Share

Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan
Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan
Author: Do

Bab 1

Author: Do
Angelica pernah mengeluh, tetapi Anthony malah berkata, "Aku dan Feodora sudah berteman sejak kecil. Kami juga adalah rekan kerja. Hubungan kami hanya sebatas pekerjaan. Lagi pula, pernikahan memang seperti ini. Hidup yang sederhana dan tenang justru yang paling nyata. Memangnya nggak bagus kalau kita menjalani hidup dengan tenang?"

Angelica tidak bisa membantah, jadi dia belajar untuk menerima sikap dingin Anthony.

Namun tiga bulan lalu, Angelica ditabrak mobil ketika menyeberang jalan raya. Ketika dia terbaring di atas tanah dan kesadarannya hampir buram, dia berusaha meraba ponselnya untuk mengirim pesan kepada Anthony.

Anthony tetap saja membalas singkat. [Hmm.]

Angelica menunggu dalam waktu yang sangat lama. Ketika pejalan kaki membantunya memanggil ambulans, ketika dia diantar ke ruangan UGD, ketika cederanya selesai dijahit dan terbaring di atas ranjang pasien, ketika dia siuman pun, Anthony tetap tidak menampakkan diri.

Angelica menahan rasa sakit dan mencoba menghubungi Feodora. Dia bertanya apakah Feodora tahu alasan Anthony belum juga datang, apakah terjadi sesuatu padanya di jalan.

Setelah mendengar pertanyaan itu, Feodora tersenyum sejenak. Nada bicaranya terdengar santai.

"Kak Angel, Kak Anthony sedang bersamaku. Selama ini, aku yang membantunya mengelola akunnya. Aku juga yang membalas pesannya. Apa dia nggak beri tahu kamu?"

Angelica langsung terbengong.

Feodora melanjutkan ucapannya. Nada bicaranya seperti sedang mengatakan sesuatu yang wajar.

"Dia terlalu sibuk bekerja, jadi nggak sempat membaca semua pesan itu. Sudah lama akun miliknya masuk di perangkatku. Kalau ada urusan, aku yang akan membantu mengurusnya. Kalau ada hal penting, baru aku sampaikan kepadanya. Kak Angel, aku sudah membaca semua pesan yang kamu kirim. Menurutku, nggak ada yang terlalu penting, jadi aku langsung menggantikannya untuk membalas pesanmu."

Tangan Angelica mulai gemetar.

Itu berarti orang yang membaca dan membalas setiap pesan yang dia kirim kepada Anthony selama beberapa tahun ini, bukanlah Anthony.

Melainkan Feodora.

Sementara, Anthony bahkan tidak tahu apa yang Angelica katakan sejak awal.

Suara Feodora masih terdengar di telinga. Terdengar juga sedikit suara manja seorang wanita. "Jangan-jangan Kak Angel marah ya? Kalau kamu sangat membutuhkan Kak Anthony, gimana kalau aku suruh dia pulang untuk menemanimu?"

Angelica tidak berbicara. Dia segera memutuskan panggilan.

Selama ini, Angelica mengira Anthony sedang sibuk dan tidak pintar dalam berbicara.

Namun kenyataannya, Anthony malas untuk meliriknya sekali pun, bahkan langsung melemparkannya kepada wanita lain.

Angelica sedang berbaring di atas ranjang pasien dengan raut wajah tenang.

Saat operasi, Angelica tiba-tiba mengalami pendarahan besar. Tekanan darahnya tiba-tiba turun drastis. Mesin monitor di sampingnya mengeluarkan bunyi tajam.

Suster segera keluar ruangan untuk menghubungi anggota keluarganya. Telepon Anthony dihubungi berkali-kali, tetapi tidak ada yang mengangkatnya.

Pada akhirnya, dokter bedah utama mengambil tanggung jawab dan melanjutkan tindakan penyelamatan selama lebih dari dua jam, kemudian barulah nyawanya berhasil diselamatkan dari ambang kematian.

Saat siuman, kamar rawat itu kosong. Tidak ada seorang pun di sana, bahkan tidak ada satu pun notifikasi panggilan tidak terjawab di ponselnya.

Namun, Anthony baru saja mengunggah postingan terbaru.

Di dalam foto itu, terlihat mereka sedang berkemah di tepi pantai dan api unggun menari-nari, sementara Feodora tersenyum dengan mata yang melengkung indah sambil bersandar di pundaknya.

Di depan mereka berdua terdapat sebuah kue kecil. Di atasnya tertulis angka "10.000" dengan krim yang terlihat agak berantakan.

