Share

Anak Baru

Penulis: NaoMiura
last update Tanggal publikasi: 2026-06-17 20:00:30

Hari itu suasana tim pemasaran sedikit lebih ramai dari biasanya. Seorang pegawai baru bergabung. Namanya Rhea. Perempuan itu terlihat masih muda, dengan rambut yang diikat rapi dan mata yang tampak bersemangat sekaligus gugup. Ia beberapa kali membungkuk sopan setiap kali dikenalkan kepada anggota tim.

"Naomi," panggil Claudia sambil menghampiri meja rekannya.

"Hm?"

"Tolong ajak Rhea berkeliling dan ajari soal kerjaan kita, ya."

Naomi mendongak dari komputernya. "

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bilur Bulir Bertaut   Proyek Gigantic

    Meeting selesai menjelang siang. Semua mulai merapikan dokumen dan laptop. Naomi sengaja sedikit memperlambat gerakannya.Biasanya setelah rapat, Rahaal akan menunggu Naomi bicara dengan kakaknya. Hari ini, dia bergegas merapikan dokumen. Ia melewati belakang kursi Naomi dengan menjaga jarak beberapa langkah, lalu langsung keluar ruangan bersama supervisor lain.Naomi hanya memperhatikannya sekilas. Ia memilih untuk tidak memikirkannya terlalu lama. Seperti biasanya, setelah rapat gabungan selesai, ia menyempatkan diri menemui Vino sebelum sang kakak kembali ke kantor Gigantic."Naomi, ayo kembali." ajak Claudia."Kamu duluan saja. Aku akan mampir ke tempat lain sebentar.""Oke. Aku duluan." ujar Claudia lalu pergi meninggalkan ruangan.Vino baru saja memasukkan beberapa map ke dalam tas kerjanya ketika melihat Naomi menghampirinya."Kak."Vino menoleh dan tersenyum. Dia melihat adiknya dengan seksama. Kali ini Naomi tampak jau

  • Bilur Bulir Bertaut   Meeting yang Aneh

    "Naomi!" panggil Flora.Naomi mendekat. "Wah, rame banget.""Rujakan!" Flora menunjuk baskom besar berisi aneka buah. "Mau?"Naomi belum sempat menjawab. Flora menepuk jidatnya. "Kamu jangan makan nanas. Makan saja apa yang ada di mejamu.""Mejaku?" tanya Naomi bingung. Dia pun berjalan menuju mejanya.Naomi melihat sekotak besar buah-buahan potong. Tidak satu macam, tapi berbagai macam. Jelas ini bukan buah untuk rujak. isinya buah yang lebih premium.Flora menghampiri sahabatnya itu. "Kamu dapat yang berbeda. Mareeq perhatian sekali."Claudia yang sejak tadi ikut menikmati rujak menghentikan aktivitasnya. Tatapannya berpindah pada kedua sahabat yang asik memperhatikan sesuatu di meja Naomi. Claudia yang penasaran pun menghampiri mereka."Buah yang berbeda. Lebih mahal." ujar Claudia.Naomi dan Flora reflek menoleh ke belakang."Ya kan nggak apa. Berarti Mareeq tahu Naomi tidak boleh makan nanas." bela Flora.

  • Bilur Bulir Bertaut   Perhatian Leon

    "Kamu mau makan ini?"Naomi menggeleng. "Belum.""Kenapa beli? Ibu hamil tidak boleh makan nanas kan?"Naomi duduk di sofa. "Tadi di jalan ada ibu-ibu jualan nanas."Leon mendengarkan."Aku kasihan. Sore-sore gerimis masih jualan."Leon mengangguk pelan. Wajahnya tetap tenang. "Oh."Leon membuka mika, lalu menatap Naomi. "Kamu tahu, ibu hamil katanya nggak boleh makan nanas."Naomi menghela napas. "Aku tidak tahu itu cuma mitos atau memang harus dihindari.""Biar aku aja yang makan."Naomi terkekeh. "Yam baiklah."Leon mengambil sepotong nanas lalu memasukkannya ke mulut. Matanya langsung sedikit membesar."Manis.""Serius?" tanya Naomi.Leon mengangguk sambil mengunyah. Naomi memperhatikan dengan penasaran."Jangan tergoda." Leon mengingatkan."Aku tidak." bantah Naomi.Hanya dalam beberapa suapan nanas itu habis dilahap Leon. Leon menutup mika nanas yang sudah kos

