Share

Bab 367

Penulis: Skyy
last update Tanggal publikasi: 2026-08-03 21:48:28

"Ahhhhhhh!"

Jeritan yang jauh lebih nyaring langsung menggema memenuhi seluruh suite.

"K-kamu... keluar sekarang juga!"

Aurora berseru dengan wajah semerah tomat. Dengan panik, dia meraih handuk mandi di dekatnya lalu segera membungkus tubuhnya. Matanya yang mulai berkaca-kaca menatap Harris dengan campuran malu dan kesal, seolah air mata bisa jatuh kapan saja.

Bagi pria kebanyakan, melihat Aurora dalam keadaan seperti itu mungkin akan membuat hati mereka goyah. Namun, Harris bukanlah pria bias
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 369

    Sebelum membuka pintu, dia berbisik kepada orang yang diyakininya masih berada di belakang. "Target kemungkinan ada di kamar ini. Begitu bergerak, selesaikan secepat mungkin. Jangan buang waktu."Beberapa detik berlalu tanpa jawaban. Keheningan yang ganjil membuatnya mengernyit, lalu dia menoleh dengan waspada. Seketika, pupil matanya menyusut ketika mendapati lorong di belakangnya telah kosong tanpa jejak seorang pun.Rasa dingin langsung menjalar ke sekujur tubuhnya. Anak buahnya adalah pembunuh terlatih yang tidak mungkin bertindak sembarangan, apalagi meninggalkan posisi tanpa perintah. Namun, sejak awal dia tidak mendengar suara pertempuran, jeritan, ataupun tanda-tanda penyergapan. Mereka seolah menghilang begitu saja, ditelan oleh kegelapan.Pemandangan yang sama sekali tidak masuk akal itu membuat napasnya mulai tidak teratur. Keyakinannya mulai runtuh karena musuh yang dihadapinya mampu melenyapkan tiga pembunuh berpengalaman tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Seolah bayan

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 368

    Mata Aurora langsung membelalak. Dia menoleh perlahan mengikuti arah pandang Harris.Di balik kaca kamar mandi, sesosok pria berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup topeng sedang bergantung terbalik di luar gedung. Kepalanya perlahan bergerak ke kiri dan kanan, mengintip ke dalam kamar mandi, seolah memastikan apakah masih ada orang di sana.Beruntung, Harris sudah lebih dulu bereaksi.Begitu lampu padam, dia langsung menarik Aurora menjauh dari area yang dapat terlihat dari jendela. Posisi mereka kini tersembunyi di balik sudut dinding, membuat pria bertopeng itu sama sekali tidak menyadari keberadaan keduanya.Melihat keadaan di dalam kamar mandi tampak aman, pria bertopeng itu perlahan membuka jendela tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Dengan gerakan yang ringan dan terlatih, dia melompat masuk ke dalam.Seluruh proses berlangsung begitu senyap, nyaris tanpa suara.Sret!Namun, tepat saat kedua kakinya menyentuh lantai, kilatan cahaya merah darah melintas di depan matanya.S

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 367

    "Ahhhhhhh!"Jeritan yang jauh lebih nyaring langsung menggema memenuhi seluruh suite."K-kamu... keluar sekarang juga!"Aurora berseru dengan wajah semerah tomat. Dengan panik, dia meraih handuk mandi di dekatnya lalu segera membungkus tubuhnya. Matanya yang mulai berkaca-kaca menatap Harris dengan campuran malu dan kesal, seolah air mata bisa jatuh kapan saja.Bagi pria kebanyakan, melihat Aurora dalam keadaan seperti itu mungkin akan membuat hati mereka goyah. Namun, Harris bukanlah pria biasa. Pengalaman hidupnya yang panjang telah menempa ketenangannya. Setelah sempat terkejut sesaat, dia segera memalingkan pandangan dan bersiap menutup kembali pintu kamar mandi.Tok! Tok! Tok!Tepat pada saat itu suara ketukan pintu terdengar."Nona Aurora! Apa yang terjadi? Apa Anda baik-baik saja?"Suara para pengawal terdengar penuh kepanikan dari balik pintu suite. Dari nada mereka, jelas mereka siap mendobrak masuk jika tidak segera mendapat jawaban.Aurora langsung tersentak, wajahnya semak