Tulisan yang dicantumkan sangat sederhana. [Hidup ini hanya sekitar 30.000 hari, sedangkan kamu adalah sepertiga dari hidupku.]

Angelica menatap foto itu. Ibu jarinya menggantung di atas layar, terdiam begitu lama.

Tiba-tiba dia tidak tahu apa lagi yang sedang dia pertahankan.

Pernikahan ini sungguh tidak berarti.

Sejak awal, sepertinya Angelica sedang memainkan pertunjukan sendiri, sementara orang-orang di bawah panggung justru menganggapnya sebagai badut.

Angelica keluar dari halaman profil Anthony, lalu mengirimkan sebuah pesan singkat kepadanya.

[Aku sudah capek. Kita bercerai saja. Kalau kamu nggak membalas sebelum jam dua belas malam, aku anggap kamu setuju untuk mengakhiri hubungan ini. Aku nggak akan mengganggumu lagi. Pilihan ada di tanganmu.]

Baru ketika jam menunjukkan 23:59, status di layar ponselnya berubah menjadi, [Sedang mengetik .…]

Angelica tersenyum tipis, lalu langsung memblokirnya.

[Jangan-jangan kamu mengira aku sedang memberimu kesempatan? Anthony, hubungan kita sudah berakhir.]

Setelah mengirim pesan, Angelica menghubungi nomor lain.

Saat panggilan terhubung, orang di ujung telepon sepertinya tidak merasa kaget.

Angelica langsung berterus terang. "Kamu sudah menang. Aku mengakui kekalahanku. Aku setuju dengan permintaanmu."

Orang di ujung telepon terdiam beberapa detik, kemudian baru terdengar suara tawa ringan.

"Pria itu, sekali nggak setia, nggak perlu dipertahankan lagi. Kalau sudah nggak ada rasa, ya ganti saja. Kamu juga boleh gitu ke aku."

"Tiga hari kemudian, proyekku akan selesai. Nanti aku akan pergi menjemputmu."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 14

    Awalnya Angelica mengira semuanya sudah berakhir.Namun setelah Anthony siuman, dia tetap tidak bersedia kembali ke tanah air.Entah dari mana dia mendapatkan alamat Angelica. Setelah lukanya sudah mulai pulih, dia pun muncul di hadapan Angelica.Luka di bagian samping pinggang Anthony masih belum sembuh total. Ketika berdiri di tempat, dia bahkan kelihatan agak mengenaskan.Angelica tidak menemuinya. Dia berencana untuk membiarkannya selama beberapa hari. Anthony pasti akan mundur dengan sendirinya. Namun, dia sudah merendahkan keteguhan Anthony.Anthony meminta seseorang untuk mengantar sebuah kotak perhiasan. Di dalamnya terdapat sebuah kalung model eksklusif dari merek terkenal, kemudian ada juga selembar kartu yang ditulis tangan. Di atasnya tertera satu baris tulisan.[Maaf, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi.]Angelica menatap kartu itu selama tiga detik.Kemudian, dia membuka pintu dan langsung membanting kuat kotak perhiasan di hadapan Anthony.Kotak terpental hingga terb

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 13

    Feodora menunduk untuk menatap pisau di tangannya. Dia pun merasa kaget."Aku … aku bukan …." Sekujur tubuh Feodora gemetar. Dia terus melangkah mundur. "Kak Anthony, aku bukan sengaja …. Aku nggak kepikiran …."Anthony menatap Angelica yang sedang duduk di atas tanah.Darah tidak berhenti mengalir dari samping pinggang. Wajahnya juga sudah kelihatan pucat. Sudut keningnya dipenuhi dengan keringat dingin. Namun, tatapannya ketika menatap Angelica malah terlihat lembut."Kamu nggak terluka, ‘kan?" tanya Anthony.Suara terdengar sangat lirih, seolah telah menguras seluruh tenaganya.Angelica terbengong di tempat. Matanya terbelalak. Ketika melihat warna darah terus menyebar di atas kemeja Anthony, pikirannya menjadi hampa.Anthony berjalan maju satu langkah ke sisi Angelica. Lututnya terasa lemas, seketika setengah berlutut di atas tanah."Angelica …."Anthony mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Angelica. Namun, jari tangannya malah berhenti di udara.Dia tersenyum getir, kemudi

