Share

Bab 236

Author: Skyy
last update publish date: 2026-05-01 23:39:51

Di sampingnya, Nicholas terus mencibir sambil menatap lintasan. Ia menunggu momen ketika Harris menabrak, terlempar, lalu mati mengenaskan. Dalam pandangannya, itu hanyalah soal waktu.

Sepuluh detik berlalu sangat cepat.

Namun kecelakaan yang dinantikan tak kunjung datang.

Sebaliknya, Kawasaki Ninja H2R yang sebelumnya bergoyang liar perlahan berubah stabil. Laju motornya semakin halus, garis masuk tikungan menjadi lebih rapi. Gerakan tubuh pengendara di atasnya juga mulai sinkron dengan kendar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 324

    "Wah, masih berani banyak bicara?" bentak Kayla penuh amarah. "Harris sangat kuat! Dia pasti akan menghancurkan Sentra Bela Diri Garuda Merah!""Kuat?" Vina mendengus sambil menyilangkan tangan. "Kalau memang sehebat itu, kenapa baru muncul sekarang? Menurutku semua rumor tentang dia cuma dibesar-besarkan. Datang di saat seperti ini hanya supaya terlihat hebat di depan semua orang."“Dia hanya cari perhatian!” Vina mendengus jijik.Meski kemunculan Harris Gunawan sempat mengejutkannya, ia sama sekali tidak percaya pria itu mampu menghadapi Sentra Bela Diri Garuda Merah.Mengalahkan klub bela diri nomor satu di Universitas Arcapura? Baginya, itu hanyalah lelucon.Sebagian besar mahasiswa di sekitar pun memiliki pemikiran serupa. Mereka tahu betapa mengerikannya kekuatan Sentra Bela Diri Garuda Merah, sedangkan nama Harris hanya terkenal karena berbagai rumor yang semakin lama semakin dibesar-besarkan. Di mata mereka, semua cerita itu tak lebih dari bualan yang terus berkembang hingga t

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 323

    Belati di tangannya kembali terangkat, memantulkan cahaya dingin yang membuat banyak penonton bergidik. Jelas sekali, sasaran serangan berikutnya adalah lengan Kayla.Peraturan kampus memang melarang pembunuhan, tetapi tidak ada yang bisa menjamin seseorang akan pulang dengan anggota tubuh lengkap. Dalam duel seperti ini, tangan atau kaki yang putus bukanlah kejadian langka.Kayla sudah sepenuhnya dikuasai amarah. Bukannya menghindar atau mencari celah, ia justru terus menerjang lurus ke depan tanpa sedikit pun mengurangi kecepatan."Tidak—!" Jeritan Nadira menggema di seluruh arena.Selama pertarungan tadi ia tidak pernah gentar menghadapi lawan yang jauh lebih kuat, tidak pernah menyerah meski tubuhnya dipenuhi luka, bahkan tetap tegar ketika banyak anggota perguruannya memilih meninggalkan mereka. Namun, saat melihat sahabatnya berlari menuju belati Bastian, rasa takut yang selama ini berhasil ditekan akhirnya runtuh sepenuhnya.Dalam hati, Nadira hanya memiliki satu harapan.Harri

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 322

    "AARRRGHHH!"Raungan kemarahan yang nyaris terdengar seperti binatang buas langsung mengguncang arena.Bastian bangkit dengan gerakan kasar, urat-urat di lehernya menonjol akibat amarah yang meledak tanpa kendali. Wajahnya memerah, sementara pipi kanan yang terkena pukulan mulai membengkak dengan jelas.Ia menyentuh bagian wajahnya yang sakit, lalu perlahan mengangkat kepala. Tatapan matanya berubah. Jika sebelumnya ia hanya mempermainkan Nadira, sekarang sorot itu dipenuhi niat membunuh yang nyata."Wanita jalang!" Suaranya terdengar serak dan penuh kebencian. "Berani-beraninya kau memukulku?!"Tangannya mencengkeram belati hingga buku-buku jarinya memutih, sementara aura ganas yang jauh lebih mengerikan mulai menyelimuti tubuhnya. "Aku akan membunuhmu!""Aku bersumpah akan membunuhmu!"Pukulan yang mendarat di wajahnya benar-benar membakar amarah Bastian. Ia sama sekali tidak menyangka Nadira, yang sejak awal hanya bertahan, justru mampu menemukan celah dan melukainya. Bagi seseoran

