Share

Bab 4

Author: Do
Setelah luka di tubuhnya mulai membaik, Angelica akan pergi ke rumah Keluarga Leonardo.

Malam ini adalah hari yang sudah disepakati untuk menjemputnya. Angelica berencana memberi sedikit gambaran kepada Wina lebih dulu mengenai masalah perceraiannya. Bagaimanapun juga, dia sudah menjadi menantu selama lima tahun, dia tetap harus menjaga sopan santun.

Wina sedang duduk di kursi rotan di halaman sambil melakukan panggilan video melalui ponselnya.

Angelica menghampirinya. "Ibu."

Ketika melihat Angelica, Wina mengiakan dengan datar. Pandangannya kembali tertuju pada ponselnya. Raut wajahnya juga langsung melembut.

"Ibu Angkat! Aku dengar dari Kak Anthony, kamu jatuh sakit ya. Aku akan segera ke rumah!"

Suara Feodora terdengar dari speaker ponsel. Suaranya terdengar manis dan lembut, bahkan dengan nada manja di akhir kalimat.

Wina tersenyum lebar. "Oke, bukankah kamu suka makan biskuit? Aku akan suruh Bibi Astri memanggangnya sekarang juga. Begitu kamu sampai nanti, kamu bisa langsung makan."

Feodora bersorak riang. Hubungan mereka berdua terlihat begitu harmonis, seolah-olah mereka benar-benar adalah satu keluarga.

Setelah panggilan telepon berakhir, senyum di wajah Wina pun menghilang. "Teh hitam lagi?"

Tanpa menunggu jawaban dari Angelica, Wina langsung mengangkat dagunya memberi isyarat kepada pembantu di sampingnya.

Pembantu segera menyuguhkan segelas teh hitam, lalu meletakkannya di hadapan Angelica.

Angelica tidak menyukai teh hitam.

Padahal Angelica sudah mengatakannya setiap kali, Wina selalu saja mempersiapkan teh hitam untuknya.

Angelica juga pernah mengatakannya kepada Anthony dengan maksud untuk bercanda. Tadinya dia hanya bermaksud untuk berbagi cerita, tetapi Anthony malah mengatakan, "Ingatan Ibu kurang bagus. Lagi pula, kamu pergi menjaga Ibu, bukan untuk menikmati hidup."

Anthony mengatakan bahwa ingatan Wina tidak bagus. Namun, meskipun Feodora jarang datang, Wina malah ingat bahwa dia menyukai biskuit, bahkan menyuruh pembantu untuk memanggangnya.

Sementara, Angelica selalu datang tiga sampai empat kali setiap minggunya. Dia telah menjaga Wina selama tiga tahun penuh, tetapi Wina malah tidak bisa mengingat bahwa dirinya tidak suka minum teh hitam.

"Angelica, Ibu ingin jujur denganmu."

Angelica mengangkat pandangannya untuk menatap Wina.

"Aku melihat Feodora dan Anthony tumbuh besar sejak kecil. Kedua anak itu berteman baik dan saling memahami satu sama lain sejak kecil. Selama bertahun-tahun ini, kamu memang datang menjagaku. Kamu cukup baik, tetapi pemikiranmu terlalu kaku."

"Aku nggak tahu apa yang disukai Anthony darimu, tapi pernikahan juga perlu dikelola. Feodora memiliki karakter bagus. Anthony juga lebih sering tersenyum ketika bersamanya. Kamu harus banyak belajar dari Feodora. Kamu harus belajar dari Feodora bagaimana cara menyenangkan Anthony."

Jari tangan Angelica terasa dingin.

Ibu mertuanya malah menyuruh dia untuk meminta ajaran wanita lain bagaimana cara untuk menyenangkan suaminya sendiri, bahkan mengatakannya seolah-olah semuanya sangat wajar.

Semuanya sungguh terasa konyol.

Angelica tidak menyentuh gelas itu. Dia berkata dengan datar, "Kamu nggak usah mengkhawatirkan hal itu. Aku dan Anthony akan bercerai."

"Ibu Wina!"

Suara manis yang tinggi terdengar dari luar pintu, menutupi ucapan Angelica.

Feodora segera berlari ke dalam, lalu mendekati Wina dengan tersenyum lebar. "Aku baru sampai. Aku belikan ini untukmu!"

