Share

Ekstra Part

Author: QueenShe
last update publish date: 2026-06-17 09:30:52
Dua tahun setelahnya, kedamaian menyelimuti seluruh Istana Odissian. Sore itu, matahari bersinar hangat di atas langit kerajaan. Erion dan Yasmin tengah duduk di bangku panjang di taman istana, menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka.

Pandangan keduanya tertuju pada halaman rumput hijau di depan mereka, melihat putra mereka yang kini sudah bisa berjalan.

Erion tidak lepas menggenggam jemari istrinya, ibu jarinya mengusap punggung tangan Yasmin dengan kelembutan. Sesekali mereka terta
QueenShe

Temen-temen Baginda... Apa kabarnya? Akhirnya kisah Erion dan Yasmin telah usai. Semoga temen-temen bisa menikmati perjalanan mereka ya. Maaf kalau ada typo, salah nama (Kadang di tengah-tengah aku suka lupa nama tokohnya) mohon di maklumi ya... Atau ada kesalahan dari segi logisnya. Semoga aku bisa lebih baik di cerita selanjutnya. Tolong dukung ceritaku yang lainnya juga. Oh ya... ungkapin juga yuk perasaan atau komentar kalian soal kisah Erion Yasmin ini di kolom komentar... Terima kasih. Lope lope semuanya.

| 11
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Ayu Andira
cerita nya bagus banget,dr awal sampai akhir alur nya nggak bertele-tele seperti cerita yg pernah aku baca,semngat teris buat mu thor,moga karya2 nya semakin bagus
goodnovel comment avatar
Ewi Nadia Husna
bgs cerita nya,ga bisa move on
goodnovel comment avatar
QueenShe
Makasih ya Kak... udah ngikutin kisah Erion dan Yasmin. 🫶
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Ekstra Part

    Dua tahun setelahnya, kedamaian menyelimuti seluruh Istana Odissian. Sore itu, matahari bersinar hangat di atas langit kerajaan. Erion dan Yasmin tengah duduk di bangku panjang di taman istana, menikmati semilir angin yang menerpa wajah mereka. Pandangan keduanya tertuju pada halaman rumput hijau di depan mereka, melihat putra mereka yang kini sudah bisa berjalan.Erion tidak lepas menggenggam jemari istrinya, ibu jarinya mengusap punggung tangan Yasmin dengan kelembutan. Sesekali mereka tertawa melihat tingkah lucu putra mereka, dan tiba-tiba Erion melemparkan pertanyaan yang selama ini tersimpan rapat di lubuk hatinya."Apa kau pernah merindukan duniamu, Yasmin?" tanya Erion pelan dan berhati-hati.Yasmin menoleh, menatap wajah suaminya yang mendadak berubah serius. Ia mengulas senyum lembut dan tidak langsung menjawab, melainkan membawa tangan Erion yang menggenggamnya dalam dekapannya."Iya. Terkadang aku merindukannya," jawab Yasmin jujur, matanya menerawang menatap langit sore.

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Epilog: Hadiah Terindah Odissian

    Erion bergerak cemas, berjalan mondar-mandir di depan kamar utama Istana Odissian. Jubah kebesarannya sudah ditanggalkan, menyisakan kemeja linen yang kini tampak kusut karena ia terus-menerus meremas tangannya sendiri.“Apa sudah selesai?” tanya Erion pada pelayan yang keluar membawa baskom berisi air yang sudah berubah merah karena darah.“Ampun, Baginda. Ratu masih berjuang,” jawab pelayan itu sedikit ketakutan.Di dalam kamar itu, Yasmin tengah berjuang melahirkan buah hati mereka. Suara rintihan dan napas memburu sang permaisuri sesekali menembus pintu kayu yang tertutup rapat, membuat jantung Erion berdegup dua kali lebih cepat.“Baginda, duduklah terlebih dahulu. Anda bisa kelelahan jika terus begini,” tegur Marib yang berdiri berjaga tidak jauh dari sana bersama istrinya, Linead—wanita yang diselamatkan di istana Galee.“Bagaimana aku bisa duduk tenang, Marib?” sahut Erion, nadanya meninggi karena luapan rasa panik yang tidak bisa ditahan lagi. Ia menatap pintu kamar dengan pa

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 332: Malam Pertama

    Rangkaian pesta agung yang melelahkan akhirnya selesai, meninggalkan dua pasang pengantin baru di kamar pengantin di istana tamu milik Erion.Yasmin duduk di tepi ranjang besar yang bertabur kelopak bunga mawar, hanya berbalut gaun tidur tipis berwarna putih gading. Meskipun ini adalah pernikahan kedua Yasmin, tapi ia merasa seperti baru pertama kali menikah. Rasa mendebarkan yang asing sekaligus manis menggelitik dadanya.Di sudut ranjang yang agak berjauhan, Erion duduk dengan posisi kaku. Pria yang biasanya tampak gagah dan berwibawa di medan perang itu kini terlihat sangat kikuk. Ia terus memperbaiki posisi duduknya, menatap ke arah lantai, sesekali mencuri pandang ke arah Yasmin sebelum buru-buru membuang muka saat mata mereka tidak sengaja bertemu.Yasmin yang menyadari kegugupan suaminya tersenyum tipis. Ia menggeser duduknya sedikit, mencoba mencairkan kecanggungan yang memenuhi ruangan. "Erion... mari kita tidur, hari sudah sangat larut," ajak Yasmin lembut.Erion tersentak k

