ホーム / Male Adult / Bermain Api Dengan Nyonya / Bab 68 : Kenzo Yang Linglung

共有

Bab 68 : Kenzo Yang Linglung

last update 公開日: 2026-06-04 20:21:02

BOOM !

Peluncur granat di tangan sosok berwajah Kenzo itu menyalak. Ledakan dahsyat menghantam dinding lift, menyemburkan bola api jingga yang menghanguskan udara koridor.

Bau mesiu yang mencekik dan serpihan baja panas beterbangan di sela-sela asap hitam yang pekat.

Aku dan Dira melompat ke arah berlawanan, berguling di atas lantai semen yang dingin dan basah oleh genangan cairan kimia.

Saat sosok itu melangkah maju menembus asap, kulit di rahangnya retak akibat guncangan ledakan, menyingkap
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 150 : Pengorbanan Sang Nyonya

    Pilar cahaya putih dari satelit pemusnah berputar liar, mendesis panas dan membakar pasir pantai hingga mencair menjadi kaca pijar. Suhu udara melonjak drastis dalam hitungan detik, membuat kulit terasa melepuh dan bau ozon serta sulfur pekat memenuhi setiap jengkal ruang pernapasan.Di tengah kekacauan itu, Darius menyeringai lebar di balik kilau cahaya satelit, tangannya yang memegang pemicu darurat bergetar penuh amarah. "Jika aku mati di sini, kalian semua ikut terkubur di dalam abu pulau ini!" teriaknya histeris, bersiap menekan tombol eksekusi akhir.Kenzo, Davina, dan Jacky terlempar oleh gelombang panas satelit, berdarah-darah di balik batu karang. Aku mencoba melangkah maju, namun aliran Kundalini di tubuhku mendadak terkuras habis setelah hantaman besar sebelumnya. Kakiku terasa berat, terpaku di atas pasir yang membara.Tiba-tiba, sesosok bayangan melesat cepat melewati sisiku.Mery.Wanita itu berlari dengan sisa-sisa tenaga terakhirnya. Selimut tipis yang tadi membalut

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 149 : Pertempuran Akhir Yang Menegangkan

    Desau bilah rotor helikopter tempur The Eclipse menghantam gendang telinga dengan kekuatan brutal, menciptakan badai angin buatan yang menerbangkan butiran pasir hitam dan menghantam tubuh kami tanpa ampun.Bau bahan bakar avtur yang pekat bercampur dengan aroma garam laut yang asin, menyesakkan dada di setiap tarikan napas.Di tengah badai angin itu, sorotan lampu laser hijau dari bawah lambung helikopter mendarat tepat di dadaku, memancarkan titik bidik kematian yang dikunci oleh sistem penembak jitu otomatis."Kendi, awas!" teriak Kenzo di tengah deru angin, melompat menerjang dan mendorong tubuhku ke balik gundukan karang tajam sesaat sebelum rentetan peluru senapan mesin berat gatling gun dari helikopter memberondong tanah tempat kami berdiri tadi.BZZZ-TRRR-BOOM !Pasir pantai meledak hebat, menghamburkan serpihan batu karang dan debu panas yang menghujani punggung kami. Panas ledakan peluru kaliber besar itu bahkan terasa menyengat kulit. Di dekat kami, Davina dan Jacky berlin

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 148 : Kepungan The Eclipse di saat Terakhir

    Decitan mesin perahu yang melambat berpadu dengan deburan ombak kecil yang memecah karang. Bau amis air laut, aroma mesiu yang mengering di ujung laras senjata, dan bau keringat dingin bercampur menjadi satu di udara malam yang menusuk tulang.Di hadapan kami, garis pantai tersembunyi itu mendadak terang benderang. Tiga buah lampu sorot militer raksasa yang dipasang di atas truk taktis menyala serentak, menghujam tajam dan menyilaukan mata kami seketika.Silau. Aku menyipitkan mata, mengangkat tangan untuk menutupi wajah dari sorotan lampu yang menusuk retina.Di sepanjang bibir pantai berpasir hitam itu, puluhan anggota pasukan elite The Eclipse berpakaian serba hitam berdiri tegap. Laras senapan serbu mereka terarah lurus ke arah perahu kami tanpa celah.Dan di tengah-tengah barisan itu, berdiri sesosok pria dengan setelan jas gelap rapi namun berbalut rompi taktis berat. Lengan kanannya berlapis baja nirkarat mengilap yang memantulkan cahaya lampu sorot. Senyum tipis yang dingin

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 147 : Ada Pengkhianat Diantara Mereka ???