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 321

    "Nadira!" Kayla langsung menangis ketika menyaksikan pemandangan itu.Di sampingnya, Naufal mengepalkan kedua tangan begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Dadanya naik turun karena amarah yang nyaris tak terkendali, sementara tatapannya tertancap pada Bastian seolah ingin menerkam pria itu saat juga.Karena mereka semua tahu dengan jelas, pertarungan ini bagaikan penghinaan.Dengan kekuatan yang dimilikinya, Bastian sebenarnya bisa mengakhiri duel tersebut kapan saja. Namun ia sengaja memilih cara yang paling kejam, menyayat tubuh Nadira sedikit demi sedikit dan membiarkannya merasakan rasa sakit yang terus bertambah tanpa bisa melawan. Ia sedang mempermainkan lawannya, persis seperti seekor kucing yang menikmati penderitaan tikus sebelum membunuhnya."Hahaha!"Tawa Bastian menggema di seluruh arena.Ia memutar belatinya sambil berjalan santai mengelilingi Nadira yang mulai terengah-engah akibat kehilangan darah. Sorot matanya dipenuhi kesenangan yang membuat bulu kuduk merind

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 320

    Sesaat setelah kata-kata itu keluar, sosok Bastian langsung menghilang dari tempatnya berdiri. Perubahan itu terjadi begitu cepat hingga sebagian besar penonton bahkan tidak sempat bereaksi.Nadira langsung merasakan jantungnya menegang. Sejak awal ia sudah menempatkan seluruh fokusnya pada lawan di depan mata. Ia tahu betul bahwa Bastian adalah petarung peringkat tujuh belas dalam daftar seni bela diri Universitas Arcapura, seseorang yang kekuatannya berada jauh di atas dirinya.Karena itu, ia sama sekali tidak berani lengah. Namun kenyataan tetap jauh lebih buruk dari perkiraannya. Meskipun seluruh indranya sudah bekerja maksimal, matanya tetap gagal mengikuti pergerakan lawan. Perbedaan kemampuan mereka terlalu besar.Saat kesadaran itu muncul, Bastian sudah berada tepat di hadapannya. Kilatan dingin memancar dari belati yang meluncur lurus ke arah lehernya.Mata Nadira langsung melebar. Tanpa sempat berpikir, ia memaksa tubuhnya bergerak ke samping menggunakan seluruh tenaga yang

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 319

    Suasana di sekitar mereka seolah langsung membeku.Bahkan Raditya yang biasanya tenang ikut tercengang.Namun Dion belum selesai. "Bukan cuma itu." Ia menelan ludah sebelum melanjutkan. "Lebih dari setengah tentara bayaran dan para kultivator yang dibawa Evander tewas atau terluka parah. Sisanya melarikan diri kembali ke Kota Adhirajasa.""Apa?!"Mendengar itu, ketenangan Raditya benar-benar runtuh. Matanya membelalak, sementara wajahnya dipenuhi ketidakpercayaan."Itu tidak masuk akal!" Ia langsung menggeleng keras. "Keluarga Viresta bukan keluarga kecil. Bagaimana mungkin pewaris mereka dibunuh begitu saja? Dan kau bilang dia juga menghancurkan pasukan yang terdiri dari ratusan tentara bayaran serta lebih dari sepuluh kultivator?"Bahkan bagi Raditya, cerita itu terdengar terlalu berlebihan. Jika orang lain yang mengatakannya, ia pasti sudah menganggapnya sebagai lelucon.Dion tersenyum pahit. "Reaksiku kemarin juga sama."Tatapannya perlahan beralih ke arena duel yang berada di kej

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 243

    Clarentine dan Felix hanya bisa menatap dengan mata terbuka lebar, napas mereka tertahan, jantung mereka berdegup tidak beraturan saat rasa tak percaya berubah menjadi keterkejutan yang sulit dijelaskan. Mereka tahu Harris kuat, namun yang barusan terjadi sudah melampaui logika mereka.Pemandangan

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 240

    Kaki Nicholas dihantam langsung oleh motor yang melayang itu. Darah langsung mengalir, wajahnya berubah pucat pasi dalam sekejap. Tubuhnya terpental, lalu jatuh bersamaan dengan motor yang menindihnya.Ia tidak bisa bergerak.“AAARGH! Kakiku—! Kakiku patah!”Jeritannya pecah, penuh rasa sakit.Deng

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 239

    Sebelum melompat, Harris sudah mengarahkan lajunya menjauh dari kerumunan. Jika tidak, ledakan itu bisa menyeret banyak orang.Meski begitu, wajah para penonton tetap pucat.Bencana!Ini benar-benar bencana!Namun di tengah kekacauan itu, sosok yang seharusnya paling tidak mungkin selamat justru me

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 237

    Namun, bagaikan permulaan, jarum kecepatan terus naik.Dua ratus.Dua ratus tiga puluh.Dua ratus lima puluh.Dua ratus delapan puluh.Lalu tiga ratus kilometer per jam!Seluruh arena seketika dilanda keheningan mencekam.Kecepatan seperti itu bahkan membuat banyak pembalap profesional berpikir dua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status