共有

Bab 5

作者: Do
Anthony tidak melepaskan tangannya. Rasa murka di dalam matanya hampir saja meluap.

Angelica berdiri beberapa langkah dari mereka. Melihat pemandangan itu, tiba-tiba Angelica merasa linglung.

Terakhir kali Angelica melihat Anthony semarah ini adalah saat mereka berpacaran.

Waktu itu, Angelica diganggu dan dikepung oleh beberapa preman di dalam gang. Saat Anthony tiba, dia hanya memperingatkan mereka dengan ekspresi dingin.

Ajaran keluarga Anthony tidak mengizinkannya untuk bersikap lancang. Dia selalu mengendalikan diri dan menjaga sikapnya.

Namun kali ini, Anthony tidak menghiraukan situasi maupun statusnya. Di hadapan semua pihak yang bekerja sama dengan perusahaan, dia bahkan membuat lengan pria itu mengalami dislokasi.

Keributan itu segera diredam.

Anthony melindungi Feodora dan membawanya keluar. Saat melewati sisi Angelica, dia pun berhenti.

Saat Anthony menatap Angelica, amarah di dalam matanya masih belum mereda. Suaranya juga ditekan dengan sangat rendah.

"Apa kamu sengaja?"

Angelica tidak memahaminya. "Apa?"

"Apa kamu nggak tahu berapa besar kemungkinan digoda kalau nggak ditemani dalam acara seperti ini?"

"Feodora belum pernah berpacaran. Dia nggak tahu bagaimana cara untuk menolak, jadi mudah dimanfaatkan orang lain. Kalau aku menemanimu, aku nggak bisa menjaga dia. Kamu nggak seharusnya bersikap begitu nggak pengertian."

Angelica menatapnya dengan tatapan kosong.

Wajah yang dulu pernah membuat hatinya berdebar itu kini berada begitu dekat di hadapannya.

Raut wajahnya dingin. Garis wajahnya jelas, persis seperti saat pertama kali Angelica melihatnya.

Namun, setelah menatap Anthony dalam waktu sangat lama, hatinya malah tidak bergejolak. Sepertinya dia juga tidak begitu mencintai Anthony lagi.

"Aku nggak memaksamu untuk menemaniku."

"Lagi pula, aku juga nggak kepikiran untuk datang. Dia yang memaksaku masuk ke dalam mobil. Dia bahkan nggak mempersiapkan gaun untukku ketika membawaku ke acara seperti ini. Aku malah ingin bertanya apa maksudnya. Apa dia sengaja ingin mempermalukanku?"

Begitu ucapan dilontarkan, terdengar suara bisikan di sekitar.

Air mata Feodora mulai menetes. Dia langsung masuk ke dalam pelukan Anthony. Pundaknya juga terlihat sedikit gemetar.

"Kak Angel … kenapa kamu memfitnahku seperti ini …. Jelas-jelas kamu bilang kamu mau datang bersamaku. Aku juga sudah bertanya sebelumnya, apa kamu punya gaun pesta, apa kamu keberatan. Kamu sendiri yang mengatakan nggak masalah …."

Pupil mata Angelica langsung menyusut.

Dia tidak berani percaya Feodora bisa memutarbalikkan fakta dengan tenang, tanpa sedikit pun gugup.

Jelas-jelas Feodora yang mendorong paksa dirinya ke dalam mobil. Dia sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menolak. Sejak kapan Angelica mengatakan dirinya tidak masalah?

Baru saja Angelica hendak membantah, tiba-tiba Feodora meninggikan suaranya.

"Tadinya aku nggak mau mengatakannya! Aku juga nggak ingin dipermalukan seperti ini! Aku nggak tahu sebenarnya sejak kapan aku menyinggungmu, kenapa kamu malah menyuap pria itu agar dia mempermalukanku!"

Begitu perkataan itu keluar, seluruh ruangan langsung gempar. Wajah Anthony seketika berubah semakin muram.

"Angelica, kenapa kamu bisa melakukan hal seperti ini?"

Angelica menatapnya.

Kata "Aku nggak melakukannya" tersangkut di dalam tenggorokan. Angelica tidak bisa melontarkannya.

Memangnya penting masalah Angelica melakukannya atau tidak?

Hal yang paling penting adalah Anthony sama sekali tidak memercayainya.

Meskipun Angelica menjelaskan sampai berbusa pun, Anthony juga memiliki seribu satu bantahan untuk membela Feodora.

