Home / Pendekar / Murid 3 Dewa / Bab 111. Melewati 2 Ranah

Share

Bab 111. Melewati 2 Ranah

Author: Klan Qing
last update publish date: 2026-05-04 09:14:39

Whush...

Bersamaan dengan itu, Api Surgawi Emas atau yang dikenal Teratai Api Emas juga dikeluarkan.

Teratai Api Emas pun menyelimuti ke 8 pecahan Cincin Penguasa dan meleburnya.

Whush...

Energi yang dipancarkan bukan lagi sekadar Energi Qi biasa.

Itu adalah Energi yang jauh melampaui ranah Kaisar Dewa.

Saat ke 8 pecahan dilebur ulang, Lin Chen menatapnya tanpa berkedip.

Dia bisa merasakan setiap getaran kecil dari pecahan itu.

Seolah-olah masing-masing memiliki kesadaran dan dipaksa untuk kemb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
yoge23 LtG
gass Ken Thor jangan kasih kendor
goodnovel comment avatar
SAthree Alfadani
mantap author... seperti biasa memang keren ceritanya
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Murid 3 Dewa   Bab 260. Memulai Invasi

    3 hari kemudian.Setelah 3 hari berlalu, Lin Chen dan para bawahannya berkumpul di Kerajaan Qiong.Dan saat ini, mereka semua berada di Aula Utama Istana."Tuan, Kekalahan yang dialami Kekaisaran She ini sudah menyebar luar.""Dan kekalahan itu memicu ketakutan bagi Kerajaan-kerajaan yang lain.""Selain itu, Lebih dari 200 ribu budak yang ingin bergabung dengan Aula Kematian kita." Yu Jing berlutut dan melapor satu demi satu pada Lin Chen.Adapun Lin Chen, pria ini mengelus dagu dan mengangguk pelan."Karena mereka ingin bergabung dengan kita, maka biarkan mereka bergabung." ucapnya pelan."Namun harus diperhatikan saat melakukan perekrutan. Jangan sampai ada pihak lain yang menyamar dan mengacau dari dalam." lanjutnya lagi."Kami mengerti, Tuan." jawab ke 10 Komandan serempak."Tuan, Semua budak memiliki tanda di punggung mereka. kami bisa mengenali mana budak dan mana yang bukan." ucap Han Wei menjelaskan."Bagus. Lakukan perekrutan sekarang juga. Setelah pasukan kita terbentuk, kit

  • Murid 3 Dewa   Bab 259. Laporan Kemenangan

    "Aaargh..."Jeritan menggema dan barisan pasukan Kekaisaran kembali roboh.Lian Hua menyapu pandangannya ke arah para Perwira Kekaisaran yang masih tersisa."Masih ada yang ingin melawan?" ucapnya dengan senyum dingin.Seorang Jenderal Dewa Hitam bintang 5 menggertakkan gigi dan menggenggam tombaknya."Jangan takut. Mereka hanya 5 ribu Murid!" teriaknya memberi semangat."Bunuh mereka!""Bunuh!"Puluhan ribu Prajurit Kekaisaran kembali melesat.Aura Dewa Emas dan Dewa Hitam bergolak dan berbagai Teknik Energi Qi melesat dari berbagai arah.Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu medan perang.Han Wei tertawa dingin. "Pasukan seperti ini masih berharap menang?"Slash...Bilah Energi biru menyapu udara dan puluhan Prajurit terbelah."Aaargh..."Jeritan menggema dan darah menyembur ke berbagai arah.Di sisi lain.Gu Shan tertawa keras dan kapak besarnya memancarkan cahaya keemasan."Kapak Penghancur Gunung!"Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu.Barisan depan pas

  • Murid 3 Dewa   Bab 258. Berburu Mangsa

    Menjelang sore, 500 ribu pasukan Kekaisaran She terlihat menghitam dari arah timur. "Semuanya bersiap. Mangsa sudah mendekat!" teriak Yu Jing mengangkat tangan. Whush... Whush.. Ke 5 ribu Murid Aula Kematian pun terbang ke atas dan berbaris di udara. Seolah-olah mereka sedang berdiri di atas tanah. Tidak lama kemudian, ke 500 ribu pasukan Kekaisaran itu tiba dan berhenti 150 meter di depan. "Hahaha... Hanya 5 ribu pasukan dan berani menunggu kami?" Jenderal Mo tertawa keras saat melihat 5 ribu Murid Aula Kematian. "Apa kalian mendengarnya, Anak-anak Serigala ku? Kawanan Domba tidak sadar telah masuk ke sarang Kawasan Serigala." "Hahahaha..." Namun reaksi Yu Jing dan semua orang justru terlihat senang.