Wina langsung tersenyum. "Kamu cukup datang saja. Untuk apa bawa barang?"

Feodora menunjukkan sikap manjanya. Pada saat ini, dia tiba-tiba menepuk keningnya. "Tiba-tiba aku teringat, pihak yang bekerja sama dengan perusahaan sedang mengadakan sebuah acara hari ini. Kak Anthony kekurangan pendamping wanita, jadi aku harus segera pergi ke sana. Hari ini aku nggak bisa menemani Ibu dulu ya. Aku akan datang lagi lain hari."

Wina melambaikan tangannya. "Pergilah. Urusan pekerjaan lebih penting."

Feodora berbalik. Saat ini, dia baru seolah-olah menyadari keberadaan Angelica. "Kak Angel? Kamu juga sedang berada di sini."

Feodora berinisiatif merangkul lengan Angelica. Terdengar rasa bersalah dalam nada bicaranya.

"Kak Angel, aku sudah mengetahui kronologis kejadian waktu itu. Aku sudah mabuk dan salah bicara. Kamu jangan perhitungan denganku ya, beri aku satu kesempatan untuk menebus kesalahanku. Aku pergi jelaskan kepada mereka ya?"

Belum sempat Angelica menolak, dia langsung didorong masuk ke dalam mobil.

Saat tiba di bawah gedung perusahaan, Anthony telah berdiri menunggu di depan pintu lobi.

Ketika tatapannya tertuju pada diri Angelica, keningnya sedikit berkerut.

"Bukannya kamu pergi menjaga Ibu hari ini?"

Feodora maju dan menepuk lengan Anthony. "Bukannya kamu kekurangan pendamping wanita? Kebetulan Kak Angel ada waktu, jadi kami datang bersama."

Anthony tidak berbicara. Dia melirik Angelica sekilas dari atas hingga bawah, lalu berbalik berjalan ke dalam gedung. Dia tidak menghentikan langkahnya sama sekali, juga tidak menunggu Angelica.

Feodora pun tersenyum. "Dia memang seperti itu. Kak Angel nggak usah menghiraukannya."

Angelica ditarik paksa berjalan ke dalam perusahaan. Setelah masuk, dia baru menyadari apa maksud dari tatapan Anthony tadi.

Acara diadakan di aula lantai teratas perusahaan. Para profesional dari dunia kerja mengenakan pakaian yang rapi dan elegan dengan riasan yang sempurna.

Sementara itu, yang dikenakan Angelica hanyalah kaos oblong putih yang sudah agak kusam, yang dia kenakan setelah keluar dari rumah sakit, bahkan tidak ada sedikit pun riasan di wajahnya.

Entah sejak kapan Feodora mengganti pakaiannya dengan gaun formal. Dia menginjakkan sepatu hak tingginya berjalan melewati sisi Angelica dengan tersenyum bersalah.

"Coba kamu lihat otakku. Aku bahkan lupa mempersiapkan satu set gaun untuk kamu. Kak Angel nggak keberatan, ‘kan?"

Angelica tidak membiarkannya. "Apa kamu sengaja ingin mempermalukanku?"

Sepertinya Feodora tidak menyangka Angelica yang biasanya selalu memendam amarah itu akan menyalahkannya secara langsung. Senyumnya seketika membeku di wajahnya. Matanya juga mulai memerah.

Entah sejak kapan Anthony berjalan kemari. Setelah mendengar kalimat itu, dia langsung mengadang di depan Feodora.

"Kalau kamu mau datang, kamu juga seharusnya beri tahu dulu di awal. Feodora juga nggak mengetahuinya. Kamu nggak seharusnya berprasangka buruk terhadapnya, apalagi mengatakannya seperti itu di depan orang banyak."

Apa Angelica yang mau datang ke sini? Jelas-jelas Feodora mengabaikan penolakannya dan memaksanya kemari.

Terdengar sedikit rasa tidak sabar di dalam nada bicara Anthony. "Kamu masih saja keberatan dengan ucapan mabuk Feodora. Bukankah kamu ingin muncul di hadapan orang-orang ini untuk membuktikan sesuatu? Aku akan membawamu ke sana."