  • Bilur Bulir Bertaut   Salah Paham

    Tangan Mareeq yang sudah berada di tuas transmisi langsung berhenti. Ia menoleh cepat ke arah Naomi. Pikirannya lebih dulu dipenuhi kecemasan. Naomi berkali-kali mengatakan belum siap menjadi ibu. Belum siap memiliki bayi. Kini, tiba-tiba ia bilang ingin beli nanas, buah yang sering dikaitkan masyarakat dengan mitos bisa memicu keguguran."Nanas? Kenapa tiba-tiba ingin beli?"Naomi masih melihat ke arah luar. "Ibu itu kasihan."Mareeq melihat ke arah pandang Naomi."Aku pengin beli dagangannya. Tapi, aku ragu boleh makan atau tidak."Beberapa detik, Mareeq hanya terdiam. Lalu ia mengembuskan napas panjang. Raut wajahnya yang semula tegang perlahan melunak."Aku salah paham."Naomi memandangnya beberapa saat, lalu terkekeh pelan. "Salah paham kenapa?"Kemudian Naomi menyadari apa yang sedang dipikirkan Mareeq. Dia sudah bisa menebak salah paham apa yang dimaksud Mareeq.Tanpa berkata apa-apa, Mareeq kembali mematikan mesi

  • Bilur Bulir Bertaut   Nanas

    Mereka keluar hampir bersamaan. Mereka berjalan menuju lift. Pintu lift terbuka. Mereka sama-sama diam.Begitu keluar dari lift, Naomi berjalan menuju lobi. Suara langkah kaki lain terdengar mengikuti di belakangnya. Ini seperti mereka akan pulang bersama. Tidak. Naomi tidak ada rencana itu.Akhirnya Naomi berhenti mendadak. Mareeq yang berada beberapa langkah di belakang ikut berhenti. Naomi berbalik sambil menghela napas."Kamu jalan duluan.""Kenapa? Kamu ingin kembali ke atas?""Bukan. Tujuan kita beda. Kamu pergi duluan.""Kenapa?""Kita tidak bisa pulang bersama.""Kenapa? Kamu dijemput? Pulang bersama Leon?""Tidak." jawab Naomi. "Jika aku pulang bersamamu maka banyak hal yang perlu dibahas dan biasanya berakhir aku menangis. Aku sedang tidak ingin menangis."Mareeq menatapnya cukup lama. Dia mengerti ini. Dia juga sudah berjanji untuk tidak mendesaknya."Aku hanya akan mengantarmu. Tidak ada obrolan a

  • Bilur Bulir Bertaut   Croffle

    "Tidak ingin." jawab Naomi singkat. "Aku mau ke toilet." kemudian berjalan ke arah toilet wanita.Mareeq mengeluarkan ponselnya. Dia mengetik sesuatu dengan cepat, lalu memasukkannya kembali ke saku seolah tidak terjadi apa-apa. Tapi, jelas dia sedang merencanakan sesuatu.Naomi kembali ke mejanya dengan pikiran yang masih penuh dengan croffle. Karena Mareeq, dia lupa untuk memfoto pamflet itu atau sekadar mencatan nomor untuk memesan. Dia pun mendengus dengan kesal."Kenapa?" tanya Flora.Naomi menoleh ke arah Flora. "Oh? Hmm... Aku lapar.""Lapar lagi?""Sebenanya bukan lapar. Aku ingin croffle." ujar Naomi. "Ada pamflet di papan pengumuman dekat toilet, tapi aku lupa mencatat nomornya." jelasnya."Minta saja sama Leon. Kirim pesan sekarang." saran Flora.Naomi menggelengkan kepala. Karena dia tahu makanan-makanan itu dari Mareeq bukan dari Leon. Leon juga tidak akan mau repot-repot seperti itu."Besok sajalah... Udah

  • Bilur Bulir Bertaut   Masa Lalu

    “Seseorang yang aku kenal,” jawab Naomi, nadanya dibuat seringan mungkin. “Kebetulan dia ada urusan di kantor, jadi kami bicara sebentar.”Ia segera mengalihkan topik, cepat, dan tanpa jeda. “Mau makan di mana kita? Aku sudah lapar.”Leon menatapn

  • Bilur Bulir Bertaut   Samar

    Sudah 30menit tidak ada satu pun yang menyampaikan ide. Sepertinya mereka tidak bisa memikirkan apapun. Bahkan beberapa dari mereka terdengar menggerutu.Naomi mengangkat tangannya. Seluruh orang yang ada di ruangan memandangnya. Termasuk Mareeq, dia menatap Naomi lekat-lekat."Baga

  • Bilur Bulir Bertaut   Semakin Dekat

    Naomi menghampiri teman-temannya, meninggalkan Mareeq sendirian di tempatnya. Ah! Dia lupa untuk berpamitan. Dia pun berbalik.Oh! Dia melihat ke arah Naomi. Naomi menunjukkan senyumnya, lalu menganggukkan kepala pelan dan bermakna. Sebuah ucapan tak langsung "Aku pergi dulu". Lalu segera berlalu.

  • Bilur Bulir Bertaut   Mendekat

    Naomi pergi ke acara konferensi sesuai dengan undangan yang dia terima. Sebenarnya dia malas ketika weekend harus menghadari acara kantor. Tapi, karena di rumah tidak ada siapapun, jadi dia memilih pergi.Naomi masuk ke ruangan dan menyapu pandangan ke dalam ruangan. Dia ingin tahu apakah ada orang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status