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 12

    Angelica menatap Andrew sekilas dengan tidak berdaya.Dia tahu kenapa Andrew berbuat seperti ini. Sepertinya Andrew ingin dia sepenuhnya memutuskan hubungan dengan masa lalunya.Belum sempat Angelica mengatakan sesuatu, Anthony sudah berjalan maju dengan langkah besar.Langkah kaki Anthony sangat cepat. Dia kelihatan begitu buru-buru. Namun ketika berjalan ke hadapan Angelica, dia segera berhenti, seolah-olah tidak tahu bagaimana mendekati Angelica."Angelica." Suara Anthony terdengar serak. "Aku sudah mencarimu begitu lama …. Kenapa kamu pergi tanpa berpamitan sama sekali? Kenapa kamu nggak bersedia memberi tahu masalah itu kepadaku?"Anthony mengulurkan tangannya ingin menyentuh pundaknya.Angelica langsung mundur selangkah.Tangan Anthony terkaku di udara. Tatapannya seketika menjadi suram.Angelica menatapnya dengan ekspresi tenang."Jangan berpura-pura seolah merasa terharu.""Apa aku nggak pernah beri tahu kamu? Aku sudah beri tahu semuanya kepadamu.""Saat aku hamil, aku sudah m

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 11

    Feodora duluan mengalihkan pandangannya. Dia melirik sekilas Andrew yang berada di sisi Angelica, lalu bergegas berjalan maju dan berbicara dengan nada rendah."Kak Angel, bisakah kita bicara sebentar?"Belum sempat Angelica membalas, Feodora sudah berbalik berjalan ke gang sebelah, seolah-olah yakin Angelica akan menyusul langkahnya.Kening Andrew berkerut. Dia memiringkan kepalanya untuk menatap Angelica.Angelica menggeleng padanya, lalu berdiri dan mengikuti langkah Feodora.Suasana di dalam gang sangat hening. Cahaya matahari dihalangi oleh bangunan di dua sisi. Hanya tersisa sedikit cahaya yang jatuh di atas permukaan lantai.Feodora membalikkan tubuhnya, lalu berkata dengan terus terang."Kak Angel, kenapa kamu bisa berdua dengan orang itu?" Nada bicara Feodora terdengar sedikit menyalahkan. "Apa kamu sudah mengkhianati Kak Anthony?"Angelica tidak berbicara, melainkan menatapnya dengan tenang.Ketika Feodora menyadari Angelica tidak menjawab, dia pun kembali berkata dengan pani

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 10

    Satu bulan kemudian.Angelica sudah jarang memikirkan masalah itu lagi.Mimpi buruk yang sebelumnya datang setiap malam kini hanya sesekali saja. Saat bangun, dia juga tidak berkeringat dingin lagi.Angelica mulai bisa tidur dengan nyenyak. Kini, dia terbangun di pagi hari karena sinar matahari, bukan lagi karena mimpi buruk. Selama sebulan ini, Andrew memperlakukannya dengan sangat baik.Angelica sempat berkomentar bahwa kopi di tempat ini terlalu pahit. Keesokan harinya, Andrew langsung mempekerjakan barista terbaik dari dalam negeri.Dia berkata ingin makan hotpot, tetapi tidak ada restoran hotpot di sekitar sana. Keesokan harinya, sebuah restoran hotpot bahkan dibuka di dekat tempat mereka.Suatu hari, Angelica sempat memandangi toko bunga di bawah dari balkon beberapa kali. Ketika pulang di sore hari itu, sudah ada sebuket bunga lisianthus putih di kamarnya.Andrew tidak pernah sengaja mengungkit jasanya, juga tidak pernah mengungkit semua hal itu, seolah-olah semuanya memang sud

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 9

    Di negara lain.Pemandangan asing terbentang di luar jendela. Angin di negara asing membawa aroma air laut dan garam berembus masuk, menggerakkan tirai putih yang tipis.Angelica terbangun dari mimpi buruk dengan keringat dingin memenuhi punggungnya.Mimpi itu lagi.Angelica meringkuk di dalam selimut sambil memeluk lututnya. Dia sedang menunggu detak jantungnya perlahan kembali tenang.Setelah itu, sebuah tangan hangat menyentuh punggung Angelica, lalu menepuknya dengan perlahan, seolah-olah sedang menenangkan seekor binatang yang sedang terkejut."Nggak apa-apa. Nggak apa-apa."Suara rendah itu terdengar di dalam kegelapan, sedikit serak, tetapi memberikan rasa tenang.Angelica memalingkan kepalanya. Dia melihat orang yang duduk di samping ranjang dengan bantuan cahaya rembulan yang memancar dari luar jendela.Orang itu bernama Andrew Chanata. Dia adalah musuh bebuyutan Anthony.Andrew sedang mengenakan pakaian rumahan berwarna gelap dan bersandar di kursi di sisi tempat tidur. Di sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status