INICIAR SESIÓN"Kami hanya menjalankan perintah Tetua!"
Para Murid langsung menangkupkan tangan hormat. Tetua Feng mengangguk puas. Walaupun ada beberapa korban luka, jumlah korban pihak Istana Dewa sangat kecil dibandingkan Sekte Iblis Darah. Hal itu menunjukkan kualitas Murid Elite mereka memang luar biasa. Tatapan Tetua Feng kemudian jatuh pada Lin Chen. Ada cahaya aneh di mata pria tua itu. SebelumnyDi Reruntuhan Kuno. Whush... Lin Chen terlempar ke sebuah tempat yang tandus dan kering. Bahkan hampir tidak ada pepohonan di sekitar Lin Chen. Seolah-olah tempat itu baru saja terbakar dan meninggalkan pepohonan yang mengering. Selain itu, kabut hitam juga keluar dari dalam dan menghalangi jarak pandang. Hal itu membuat kening Lin Chen sedikit terangkat. "Apa ini Reruntuhan Kuno?" Gumamnya membatin. Whush... Pemuda ini kemudian terbang ke atas untuk mencari para Murid yang lain. Tapi yang dilihatnya hanyalah puluhan Murid dari berbagai kekuatan lain. Tidak ada satupun Murid dari Istana Dewa di sana. Lin Chen pun mengaktifkan Mata Langit Biru dan mencari teman-temannya. "Hmm...?"
Setelah kapal meninggalkan wilayah Istana Dewa, Tetua Agung Ma mengaktifkan Jimat Teleportasi dan kapal itu menghilang. Di sebuah tempat. Whush... Kapal milik Istana Dewa muncul tidak jauh dari sebuah Kota besar. Saat muncul di tempat itu, mereka melihat kapal peserta lain juga bermunculan di sana. Dimulai dari Istana Langit, Istana Surgawi, Kuil Dewa, Kuil Cahaya, Lonceng Kebenaran hingga kekuatan-kekuatan Aliran Hitam juga berada di sana. Kapal-kapal raksasa itu melayang di udara seperti Gunung terapung. Simbol berbagai kekuatan besar juga terpampang jelas di permukaannya. Whush... Kapal milik Istana Dewa perlahan turun menuju area khusus di luar Kota. Begitu kapal mendarat, para Murid segera melompat turun. Lin Chen berdiri di antara kerumunan dan memperhatikan sekeliling. Kota Emas ini jauh lebih besar
Whush... Sebelum Lin Chen kembali turun ke tanah, Gerbang Tanah Terlarang kembali terbuka. "Keluar lah. Kompetisi akan dimulai besok pagi." Kemudian suara Tetua Agung Ma terdengar. "Kompetisi dimulai besok pagi?" "Baiklah." Lin Chen mengangguk dan keluar dari Tanah Terlarang. Di luar Tanah Terlarang. Whush... Lin Chen muncul tepat di depan Tetua Agung Ma dan Tetua Agung Shen. Kemudian disusul oleh He Long, Xiao Mei dan Zhao Ming dari belakang. Aura ketiga Murid itu telah mengalami perubahan besar dibandingkan tiga bulan lalu. Energi Qi yang mengalir dari tubuh mereka jauh lebih pekat dan stabil. Terutama He Long dan Xiao Mei. Bahkan Tetua Feng menyipitkan matanya saat menatap mereka. Tatapannya kemudian berhenti cukup lama pada Lin Chen. Aura pemu
"Apa kamu Murid Baru itu?"Tanya Tetua Agung Ma."Murid memberi hormat pada Tetua Agung."Lin Chen segera menangkupkan tangan."Tidak buruk."Tetua Agung Shen mengangguk ringan."Sebagai Murid baru dan baru bergabung seminggu lebih, Kamu sudah mencapai di tingkatan ini."Lanjutnya memuji."Murid hanya beruntung."Jawab Lin Chen menangkupkan tangan sekali lagi."Hahaha."Tetua Agung Ma tertawa kecil mendengar jawaban itu."Kalau semua orang bisa menjadi seperti ini hanya dengan keberuntungan, Maka para Jenius di Dunia Kultivasi mungkin sudah menangis darah."Ucapnya tersenyum.Dan ucapan itu langsung membuat beberapa Tetua ikut tersenyum tipis.Namun perhatian kedua Tetua Agung segera kembali serius.Tatapan mereka menyapu He Long, Xiao Mei, Zhao Ming dan Lin Chen satu per satu."Kalian berempat adalah Murid terbaik generasi muda Ist
"Kami hanya menjalankan perintah Tetua!" Para Murid langsung menangkupkan tangan hormat. Tetua Feng mengangguk puas. Walaupun ada beberapa korban luka, jumlah korban pihak Istana Dewa sangat kecil dibandingkan Sekte Iblis Darah. Hal itu menunjukkan kualitas Murid Elite mereka memang luar biasa. Tatapan Tetua Feng kemudian jatuh pada Lin Chen. Ada cahaya aneh di mata pria tua itu. Sebelumnya dia hanya mendengar rumor tentang Lin Chen. Namun hari ini dia melihat semuanya dengan mata kepala sendiri. "Anak itu, Gaya bertarungnya terlalu tenang." Batin Tetua Feng. Dia telah melihat banyak jenius sepanjang hidupnya. Namun kebanyakan jenius muda selalu menunjukkan emosi saat bertarung. Entah itu semangat, kesombongan atau haus darah. Tapi Lin Chen berbeda. Pemuda itu t
Di sisi lain medan perang.Puluhan Murid Sekte Iblis Darah mencoba melarikan diri menuju gua bagian dalam.Namun para Murid Elite langsung mengejar mereka."Tolong ampuni kami!"Salah satu Murid Sekte Iblis Darah berteriak ketakutan.Namun tidak ada yang peduli.Sekte Iblis Darah terkenal membantai banyak manusia demi Teknik Darah mereka.Karena itu para Murid Istana Dewa tidak menunjukkan belas kasihan.Whush...Lin Chen mendarat di depan sebuah gua besar.Aura darah pekat keluar dari dalamnya."Hmm..."Pemuda itu melangkah masuk.Di dalam gua.Puluhan kolam darah memenuhi ruangan.Bahkan banyak tulang manusia berserakan di sekitar kolam.Ekspresi Lin Chen langsung dingin."Sekte menjijikkan."Whush...Tiba-tiba seorang pria tua berjubah hitam menyerangnya dari belakang."Cakar Iblis Darah!"Caka