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 366

    Waktu berlalu begitu cepat hingga tanpa terasa malam pun tiba.Pihak Hotel Cendana mengantarkan makan malam ke dalam kamar. Harris dan Aurora akhirnya keluar dari kamar masing-masing untuk makan bersama. Meski begitu, Aurora tampak sedikit murung. Sesekali dia melirik Harris dengan tatapan kesal yang membuat pria itu benar-benar tidak mengerti apa kesalahannya.Usai makan malam, Harris tidak kembali berkultivasi. Kali ini dia memilih bersantai di sofa sambil menonton televisi. Tak lama kemudian, Aurora yang mulai bosan berada sendirian di kamar ikut keluar dan duduk di sampingnya untuk menonton bersama.Belum lama mereka menikmati acara di televisi, Aurora tiba-tiba mengernyit. Kepalanya sedikit dimiringkan, seolah sedang berusaha menangkap sesuatu."Apa kau mendengarnya?" bisiknya pelan.Mengira ada sesuatu yang mencurigakan, Harris langsung waspada. Dia mengecilkan volume televisi, lalu memusatkan seluruh indranya ke sekeliling kamar hotel.Beberapa detik kemudian, mereka akhirnya m

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 365

    Namun, Aurora segera mengangkat tangan untuk menghentikan Monica. "Kak Monica, tidak apa-apa." Dia menoleh ke arah Harris sambil tersenyum tipis. "Harris adalah teman Kirana. Aku percaya pada karakternya, dia bukan orang seperti itu."Monica membuka mulut, tetapi akhirnya memilih menghela napas dan duduk kembali. Dia masih menyimpan kekhawatiran, namun tidak ingin membantah keputusan Aurora di depan semua orang.Harris tetap terlihat tenang. Dia hanya menganggukkan kepala sebagai bentuk penghargaan atas kepercayaan tersebut. "Terima kasih atas kepercayaanmu, Nona Aurora."Aurora tersenyum lebih hangat. "Mulai sekarang, panggil saja aku Aurora."Setelah makan malam selesai, Kirana dan Sera berpamitan lebih dulu. Harris kemudian mengikuti Aurora menuju kamar yang telah dipesan di Hotel Cendana.Begitu pintu terbuka, Harris tidak langsung membiarkan siapa pun masuk. Dia terlebih dahulu memeriksa seluruh ruangan dengan teliti, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga setiap sudut yang b

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 364

    Harris kemudian berbalik menghadap Aurora. Senyum tipis kembali menghiasi wajahnya ketika dia berkata dengan nada santai, "Nona Aurora, bagaimana keputusanmu? Tiga senjata kelas tinggi sebagai imbalan karena aku menjamin keselamatanmu selama tiga hari. Apa kau setuju?"Aurora masih belum sepenuhnya pulih dari rentetan kejadian yang baru saja dialaminya. Setelah menarik napas panjang untuk menenangkan diri, dia menatap Harris dengan sorot mata yang jauh berbeda dari sebelumnya, lalu mengangguk tanpa ragu."Baik. Aku setuju."Setelah menyaksikan sendiri kekuatan Harris, Aurora tidak lagi ragu. Hampir tanpa berpikir panjang, dia langsung menyetujui kesepakatan untuk mempekerjakan Harris sebagai pengawal pribadinya selama tiga hari dengan imbalan tiga senjata kelas tinggi.Di mata Aurora, kesepakatan itu justru sangat menguntungkan. Tiga senjata kelas tinggi memang bernilai luar biasa, tetapi mendapatkan perlindungan dari seorang ahli seperti Harris jelas jauh lebih berharga.Tak lama kem

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 4

    Queen mengangkat sebelah alisnya yang terpahat sempurna, sebuah gestur kecil yang memancarkan keraguan sedingin es. "Kau?" ejeknya, nada suaranya tajam menusuk. "Seorang pria yang beberapa jam lalu sekarat di selokan, akan menyembuhkan penyakit yang bahkan ditolak oleh tim dokter kepresidenan?"Sar

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 3

    Mendengar suara itu, Harris tidak tersentak. Dia hanya menoleh perlahan, matanya yang kini jernih dan tajam bertemu dengan tatapan dingin wanita itu. Di masa lalu, komentar sarkastis seperti itu akan membuatnya menunduk malu. Kini, dia hanya merasakan ketenangan yang aneh.Pengetahuan yang membanji

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 2

    "Bangunlah, cucuku..."Suara itu tidak datang dari luar. Tidak ada getaran di udara, tidak ada bisikan yang menyentuh telinga Harris. Suara itu menggema langsung di pusat kesadarannya, sebuah suara dari masa lalu yang penuh dengan wibawa dan kehangatan yang telah lama ia lupakan. Itu adalah suara k

  • Bangkitnya Dokter Agung   Bab 1

    Aroma parfum mahal dan anggur terbaik berbaur di udara, menjadi musik latar bagi denting gelas kristal dan tawa renyah para elite kota. Di dalam aula utama Hotel Movi yang bermandikan cahaya keemasan, setiap sudut adalah panggung kekuasaan. Karpetnya begitu tebal hingga mampu meredam suara langkah,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status