ログインBenturan pertama antara Jiang Qing dan Zhou Ming langsung mengguncang arena.Tanah di bawah kaki mereka retak dan debu beterbangan ke segala arah.Aura keduanya meledak tanpa ditahan sedikit pun.Namun berbeda dari sebelumnya.Kali ini tekanan yang terpancar jauh lebih mengerikan."Ini?"Beberapa Jenius wilayah Barat langsung mengernyit.Mereka merasakan aura Jiang Qing jauh lebih padat dibandingkan Murid sebelumnya.Zhou Ming juga menyadarinya.Namun wajahnya tetap dingin."Hmph… Akhirnya ada yang sedikit menarik."Ucapnya menyeringai.Whush…Tubuhnya menghilang dan muncul tepat di depan Jiang Qing.Tinju dilayangkan dengan kecepatan tinggi.Bomm!Jiang Qing menahan serangan itu dengan satu tangan dan ekspresinya tetap tenang."Apa hanya ini?"Satu kalimat sederhana.Namun cukup untuk membuat wajah Zhou Ming berub
"Belum saatnya aku melawannya."Gumam Lin Chen membatin.Saat ini dia hanya ahli Kaisar bintang 8 tahap puncak.Sedangkan lawan adalah ahli Kaisar bintang 9 tahap menengah.Terdapat perbedaan 3 tahap di antara mereka.Jika bertarung sekarang, hanya akan buang-buang waktu dan tenaga."Keluarlah. Aku tidak berniat bertarung dengan mu."Saat tiba di dekat api unggun, pemuda ahli Kaisar itu berbicara pelan."Siapa, Senior Chen?"Tanya dua Murid lain dan langsung waspada.Namun keduanya tidak merasakan aura sama sekali."Siapa namamu, Saudara? Aku adalah Chen Zeng."Tanya ahli Kaisar bintang 9 itu.Dia juga mengenalkan namanya pada Lin Chen."Lin Chen. Namaku Lin Chen."Jawab Lin Chen keluar dari ilusi.Dia tidak merasakan buat buruk Chen Zeng sama sekali."Lin Chen? Aku akan mengingat nama ini."Chen Zeng mengangguk ringan dan
Di sisi seberang, debu perlahan menghilang dan menampakkan sosok Lin Chen yang masih berdiri tegak.Pedang raksasa juga perlahan memudar dan kembali menjadi dua bilah seperti biasanya.Pemuda ini juga menatap tenang Feng Zhan dengan tenang.Seolah serangan barusan bukanlah sesuatu yang berarti.Dia melihat Feng Zhan mencoba bangkit.Tangannya gemetar saat menahan tubuhnya.Namun kakinya tidak sanggup menopang dan hampir jatuh kembali."Sialan..."Gumamnya dengan napas berat.Untuk pertama kalinya dia merasakan ketakutan.Dia tidak menyangka dengan Tubuh Kaisar Spiritualnya, dikalahkan dengan cara seperti ini.Terlebih lagi, dia kalah dari seseorang yang ranahnya satu tahap dibawahnya."Kamu..."Feng Zhan mengangkat kepala dan menatap Lin Chen dengan amarah dan ketidakpercayaan."Siapa sebenar kamu sebenarnya?""Bagaimana mungkin kamu mengalahkan ku?"Tanyanya dengan suara serak.Dia masih belum puas dengan kekalahannya itu.Lin Chen pun mendekat dan berhenti beberapa langkah di depan
Di dalam Dimensi Ilusi. Saat Lin Chen berdiri di atas sebuah bukit kecil. "Hmm?" Namun tiba-tiba matanya menyipit. Sebuah aura kuat mendekat. Bahkan lebih kuat dari yang sebelumnya. Whush... Angin berputar pelan dan seorang pemuda muncul tidak jauh darinya. Tubuhnya tinggi dan auranya stabil dan berat. Di sekeliling tubuhnya ada energi yang berputar seperti pusaran. "Yoo... Ternyata ada mangsa di sini juga." Ucap pemuda itu mendekat. Lin Chen menaikkan alis sebelah dan menatap pemuda itu. "Kamu dari wilayah barat?" Tanyanya. "Benar. Dan aku akan menghabisi mu di sini." Jawabnya menyeringai. "Tubuh Kaisar Spiritual?" Namun Lin Chen tidak menanggapinya. Dia justru terkejut dengan tubuh pemuda itu. Yang tidak lain tipe tubuh khusus yang lain. Yaitu tubuh Kaisar Spiritual. Pemuda yang tidak lain adalah Feng Zhan itu tersenyum tipis. "Kau cukup tajam." "Jarang ada yang bisa langsung menyadarinya." Ucapnya semakin mendekat. "Kebetulan aku ingin menguji kekuatan ku.