Setelah selesai berbicara, Anthony langsung mencengkeram pergelangan tangan Angelica, lalu menariknya ke kerumunan.

Demi menjaga sopan santun, meskipun pakaian yang dikenakannya tidak sesuai dengan suasana acara, tetap saja ada beberapa orang yang datang membawa gelas anggur untuk menyapanya.

Berhubung Angelica masih belum boleh minum alkohol, dia menggantinya dengan teh. Setelah berbasa-basi selama beberapa saat, dia mencari alasan untuk bersembunyi di sudut ruangan.

Angelica sedang mencari kesempatan untuk pergi secara diam-diam. Tiba-tiba terdengar kegaduhan di belakang.

Begitu Angelica menoleh, Anthony sedang mencengkeram erat pergelangan tangan seorang pria. Dia hanya memutarnya sedikit, kemudian lengan pria itu langsung terkulai dalam posisi yang tidak wajar. Terdengar bunyi saat sendinya terlepas bercampur dengan jeritan kesakitan pria itu.

Feodora berdiri di samping dengan mata memerah. Dia pun berkata dengan suara kecil, "Kak Anthony, dia hanya … menyentuhku beberapa kali. Aku nggak kenapa-napa …. Kamu cukup pergi temani Kak Angel saja …."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 14

    Awalnya Angelica mengira semuanya sudah berakhir.Namun setelah Anthony siuman, dia tetap tidak bersedia kembali ke tanah air.Entah dari mana dia mendapatkan alamat Angelica. Setelah lukanya sudah mulai pulih, dia pun muncul di hadapan Angelica.Luka di bagian samping pinggang Anthony masih belum sembuh total. Ketika berdiri di tempat, dia bahkan kelihatan agak mengenaskan.Angelica tidak menemuinya. Dia berencana untuk membiarkannya selama beberapa hari. Anthony pasti akan mundur dengan sendirinya. Namun, dia sudah merendahkan keteguhan Anthony.Anthony meminta seseorang untuk mengantar sebuah kotak perhiasan. Di dalamnya terdapat sebuah kalung model eksklusif dari merek terkenal, kemudian ada juga selembar kartu yang ditulis tangan. Di atasnya tertera satu baris tulisan.[Maaf, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi.]Angelica menatap kartu itu selama tiga detik.Kemudian, dia membuka pintu dan langsung membanting kuat kotak perhiasan di hadapan Anthony.Kotak terpental hingga terb

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 13

    Feodora menunduk untuk menatap pisau di tangannya. Dia pun merasa kaget."Aku … aku bukan …." Sekujur tubuh Feodora gemetar. Dia terus melangkah mundur. "Kak Anthony, aku bukan sengaja …. Aku nggak kepikiran …."Anthony menatap Angelica yang sedang duduk di atas tanah.Darah tidak berhenti mengalir dari samping pinggang. Wajahnya juga sudah kelihatan pucat. Sudut keningnya dipenuhi dengan keringat dingin. Namun, tatapannya ketika menatap Angelica malah terlihat lembut."Kamu nggak terluka, ‘kan?" tanya Anthony.Suara terdengar sangat lirih, seolah telah menguras seluruh tenaganya.Angelica terbengong di tempat. Matanya terbelalak. Ketika melihat warna darah terus menyebar di atas kemeja Anthony, pikirannya menjadi hampa.Anthony berjalan maju satu langkah ke sisi Angelica. Lututnya terasa lemas, seketika setengah berlutut di atas tanah."Angelica …."Anthony mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Angelica. Namun, jari tangannya malah berhenti di udara.Dia tersenyum getir, kemudi

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 12

    Angelica menatap Andrew sekilas dengan tidak berdaya.Dia tahu kenapa Andrew berbuat seperti ini. Sepertinya Andrew ingin dia sepenuhnya memutuskan hubungan dengan masa lalunya.Belum sempat Angelica mengatakan sesuatu, Anthony sudah berjalan maju dengan langkah besar.Langkah kaki Anthony sangat cepat. Dia kelihatan begitu buru-buru. Namun ketika berjalan ke hadapan Angelica, dia segera berhenti, seolah-olah tidak tahu bagaimana mendekati Angelica."Angelica." Suara Anthony terdengar serak. "Aku sudah mencarimu begitu lama …. Kenapa kamu pergi tanpa berpamitan sama sekali? Kenapa kamu nggak bersedia memberi tahu masalah itu kepadaku?"Anthony mengulurkan tangannya ingin menyentuh pundaknya.Angelica langsung mundur selangkah.Tangan Anthony terkaku di udara. Tatapannya seketika menjadi suram.Angelica menatapnya dengan ekspresi tenang."Jangan berpura-pura seolah merasa terharu.""Apa aku nggak pernah beri tahu kamu? Aku sudah beri tahu semuanya kepadamu.""Saat aku hamil, aku sudah m

