Share

Tujuan Sebenarnya

last update publish date: 2026-08-31 14:50:25

Tiba-tiba, dari balik pepohonan yang menutupi lereng pegunungan, ratusan burung beterbangan kocar-kacir. Kepakan sayap mereka terdengar riuh sebelum seluruh kawanan menghilang ke langit.

Para pemuda langsung saling berpandangan.

"Itu pertanda buruk..."

Russle tidak menjawab. Sejak awal ia memang merasa ada sesuatu yang janggal di wilayah ini. Bahkan itulah alasan ia datang sendiri ke garis depan.

Firasatnya terus mengatakan hal yang sama.

Ada sesuatu yang akan terjadi.

"Tunggu," ujar Russle teg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Menunggu Rowan pulang

    Russle pun segera kembali ke Kastel Blackwood. Ia menuntun kudanya sambil berjalan bersama puluhan pemuda yang baru saja melewati pertempuran panjang.Sesampainya di halaman kastel, aroma daging panggang langsung menyambut mereka.Ternyata benar perkataan Russle.Para koki kastel sudah menyiapkan puluhan potong daging rusa yang dipanggang dengan madu. Hidangan itu bahkan disusun di meja panjang agar seluruh pasukan bisa makan bersama."Wah!""Benar-benar sudah disiapkan!"Para pemuda segera duduk dan menyantapnya dengan lahap. Setelah berjam-jam berada di medan perang, makanan hangat itu terasa seperti hadiah besar."Terima kasih, Tuan Duke Rowan!"Ucapan itu terdengar hampir bersamaan.Russle hanya mengangguk, lalu mencoba menyunggingkan senyum yang biasa diberikan Rowan kepada bawahannya."Sama-sama. Kalian sudah bekerja keras."Namun ketika suasana mulai tenang, salah seorang ajudan yang sejak tadi memperhatikan rombongan tiba-tiba menghampiri.Ia melihat satu hal yang terasa jangg

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Rowan Mendatangi Marabahaya

    Russle dan Rowan saling berpandangan.Mereka tidak punya banyak waktu.Tanpa perlu berbicara, keduanya memahami apa yang harus dilakukan."Semua mundur!" perintah Russle.Para petarung segera menarik diri.Russle mengangkat tangan kanannya, sementara Rowan mengangkat tangannya seolah-olah hendak memberikan aba-aba menyerang.Padahal, di balik gerakan itu, keduanya mulai menyatukan sihir mereka.Mana Russle berputar di sekitar tubuhnya.Mana Rowan menyusul, lalu perlahan menyatu dengan milik saudaranya.WHOOOM!Angin berembus keras.Para pemuda yang berada di dekat mereka sampai harus menahan tubuh agar tidak terdorong."Jangan lepaskan formasi!" seru Russle.Rowan mengangguk.Keduanya kemudian mengarahkan tangan dan senjata mereka lurus ke depan, berpura-pura sedang mempersiapkan serangan.Mordrath-mordrath di hadapan mereka mulai menggeram.Namun bukannya menyerang, energi sihir yang terkumpul justru membentuk gelombang besar di depan mereka.BOOOOM!Gelombang tersebut menghantam tan

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Tujuan Sebenarnya

    Tiba-tiba, dari balik pepohonan yang menutupi lereng pegunungan, ratusan burung beterbangan kocar-kacir. Kepakan sayap mereka terdengar riuh sebelum seluruh kawanan menghilang ke langit.Para pemuda langsung saling berpandangan."Itu pertanda buruk..."Russle tidak menjawab. Sejak awal ia memang merasa ada sesuatu yang janggal di wilayah ini. Bahkan itulah alasan ia datang sendiri ke garis depan.Firasatnya terus mengatakan hal yang sama.Ada sesuatu yang akan terjadi."Tunggu," ujar Russle tegas. "Apa pun yang terjadi, jangan menyerang."Para pemuda mengangguk.Rowan—yang sebenarnya adalah Russle dalam penyamaran—berdiri paling depan, memperhatikan pepohonan yang mulai bergoyang hebat.DUUM...Satu langkah.DUUM...Langkah kedua.Tanah di bawah kaki mereka bergetar.Kemudian—BRAK!Pepohonan di hadapan mereka roboh sekaligus.Sesuatu keluar dari balik hutan.Semua orang membeku.Seekor Mordrath muncul.Namun ukurannya membuat seluruh monster yang mereka hadapi sebelumnya terlihat sep