Tangisan dan ucapan Feodora terasa jauh lebih meyakinkan baginya daripada semua penjelasan Angelica.

Soal dicintai atau tidak, semuanya sudah jelas.

Angelica menurunkan pandangannya. Bulu matanya menutupi seluruh emosinya. Dia terdiam selama beberapa detik, lalu berkata dengan suara yang sangat tenang.

"Jadi, apa yang kamu inginkan? Apa kamu ingin suruh aku minta maaf?"

Anthony tidak berbicara, melainkan menatapnya dengan dingin.

Angelica berbalik untuk menghadap Feodora. Di bawah tatapan semua orang, dia membungkukkan tubuhnya.

"Maaf. Apa sudah boleh?"

Semua orang terdiam. Mereka tidak menyangka Angelica akan menyerah begitu saja, tanpa membela diri, tanpa berdebat, dan tanpa bertengkar. Dia langsung menundukkan kepala begitu saja.

Feodora terpaku di tempat. Air mata masih menggantung di wajahnya. Untuk sesaat, dia bahkan tidak tahu harus bagaimana menanggapinya.

Angelica menegakkan tubuhnya. Dia langsung berbalik berjalan pergi dengan wajah tidak berekspresi.

Tiba-tiba, sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangan Angelica dengan kuat.

"Angelica." Suara Anthony yang rendah dan dingin terdengar dari belakang. "Sikap apa itu? Apa begini caranya minta maaf?"

"Gara-gara kamu, seluruh acara jadi hancur. Kamu bukan hanya harus meminta maaf kepada Feodora, kamu juga seharusnya berlutut dan minta maaf kepada pihak kerja samaku."

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 14

    Awalnya Angelica mengira semuanya sudah berakhir.Namun setelah Anthony siuman, dia tetap tidak bersedia kembali ke tanah air.Entah dari mana dia mendapatkan alamat Angelica. Setelah lukanya sudah mulai pulih, dia pun muncul di hadapan Angelica.Luka di bagian samping pinggang Anthony masih belum sembuh total. Ketika berdiri di tempat, dia bahkan kelihatan agak mengenaskan.Angelica tidak menemuinya. Dia berencana untuk membiarkannya selama beberapa hari. Anthony pasti akan mundur dengan sendirinya. Namun, dia sudah merendahkan keteguhan Anthony.Anthony meminta seseorang untuk mengantar sebuah kotak perhiasan. Di dalamnya terdapat sebuah kalung model eksklusif dari merek terkenal, kemudian ada juga selembar kartu yang ditulis tangan. Di atasnya tertera satu baris tulisan.[Maaf, aku mohon beri aku satu kesempatan lagi.]Angelica menatap kartu itu selama tiga detik.Kemudian, dia membuka pintu dan langsung membanting kuat kotak perhiasan di hadapan Anthony.Kotak terpental hingga terb

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 13

    Feodora menunduk untuk menatap pisau di tangannya. Dia pun merasa kaget."Aku … aku bukan …." Sekujur tubuh Feodora gemetar. Dia terus melangkah mundur. "Kak Anthony, aku bukan sengaja …. Aku nggak kepikiran …."Anthony menatap Angelica yang sedang duduk di atas tanah.Darah tidak berhenti mengalir dari samping pinggang. Wajahnya juga sudah kelihatan pucat. Sudut keningnya dipenuhi dengan keringat dingin. Namun, tatapannya ketika menatap Angelica malah terlihat lembut."Kamu nggak terluka, ‘kan?" tanya Anthony.Suara terdengar sangat lirih, seolah telah menguras seluruh tenaganya.Angelica terbengong di tempat. Matanya terbelalak. Ketika melihat warna darah terus menyebar di atas kemeja Anthony, pikirannya menjadi hampa.Anthony berjalan maju satu langkah ke sisi Angelica. Lututnya terasa lemas, seketika setengah berlutut di atas tanah."Angelica …."Anthony mengulurkan tangannya hendak menyentuh wajah Angelica. Namun, jari tangannya malah berhenti di udara.Dia tersenyum getir, kemudi