Di Dimensi ilusi.Whush.. Whush...Lin Chen dan para Jenius terlempar secara acak di Dimensi ilusi.Lin Chen sendiri terlempar di sebuah tempat yang kering dan mati.Langit di atasnya juga gelap dan terlihat seperti senja yang tidak pernah berakhir.Tanah di sekelilingnya retak-retak dan dipenuhi aura kematian yang samar."Dimensi ilusi..."Gumamnya pelan.Dia bisa merasakan tempat ini bukan Dunia nyata, tapi sensasi tekanan dan bahaya terasa begitu nyata.Whush... Whush...Beberapa sosok lain juga jatuh tidak jauh darinya.Lin Chen melirik dan melihat 3 orang dari wilayah selatan.Dan belasan orang lainnya dari wilayah barat."Apa kita terpisah?"Salah satu pemuda dari Kekaisaran Jiang berbicara dengan wajah tegang."Sepertinya begitu."Pemuda lain dari Kekaisaran Mu mengangguk.Lin Chen menyapu pandangannya.He Qing dan dua jenius dari Kekaisaran Qin tidak terlihat.Ketiganya terlempar entah di mana."Jadi aku sendirian dari Kekaisaran Qin?""Menarik."Gumamnya dengan sudut bibir ya
Para Murid peserta juga mengepalkan tangan dan berniat menjadi yang terbaik."Namun kali ini aturan kompetisi akan berbeda."Suara pria tua itu kembali menggema dan Alun-alun kembali hening.Semua Jenius mengerutkan kening.Biasanya kompetisi dilakukan dalam bentuk duel satu lawan satu atau turnamen bertahap.Namun dari nada suaranya, jelas kali ini tidak sesederhana itu."Apa maksudnya?"Ucap salah satu Jenius.Pria tua itu menyapu pandangannya ke seluruh peserta dan melanjutkan."Kalian tidak akan saling bertarung di sini."Kalimat itu langsung membuat keributan kecil."Tidak saling bertarung?""Lalu untuk apa kita datang ke sini?"Beberapa Jenius mulai berbisik.Namun pria tua itu tidak peduli dan tetap melanjutkan."Sebagai gantinya, kalian akan bertarung melawan Jenius dari wilayah barat."Seketika suasana berubah drastis."Wilayah Barat?!"Bahkan para Kaisar pun terlihat terkejut.Wilayah Barat adalah wilayah yang sama kuatnya dengan Wilayah Selatan.Dan hubungan antara kedua wi
Sore harinya.Setelah beristirahat sepanjang hari, Lin Chen dan ketiga Jenius akhirnya berkumpul lagi di Aula Utama lagi.Tapi kali ini mereka akan dibawa ke Kekaisaran Yuan untuk berkompetisi."Bagaimana kondisimu?"Tanya Lin Chen menatap He Qing."Hanya luka kecil."Walaupun masih tidak terima de
"Hahahaha!""Karena Lin Chen juga menyetujuinya, Ayo ke arena pertarungan."Kaisar Qin tertawa dan mengajak semua orang ke depan."Sombong."Jenius yang menantang Lin Chen itu melirik dan mendengus dingin.Dia adalah ahli Kaisar bintang 8 tahap menenga
Sebelum meninggalkan para Seniornya, Lin Chen memberikan mereka masing-masing 20 tetes Air Surgawi.Dia juga memberikan Air Surgawi itu pada kedua Murid Klan Lin.Setelah kompetisi Elite itu berakhir, dia akan kembali kesana dan menemui mereka semua.Sekaligus meningkatkan kekuatan yang mau dibangu
Lin Chen berusaha bangkit dan melarikan diri.Tapi penglihatannya mulai buram.Sekujur tubuhnya juga gemetar karena rasa sakit."Bajingan. Aku tidak boleh mati dua kali."Lin Chen menggertakkan gigi dan bertopang pada pedang kembarnya.Namun, lututnya gemetar dan tidak mampu berdiri.Bugh...Lin Ch