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 11

    Feodora duluan mengalihkan pandangannya. Dia melirik sekilas Andrew yang berada di sisi Angelica, lalu bergegas berjalan maju dan berbicara dengan nada rendah."Kak Angel, bisakah kita bicara sebentar?"Belum sempat Angelica membalas, Feodora sudah berbalik berjalan ke gang sebelah, seolah-olah yakin Angelica akan menyusul langkahnya.Kening Andrew berkerut. Dia memiringkan kepalanya untuk menatap Angelica.Angelica menggeleng padanya, lalu berdiri dan mengikuti langkah Feodora.Suasana di dalam gang sangat hening. Cahaya matahari dihalangi oleh bangunan di dua sisi. Hanya tersisa sedikit cahaya yang jatuh di atas permukaan lantai.Feodora membalikkan tubuhnya, lalu berkata dengan terus terang."Kak Angel, kenapa kamu bisa berdua dengan orang itu?" Nada bicara Feodora terdengar sedikit menyalahkan. "Apa kamu sudah mengkhianati Kak Anthony?"Angelica tidak berbicara, melainkan menatapnya dengan tenang.Ketika Feodora menyadari Angelica tidak menjawab, dia pun kembali berkata dengan pani

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 10

    Satu bulan kemudian.Angelica sudah jarang memikirkan masalah itu lagi.Mimpi buruk yang sebelumnya datang setiap malam kini hanya sesekali saja. Saat bangun, dia juga tidak berkeringat dingin lagi.Angelica mulai bisa tidur dengan nyenyak. Kini, dia terbangun di pagi hari karena sinar matahari, bukan lagi karena mimpi buruk. Selama sebulan ini, Andrew memperlakukannya dengan sangat baik.Angelica sempat berkomentar bahwa kopi di tempat ini terlalu pahit. Keesokan harinya, Andrew langsung mempekerjakan barista terbaik dari dalam negeri.Dia berkata ingin makan hotpot, tetapi tidak ada restoran hotpot di sekitar sana. Keesokan harinya, sebuah restoran hotpot bahkan dibuka di dekat tempat mereka.Suatu hari, Angelica sempat memandangi toko bunga di bawah dari balkon beberapa kali. Ketika pulang di sore hari itu, sudah ada sebuket bunga lisianthus putih di kamarnya.Andrew tidak pernah sengaja mengungkit jasanya, juga tidak pernah mengungkit semua hal itu, seolah-olah semuanya memang sud

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 9

    Di negara lain.Pemandangan asing terbentang di luar jendela. Angin di negara asing membawa aroma air laut dan garam berembus masuk, menggerakkan tirai putih yang tipis.Angelica terbangun dari mimpi buruk dengan keringat dingin memenuhi punggungnya.Mimpi itu lagi.Angelica meringkuk di dalam selimut sambil memeluk lututnya. Dia sedang menunggu detak jantungnya perlahan kembali tenang.Setelah itu, sebuah tangan hangat menyentuh punggung Angelica, lalu menepuknya dengan perlahan, seolah-olah sedang menenangkan seekor binatang yang sedang terkejut."Nggak apa-apa. Nggak apa-apa."Suara rendah itu terdengar di dalam kegelapan, sedikit serak, tetapi memberikan rasa tenang.Angelica memalingkan kepalanya. Dia melihat orang yang duduk di samping ranjang dengan bantuan cahaya rembulan yang memancar dari luar jendela.Orang itu bernama Andrew Chanata. Dia adalah musuh bebuyutan Anthony.Andrew sedang mengenakan pakaian rumahan berwarna gelap dan bersandar di kursi di sisi tempat tidur. Di sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status