-liat." Setelah kembali sadar oleh pertanyaan sang kakak ia pun buru-buru memberi alasan yang masuk akal. Namun Angga tak langsung percaya begitu saja, ia bisa melihat ada sesuatu yang sedang dia sembunyikan di matanya, seperti ada kegelisahan, dan juga kekecewaan. Tentu saja ia percaya sudah terjadi sesuatu pada Kania, sebab tidak biasanya perempuan itu pulang ke rumah begitu saja seperti ini. Tidak mengabarinya jika akan pulang, dan memasang raut sendu. Ia tak pernah melihat Kania seperti ini sebelumnya, gadis itu selalu ceria, bahkan ketika dalam keadaan susah sekalipun ia selalu berusaha tampak tenang. Apalagi selama ini Kania selalu bersikeras ingin bekerja namun tiba-tiba dia pulang tanpa memberi tahu alasan utamnya. Ia benar-benar merasakan sesuatu yang berbeda dari Kania meski ia ragu untuk menguliknya lebih jauh, mengingat kondisi adiknya yang belum baik, ia tak

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 95

    Kania meremas tangannya, dengan ekspresi wajah mengetat menahan emosi. Namun belum melakukan pengelakan Bagas sudah lebih dulu menariknya membawanya ke dalam dekapan sambil menciumnya dengan kasar, melumat bibirnya tidak dengan lembut, namun penuh tuntutan. Dia melakukan itu terang-terangan di depan kamera. Menyentuh tubuh perempuan itu, bahkan ketika semuanya terjadi. Adegan panas itu terus berlangsung. Tangannya menyentuh bagian atas perempuan itu secara terang-terangan menunjukkan ke arah kamera, kemudian memindahkan mulutnya kesana, dan menghisapnya. Kania mengerjapkan matanya atas kegilaan pria itu. Ia ingin mengambil handphone itu, namun tangan Bagas yang lain malah bermain di bawah sana. Sehingga sangat sulit untuk ia berjalan. "Fuck!" Umpat Kania dengan rasa frustasi yang pecah. "Calm down, baby," Bisik Bagas di sela bibirnya yang menempel di puncak Kania, menggoda tapi ada nada marah y

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 94

    "Perempuan lokal, mbak." Jawab Kania. Eliana langsung merasa girang dengan senyum yang dia tunjukkan, seolah ia memasuki kriteria yang Kania sebutkan, walau saat itu ia merasa rambutnya belum cukup di kategorikan panjang, maka setelah itu Eliana pun memutuskan tak pernah memotong rambutnya lagi. "Terus dia suka apa lagi?" "Dia suka makanan yang sehat, mbak. Intinya yang nggak banyak minyak, dan bukan fast food." "Terus, hubungan dia sama Frisca gimana? Maksudnya tetep baik kan?" Kania mengangguk, "Iya, mbak. Mereka baik, walaupun udah gak sama-sama lagi." "Tapi masih ada kedekatan spesial di luar tanggung jawab sebagai orang tua gitu gak? Maaf bukan aku mau lewati batas privasi tapi aku cuma mau tahu aja." Sungguh Eliana terlihat penasaran seolah dia ingin meyakinkan semua hal tentang Bagas dan masalalunya, di depan dirinya yang entah di anggap sebagai apa oleh pria itu. "S

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 12

    Bagas terdiam, pertanyaannya tadi terjawab. Rupanya yang membuat Kania bersedih adalah ketika perempuan itu tahu statusnya dengan Frsica masih belum resmi bercerai."Ga penting aku tahu dari mana," ujar Kania ketus."Jawab pertanyaan saya Kania?" Bagas mencengkram rahang Kania dan menarik wajahnya

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 6

    Tidak lama Kania masuk ke kamar Bagas tanpa mengetuknya. Begitu masuk Kania berteriak kecil karena Bagas baru saja melepas celana kerjanya. Bagas terkejut dia buru-buru menarik handuk dan melilitkan ke pinggangnya. Kania benar-benar terkejut begitu melihat tubuh telanjang pria itu, bahkan matan

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 5

    Kania menahan napasnya, dadanya seketika sesak begitu mendengar nominal yang di sebutkan sang bibi. Nominal itu sangat fantastis tidak pernah terbayangkan olehnya sebelum ini."Gimana kan, bibi ga punya uang sebanyak itu."Otaknya seketika blank di penuhi pikiran buruk. Sehingga akalnya langsung hi

  • Babysitter Simpanan Bos Duda   Bab 4

    "Aku ngga tahu tuan. Tiba-tiba Naren terbangun gitu aja." Kania berusaha melepas bagian tubuhnya itu dari mulut Naren, namun bayi itu enggan melepaskannya.Bagas terus memperhatikan Naren termasuk memperhatikan bagian tubuh perempuan itu juga, dan napasnya terasa tercekat. Buah dada Kania terlihat

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status