    Bau garam laut dan sisa mesiu yang mengering di kulit berpadu dengan udara malam yang dingin menusuk tulang.Di tengah geladak perahu motor yang melaju membelah ombak gelap, cahaya lampu navigasi yang berpendar kemerahan menyoroti wajah-wajah kami yang tegang.Davina berdiri tegak di dekat konsol kemudi, jari-jarinya yang terbalut sarung tangan taktis menggenggam erat perangkat pelacak mikro berukuran koin yang masih berkedip merah lemah.Pantulan cahaya merah itu memancar di mata dinginnya, menatap tajam ke arah kami satu persatu."Tidak ada orang luar yang bisa menyelundupkan benda ini ke dalam tas darurat kita kecuali orang yang berada di dalam markas saat evakuasi," suara Davina memecah deru mesin perahu, terdengar tajam dan menusuk. "Dan tas ini... berada dalam pengawasan eksklusif sebelum kita naik ke perahu."Suasana di atas perahu mendadak membeku. Jacky, yang memegang kemudi, melirik sekilas lewat spion kecil, sementara Kenzo menyipitkan mata, tangannya secara perlahan berges

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 146 : Siasat Ghost Protocol Dira

    Tetesan air laut yang menetes dari ujung rambutku terasa dingin di kulit leher yang masih panas oleh sisa-sisa adrenalin. Di hadapan kami, permukaan air laut yang tadinya tenang mendadak bergolak aneh. Puluhan riak air berputar cepat, memunculkan sirip-sirip logam hitam legam yang memecah permukaan gelombang. Bau ozon dan sengatan bau belerang tipis langsung tercium di udara, bercampur dengan suara dengung frekuensi tinggi yang menusuk gendang telinga.Skuadron drone tempur laut otonom buatan militer The Eclipse telah tiba, membentuk lingkaran ketat di sekeliling perahu motor kami."Sial, mereka mengepung kita dari segala arah!" seru Jacky, membanting setir ke kanan namun langsung dihentikan oleh kemunculan tiga unit drone torpedo yang melintang tepat di depan jalur haluan.Di dalam kabin tengah, Dira tidak membuang waktu sedetik pun. Jari-jarinya yang basah dan dingin menari sangat cepat di atas papan ketik konsol taktis portabel. Layar monitor holografik di depannya memancarkan g

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 145 : Manuver Tak Terduga Jacky

    BEEP... BEEP... BEEP...Suara sonar bernada tinggi itu berdenyut liar di dalam lambung perahu motor cepat, menusuk gendang telinga dan memicu alarm darurat di benak setiap orang di atas dek. Aroma bensin yang terbakar tipis berpadu dengan bau garam laut yang asin, tersapu oleh embusan angin kencang yang mendinginkan kulit wajahku yang basah oleh keringat.Di hadapan kemudi, Jacky membanting setir ke kiri dengan kasar hingga perahu miring tajam. Buih air laut berhamburan putih, menyembur ke udara dan membasahi sekujur tubuh kami."Torpedo pengunci panas ! Jaraknya sudah kurang dari lima ratus meter!" teriak Jacky di tengah deru mesin yang meraung memekakkan telinga.Aku mencengkeram tepi lambung perahu erat-erat, buku-buku jariku memutih. Di belakang kami, garis lurus buih putih di permukaan air laut bergerak sangat cepat, membelah ombak dengan kecepatan yang mustahil dikejar oleh perahu motor biasa. Bayangan hitam silinder besi meluncur deras di bawah air, membawa kematian yang diat

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 1 : Kamar 1202 Sang Predator & Mangsa

    Lantai marmer lobi Grand Mahakam berkilat seperti cermin, memantulkan sosokku yang sedang berlutut. Bau kafein yang hangus menyerbu indra penciumanku, bercampur dengan aroma pembersih lantai kimiawi yang tajam. Di hadapanku, sepasang sepatu hak tinggi berwarna merah menyala berdiri dengan angkuh.

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 6 : Labirin Pengkhianat

    Dingin yang mematikan langsung menyergap setiap inci kulitku. Air laut yang asin menusuk luka tembak di bahu dan kakiku seperti ribuan jarum yang dipanaskan. Suara rentetan tembakan dari dermaga terdengar meredam di bawah permukaan, berubah menjadi bunyi “plung... plung…”yang aneh saat peluru-pel

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 5 : Mahkota Dari Kawat Berduri

    Hening yang tercipta setelah ledakan itu terasa lebih memekakkan telinga daripada bunyi bom itu sendiri.Asap kelabu yang berbau belerang dan plastik terbakar merayap rendah di atas lantai gudang yang retak. Aku berdiri mematung, ponsel di tanganku masih terasa panas, sementara suara tawa pria di

  • Bermain Api Dengan Nyonya   Bab 4 : Darah Yang Terkhianati

    Dunia tidak menjadi gelap. Dunia menjadi merah.Suara tembakan itu bukan dentuman, melainkan serangkaian letupan tajam yang merobek udara, seperti suara cambuk yang melecut tepat di samping telingaku.Aku tidak merasakan sakit, hanya dorongan kuat yang melempar tubuhku ke belakang.Punggungku mengh

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status