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 331: Janji Setia

    “Tuan Putri, Anda benar-benar cantik,” bisik Voya, matanya berkaca-kaca saat memasangkan tiara perak di rambut Yasmin. “Baginda Erion pasti tidak akan bisa memalingkan wajahnya.”Yasmin tersenyum, menatap pantulan dirinya di cermin. “Terima kasih, Voya, Fatim.”Hari ini sebelum fajar baru menyingsing ibu kota Pervane sudah bergemuruh oleh sukacita. Sesuai perintah Ohmad, seluruh pelataran agung istana telah disulap menjadi altar terbuka yang luar biasa megah.Ribuan rakyat berkumpul di balik pagar pembatas, bersorak-sorai merayakan pernikahan sang putri yang sempat dikabarkan hilang di perbatasan.Yasmin berdiri di dalam paviliunnya, membiarkan Fatim dan Voya menyelesaikan riasan terakhirnya. Gaun sutra putih gading berlapis brokat emas—hantaran dari Odissian—melekat sempurna di tubuhnya.“Akhirnya Anda akan menjadi permaisuri Baginda,” ucap Voya berderai air mata.Saat genderang istana bertalu, Yasmin melangkah keluar. Ohmad sudah menunggunya di ujung koridor dengan pakaian kebesaran

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 330: Meminang Permaisuri

    Erion benar-benar menepati janjinya. Pria itu tidak hanya datang untuk menjemputnya, melainkan datang untuk menaklukkan pandangan seluruh penduduk Pervane dengan kemegahan yang tak tertandingi.Di barisan paling depan, ratusan prajurit berkuda Odissian berbaris dengan formasi yang sangat rapi. Di belakang mereka, puluhan kereta kayu berukir emas yang membawa hantaran pusaka kerajaan—mulai dari kain sutra langka, perhiasan permata, hingga senjata-senjata pusaka berlapis emas—berjalan beriringan memasuki pelataran istana.“Dia benar-benar datang,” bisik Yasmin terharu.Ohmad bersama para petinggi kerajaan Pervane sudah berdiri di tangga utama istana, menyambut kedatangan rombongan megah tersebut dengan wajah penuh kekaguman.Erion turun dari kudanya. Pria itu mengenakan jubah kebesaran Raja Odissian berwarna hitam pekat dengan sulaman benang emas berbentuk lambang singa di bahunya. Mahkota emas bertahtakan berlian hitam melingkar kokoh di kepalanya, menegaskan aura kepemimpinan yang mu

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 329: Menjemputmu

    "Bagaimana, Tuan Putri? Apakah posisinya sudah pas?" tanya Voya penuh semangat seraya menaruh nampan berisi teh hangat di atas meja kecil dekat kanvas.Sesuai dengan status barunya, Yasmin ditempatkan di sebuah paviliun khusus yang terletak di sisi barat kompleks istana. Paviliun itu bukan bangunan sembarangan. Itu adalah tempat yang pernah ditempati Erion saat pria itu tinggal di Pervane dulu.Di bagian belakangnya, terdapat sebuah pendopo terbuka yang menghadap langsung ke taman bunga mawar. Di pendopo itulah, sebuah meja kayu besar, kanvas, dan deretan cat warna sudah tertata rapi—semuanya disiapkan oleh Erion bertahun-tahun lalu demi mendukung bakat melukis Yasmin.Yasmin membalikkan tubuhnya, menatap pelayan setianya itu dengan senyuman lebar. "Ini lebih dari cukup, Voya. Terima kasih karena kau mau bersusah payah pindah ke sini bersamaku."Voya membungkuk dalam-dalam dengan wajah berseri-seri. "Saya yang harus berterima kasih, Tuan Putri. Saya bahkan sampai memohon dan bersujud

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 88: Sengatan Liar

    Yasmin melangkah masuk ke aula, di belakangnya, Voya berjalan dengan wajah polos yang bangga, sementara Elara mengekor dengan kepala menunduk. Kebisingan obrolan para bangsawan mereda sejenak. Mereka terbiasa melihat Yasmin yang mencolok.“Rajin sekali dia sudah ada disini,” gumam Yasmin begitu mel

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 85: Paman Hasan

    “Jangan biarkan siapa pun masuk, Voya!” teriaknya dari dalam, menjawab Voya yang menanyakan apakah ia membutuhkan sesuatu sebelum tidur.Yasmin duduk di lantai, bersandarkan kaki tempat tidur. Di depannya, buku harian Diellza terbuka lebar. Ia harus menyelesaikannya, dan harus tahu seberapa dalam r

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 23: Yasmina tetaplah Yasmina

    Erion turun melalui tangga batu yang lembap, setiap langkahnya bergema di lorong sempit menuju ruang bawah tanah istana. Dua penjaga membungkuk saat Erion melewati mereka. Tidak ada yang berbicara.Disana seorang pria duduk terbelenggu di kursi kayu, kepala tertunduk, wajahnya penuh luka bekas puku

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 20: Taman Rahasia

    Upacara penghormatan terakhir untuk Velmire terlihat seperti kompetisi duka, di mana pemenangnya akan ditentukan dari seberapa meyakinkan air mata mereka. Para bangsawan bergantian maju ke peti mati yang dihiasi bunga lili putih. Wajah mereka dibuat tampak paling sedih, walaupun sebenarnya tidak ad

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status