  • Murid 3 Dewa   Bab 257. Menunggu Musuh

    2 jam kemudian.Setelah 2 jam berlalu, semua Pejabat dan Bangsawan yang mendukung perbudakan pun dibantai tanpa sisa.Bahkan anak-anak dan perempuan juga tidak ada yang dilepaskan begitu saja.Kemudian harta mereka dikuras tanpa meninggalkan sedikit pun."Tuan, Istana Kerajaan sudah kami duduki." Yu Jing lalu mengirim laporan pada Lin Chen."Bagus." Lin Chen mengangguk puas."Setelah beristirahat satu hari, Bergerak lah ke perbatasan timur. Sambut pasukan Kekaisaran di Benteng pertahanan!" lanjutnya memberi perintah."Baik Tuan." jawab Yu Jing.Keesokan harinya.Cahaya mentari menyinari Ibukota Kerajaan Qiong yang sudah berada di bawah panji Aula Kematian.Di Aula Utama Istana.Yu Jing menatap 9 Komandan di hadapannya dan membuka gulungan peta."Perintah Tuan sudah jelas. Kita akan membentuk 5 kelompok dan bergerak ke arah Timur." ucapnya lalu jarinya menunjuk wilayah timur.Semua Komandan mengangguk.Han Wei menatap peta. "Kelompok akan dibagi bagaimana?""Aku memimpin Kelompok 1, H

  • Murid 3 Dewa   Bab 256. Meruntuhkan Kerajaan Qiong

    3 hari berlalu.Di Istana Kekaisaran She, Aula Utama kembali dipenuhi para Menteri dan Jenderal.Jenderal Wan masuk membawa laporan dan menundukkan kepala. "Yang Mulia, laporan tentang Aula Kematian sudah selesai."Jenderal Wan mengeluarkan gulungan dan menyerahkannya kepada Kaisar She.Kaisar She membuka gulungan itu dan membaca isinya. "Aula Kematian hanya menyerang pedagang budak dan para pendukung perbudakan."Jenderal Wan menundukkan kepala. "Benar Yang Mulia. Mereka tidak menyerang rakyat biasa. Mereka hanya membunuh orang yang terlibat dalam perdagangan budak."Kaisar She menggenggam gulungan itu dengan kuat. "Berani sekali mereka menentukan siapa yang harus mati."Kaisar She menyapu pandangannya ke arah para Jenderal. "Walaupun alasan mereka terdengar benar, mereka tetap menghancurkan pasukan kerajaan dan merebut wilayah Kerajaan Qiong."Para Menteri menundukkan kepala dan tidak berani menjawab.Kaisar She berdiri dari singgasana dan aura Dewa Giok meledak.Bomm!Gelombang kej

  • Murid 3 Dewa   Bab 255. Semakin Dikenal

    6 bulan kemudian.Setelah 6 bulan berlalu, Aula Kematian telah menyapu 4 Provinsi di wilayah Barat Kerajaan Qiong.Kota demi Kota jatuh dan pasar budak lenyap tanpa sisa.Semua pedagang budak yang melawan dibantai dan tidak ada 1 pun yang dibiarkan hidup.Lebih dari 100 ribu budak memperoleh kebebasan.Sebagian besar memilih bergabung dengan Aula Kematian.Mereka adalah Tetua Sekte, Murid, Pengawal, Alkemis, Penempa Senjata dan Ahli Formasi yang dulu dijual sebagai budak.Jumlah Murid Aula Kematian pun melonjak hingga 25 ribu Murid.Hal itu membuat nama Aula Kematian menjadi mimpi buruk bagi para pedagang budak.Di Provinsi Awan Hitam."Bunuh mereka!" bentak Han Wei dan pedangnya terhunus."Baik Komandan!" jawab 500 Murid bersamaan.Whush...500 Murid menyerbu pasar budak terbesar di Provinsi itu dan bilah Energi memenuhi udara.Bomm! Bomm!Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu."Aaargh..."Jeritan menggema dan puluhan penjaga roboh bersamaan.Pemimpin pasar budak Dewa Hitam bi

  • Murid 3 Dewa   Bab 04. Kekuatan Suami-istri

    "Duduklah. Ibu akan memasak makanan kesukaanmu."Mei Lan lalu pergi ke dapur dan memasak untuk Lin Chen.Tidak lama kemudian, aroma makanan mulai tercium dari ruang tamu.Sedangkan Lin Chen duduk di ruang tamu dan mengamati rumah itu.Rumah kecil itu berdindingkan kayu dan sudah tua.Meski begitu,

  • Murid 3 Dewa   Bab 03. Pulang Ke Klan

    Bai Yun terkejut melihat anak buahnya terlempar ke belakang."Bajingan! Ternyata kamu sudah memiliki kekuatan!"Teriak Bai Yun kaget.Orang-orang yang memberikan jalan juga berkumpul dan menonton.Semua orang di Kota Perak mengenal Lin Chen.Dia hanya sampah Klan Lin yang tidak bisa berkultivasi.T

  • Murid 3 Dewa   Bab 02. Setelah 3 Bulan

    "Namaku adalah Jian Lie." "Jika seseorang menemukan tempat ini, Berarti langit telah mempertemukan kita." Ketika membaca nama itu, Lin Chen seolah mengingat satu nama. "Jian Lie? Bagaimana mungkin?" Dia menatap kerangka itu dengan ekspresi tidak percaya. Nama itu tidak asing baginya. Di

  • Murid 3 Dewa   Bab 01. Tragedi Pengkhianatan

    "Bunuh mereka semua! Hancurkan mereka!" Teriak seorang Jenderal mengayunkan Tombaknya. Dhuaarrr Boommm! Pegunungan Surgawi di Alam 9 Surga dipenuhi ledakan Energi Qi yang menggelegar. Di mana saat ini dua pasukan saling bertempur sengit di medan perang. Di satu sisi, Pasukan Kekaisaran Yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status