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Kejutan dari Vesper

    Pemuda itu berlari secepat mungkin menuju Kastel Blackwood.Namun ada satu hal yang tidak diketahui siapa pun tentang dirinya.Ia merupakan keturunan Blackwood dari garis yang telah lama meninggalkan klan tersebut. Kakek buyutnya dahulu menikah dengan seorang rakyat biasa, melepaskan gelar bangsawannya, lalu meminta namanya dihapus dari catatan sejarah Blackwood agar keturunannya dapat hidup tanpa bayang-bayang politik keluarga besar itu.Karena itu, ia tetap memiliki darah Blackwood meskipun tidak lagi menyandang nama tersebut.Sesampainya di gerbang kastel, ia bahkan tidak mengalami hambatan berarti."Saya perlu bertemu dengan Duke Rowan Blackwood. Saya perlu tambahan tombak—"Ucapannya terhenti.Matanya membesar.Di halaman kastel, puluhan kereta kuda telah berjejer rapi. Masing-masing dipenuhi peti persenjataan dan tombak dalam jumlah besar, siap dikirim menuju wilayah utara.Dan di antara kereta-kereta itu berdiri Russle.Dengan penyamarannya sebagai Rowan yang masih sempurna, ia

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Penumbangan Mordrath Kelas Menengah

    Rombongan Rowan terus bergerak semakin jauh ke wilayah utara. Di balik penyamarannya sebagai Kapten Eddy, ia memimpin puluhan petarung melewati kawasan yang sudah porak-poranda.Kali ini mereka berhadapan dengan makhluk yang berbeda.Bukan Mordrath kelas rendah.Seekor Mordrath kelas menengah berdiri di tengah padang, ukurannya hampir sebesar rumah kecil milik penduduk. Tubuhnya diselimuti sisik tebal, sementara ekornya bergerak ke kanan dan kiri dengan ujung setajam bilah pisau. Raungannya membuat tanah seakan ikut bergetar.Beberapa pemuda langsung mengangkat senjata."Kapten! Kita harus menyerangnya sekarang!""Dia sedang memangsa ternak warga!"Namun Rowan mengangkat tangannya."Biarkan dulu.""Apa?!""Kapten, kalau kita membiarkannya—""Tenang."Tatapan Rowan tidak lepas dari monster tersebut."Kita cari titik lemahnya."Ia tidak sekadar memperhatikan ukuran atau bentuk tubuhnya. Ia mengamati setiap gerakan—bagaimana sisiknya bergeser ketika monster itu berjalan, bagian mana yang

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Beban Penyamaran Russle

    Rowan akhirnya berangkat bersama puluhan petarung pilihan yang telah disiapkan untuk menghadapi Mordrath. Derap kaki kuda dan roda kereta perlahan menjauh dari halaman Kastel Blackwood.Russle berdiri di sana sampai rombongan itu menghilang di balik gerbang.Tatapannya terpaksa tetap tenang.Bagaimanapun, di mata semua orang, dialah Duke Rowan Blackwood."Duke..."Salah seorang asistennya yang bertugas memilah jadwal dan panggilan pertemuan berdiri tidak jauh darinya."Saya tahu masalah ini berat. Anda hanya perlu bersabar."Russle menoleh kepadanya.Ia hanya mengangguk kecil."Ya."Namun setelah asistennya kembali masuk ke kastel, ekspresi Russle perlahan berubah.Tentu saja ini berat.Ia menatap jalan yang baru saja dilewati rombongan Rowan.Bagaimana mungkin aku tenang ketika saudaraku pergi ke sana, sementara seluruh dunia bahkan tidak tahu bahwa orang yang mereka sebut Kapten Eddy sebenarnya adalah Rowan?Russle mengepalkan tangannya di balik jubah.Ia tidak boleh mengejarnya.Ia

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Cookies Buatan Lady Evelyne

    Tiga hari sejak pesta, Aruna belum keluar dari kamar.Bukan karena malas. Tapi karena ia sedang sibuk mengamati.Dari balik jendela kamarnya yang menghadap ke taman belakang, ia memperhatikan ritme kehidupan kediaman Ardent. Para pelayan lalu-lalang dengan tugas masing-masing. Kepala dapur berteria

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Mereka Tahu Evelyne Berubah

    Pesta Musim Semi berlangsung hingga larut malam, tapi Aruna sudah muak dengan kebangsawanan setelah dua jam pertama.Ia menghabiskan sisa waktu dengan berdiri di dekat meja makanan—bukan karena lapar, tapi karena di sanalah tempat paling aman. Para bangsawan sibuk bergosip dan saling menjilat, tida

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Sang Lady Berubah

    Aruna butuh waktu lima menit penuh untuk berhenti menatap bayangannya sendiri di cermin.Bukan karena ia terpesona—meski harus diakui, wanita di cermin ini cantik luar biasa. Tapi karena otaknya masih sibuk mencerna fakta bahwa ia baru saja kehilangan lima persen gaji di dunia lama dan mendapatkan

  • Berhenti Mengejarku, Pangeran!   Terbangun Sebagai Lady Evelyne

    "Lady Evelyne... Duchess Marianne memerintahkan Anda segera bersiap."Suara itu lembut. Terlalu lembut. Seperti kapas yang diusapkan ke telinga.Aruna membuka mata. Dan dunia yang ia kenal lenyap. Bukan lampu neon kantor. Bukan meja kerja dengan tumpukan berkas. Bukan kursi ergonomis yang sudah buny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status