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 12

    Angelica menatap Andrew sekilas dengan tidak berdaya.Dia tahu kenapa Andrew berbuat seperti ini. Sepertinya Andrew ingin dia sepenuhnya memutuskan hubungan dengan masa lalunya.Belum sempat Angelica mengatakan sesuatu, Anthony sudah berjalan maju dengan langkah besar.Langkah kaki Anthony sangat cepat. Dia kelihatan begitu buru-buru. Namun ketika berjalan ke hadapan Angelica, dia segera berhenti, seolah-olah tidak tahu bagaimana mendekati Angelica."Angelica." Suara Anthony terdengar serak. "Aku sudah mencarimu begitu lama …. Kenapa kamu pergi tanpa berpamitan sama sekali? Kenapa kamu nggak bersedia memberi tahu masalah itu kepadaku?"Anthony mengulurkan tangannya ingin menyentuh pundaknya.Angelica langsung mundur selangkah.Tangan Anthony terkaku di udara. Tatapannya seketika menjadi suram.Angelica menatapnya dengan ekspresi tenang."Jangan berpura-pura seolah merasa terharu.""Apa aku nggak pernah beri tahu kamu? Aku sudah beri tahu semuanya kepadamu.""Saat aku hamil, aku sudah m

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 11

    Feodora duluan mengalihkan pandangannya. Dia melirik sekilas Andrew yang berada di sisi Angelica, lalu bergegas berjalan maju dan berbicara dengan nada rendah."Kak Angel, bisakah kita bicara sebentar?"Belum sempat Angelica membalas, Feodora sudah berbalik berjalan ke gang sebelah, seolah-olah yakin Angelica akan menyusul langkahnya.Kening Andrew berkerut. Dia memiringkan kepalanya untuk menatap Angelica.Angelica menggeleng padanya, lalu berdiri dan mengikuti langkah Feodora.Suasana di dalam gang sangat hening. Cahaya matahari dihalangi oleh bangunan di dua sisi. Hanya tersisa sedikit cahaya yang jatuh di atas permukaan lantai.Feodora membalikkan tubuhnya, lalu berkata dengan terus terang."Kak Angel, kenapa kamu bisa berdua dengan orang itu?" Nada bicara Feodora terdengar sedikit menyalahkan. "Apa kamu sudah mengkhianati Kak Anthony?"Angelica tidak berbicara, melainkan menatapnya dengan tenang.Ketika Feodora menyadari Angelica tidak menjawab, dia pun kembali berkata dengan pani

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 10

    Satu bulan kemudian.Angelica sudah jarang memikirkan masalah itu lagi.Mimpi buruk yang sebelumnya datang setiap malam kini hanya sesekali saja. Saat bangun, dia juga tidak berkeringat dingin lagi.Angelica mulai bisa tidur dengan nyenyak. Kini, dia terbangun di pagi hari karena sinar matahari, bukan lagi karena mimpi buruk. Selama sebulan ini, Andrew memperlakukannya dengan sangat baik.Angelica sempat berkomentar bahwa kopi di tempat ini terlalu pahit. Keesokan harinya, Andrew langsung mempekerjakan barista terbaik dari dalam negeri.Dia berkata ingin makan hotpot, tetapi tidak ada restoran hotpot di sekitar sana. Keesokan harinya, sebuah restoran hotpot bahkan dibuka di dekat tempat mereka.Suatu hari, Angelica sempat memandangi toko bunga di bawah dari balkon beberapa kali. Ketika pulang di sore hari itu, sudah ada sebuket bunga lisianthus putih di kamarnya.Andrew tidak pernah sengaja mengungkit jasanya, juga tidak pernah mengungkit semua hal itu, seolah-olah semuanya memang sud

  • Biarkan Cinta Berlalu Bersama Perpisahan   Bab 9

    Di negara lain.Pemandangan asing terbentang di luar jendela. Angin di negara asing membawa aroma air laut dan garam berembus masuk, menggerakkan tirai putih yang tipis.Angelica terbangun dari mimpi buruk dengan keringat dingin memenuhi punggungnya.Mimpi itu lagi.Angelica meringkuk di dalam selimut sambil memeluk lututnya. Dia sedang menunggu detak jantungnya perlahan kembali tenang.Setelah itu, sebuah tangan hangat menyentuh punggung Angelica, lalu menepuknya dengan perlahan, seolah-olah sedang menenangkan seekor binatang yang sedang terkejut."Nggak apa-apa. Nggak apa-apa."Suara rendah itu terdengar di dalam kegelapan, sedikit serak, tetapi memberikan rasa tenang.Angelica memalingkan kepalanya. Dia melihat orang yang duduk di samping ranjang dengan bantuan cahaya rembulan yang memancar dari luar jendela.Orang itu bernama Andrew Chanata. Dia adalah musuh bebuyutan Anthony.Andrew sedang mengenakan pakaian rumahan berwarna gelap dan bersandar di kursi di sisi tempat tidur. Di sa

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status